Belakangan ini, berbagai studi menunjukkan ada ancaman gangguan kesehatan bagi mereka yang terbiasa bekerja hingga larut malam atau mendapat giliran shift malam. Bukti medis yang kuat menunjukkan bahwa jam kerja tidak teratur dapat memengaruhi kesehatan dalam jangka waktu yang panjang.
Mustar Cameron, seorang peneliti kesehatan sekaligus presiden dari Institute for Work and Health di Toronto, Kanada, mengatakan, "Ketika sedang bekerja shift, di situ adalah waktu Anda untuk tidur. Akibatnya, Anda akan mengalami konflik dengan jam biologis."
Berikut ini adalah lima risiko gangguan kesehatan yang bisa menjadi ancaman, khususnya bagi mereka pekerja shift, seperti dikutip besthealthmag:
1. Waktu tidur akan kacau
Sekitar 10 persen dari orang yang menjalankan kerja shift mengalami masalah tidur, termasuk insomnia, menjadi sangat mengantuk dan mengalami kesulitan untuk tetap terjaga di tempat kerja.
"Pekerja shift dapat didefinisikan dalam kelompok yang kekurangan waktu tidur," kata Dr Charles Samuels, direktur medis dari Centre for Sleep and Human Performance, Calgary. Samuels menambahkan, pekerja shift umumnya akan lebih sulit tidur pada siang hari karena mengalami pertentangan dengan jam alamiah tubuh.
Cara mengatasinya: Menurut Samuel, tidur adalah prioritas utama. Hilangnya waktu tidur saat bekerja shift malam harus diganti dengan waktu tidur pada siang hari—tidak peduli apakah dengan begitu akan mengurangi waktu Anda bersama keluarga. Buat ruang tidur yang tenang dan gelap dan menghindari olahraga, kafein, alkohol.
"Orang-orang berpikir mereka dapat menjalani hidup normal bila mereka melakukan kerja shift, tetapi sesungguhnya mereka tidak akan bisa," kata Samuels.
2. Menambah berat badan
"Ketika Anda bekerja dalam shift, selera Anda untuk mengonsumsi makanan berkalori tinggi cenderung meningkat," kata Dr Samuels. Kondisi ini sesuai dengan banyak penelitian yang menghubungkan kurangnya waktu tidur dengan kenaikan berat badan. Berat badan yang berlebih dapat memicu masalah kesehatan, seperti peningkatan risiko untuk penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Cara mengatasinya: Bawalah makanan sendiri dari rumah dan menghindari jajan di pinggir jalan. Dr Samuels mengatakan, menggabungkan kafein dengan karbohidrat (seperti muffin dan kopi) dapat berdampak buruk karena dapat merangsang lonjakan insulin dan menyebabkan penambahan berat badan.
3. Bisa terluka
Menurut Mustar, risiko kecelakaan kerja bagi mereka yang bekerja shift malam hampir 50 persen lebih tinggi ketimbang pekerja normal.
Cara mengatasinya: Mintalah bantuan ketika Anda mengangkat atau melakukan sesuatu yang berisiko saat bekerja pada malam hari. Ingat, ketika Anda merasa sangat lelah saat bekerja shift, sebaiknya sempatkan beristirahat sejenak.
4. Berisiko mengalami masalah kehamilan
Sebuah studi dari Denmark menemukan, mereka yang bekerja malam hari memiliki resiko keguguran 85 persen lebih tinggi daripada pekerja normal. Bahkan, sebuah riset tahun 2010 di Italia memperlihatkan hubungan antara bekerja shift dan risiko kelahiran dini dan berat bayi lahir rendah.
Cara mengatasinya: Jika Anda sedang hamil, perhatikan kecukupan waktu tidur dan berat badan Anda. Minta bantuan tenaga ahli jika Anda kurang mendapatkan waktu tidur atau mengalami kesulitan tidur.
5. Risiko terkena kanker lebih tinggi
Menurut data yang dikumpulkan dari US Nurses Health Study, di mana melibatkan 240.000 perawat dan diamati selama 30 tahun, menunjukkan, perempuan yang bekerja shift malam selama beberapa tahun memiliki risiko lebih tinggi mengidap kanker payudara, usus besar, dan endometrium. Para peneliti berpikir hal itu terkait dengan tingkat melatonin.
Cara mengatasinya: Jika Anda bekerja malam selama beberapa tahun, bicara dengan dokter tentang kemungkinan untuk mengonsumsi suplemen melatonin. Suplemen ini cenderung aman, tetapi cukup kompleks dan Anda membutuhkan bimbingan seorang pakar untuk menggunakannya.
sumber: kompas
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-lain. Tampilkan semua postingan
14 Des 2011
22 Nov 2011
Musuh Sperma: Rokok, Alkohol, Daging Merah, Berendam Air Panas
Makan makanan yang bergizi dan menjaga gaya hidup sehat baik untuk kesehatan pria dan pasangannya. Bagi pria yang tidak subur, saran ini sebaiknya dipatuhi. Sebab, penelitian telah menunjukkan bahwa kesuburan pria amat dipengaruhi makanan dan gaya hidupnya.
Makanan yang baik untuk kesuburan paling tinggi didapat dari buah dan biji-bijian dan mengurangi daging merah, alkohol, dan kopi. Demikian seperti dilaporkan peneliti dari Brasil dalam jurnal Fertility and Sterility.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan berat badan, merokok, dan minum alkohol dengan gangguan reproduksi pada wanita, namun belum jelas apakah hal yang sama juga berlaku bagi laki-laki.
Hasil penelitian menemukan:
1. Kelebihan berat badan dan minum alkohol berkaitan dengan konsentrasi sperma yang lebih encer dan kurang lincah.
2. Merokok menyebabkan efek negatif berupa kutrang gesitnya sperma.
3. Alkohol dan kopi berkaitan dengan menurunkan kemungkinan pembuahan.
4. Tingkat pembentukan embrio serta tingkat kehamilan secara signifikan lebih rendah ketika pria mengkonsumsi banyak daging merah.
Di sisi lain, makan biji-bijian dan sereal sangat berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan pergerakan sperma.
5. Menghabiskan banyak waktu di kolam air panas juga bisa menghambat keberhasilan pengobatan kesuburan.
"Temuan ini konsisten dengan ide bahwa vitamin, mineral dan asam amino tertentu dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas air mani, sementara terlalu banyak alkohol dan hormon tertentu dalam daging olahan dapat berbahaya bagi sperma," kata Dr Edson Borges, Jr dari Fertility-Assisted Fertilization Centre di Sao Paulo.
"Kita berbicara mengenai gaya hidup sehat dan berusaha untuk menghilangkan hal-hal yang buruk bagi kesehatan, tapi saya pikir sebagian besar orang cenderung menekankan pada pihak wanita agar sesehat mungkin," kata Dr Lynn Westphal, spesialis kesehatan perempuan dan kesuburan di Pusat Medis Universitas Stanford di Palo Alto, California yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
"Temuan ini mempertegas bahwa penting bagi laki-laki dan perempuan untuk menghilangkan hal yang buruk dalam makanan atau gaya hidup sebanyak mungkin," imbuh Dr Westphal seperti dikutip dari Health24.com, Selasa (22/11/2011).
Dr. Westphal menjelaskan bahwa menghabiskan banyak waktu di kolam air panas juga bisa menghambat keberhasilan pengobatan kesuburan. Dia menambahkan bahwa setiap makanan dan perubahan gaya hidup laki-laki dalam upaya meningkatkan sperma akan membutuhkan waktu beberapa bulan agar efek kentara, sehingga memakan makanan yang baik beberapa hari sebelum IVF tidak akan efektif.
Para peneliti merekrut 250 orang laki-laki yang tengah menjalani injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) di satu pusat kesehatan bersama dengan pasangannya. ICSI adalah dalam prosedur pembuahan bayi tabung di mana sperma disuntikkan langsung ke dalam telur.
Para peneliti memberi pertanyaan kepada relawan mengenai seberapa sering mereka makan berbagai makanan, serta berapa banyak mereka minum dan merokok. Mereka juga menganalisis sampel air mani pada setiap langkah dari proses pembuahan bayi tabung.
Telur yang berhasil dibuahi adalah sekitar tiga perempat dari jumlah yang masuk dalam perawatan, dan hanya kurang dari 40% wanita yang berhasil hamil selama penelitian. Dari kecepatan sperma hingga kesempatan pasangan untuk hamil, pria yang mengkonsumsi alkohol dan mengkonsumsi makanan kurang bergizi memiliki hasil yang paling buruk.
sumber: detikhealth
Makanan yang baik untuk kesuburan paling tinggi didapat dari buah dan biji-bijian dan mengurangi daging merah, alkohol, dan kopi. Demikian seperti dilaporkan peneliti dari Brasil dalam jurnal Fertility and Sterility.
Penelitian sebelumnya telah mengaitkan berat badan, merokok, dan minum alkohol dengan gangguan reproduksi pada wanita, namun belum jelas apakah hal yang sama juga berlaku bagi laki-laki.
Hasil penelitian menemukan:
1. Kelebihan berat badan dan minum alkohol berkaitan dengan konsentrasi sperma yang lebih encer dan kurang lincah.
2. Merokok menyebabkan efek negatif berupa kutrang gesitnya sperma.
3. Alkohol dan kopi berkaitan dengan menurunkan kemungkinan pembuahan.
4. Tingkat pembentukan embrio serta tingkat kehamilan secara signifikan lebih rendah ketika pria mengkonsumsi banyak daging merah.
Di sisi lain, makan biji-bijian dan sereal sangat berkaitan dengan peningkatan konsentrasi dan pergerakan sperma.
5. Menghabiskan banyak waktu di kolam air panas juga bisa menghambat keberhasilan pengobatan kesuburan.
"Temuan ini konsisten dengan ide bahwa vitamin, mineral dan asam amino tertentu dapat membantu mempertahankan atau meningkatkan kualitas air mani, sementara terlalu banyak alkohol dan hormon tertentu dalam daging olahan dapat berbahaya bagi sperma," kata Dr Edson Borges, Jr dari Fertility-Assisted Fertilization Centre di Sao Paulo.
"Kita berbicara mengenai gaya hidup sehat dan berusaha untuk menghilangkan hal-hal yang buruk bagi kesehatan, tapi saya pikir sebagian besar orang cenderung menekankan pada pihak wanita agar sesehat mungkin," kata Dr Lynn Westphal, spesialis kesehatan perempuan dan kesuburan di Pusat Medis Universitas Stanford di Palo Alto, California yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
"Temuan ini mempertegas bahwa penting bagi laki-laki dan perempuan untuk menghilangkan hal yang buruk dalam makanan atau gaya hidup sebanyak mungkin," imbuh Dr Westphal seperti dikutip dari Health24.com, Selasa (22/11/2011).
Dr. Westphal menjelaskan bahwa menghabiskan banyak waktu di kolam air panas juga bisa menghambat keberhasilan pengobatan kesuburan. Dia menambahkan bahwa setiap makanan dan perubahan gaya hidup laki-laki dalam upaya meningkatkan sperma akan membutuhkan waktu beberapa bulan agar efek kentara, sehingga memakan makanan yang baik beberapa hari sebelum IVF tidak akan efektif.
Para peneliti merekrut 250 orang laki-laki yang tengah menjalani injeksi sperma intracytoplasmic (ICSI) di satu pusat kesehatan bersama dengan pasangannya. ICSI adalah dalam prosedur pembuahan bayi tabung di mana sperma disuntikkan langsung ke dalam telur.
Para peneliti memberi pertanyaan kepada relawan mengenai seberapa sering mereka makan berbagai makanan, serta berapa banyak mereka minum dan merokok. Mereka juga menganalisis sampel air mani pada setiap langkah dari proses pembuahan bayi tabung.
Telur yang berhasil dibuahi adalah sekitar tiga perempat dari jumlah yang masuk dalam perawatan, dan hanya kurang dari 40% wanita yang berhasil hamil selama penelitian. Dari kecepatan sperma hingga kesempatan pasangan untuk hamil, pria yang mengkonsumsi alkohol dan mengkonsumsi makanan kurang bergizi memiliki hasil yang paling buruk.
sumber: detikhealth
17 Okt 2011
Terus Membujang Beresiko Kanker
Pria yang masih betah melajang sampai lanjut usia ternyata beresiko tinggi meninggal karena penyakit kanker. Demikian menurut hasil survei yang dilakukan di Norwegia.
Dalam survei itu para peneliti dari Universitas Oslo menganalisa angka harapan hidup pasien yang didiagnosa kanker antara tahun 1970 dan 2007 kemudian dibandingkan status pernikahan para pasien itu.
Hasilnya diketahui angka kematian pria yang menderita kanker dan belum pernah menikah hampir dua kali lipat, yakni 18-35 persen, sementara pada pria menikah angka kematiannya 17-22 persen.
Risiko kematian pada pria yang masih membujang itu lebih tinggi tanpa memperhitungkan usia, letak tumor, waktu sejak didiagnosa dan stadium kanker.
"Perbedaan angka harapan hidup pada dua kelompok pasien kanker itu mungkin dipengaruhi oleh kesehatan secara umum pada saat didiagnosis atau jenis terapi kanker yang diterima pasien," kata Astri Syse dari Cancer Registry, Norwegia.
Para peneliti yakin perbedaan antara pria menikah dan yang lajang mungkin lebih tinggi lagi jika dimasukkan status pasangan "kumpul kebo".
"Salah satu masalah dengan jenis studi yang ada sekarang adalah orang yang hidup serumah tanpa menikah itu dimasukkan dalam kategori lajang, bercerai atau janda dan dua. Akibatnya mereka dianggap memiliki manfaat kesehatan seperti orang yang menikah," kata salah satu peneliti.
sumber: kompas
Dalam survei itu para peneliti dari Universitas Oslo menganalisa angka harapan hidup pasien yang didiagnosa kanker antara tahun 1970 dan 2007 kemudian dibandingkan status pernikahan para pasien itu.
Hasilnya diketahui angka kematian pria yang menderita kanker dan belum pernah menikah hampir dua kali lipat, yakni 18-35 persen, sementara pada pria menikah angka kematiannya 17-22 persen.
Risiko kematian pada pria yang masih membujang itu lebih tinggi tanpa memperhitungkan usia, letak tumor, waktu sejak didiagnosa dan stadium kanker.
"Perbedaan angka harapan hidup pada dua kelompok pasien kanker itu mungkin dipengaruhi oleh kesehatan secara umum pada saat didiagnosis atau jenis terapi kanker yang diterima pasien," kata Astri Syse dari Cancer Registry, Norwegia.
Para peneliti yakin perbedaan antara pria menikah dan yang lajang mungkin lebih tinggi lagi jika dimasukkan status pasangan "kumpul kebo".
"Salah satu masalah dengan jenis studi yang ada sekarang adalah orang yang hidup serumah tanpa menikah itu dimasukkan dalam kategori lajang, bercerai atau janda dan dua. Akibatnya mereka dianggap memiliki manfaat kesehatan seperti orang yang menikah," kata salah satu peneliti.
sumber: kompas
12 Okt 2011
Orang Indonesia Tak Perlu Repot-repot Putihkan Kulit
Sebagian besar orang Indonesia kadang ingin sekali kulitnya terlihat putih, sehingga berbagai cara dilakukan. Padahal tak perlu repot-repot memutihkan kulit, karena kulit orang Indonesia lebih mampu menangkal ultraviolet.
"Orang Indonesia pengennya diputihin, padahal pigmentasi dari kulit berwarna ini gunanya untuk menangkal sinar ultraviolet," ujar Dr Nadia Yusaryahya, SpKK dalam acara media workshop Brand's Bird's Nest untuk bantu jaga kelembaban kulit dari dalam di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Dr Nadia menuturkan dengan adanya pigmentasi tersebut dan mampu menangkal sinar ultraviolet maka bisa mencegah terjadinya macam-macam penyakit seperti kanker kulit.
Selain itu kulit berwarna dari masyarakat yang tinggal di negara tropis lebih lambat mengalami kerutan dibandingkan dengan orang kulit putih atau ras kaukasian, karenanya seringkali dibilang lebih awet muda.
Salah satu yang membuat kulit menjadi berwarna kecokelatan adalah adanya kandungan melanin dalam kulit. Melanin ini memiliki fungsi melindungi lapisan epidermis dan juga dermis dari bahaya radiasi ultraviolet.
Meski mampu menangkal sinar ultraviolet, seseorang tetap memerlukan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kerusakan di kulit, salah satunya dengan menggunakan krim yang mengandung SPF.
"Minimal menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 15 untuk orang-orang seperti kita yang beraktivitas sehari-hari seperti keluar masuk ruangan, tapi jika pekerjaannya memang di luar ruangan maka gunakan yang SPF nya lebih dari 15," ujar Dr Nadia.
Sedangkan masalah kulit yang paling sering dialami oleh perempuan Indonesia adalah timbulnya flek dan bercak-bercak di wajah, tapi jarang dialami oleh kaum laki-laki.
Dr Nadia menjelaskan hal ini karena diketahui kulit laki-laki 20 persen lebih tebal dibanding kulit perempuan serta mengandung kolagen yang lebih banyak sehingga lebih keras. Kondisi-kondisi ini yang membuat kulit cowok lebih tahan banting dibanding dengan kulit perempuan.
"Sementara itu kekurangannya adalah kulit laki-laki lebih berminyak sehingga masalah kulit yang paling sering dialami oleh laki-laki adalah mudah berjerawat," ujar dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin divisi Geriatri FKUI.
sumber: detikhealth
"Orang Indonesia pengennya diputihin, padahal pigmentasi dari kulit berwarna ini gunanya untuk menangkal sinar ultraviolet," ujar Dr Nadia Yusaryahya, SpKK dalam acara media workshop Brand's Bird's Nest untuk bantu jaga kelembaban kulit dari dalam di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (11/10/2011).
Dr Nadia menuturkan dengan adanya pigmentasi tersebut dan mampu menangkal sinar ultraviolet maka bisa mencegah terjadinya macam-macam penyakit seperti kanker kulit.
Selain itu kulit berwarna dari masyarakat yang tinggal di negara tropis lebih lambat mengalami kerutan dibandingkan dengan orang kulit putih atau ras kaukasian, karenanya seringkali dibilang lebih awet muda.
Salah satu yang membuat kulit menjadi berwarna kecokelatan adalah adanya kandungan melanin dalam kulit. Melanin ini memiliki fungsi melindungi lapisan epidermis dan juga dermis dari bahaya radiasi ultraviolet.
Meski mampu menangkal sinar ultraviolet, seseorang tetap memerlukan tambahan saat beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah kerusakan di kulit, salah satunya dengan menggunakan krim yang mengandung SPF.
"Minimal menggunakan tabir surya yang mengandung SPF 15 untuk orang-orang seperti kita yang beraktivitas sehari-hari seperti keluar masuk ruangan, tapi jika pekerjaannya memang di luar ruangan maka gunakan yang SPF nya lebih dari 15," ujar Dr Nadia.
Sedangkan masalah kulit yang paling sering dialami oleh perempuan Indonesia adalah timbulnya flek dan bercak-bercak di wajah, tapi jarang dialami oleh kaum laki-laki.
Dr Nadia menjelaskan hal ini karena diketahui kulit laki-laki 20 persen lebih tebal dibanding kulit perempuan serta mengandung kolagen yang lebih banyak sehingga lebih keras. Kondisi-kondisi ini yang membuat kulit cowok lebih tahan banting dibanding dengan kulit perempuan.
"Sementara itu kekurangannya adalah kulit laki-laki lebih berminyak sehingga masalah kulit yang paling sering dialami oleh laki-laki adalah mudah berjerawat," ujar dokter dari Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin divisi Geriatri FKUI.
sumber: detikhealth
5 Okt 2011
Diciptakan, Pil Pencegah Rambut Beruban
Selain kepala yang mulai membotak dan rambut menipis, rambut yang mulai beruban menjadi salah satu ciri penuaan. Oleh karena itu, banyak orang yang berusaha mengecat warna rambutnya demi menutupi uban.
Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena para peneliti di L'Oreal, perusahaan kosmetik terkemua dari Perancis, mengklaim mereka berhasil menemukan cara untuk menjaga agar rambut tetap berada dalam warna alaminya sepanjang usia.
"Ramuan" yang selama satu dekade terakhir ini didalami para ahli itu mengandung ekstrak buah yang menyerupai zat kimia yang disebut protein tryrosine 2 atau TRP-2. Seperti diketahui, rambut berada dalam puncak performanya sejak seseorang lahir hingga berusia 25 tahun. Di atas usia 30 tahun, biasanya TRP-2 mulai berkurang.
Obat yang bisa menahan agar TRP-2 dalam tubuh tetap sehingga kondisi rambut indah seperti di usia muda diciptakan dalam bentuk pil yang bisa dikonsumsi setiap hari. Mereka juga mengklaim bahwa obat ini alami dan tidak berbahaya karena menggunakan ekstrak buah.
"Kelak orang akan mengonsumsi pil ini seperti suplemen. Mereka harus mulai mengonsumsinya sebelum rambut berubah memutih," kata Bruno Bernard, Kepala Biologi Rambut L'Oreal.
Ia menambahkan, pil tersebut baru akan beredar di pasaran pada 2015 karena dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membuktikan obat itu bekerja, mengingat rambut juga memerlukan waktu lama sebelum akhirnya beruban.
sumber: kompas
Akan tetapi, Anda tidak perlu khawatir karena para peneliti di L'Oreal, perusahaan kosmetik terkemua dari Perancis, mengklaim mereka berhasil menemukan cara untuk menjaga agar rambut tetap berada dalam warna alaminya sepanjang usia.
"Ramuan" yang selama satu dekade terakhir ini didalami para ahli itu mengandung ekstrak buah yang menyerupai zat kimia yang disebut protein tryrosine 2 atau TRP-2. Seperti diketahui, rambut berada dalam puncak performanya sejak seseorang lahir hingga berusia 25 tahun. Di atas usia 30 tahun, biasanya TRP-2 mulai berkurang.
Obat yang bisa menahan agar TRP-2 dalam tubuh tetap sehingga kondisi rambut indah seperti di usia muda diciptakan dalam bentuk pil yang bisa dikonsumsi setiap hari. Mereka juga mengklaim bahwa obat ini alami dan tidak berbahaya karena menggunakan ekstrak buah.
"Kelak orang akan mengonsumsi pil ini seperti suplemen. Mereka harus mulai mengonsumsinya sebelum rambut berubah memutih," kata Bruno Bernard, Kepala Biologi Rambut L'Oreal.
Ia menambahkan, pil tersebut baru akan beredar di pasaran pada 2015 karena dibutuhkan waktu 10 tahun untuk membuktikan obat itu bekerja, mengingat rambut juga memerlukan waktu lama sebelum akhirnya beruban.
sumber: kompas
30 Sep 2011
Volume Otak akan Menyusut Jika Kurang Vitamin B12
Salah satu nutrisi penting bagi otak adalah cobalamin atau disebut juga vitamin B12. Kekurangan vitamin ini tak hanya menghambat pertumbuhan sel otak, tetapi juga membuat volume otak menyusut dan mengurangi kemampuannya untuk berpikir.
Pada orangtua khususnya, kekurangan vitamin B12 sudah sering dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif dan kecerdasan. Namun dalam penelitian terbaru, kondisi ini juga terbukti bisa membuat volume otak mengalami penyusutan dalam arti sebenarnya.
Peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago membuktikan hal itu setelah mengamati 121 orangtua berusia di atas 65 tahun. Peneliti mengambil sampel darah lalu mengamati kadar vitamin B12 sekaligus berbagai sisa metabolismenya.
Para partisipan juga menjalani serangkaian tes untuk mengukur tingkat kecerdasan dan ketajaman memori atau ingatan. Serangkaian tes tersebut dilakukan sedikitnya 2 kali, yakni di awal penelitian dan saat penelitian berakhir yakni 4,5 tahun sesudahnya.
Menurut hasil pengamatan, partisipan yang memiliki kadar vitamin B12 atau sisa metabolisme vitamin B12 yang rendah cenderung lebih cepat pikun. Melalui pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), tampak volume otaknya juga mengalami penyusutan.
"Temuan ini masih butuh penelitian lebih lanjut. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa suplemen vitamin B12 bisa menjaga fungsi otak dan mencegah penyusutan volumenya," ungkap Christine C Tangney, PhD yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Indiavision, Kamis (29/9/2011).
Dalam makanan sehari-hari, vitamin B12 atau cobalamin banyak ditemukan dalam bahan-bahan makanan hewani seperti telur, hati sapi serta daging unggas. Kekurangan vitamin ini sering dikaitkan dengan anemia atau kurang darah, serta kerusakan saraf otak yang memicu demensia atau pikun.
sumber: detikhealth
Pada orangtua khususnya, kekurangan vitamin B12 sudah sering dikaitkan dengan risiko penurunan fungsi kognitif dan kecerdasan. Namun dalam penelitian terbaru, kondisi ini juga terbukti bisa membuat volume otak mengalami penyusutan dalam arti sebenarnya.
Peneliti dari Rush University Medical Center di Chicago membuktikan hal itu setelah mengamati 121 orangtua berusia di atas 65 tahun. Peneliti mengambil sampel darah lalu mengamati kadar vitamin B12 sekaligus berbagai sisa metabolismenya.
Para partisipan juga menjalani serangkaian tes untuk mengukur tingkat kecerdasan dan ketajaman memori atau ingatan. Serangkaian tes tersebut dilakukan sedikitnya 2 kali, yakni di awal penelitian dan saat penelitian berakhir yakni 4,5 tahun sesudahnya.
Menurut hasil pengamatan, partisipan yang memiliki kadar vitamin B12 atau sisa metabolisme vitamin B12 yang rendah cenderung lebih cepat pikun. Melalui pemindaian dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI), tampak volume otaknya juga mengalami penyusutan.
"Temuan ini masih butuh penelitian lebih lanjut. Terlalu dini untuk mengatakan bahwa suplemen vitamin B12 bisa menjaga fungsi otak dan mencegah penyusutan volumenya," ungkap Christine C Tangney, PhD yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari Indiavision, Kamis (29/9/2011).
Dalam makanan sehari-hari, vitamin B12 atau cobalamin banyak ditemukan dalam bahan-bahan makanan hewani seperti telur, hati sapi serta daging unggas. Kekurangan vitamin ini sering dikaitkan dengan anemia atau kurang darah, serta kerusakan saraf otak yang memicu demensia atau pikun.
sumber: detikhealth
29 Sep 2011
Manfaat Daun Kemangi
Dalam bahasa Latin, kemangi disebut Ocimum basilicum. Basil dari bahasa Inggris, ocimum berarti tumbuhan beraroma. Aroma harum daun kemangi berasal dari kandungan minyak atsirinya.
Tanaman kemangi dapat tumbuh di sembarang tempat dan toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau, sedangkan kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwarna hijau pucat.
Kemangi berkerabat dengan selasih (Ocimun sancium), daun mint (Mentho arvensis), dan daun jinten (Coleus amboinicus). Kerabat terdekatnya adalah basil (Ocimun amboinicus). Aroma daun kemangi sangat khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau.
Teh Pereda Batuk
Di Jawa Barat, daun kemangi (disebut surawung) dimakan sebagai lalapan dan digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor, dan karedok. Di Jawa Timur, daun kemangi biasa disajikan dengan nasi krawu, krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe, dan ikan bumbu pesmol.
Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian laksa dan nasi ulam. Dalam masakan khas Manado, daun kemangi sering ditambahkan pada bubur, agar terasa lebih nikmat.
Kemangi juga ditemukan di Thailand (disebut manglok), Mediterania/Italia (disebut genovese), dan India (disebut holy basil atau tulsi). Di Thailand, kemangi digunakan sebagai bumbu masak. Di India dan sebagian wilayah di Afrika, daun kemangi diseduh menjadi teh. Teh kemangi disajikan pada saat pergantian musim, saat masyarakat setempat mudah terserang batuk, pilek, atau demam.
Di Eropa, daun kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan obat, sabun mandi, biang parfum, lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan minyak terapi aroma.
Kandungan gizi
Daun kemangi mengandung betakaroten (provitamin A) dan vitamin C. Betakaroten berperan mendukung fungsi penglihatan, meningkatkan respon antibodi (memengaruhi fungsi kekebalan tubuh), sintesis protein untuk mendukung proses pertumbuhan, dan sebagai antioksidan.
Vitamin C antara lain berguna untuk (1) pembentukan kolagen untuk penyembuhan luka dan memelihara elastisitas kulit, (2) membantu penyerapan kalsium dan besi, (3) antioksidan, (4) mencegah pembentukan nitrosamin yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit, dan tendon (urat otot). Daun kemangi kaya akan mineral makro, yaitu kalsium, fosfor, dan magnesium. Kalsium penting bagi pembentukan dan pertumbuhan tulang, transmisi impuls saraf, membantu kontraksi otot, dan membantu mengaktifkan reaksi enzim.
Fosfor berperan dalam pertumbuhan tulang, membantu penyerapan dan transportasi zat gizi, mengatur keseimbangan asam dan basa. Magnesium membantu merilekskan jantung dan pembuluh darah, sehingga memperlancar aliran darah.
Komponen Nongizi
Daun kemangi juga mengandung komponen nongizi antara lain senyawa flavonoid dan eugenol, arginin, anetol, boron, dan minyak atsiri. Flavonoid dan eugenol berperan sebagai antioksidan, yang dapat menetralkan radikal bebas, menetralkan kolesterol dan bersifat antikanker.
Senyawa ini juga bersifat antimikroba yang mampu mencegah masuknya bakteri, virus, atau jamur yang membahayakan tubuh. Daun kemangi sangat bagus dikonsumsi wanita karena eugenol-nya dapat membunuh jamur penyebab keputihan.
Kandungan arginin-nya dapat memperkuat daya tahan sperma dan mencegah kemandulan. Senyawa anetol dan boron juga sangat berperan dalam menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita.
Anetol dan boron dapat merangsang kerja hormon estrogen dan androgen, serta mencegah pengeroposan tulang. Hormon estrogen dan androgen berperan dalam sistem reproduksi wanita.
Minyak atsiri mudah menguap dan mempunyai aktivitas biologis sebagai antimikroba. Minyak atsiri dibagi menjadi dua komponen, yaitu komponen hidrokarbon dan komponen hidrokarbon teroksigenasi atau fenol. Fenol memiliki sifat antimikroba sangat kuat.
Minyak atsiri dapat mencegah pertumbuhan mikroba penyebab penyakit, seperti Staphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, dan Escherichia coli. Minyak atsiri juga dapat menangkal infeksi akibat virus Basillus subtilis, Salmonella paratyphi, dan Proteus vulgaris.
Eugenol-nya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Dan stigmasterol dapat merangsang ovulasi (pematangan sel telur). Komponen tannin dan seng-nya dapat mengurangi sekresi cairan vagina, sedangkan asam amino triptofan dapat menunda menopause. Komponen flavonoid seperti orientin dan vicenin pada daun kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sementara itu, komponen flavonoid seperti cineole, myrcene dan eugenol bermanfaat sebagai antibiotik alami dan antiperadangan.
Berbagai Khasiat
Di dalam buku A Dictionary of Practical Material Medical disebutkan, sari daun kemangi berkhasiat untuk mengatasi diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina, dan albuminaria (terbuangnya albumin melalui urin). Para peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa daun kemangi berpotensi membantu mereclakan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, gangguan ginjal, sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu.
Di Indonesia, secara tradisional daun kemangi digunakan untuk mengatasi perut kembung/masuk angin dan deman pada anak balita. Daun kemangi diremas bersama bawang merah dan minyak kelapa, kemudian dioleskan ke perut, dada, dan punggung. Konsumsi lalap daun kemangi juga dipercaya clapat mencegah bau badan dan bau mulut, serta memperlancar ASI.
Daun kemangi mengandung berbagai komponen bioaktif nongizi. Komponen 1-8 sineol-nya diduga dapat membantu mengatasi ejakulasi dini pada pria. Komponen apigenin fenkhona dan eugenol diduga dapat meningkatkan kualitas ereksi penis. Arginin dapat memperkuat daya hidup sperma (membantu mencegah kemandulan) dan menurunkan kadar gula darah.
Komposisi gizi per 10 gram daun kemangi
Zat Gizi Kadar
Energi (kkal) 46
Protein (g) 4,0
Lemak (g) 0,5
Karbohidrat (g) 8,9
Kalsium (mg) 45
Fosfor (mg) 75
Besi (mg) 2
Vitamin A (RE) 750
Vitamin B (mg) 0.08
Vitamin C (mg) 50
Air (g) 85
Prof DR Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB)
sumber: kompas
Tanaman kemangi dapat tumbuh di sembarang tempat dan toleran terhadap cuaca panas maupun dingin. Kemangi yang ditanam di daerah dingin daunnya lebih lebar dan lebih hijau, sedangkan kemangi di daerah panas daunnya kecil, tipis, dan berwarna hijau pucat.
Kemangi berkerabat dengan selasih (Ocimun sancium), daun mint (Mentho arvensis), dan daun jinten (Coleus amboinicus). Kerabat terdekatnya adalah basil (Ocimun amboinicus). Aroma daun kemangi sangat khas, kuat namun lembut dengan sentuhan aroma limau.
Teh Pereda Batuk
Di Jawa Barat, daun kemangi (disebut surawung) dimakan sebagai lalapan dan digunakan dalam beragam masakan Sunda yang lezat seperti ulukutek oncom leunca (tumis leunca), pais lauk (pepes ikan), laksa bogor, dan karedok. Di Jawa Timur, daun kemangi biasa disajikan dengan nasi krawu, krawu, botok, trancam (urap), pencek tempe, dan ikan bumbu pesmol.
Di Jakarta, kemangi lazim digunakan dalam sajian laksa dan nasi ulam. Dalam masakan khas Manado, daun kemangi sering ditambahkan pada bubur, agar terasa lebih nikmat.
Kemangi juga ditemukan di Thailand (disebut manglok), Mediterania/Italia (disebut genovese), dan India (disebut holy basil atau tulsi). Di Thailand, kemangi digunakan sebagai bumbu masak. Di India dan sebagian wilayah di Afrika, daun kemangi diseduh menjadi teh. Teh kemangi disajikan pada saat pergantian musim, saat masyarakat setempat mudah terserang batuk, pilek, atau demam.
Di Eropa, daun kemangi disuling dan diambil minyak atsirinya. Minyak atsiri kemangi banyak digunakan sebagai bahan campuran dalam pembuatan obat, sabun mandi, biang parfum, lotion, minyak gosok, permen pelega tenggorokan, dan minyak terapi aroma.
Kandungan gizi
Daun kemangi mengandung betakaroten (provitamin A) dan vitamin C. Betakaroten berperan mendukung fungsi penglihatan, meningkatkan respon antibodi (memengaruhi fungsi kekebalan tubuh), sintesis protein untuk mendukung proses pertumbuhan, dan sebagai antioksidan.
Vitamin C antara lain berguna untuk (1) pembentukan kolagen untuk penyembuhan luka dan memelihara elastisitas kulit, (2) membantu penyerapan kalsium dan besi, (3) antioksidan, (4) mencegah pembentukan nitrosamin yang bersifat karsinogenik (menyebabkan kanker).
Kolagen merupakan senyawa protein yang memengaruhi integritas struktur sel di semua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, dentin gigi, membran kapiler, kulit, dan tendon (urat otot). Daun kemangi kaya akan mineral makro, yaitu kalsium, fosfor, dan magnesium. Kalsium penting bagi pembentukan dan pertumbuhan tulang, transmisi impuls saraf, membantu kontraksi otot, dan membantu mengaktifkan reaksi enzim.
Fosfor berperan dalam pertumbuhan tulang, membantu penyerapan dan transportasi zat gizi, mengatur keseimbangan asam dan basa. Magnesium membantu merilekskan jantung dan pembuluh darah, sehingga memperlancar aliran darah.
Komponen Nongizi
Daun kemangi juga mengandung komponen nongizi antara lain senyawa flavonoid dan eugenol, arginin, anetol, boron, dan minyak atsiri. Flavonoid dan eugenol berperan sebagai antioksidan, yang dapat menetralkan radikal bebas, menetralkan kolesterol dan bersifat antikanker.
Senyawa ini juga bersifat antimikroba yang mampu mencegah masuknya bakteri, virus, atau jamur yang membahayakan tubuh. Daun kemangi sangat bagus dikonsumsi wanita karena eugenol-nya dapat membunuh jamur penyebab keputihan.
Kandungan arginin-nya dapat memperkuat daya tahan sperma dan mencegah kemandulan. Senyawa anetol dan boron juga sangat berperan dalam menjaga kesehatan reproduksi pria dan wanita.
Anetol dan boron dapat merangsang kerja hormon estrogen dan androgen, serta mencegah pengeroposan tulang. Hormon estrogen dan androgen berperan dalam sistem reproduksi wanita.
Minyak atsiri mudah menguap dan mempunyai aktivitas biologis sebagai antimikroba. Minyak atsiri dibagi menjadi dua komponen, yaitu komponen hidrokarbon dan komponen hidrokarbon teroksigenasi atau fenol. Fenol memiliki sifat antimikroba sangat kuat.
Minyak atsiri dapat mencegah pertumbuhan mikroba penyebab penyakit, seperti Staphylococcus aureus, Salmonella enteritidis, dan Escherichia coli. Minyak atsiri juga dapat menangkal infeksi akibat virus Basillus subtilis, Salmonella paratyphi, dan Proteus vulgaris.
Eugenol-nya dapat membunuh jamur penyebab keputihan. Dan stigmasterol dapat merangsang ovulasi (pematangan sel telur). Komponen tannin dan seng-nya dapat mengurangi sekresi cairan vagina, sedangkan asam amino triptofan dapat menunda menopause. Komponen flavonoid seperti orientin dan vicenin pada daun kemangi mampu melindungi struktur sel tubuh. Sementara itu, komponen flavonoid seperti cineole, myrcene dan eugenol bermanfaat sebagai antibiotik alami dan antiperadangan.
Berbagai Khasiat
Di dalam buku A Dictionary of Practical Material Medical disebutkan, sari daun kemangi berkhasiat untuk mengatasi diare, nyeri payudara, batu ginjal, gangguan pada vagina, dan albuminaria (terbuangnya albumin melalui urin). Para peneliti dari Center for New Crops and Plant Products, Purdue University, Amerika Serikat, menyatakan bahwa daun kemangi berpotensi membantu mereclakan sakit kepala, pilek, diare, sembelit, cacingan, gangguan ginjal, sakit maag, perut kembung, masuk angin, kejang-kejang, dan badan lesu.
Di Indonesia, secara tradisional daun kemangi digunakan untuk mengatasi perut kembung/masuk angin dan deman pada anak balita. Daun kemangi diremas bersama bawang merah dan minyak kelapa, kemudian dioleskan ke perut, dada, dan punggung. Konsumsi lalap daun kemangi juga dipercaya clapat mencegah bau badan dan bau mulut, serta memperlancar ASI.
Daun kemangi mengandung berbagai komponen bioaktif nongizi. Komponen 1-8 sineol-nya diduga dapat membantu mengatasi ejakulasi dini pada pria. Komponen apigenin fenkhona dan eugenol diduga dapat meningkatkan kualitas ereksi penis. Arginin dapat memperkuat daya hidup sperma (membantu mencegah kemandulan) dan menurunkan kadar gula darah.
Komposisi gizi per 10 gram daun kemangi
Zat Gizi Kadar
Energi (kkal) 46
Protein (g) 4,0
Lemak (g) 0,5
Karbohidrat (g) 8,9
Kalsium (mg) 45
Fosfor (mg) 75
Besi (mg) 2
Vitamin A (RE) 750
Vitamin B (mg) 0.08
Vitamin C (mg) 50
Air (g) 85
Prof DR Made Astawan Ahli Teknologi Pangan dan Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB)
sumber: kompas
24 Agu 2011
Menabung Tidur Sebelum Mudik
Setiap tahun, menjelang hari raya Idul Fitri, ada sebuah tradisi menyenangkan yang biasa dikenal dengan sebutan mudik. Berbondong-bondong kaum urban pulang ke kampung halaman untuk berkumpul dan berbagi suka dengan sanak keluarga.
Segala upaya dilakukan, dari menumpang pesawat terbang, kapal laut, kereta api, atau bus hingga mengendara mobil atau motor. Bahkan, bajaj pun tak ketinggalan meramaikan jalur-jalur mudik. Lalu lintas darat, laut, dan udara meningkat drastis. Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, kecelakaan lalu lintas pun semakin kerap terjadi. Kebahagiaan hari raya jadi ternoda akibat luka dan sakit karena kecelakaan di perjalanan. Bahkan, tak jarang nyawa melayang sia-sia.
Persiapan mudik
Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari kelengkapan kendaraan, peta, bekal makan-minum, dan tak ketinggalan berbagai bentuk stimulan, seperti kopi atau minuman berenergi untuk mempertahankan stamina di perjalanan. Akan tetapi, sering kali kita lupa untuk memperhatikan kesehatan tidur. Padahal, tidur merupakan persiapan terpenting sebelum berkendara jauh. Persiapkan tidur jauh hari sebelumnya! Tahukah Anda, berkendara dalam kondisi kurang tidur sama bahayanya dengan berkendara sambil mabuk?
Jika kita perhatikan berita di berbagai media, kantuk adalah penyebab kecelakaan lalu lintas nomor satu. Bayangkan jika para pengendara bus harus bolak-balik melayani trayek-trayek antarprovinsi tanpa henti. Mereka harus berjaga sepanjang malam dan hanya punya waktu beberapa jam pada siang hari untuk tidur. Pengendara kendaraan pribadi pun tak lepas dari bahaya kantuk.
Manusia adalah makhluk cahaya, yang artinya harus beraktivitas pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Kita tidak diciptakan untuk berjaga sepanjang malam. Namun, berkat kemajuan teknologi, semakin banyak pekerjaan yang dapat dilakukan hingga jauh menembus malam, salah satunya adalah berkendara. Semua ini diatur oleh jam biologis yang menentukan kapan saat beraktivitas dan kapan harus beristirahat. Ketika kita beraktivitas saat seharusnya beristirahat, jam biologis secara otomatis akan mendatangkan kantuk. Untuk lebih mudah memahami tanda-tanda kantuk mulai membahayakan, mari kita bayangkan sebuah perjalanan mudik yang menyenangkan bersama keluarga.
Perjalanan penuh bahaya
Dalam perjalanan, setelah beberapa waktu anggota keluarga yang lain sudah tertidur satu persatu, beban utang tidur selama berpuasa mulai menyerang. Sendirian terjaga, kantuk pun mulai datang. Ketika kantuk menyerang, segala fungsi yang kita perlukan untuk berkendara akan menurun drastis, termasuk fungsi paling penting, kemampuan refleks menghadapi kemungkinan kecelakaan! Kita mulai menguap untuk menarik lebih banyak oksigen ke otak. Mata pun mulai terasa pedih dan berair. Ini adalah tanda awal kantuk yang paling mudah dikenali.
Saatnya untuk beristirahat? Nanti dulu, perjalanan masih jauh. Jika berhenti, bisa terlambat. Kita pun menenggak kopi atau minuman berenergi untuk mempertahankan kesadaran. Untuk sementara kesegaran kembali menopang mata. Namun, tahukah Anda, dalam kondisi seperti ini, kewaspadaan dan kemampuan refleks tidak ikut disegarkan! Jawaban yang lebih tepat adalah beristirahat sejenak, lalu melanjutkan perjalanan setelah minum sedikit kopi atau minuman berenergi.
Setelah beberapa waktu, tangan kita berulang kali mengusap-usap mata yang mulai terasa penat. Tanpa sadar, kepala juga mulai terantuk-antuk. Tawaran rekan seperjalanan untuk menggantikan ditolak setelah menenggak lebih banyak kopi. Bahaya semakin mengintai karena tanpa sadar kita sudah masuk dalam periode tidur mikro yang ditandai antukan kepala. Untunglah ajakan rekan untuk bergantian telah membangunkan kita. Dosis kafein dalam darah yang ditingkatkan, sekali lagi, dipercaya sebagai penopang kesadaran.
Setelah beberapa waktu, tiba-tiba kita tersadar telah mendekati tujuan tanpa ingat perjalanan yang telah kita lalui selama 10-15 menit terakhir. Seolah sadar dari lamunan, kita meneruskan perjalanan dengan tenang. Apa yang terjadi? Sebenarnya, saat berkendara dengan kantuk, ada sebuah mekanisme otomatis yang membimbing kita melalui perjalanan jika tertidur. Jadi, kita telah tertidur dengan mata terbuka! Selama 10-15 menit itu, kesadaran kita tertidur dan tubuh bergerak secara otomatis. Sekali lagi, Yang Maha Kuasa menyelamatkan kita dari maut. Pada saat-saat seperti itu kita masih dapat berkendara tanpa sadar, tetapi kemampuan untuk bereaksi terhadap kemungkinan kecelakaan adalah nol!
Lebaran dan perjalanan pulang
Setelah tiba di tujuan, kegembiraan dan kebahagiaan berjumpa dengan keluarga benar-benar menghilangkan lelah dan kantuk. Semua episode penuh bahaya yang baru saja dilalui sama sekali jauh dari benak kita. Kita pun terlarut dalam kesibukan baru menyiapkan perayaan hari kemenangan.
Kampung halaman penuh dengan hari-hari bahagia yang sibuk dan ramai. Tak jarang kita bercengkerama hingga larut malam untuk memuaskan rasa kangen. Pada siang hari, kita berkeliling untuk bersilaturahim dengan para kerabat. Tanpa disadari, kita menumpuk utang tidur tanpa sempat membayarnya.
Setelah beberapa hari, kita bersiap-siap untuk kembali ke Ibu Kota. Waktu perjalanan dipilih siang hari karena tubuh masih terasa lelah. Pagi hari, sedikit kantuk masih terasa, tetapi masih dapat diatasi, lalu kita berangkat pulang. Dengan kelelahan hari raya dan utang tidur yang menumpuk, sebenarnya kita mengulangi perjalanan penuh bahaya seperti waktu berangkat. Walaupun perjalanan kita lalui pada siang hari, kantuk tetap menyerang dengan intensitas yang sama. Oleh sebab itu, istirahat yang cukup sebelum perjalanan pulang juga sama pentingnya.
Ada hal penting yang benar-benar harus dicamkan. Kecelakaan disebabkan kantuk masih sering terjadi walaupun peringatan untuk beristirahat sudah dicanangkan di spanduk-spanduk besar di sepanjang jalur mudik. Kenapa? Kecelakaan kerap terjadi karena pengendara tidak tahu kapan harus beristirahat.
Pengendara sering kali menganggap dirinya masih terjaga penuh dan tidak tahu bahwa kantuk sudah membahayakan diri dan penumpang yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu, ingat-ingat dan kenalilah tanda-tanda kantuk yang dapat membahayakan.
Kenali juga gangguan-gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebih, bukan saja insomnia. Rasa kantuk yang datang tidak pada waktunya justru lebih berbahaya. Tanyakan kepada keluarga tentang tidur Anda. Bagaimana kondisi tidur? Apakah gelisah? Apakah kaki suka bergerak-gerak? Apakah mendengkur? Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, berkonsultasilah dengan dokter Anda atau klinik gangguan tidur terdekat.
Akhir kata, dengan pengetahuan akan bahaya kantuk terhadap keselamatan berkendara, saya harap kita semua dapat lebih memperhatikan kesehatan tidur. Tabung tidur dari sekarang sehingga perjalanan mudik menjadi lebih aman dan membahagiakan bagi Anda serta seluruh keluarga.
Tanda-tanda kantuk mulai membahayakan:
- Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata, atau mata terasa berat
- Pikiran menerawang
- Sulit mengingat apa-apa yang telah dilewati atau melewatkan beberapa rambu atau lampu lalu lintas
- Berulang kali menguap dan mengusap-usap mata
- Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak
- Melenceng dari jalur dan melanggar marka-marka jalan
- Merasa lelah dan mudah terpancing emosi
Apakah Anda berisiko? Sebelum berkendara, periksa apakah Anda:
- Kurang tidur atau lelah (tidur kurang dari enam jam akan meningkatkan risiko hingga tiga kali lipat)
- Menderita insomnia, kualitas tidur yang buruk (OSA), atau menanggung banyak utang tidur
- Berkendara jarak jauh tanpa jeda istirahat yang cukup
- Berkendara pada jam-jam biasanya tidur
- Mengonsumsi obat-obatan yang membuat kantuk (antihistamin, antidepresan, atau obat flu)
- Bekerja lebih dari 60 jam seminggu (meningkatkan risiko hingga 40 persen)
- Mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dan pekerjaan utamanya adalah pekerjaan dengan shift malam
- Minum minuman beralkohol (walaupun hanya sedikit)
- Berkendara sendirian atau melewati jalan yang panjang, sepi, dan membosankan
Sebelum berkendara, seorang pengemudi sebaiknya tidur yang cukup, pada orang dewasa 7,5-8,5 jam, sedangkan pada remaja atau dewasa muda 8,5-9,25 jam.
Untuk perjalanan jauh, usahakan jangan berkendara sendirian. Teman seperjalanan dapat membantu melihat tanda-tanda kantuk dan dapat menggantikan untuk sementara waktu. Penumpang juga sebaiknya tidak tidur dan terus mengobrol dengan pengemudi.
Hindari alkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk.
Berkonsultasilah kepada dokter atau klinik gangguan tidur jika mengalami kantuk berkepanjangan, sulit tidur pada malam hari dan atau tidur mendengkur. Di Eropa, pendengkur tak boleh berkendara hingga diobati.
sumber : kompas
Segala upaya dilakukan, dari menumpang pesawat terbang, kapal laut, kereta api, atau bus hingga mengendara mobil atau motor. Bahkan, bajaj pun tak ketinggalan meramaikan jalur-jalur mudik. Lalu lintas darat, laut, dan udara meningkat drastis. Berdasarkan pengalaman dari tahun ke tahun, kecelakaan lalu lintas pun semakin kerap terjadi. Kebahagiaan hari raya jadi ternoda akibat luka dan sakit karena kecelakaan di perjalanan. Bahkan, tak jarang nyawa melayang sia-sia.
Persiapan mudik
Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri dengan baik. Mulai dari kelengkapan kendaraan, peta, bekal makan-minum, dan tak ketinggalan berbagai bentuk stimulan, seperti kopi atau minuman berenergi untuk mempertahankan stamina di perjalanan. Akan tetapi, sering kali kita lupa untuk memperhatikan kesehatan tidur. Padahal, tidur merupakan persiapan terpenting sebelum berkendara jauh. Persiapkan tidur jauh hari sebelumnya! Tahukah Anda, berkendara dalam kondisi kurang tidur sama bahayanya dengan berkendara sambil mabuk?
Jika kita perhatikan berita di berbagai media, kantuk adalah penyebab kecelakaan lalu lintas nomor satu. Bayangkan jika para pengendara bus harus bolak-balik melayani trayek-trayek antarprovinsi tanpa henti. Mereka harus berjaga sepanjang malam dan hanya punya waktu beberapa jam pada siang hari untuk tidur. Pengendara kendaraan pribadi pun tak lepas dari bahaya kantuk.
Manusia adalah makhluk cahaya, yang artinya harus beraktivitas pada siang hari dan beristirahat pada malam hari. Kita tidak diciptakan untuk berjaga sepanjang malam. Namun, berkat kemajuan teknologi, semakin banyak pekerjaan yang dapat dilakukan hingga jauh menembus malam, salah satunya adalah berkendara. Semua ini diatur oleh jam biologis yang menentukan kapan saat beraktivitas dan kapan harus beristirahat. Ketika kita beraktivitas saat seharusnya beristirahat, jam biologis secara otomatis akan mendatangkan kantuk. Untuk lebih mudah memahami tanda-tanda kantuk mulai membahayakan, mari kita bayangkan sebuah perjalanan mudik yang menyenangkan bersama keluarga.
Perjalanan penuh bahaya
Dalam perjalanan, setelah beberapa waktu anggota keluarga yang lain sudah tertidur satu persatu, beban utang tidur selama berpuasa mulai menyerang. Sendirian terjaga, kantuk pun mulai datang. Ketika kantuk menyerang, segala fungsi yang kita perlukan untuk berkendara akan menurun drastis, termasuk fungsi paling penting, kemampuan refleks menghadapi kemungkinan kecelakaan! Kita mulai menguap untuk menarik lebih banyak oksigen ke otak. Mata pun mulai terasa pedih dan berair. Ini adalah tanda awal kantuk yang paling mudah dikenali.
Saatnya untuk beristirahat? Nanti dulu, perjalanan masih jauh. Jika berhenti, bisa terlambat. Kita pun menenggak kopi atau minuman berenergi untuk mempertahankan kesadaran. Untuk sementara kesegaran kembali menopang mata. Namun, tahukah Anda, dalam kondisi seperti ini, kewaspadaan dan kemampuan refleks tidak ikut disegarkan! Jawaban yang lebih tepat adalah beristirahat sejenak, lalu melanjutkan perjalanan setelah minum sedikit kopi atau minuman berenergi.
Setelah beberapa waktu, tangan kita berulang kali mengusap-usap mata yang mulai terasa penat. Tanpa sadar, kepala juga mulai terantuk-antuk. Tawaran rekan seperjalanan untuk menggantikan ditolak setelah menenggak lebih banyak kopi. Bahaya semakin mengintai karena tanpa sadar kita sudah masuk dalam periode tidur mikro yang ditandai antukan kepala. Untunglah ajakan rekan untuk bergantian telah membangunkan kita. Dosis kafein dalam darah yang ditingkatkan, sekali lagi, dipercaya sebagai penopang kesadaran.
Setelah beberapa waktu, tiba-tiba kita tersadar telah mendekati tujuan tanpa ingat perjalanan yang telah kita lalui selama 10-15 menit terakhir. Seolah sadar dari lamunan, kita meneruskan perjalanan dengan tenang. Apa yang terjadi? Sebenarnya, saat berkendara dengan kantuk, ada sebuah mekanisme otomatis yang membimbing kita melalui perjalanan jika tertidur. Jadi, kita telah tertidur dengan mata terbuka! Selama 10-15 menit itu, kesadaran kita tertidur dan tubuh bergerak secara otomatis. Sekali lagi, Yang Maha Kuasa menyelamatkan kita dari maut. Pada saat-saat seperti itu kita masih dapat berkendara tanpa sadar, tetapi kemampuan untuk bereaksi terhadap kemungkinan kecelakaan adalah nol!
Lebaran dan perjalanan pulang
Setelah tiba di tujuan, kegembiraan dan kebahagiaan berjumpa dengan keluarga benar-benar menghilangkan lelah dan kantuk. Semua episode penuh bahaya yang baru saja dilalui sama sekali jauh dari benak kita. Kita pun terlarut dalam kesibukan baru menyiapkan perayaan hari kemenangan.
Kampung halaman penuh dengan hari-hari bahagia yang sibuk dan ramai. Tak jarang kita bercengkerama hingga larut malam untuk memuaskan rasa kangen. Pada siang hari, kita berkeliling untuk bersilaturahim dengan para kerabat. Tanpa disadari, kita menumpuk utang tidur tanpa sempat membayarnya.
Setelah beberapa hari, kita bersiap-siap untuk kembali ke Ibu Kota. Waktu perjalanan dipilih siang hari karena tubuh masih terasa lelah. Pagi hari, sedikit kantuk masih terasa, tetapi masih dapat diatasi, lalu kita berangkat pulang. Dengan kelelahan hari raya dan utang tidur yang menumpuk, sebenarnya kita mengulangi perjalanan penuh bahaya seperti waktu berangkat. Walaupun perjalanan kita lalui pada siang hari, kantuk tetap menyerang dengan intensitas yang sama. Oleh sebab itu, istirahat yang cukup sebelum perjalanan pulang juga sama pentingnya.
Ada hal penting yang benar-benar harus dicamkan. Kecelakaan disebabkan kantuk masih sering terjadi walaupun peringatan untuk beristirahat sudah dicanangkan di spanduk-spanduk besar di sepanjang jalur mudik. Kenapa? Kecelakaan kerap terjadi karena pengendara tidak tahu kapan harus beristirahat.
Pengendara sering kali menganggap dirinya masih terjaga penuh dan tidak tahu bahwa kantuk sudah membahayakan diri dan penumpang yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk itu, ingat-ingat dan kenalilah tanda-tanda kantuk yang dapat membahayakan.
Kenali juga gangguan-gangguan tidur yang menyebabkan kantuk berlebih, bukan saja insomnia. Rasa kantuk yang datang tidak pada waktunya justru lebih berbahaya. Tanyakan kepada keluarga tentang tidur Anda. Bagaimana kondisi tidur? Apakah gelisah? Apakah kaki suka bergerak-gerak? Apakah mendengkur? Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut, berkonsultasilah dengan dokter Anda atau klinik gangguan tidur terdekat.
Akhir kata, dengan pengetahuan akan bahaya kantuk terhadap keselamatan berkendara, saya harap kita semua dapat lebih memperhatikan kesehatan tidur. Tabung tidur dari sekarang sehingga perjalanan mudik menjadi lebih aman dan membahagiakan bagi Anda serta seluruh keluarga.
Tanda-tanda kantuk mulai membahayakan:
- Kehilangan konsentrasi, sering mengerjapkan mata, atau mata terasa berat
- Pikiran menerawang
- Sulit mengingat apa-apa yang telah dilewati atau melewatkan beberapa rambu atau lampu lalu lintas
- Berulang kali menguap dan mengusap-usap mata
- Sulit menjaga kepala dalam posisi tegak
- Melenceng dari jalur dan melanggar marka-marka jalan
- Merasa lelah dan mudah terpancing emosi
Apakah Anda berisiko? Sebelum berkendara, periksa apakah Anda:
- Kurang tidur atau lelah (tidur kurang dari enam jam akan meningkatkan risiko hingga tiga kali lipat)
- Menderita insomnia, kualitas tidur yang buruk (OSA), atau menanggung banyak utang tidur
- Berkendara jarak jauh tanpa jeda istirahat yang cukup
- Berkendara pada jam-jam biasanya tidur
- Mengonsumsi obat-obatan yang membuat kantuk (antihistamin, antidepresan, atau obat flu)
- Bekerja lebih dari 60 jam seminggu (meningkatkan risiko hingga 40 persen)
- Mengerjakan dua pekerjaan sekaligus dan pekerjaan utamanya adalah pekerjaan dengan shift malam
- Minum minuman beralkohol (walaupun hanya sedikit)
- Berkendara sendirian atau melewati jalan yang panjang, sepi, dan membosankan
Sebelum berkendara, seorang pengemudi sebaiknya tidur yang cukup, pada orang dewasa 7,5-8,5 jam, sedangkan pada remaja atau dewasa muda 8,5-9,25 jam.
Untuk perjalanan jauh, usahakan jangan berkendara sendirian. Teman seperjalanan dapat membantu melihat tanda-tanda kantuk dan dapat menggantikan untuk sementara waktu. Penumpang juga sebaiknya tidak tidur dan terus mengobrol dengan pengemudi.
Hindari alkohol dan obat-obatan yang menyebabkan kantuk.
Berkonsultasilah kepada dokter atau klinik gangguan tidur jika mengalami kantuk berkepanjangan, sulit tidur pada malam hari dan atau tidur mendengkur. Di Eropa, pendengkur tak boleh berkendara hingga diobati.
sumber : kompas
23 Agu 2011
Radiasi Ponsel Merusak Sel Sperma
Suara dering telepon di saku celana Anda bisa menjadi alarm bahaya bagi sel sperma. Demikian menurut hasil studi yang menemukan bahaya radiasi ponsel pada kualitas sperma.
Beberapa riset telah menunjukkan pria pengguna ponsel memiliki jumlah sperma lebih sedikit, lebih lambat bergerak dan rusak, dibandingkan dengan pria yang tidak memakai ponsel. Namun sebenarnya yang menjadi masalah adalah tempat penyimpanan ponselnya.
Sekitar dua bulan lalu para peneliti dari Afrika Selatan menemukan pria yang membawa ponselnya di pinggul atau di kantong celana bagian depan memiliki sperma yang lebih lambat dalam berenang dan juga lebih sedikit konsentrasinya. Keduanya sangat berpengaruh pada kesuburan seorang pria.
Studi teranyar mengenai efek radiasi dilakukan peneliti dari Turki dengan subyek sel sperma manusia di dalam cawan patri yang diberi paparan radiasi ponsel selama satu jam. Paparan tersebut menyebabkan sperma menjadi abnormal, sehingga kesulitan mencapai sel telur.
"Seharusnya hasil riset ini diwaspadai oleh pria yang masih berada di usia reproduksi dan terbiasa menaruh ponselnya di saku celana," kata Joel Moskowitz, Ph.D, direktur Universitas California, Berkeley Center for Familiy and Community Health.
Penelitian lain yang dilakukan pada tikus percobaan juga memberi hasil mengkhawatirkan. Para peneliti meletakkan tikus-tikus dalam kandang khusus dengan ponsel ditaruh 2 inci dari dasar kandang.
Setelah berdekatan dengan ponsel 6 jam setiap hari selama 18 minggu, para peneliti menemukan penurunan prosentasi sperma hidup 25 persen, dari sebelumnya 70 persen. Selain itu sel sperma tikus-tikus itu juga saling menempel sehingga tidak bisa membuahi sel telur.
Moskowitz mengatakan hasil penelitian ini belum mencapai kesimpulan karena mekanisme radiasi pada perubahan sel sperma belum diketahui.
Salah satu teori menyebutkan ponsel akan memanas ketika digunakan sehingga akan meningkatkan suhu di sekitar organ genital pria ketika disimpan dalam saku celana.
Hipotesis lain menyatakan hal itu berkaitan dengan frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan ponsel. Baik sel tubuh atau ponsel memancarkan frekuensi elektromagnetik dan radiasi frekuensi yang tinggi akan diserap tubuh hingga ke jaringan sehingga meningkatkan gerakan molekuler di dalam sel tubuh.
sumber : kompas
Beberapa riset telah menunjukkan pria pengguna ponsel memiliki jumlah sperma lebih sedikit, lebih lambat bergerak dan rusak, dibandingkan dengan pria yang tidak memakai ponsel. Namun sebenarnya yang menjadi masalah adalah tempat penyimpanan ponselnya.
Sekitar dua bulan lalu para peneliti dari Afrika Selatan menemukan pria yang membawa ponselnya di pinggul atau di kantong celana bagian depan memiliki sperma yang lebih lambat dalam berenang dan juga lebih sedikit konsentrasinya. Keduanya sangat berpengaruh pada kesuburan seorang pria.
Studi teranyar mengenai efek radiasi dilakukan peneliti dari Turki dengan subyek sel sperma manusia di dalam cawan patri yang diberi paparan radiasi ponsel selama satu jam. Paparan tersebut menyebabkan sperma menjadi abnormal, sehingga kesulitan mencapai sel telur.
"Seharusnya hasil riset ini diwaspadai oleh pria yang masih berada di usia reproduksi dan terbiasa menaruh ponselnya di saku celana," kata Joel Moskowitz, Ph.D, direktur Universitas California, Berkeley Center for Familiy and Community Health.
Penelitian lain yang dilakukan pada tikus percobaan juga memberi hasil mengkhawatirkan. Para peneliti meletakkan tikus-tikus dalam kandang khusus dengan ponsel ditaruh 2 inci dari dasar kandang.
Setelah berdekatan dengan ponsel 6 jam setiap hari selama 18 minggu, para peneliti menemukan penurunan prosentasi sperma hidup 25 persen, dari sebelumnya 70 persen. Selain itu sel sperma tikus-tikus itu juga saling menempel sehingga tidak bisa membuahi sel telur.
Moskowitz mengatakan hasil penelitian ini belum mencapai kesimpulan karena mekanisme radiasi pada perubahan sel sperma belum diketahui.
Salah satu teori menyebutkan ponsel akan memanas ketika digunakan sehingga akan meningkatkan suhu di sekitar organ genital pria ketika disimpan dalam saku celana.
Hipotesis lain menyatakan hal itu berkaitan dengan frekuensi elektromagnetik yang dipancarkan ponsel. Baik sel tubuh atau ponsel memancarkan frekuensi elektromagnetik dan radiasi frekuensi yang tinggi akan diserap tubuh hingga ke jaringan sehingga meningkatkan gerakan molekuler di dalam sel tubuh.
sumber : kompas
22 Agu 2011
Pengaruh Air pada 7 Bagian Tubuh
Air adalah komponen utama dalam tubuh manusia, bahkan sekitar 55 persen berat tubuh kita adalah air. Tanpa air makhluk hidup tidak mungkin tumbuh dan berkembang karena air sangat vital untuk reaksi kimia tubuh.
Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya. Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita, simak apa saja pengaruh air pada 7 bagian tubuh berikut ini:
1. Otak
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita dalam memecahkan masalah juga akan meningkat. Para ilmuwan menyebutkan kekurangan air akan menyebabkan aliran oksigen ke area otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.
2. Mulut
Air akan menjaga tenggorokan dan bibir lebih basah dan menjaga mulut kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.
3. Jantung
Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.
4. Sirkulasi darah
Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang lebih tinggi agar pembuluh darah melebar sehingga kita akan tetap kepanasan.
5. Otot
Bila kecukupan cairan terpenuhi, air di dalam dan luar sel yang berfungsi mengkontraksi otot menyediakan nutrisi yang cukup dan proses pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.
6. Kulit
Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.
7. Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.
sumber: kompas
Air harus dikonsumsi setiap hari karena tubuh tidak bisa membuatnya. Untuk mengetahui peran air dalam tubuh kita, simak apa saja pengaruh air pada 7 bagian tubuh berikut ini:
1. Otak
Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan membuat daya ingat lebih tajam, mood stabil dan motivasi lebih baik. Jika kecukupan air dalam tubuh baik, kemampuan kita dalam memecahkan masalah juga akan meningkat. Para ilmuwan menyebutkan kekurangan air akan menyebabkan aliran oksigen ke area otak berkurang sehingga sel-sel saraf menyusut sementara. Tak heran jika orang yang kehausan biasanya sulit berkonsentrasi.
2. Mulut
Air akan menjaga tenggorokan dan bibir lebih basah dan menjaga mulut kekeringan. Kondisi mulut yang kering bisa memicu bau mulut dan rasa yang tidak enak, bahkan gigi berlubang.
3. Jantung
Dehidrasi akan menyebabkan penurunan volume darah sehingga jantung akan bekerja lebih keras dalam memompa darah agar sel-sel tidak kekurangan oksigen. Akibatnya aktivitas fisik ringan seperti naik tangga atau berlari akan terasa lebih melelahkan.
4. Sirkulasi darah
Tubuh mengeluarkan panas dengan cara melebarkan pembuluh darah yang dekat dengan permukaan kulit sehingga aliran darah lebih cepat dan panas lebih banyak yang dikeluarkan. Bila kita kekurangan cairan, dibutuhkan temperatur lingkungan yang lebih tinggi agar pembuluh darah melebar sehingga kita akan tetap kepanasan.
5. Otot
Bila kecukupan cairan terpenuhi, air di dalam dan luar sel yang berfungsi mengkontraksi otot menyediakan nutrisi yang cukup dan proses pembuangan berlangsung efisien sehingga performa tubuh akan baik. Air juga penting untuk melumaskan sendi. Namun kram otot tidak berkaitan dengan dehidrasi melainkan karena kelelahan otot.
6. Kulit
Jika seseorang menderita dehidrasi berat, kulit menjadi kurang elastis. Kondisi ini berbeda dengan kulit kering, yang biasanya disebabkan karena zat kimia dalam sabun, air panas atau terpapar udara kering. Sayangnya, minum cukup air tidak akan mencegah keriput.
7. Ginjal
Ginjal membutuhkan cairan untuk menyaring "sampah" dari peredaran darah dan membuangnya melalui urin. Kecukupan cairan juga akan membantu mencegah infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Dehidrasi berat akan menyebabkan ginjal berhenti berfungsi, sehingga toksin atau racun menumpuk di tubuh.
sumber: kompas
2 Agu 2011
Minim Gerak Sebabkan Kematian
foto: Chris Staniforth
Kebiasaan tak banyak bergerak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pembekuan darah, yang kemudian berujung kematian. Kejadian ini bisa dialami antara lain oleh orang yang terlalu lama duduk di depan komputer tanpa melakukan kegiatan lain.
Kasus kematian di depan komputer yang paling banyak terjadi adalah ketika seseorang bermain game dalam jangka waktu lama secara tanpa henti, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Chris Stanifort. Remaja berusia 20 tahun tersebut diketahui meninggal setelah duduk di depan komputer selama 12 jam tanpa henti. Hasil otopsi menyebutkan Stanifort meninggal akibat pembekuan darah--dalam bahasa medis disebut "deep vein thrombosis (DVT)".
DVT adalah kondisi munculnya gumpalan darah di pembuluh, biasanya terjadi di urat nadi di kaki, tulang panggul, atau lengan. Penderita biasanya merasa kesakitan, bengkak, tubuhnya memerah dan panas. Kondisi akan makin serius jika gumpalan darah mengganggu aliran darah dan menyebabkan pemblokiran di paru-paru atau disebut "pulmonary embolism".
Stanifort bukan satu-satunya korban DVT akibat kebiasaan bermain game. Sebelumnya kematian di depan komputer pernah ditemui di warung-warung internet di China, tempat banyak remaja yang menghabiskan waktu sampai berhari-hari hanya untuk bermain. Pemerintah China bahkan sampai membuat pusat-pusat rehabilitasi kecanduan game sebagai upaya mengatasi situasi yang terjadi.
DVT menyerang nyaris tanpa tanda-tanda. Untuk menghindarinya, pengguna komputer sebaiknya menyelingi kegiatannya dengan melakukan gerakan fisik ringan seperti menggerakkan kaki, tangan, atau berjalan kaki sewaktu-waktu.
sumber: national geographic indonesia
Kebiasaan tak banyak bergerak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pembekuan darah, yang kemudian berujung kematian. Kejadian ini bisa dialami antara lain oleh orang yang terlalu lama duduk di depan komputer tanpa melakukan kegiatan lain.
Kasus kematian di depan komputer yang paling banyak terjadi adalah ketika seseorang bermain game dalam jangka waktu lama secara tanpa henti, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Chris Stanifort. Remaja berusia 20 tahun tersebut diketahui meninggal setelah duduk di depan komputer selama 12 jam tanpa henti. Hasil otopsi menyebutkan Stanifort meninggal akibat pembekuan darah--dalam bahasa medis disebut "deep vein thrombosis (DVT)".
DVT adalah kondisi munculnya gumpalan darah di pembuluh, biasanya terjadi di urat nadi di kaki, tulang panggul, atau lengan. Penderita biasanya merasa kesakitan, bengkak, tubuhnya memerah dan panas. Kondisi akan makin serius jika gumpalan darah mengganggu aliran darah dan menyebabkan pemblokiran di paru-paru atau disebut "pulmonary embolism".
Stanifort bukan satu-satunya korban DVT akibat kebiasaan bermain game. Sebelumnya kematian di depan komputer pernah ditemui di warung-warung internet di China, tempat banyak remaja yang menghabiskan waktu sampai berhari-hari hanya untuk bermain. Pemerintah China bahkan sampai membuat pusat-pusat rehabilitasi kecanduan game sebagai upaya mengatasi situasi yang terjadi.
DVT menyerang nyaris tanpa tanda-tanda. Untuk menghindarinya, pengguna komputer sebaiknya menyelingi kegiatannya dengan melakukan gerakan fisik ringan seperti menggerakkan kaki, tangan, atau berjalan kaki sewaktu-waktu.
sumber: national geographic indonesia
12 Jul 2011
Beda Efek Sakit yang Dirasakan Perempuan dan Laki-laki
Meski makan, minum dan melakukan kegiatan yang sama, tubuh pria dan wanita tetaplah berbeda, begitu pula saat sakit. Apa saja beda kesehatan pada tubuh pria dan wanita?
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan gender menyebabkan banyak stereotip. Tetapi sedikit peneliti yang tahu bahwa perbedaan-perbedaan gender akan mengakibatkan penemuan besar dalam perawatan kesehatan.
Berikut beberapa perbedaan kesehatan antara pria dan wanita, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (11/7/2011):
1. Nyeri
Pria dan wanita merasakan nyeri dengan cara berbeda. Ketika pria merasa sakit tekanan darah naik, sedangkan pada wanita, detak jantung meningkat dan tekanan darah tetap stabil atau bahkan menurun.
Wanita mengalami nyeri kronis lebih lama, lebih intens dan lebih sering daripada pria. Kondisi nyeri kronis yang lebih umum pada wanita dibandingkan pria misalnya fibromyalgia, sindrom iritasi usus, rheumatoid arthritis dan migrain.
2. Detak jantung
Wanita memiliki jantung dan arteri lebih kecil dari pria. Hal ini membuat jantung wanita berdetak lebih cepat. Selama serangan jantung wanita dan pria menunjukkan gejala yang berbeda. Pria menghadapi nyeri dada, nyeri menjalar di lengan kiri dan gangguan pencernaan. Wanita, di sisi lain menghadapi sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, gangguan pencernaan, mual dan kecemasan.
3. Otak
Karena pria secara fisik lebih besar dibandingkan wanita, mereka membutuhkan lebih banyak neuron untuk gerakan otot. Oleh karena itu telah diamati bahwa pria memiliki otak lebih besar dari wanita.
Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan intelektual. Menurut perkiraan, otak pria memiliki sel sekitar 4 persen lebih banyak dan berat 100 gram dari otak wanita. Namun, keduanya memiliki berat otak serupa untuk rasio berat badan. Otak wanita lebih kompak daripada otak pria. Meskipun kecil, mereka lebih padat dengan neuron, terutama di daerah yang bertanggung jawab untuk bahasa.
4. Emosi
Wanita lebih berhubungan dengan perasaan dan lebih mampu mengungkapkannya. Ini membuat wanita lebih mungkin mengalami depresi. Wanita 2-3 kali lebih mungkin menderita depresi dibandingkan pria, karena kecenderungan untuk memikirkan penyebab emosi negatif sedangkan pria lebih cenderung mengalihkan emosi tersebut. Emosi wanita juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kehamilan, menopause dan lainnya.
5. Struktur tulang
Wanita lebih banyak butuh kalsium daripada pria. Hal ini karena berbagai faktor seperti kehamilan, menstruasi yang menyebabkan terjadinya kehilangan kalsium. Wanita 80 persen lebih mungkin untuk menderita osteoporosis pada usia tua. Wanita dapat kehilangan hingga 20 persen dari massa tulang dalam 5 sampai 5 tahun setelah menopause, yang membuatnya lebih rentan terhadap osteoporosis.
6. Fertilitas atau kesuburan
Kesuburan wanita menurun setelah usia 35 tahun, berakhir dengan menopause, tetapi pria mampu membuat anak bahkan ketika pada usia 60 tahun.
7. Efek rokok
Wanita lebih berisiko untuk masalah tertentu yang terkait dengan merokok dibandingkan pria. Wanita yang merokok dan menggunakan kontrasepsi oral atau hormon bentuk lain dapat meningkatan risiko mengembangkan bekuan darah dan stroke yang mengancam kehidupan. Pada saat berhenti merokok, wanita lebih mungkin mengalami gejala penarikan (withdrawal) parah daripada pria.
sumber: detikhealth
Dalam kehidupan sehari-hari, perbedaan gender menyebabkan banyak stereotip. Tetapi sedikit peneliti yang tahu bahwa perbedaan-perbedaan gender akan mengakibatkan penemuan besar dalam perawatan kesehatan.
Berikut beberapa perbedaan kesehatan antara pria dan wanita, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (11/7/2011):
1. Nyeri
Pria dan wanita merasakan nyeri dengan cara berbeda. Ketika pria merasa sakit tekanan darah naik, sedangkan pada wanita, detak jantung meningkat dan tekanan darah tetap stabil atau bahkan menurun.
Wanita mengalami nyeri kronis lebih lama, lebih intens dan lebih sering daripada pria. Kondisi nyeri kronis yang lebih umum pada wanita dibandingkan pria misalnya fibromyalgia, sindrom iritasi usus, rheumatoid arthritis dan migrain.
2. Detak jantung
Wanita memiliki jantung dan arteri lebih kecil dari pria. Hal ini membuat jantung wanita berdetak lebih cepat. Selama serangan jantung wanita dan pria menunjukkan gejala yang berbeda. Pria menghadapi nyeri dada, nyeri menjalar di lengan kiri dan gangguan pencernaan. Wanita, di sisi lain menghadapi sesak napas, kelelahan yang tidak biasa, gangguan pencernaan, mual dan kecemasan.
3. Otak
Karena pria secara fisik lebih besar dibandingkan wanita, mereka membutuhkan lebih banyak neuron untuk gerakan otot. Oleh karena itu telah diamati bahwa pria memiliki otak lebih besar dari wanita.
Tapi ini tidak ada hubungannya dengan kemampuan intelektual. Menurut perkiraan, otak pria memiliki sel sekitar 4 persen lebih banyak dan berat 100 gram dari otak wanita. Namun, keduanya memiliki berat otak serupa untuk rasio berat badan. Otak wanita lebih kompak daripada otak pria. Meskipun kecil, mereka lebih padat dengan neuron, terutama di daerah yang bertanggung jawab untuk bahasa.
4. Emosi
Wanita lebih berhubungan dengan perasaan dan lebih mampu mengungkapkannya. Ini membuat wanita lebih mungkin mengalami depresi. Wanita 2-3 kali lebih mungkin menderita depresi dibandingkan pria, karena kecenderungan untuk memikirkan penyebab emosi negatif sedangkan pria lebih cenderung mengalihkan emosi tersebut. Emosi wanita juga dipengaruhi oleh perubahan hormonal, kehamilan, menopause dan lainnya.
5. Struktur tulang
Wanita lebih banyak butuh kalsium daripada pria. Hal ini karena berbagai faktor seperti kehamilan, menstruasi yang menyebabkan terjadinya kehilangan kalsium. Wanita 80 persen lebih mungkin untuk menderita osteoporosis pada usia tua. Wanita dapat kehilangan hingga 20 persen dari massa tulang dalam 5 sampai 5 tahun setelah menopause, yang membuatnya lebih rentan terhadap osteoporosis.
6. Fertilitas atau kesuburan
Kesuburan wanita menurun setelah usia 35 tahun, berakhir dengan menopause, tetapi pria mampu membuat anak bahkan ketika pada usia 60 tahun.
7. Efek rokok
Wanita lebih berisiko untuk masalah tertentu yang terkait dengan merokok dibandingkan pria. Wanita yang merokok dan menggunakan kontrasepsi oral atau hormon bentuk lain dapat meningkatan risiko mengembangkan bekuan darah dan stroke yang mengancam kehidupan. Pada saat berhenti merokok, wanita lebih mungkin mengalami gejala penarikan (withdrawal) parah daripada pria.
sumber: detikhealth
5 Jul 2011
Zat Kemasan Makanan Bikin Pria 'Melambai'
APABILA Anda para pria merasa kesulitan dalam menarik perhatian kaum hawa, itu mungkin disebabkan paparan bahan kimia dalam kemasan makanan. Para peneliti memperingatkan bahan kimia yang ditemukan dalam kemasan makanan dapat mengurangi kemampuan seorang pria untuk menarik perhatian lawan jenis.
Hal itu setidaknya telah terbukti dalam sebuah studi dari University of Missouri yang menemukan bahwa tikus jantan yang terkena bisphenol A kala bayi menjadi demasculanised atau 'berperilaku lebih seperti perempuan'.
Peneliti studi Profesor Cheryl Rosenfeld mengatakan bahan kimia itu telah menekan produksi awal testosteron yang bisa dirasakan kaum perempuan. Penelitian ini dapat memiliki implikasi tentang bagaimana BPA memengaruhi perkembangan dan perilaku manusia.
"Temuan ini mungkin memiliki implikasi yang luas dengan spesies lain, termasuk manusia, di mana terdapat perbedaan bawaan antara pria dan perempuan dalam pola kognitif dan perilaku," kata Rosenfeld.
Bisphenol A, atau BPA, yang digunakan untuk mengeraskan plastik, adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak diproduksi dan dapat ditemukan dalam puluhan barang kebutuhan sehari-hari termasuk botol bayi dan kemasan makanan serta minuman.
Karena bahan kimia ini meniru estrogen, banyak ilmuwan percaya hal itu mengganggu proses pembentukan hormon dalam tubuh. "Kita dapat menggunakan pendekatan evolusi untuk mempelajari BPA untuk menentukan untuk cara terbaik dalam menilai perbedaan risiko untuk anak laki-laki dan perempuan di awal paparan bahan kimia ini," kata Profesor David Geary MU Kurator Ilmu Psikologi, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/6).
sumber: media indonesia
Hal itu setidaknya telah terbukti dalam sebuah studi dari University of Missouri yang menemukan bahwa tikus jantan yang terkena bisphenol A kala bayi menjadi demasculanised atau 'berperilaku lebih seperti perempuan'.
Peneliti studi Profesor Cheryl Rosenfeld mengatakan bahan kimia itu telah menekan produksi awal testosteron yang bisa dirasakan kaum perempuan. Penelitian ini dapat memiliki implikasi tentang bagaimana BPA memengaruhi perkembangan dan perilaku manusia.
"Temuan ini mungkin memiliki implikasi yang luas dengan spesies lain, termasuk manusia, di mana terdapat perbedaan bawaan antara pria dan perempuan dalam pola kognitif dan perilaku," kata Rosenfeld.
Bisphenol A, atau BPA, yang digunakan untuk mengeraskan plastik, adalah salah satu bahan kimia yang paling banyak diproduksi dan dapat ditemukan dalam puluhan barang kebutuhan sehari-hari termasuk botol bayi dan kemasan makanan serta minuman.
Karena bahan kimia ini meniru estrogen, banyak ilmuwan percaya hal itu mengganggu proses pembentukan hormon dalam tubuh. "Kita dapat menggunakan pendekatan evolusi untuk mempelajari BPA untuk menentukan untuk cara terbaik dalam menilai perbedaan risiko untuk anak laki-laki dan perempuan di awal paparan bahan kimia ini," kata Profesor David Geary MU Kurator Ilmu Psikologi, seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (29/6).
sumber: media indonesia
20 Jun 2011
Intonasi Suara dan Kehangatan Relasi
Tidak dapat dimungkiri bahwa intonasi suara saat kita berbicara dengan siapa pun mewarnai relasi yang terjalin di antara kita dengan lawan bicara kita (apakah teman atau pasangan perkawinan kita). Kecuali itu, posisi kita dalam relasi dengan lawan bicara pun tidak luput dari pengaruh intonasi saat kita bicara.
Yang perlu kita simak adalah perbedaan suasana hati membawa pengaruh pada perbedaan intonasi suara, apakah kita sedang bahagia atau sedang marah. Apalagi jika kita tidak mampu menemukan hal-hal positif untuk dibicarakan, kita akan kehilangan perspektif positif pula dalam berbicara dengan orangtua atau pasangan kita sekalipun.
Setiap individu memiliki kekuatan dan kadar keluwesannya dalam berelasi sehingga bisa dipahami apabila setiap relasi yang dibina memiliki berbagai hal positif, dan negatifnya, bahkan bisa saja dua pasangan perkawinan melupakan cara bersikap dan berkomentar satu sama lain.
Mengapa? Karena biasanya semakin lama seseorang dalam kebersamaannya dengan pasangan perkawinan kita, semakin rentanlah interrelasi kita terhadap upaya pertahanan perhatian kita terhadap pasangan. Kita justru lebih menghitung dan bahkan mencatat seberapa banyak pasangan kita mengganggu suasana hati kita sendiri.
Kita lupa menghargai kebaikan-kebaikan yang telah diberikan pasangan kita, dan perhatian kita lebih tertuju pada perlakuan pasangan yang tidak menyenangkan kita, sehingga kita cenderung lupa menyuarakan penghargaan kita kepadanya, meskipun dalam intonasi suara saat berelasi.
Memang, pada awalnya, banyak pasangan yang sangat menghargai kritik-kritik konstruktif yang diberikan pasangan pada kita. Namun, dengan berjalannya waktu, penghargaan tersebut semakin terkikis, dan sulit bagi kedua pasangan untuk melihat kembali segi konstruktif dari kritik yang diberikan oleh pasangan kita.
Dalam hal ini, yang penting kita simak pula adalah tidak seorang pun akan dapat menghargai kritik pasangannya apabila kebersamaan sudah tidak lagi diliputi oleh rasa cinta kasih dan penghargaan terhadap satu sama lain. Untuk mengatasi situasi tersebut, dibutuhkan keterampilan menghangatkan kembali relasi antar-pasangan.
Menghangatkan relasi
Jika kita dapat berupaya untuk menghangatkan iklim emosi dalam relasi dengan pasangan kita, atau dengan kata lain menaruh sedikit celah dalam es batu yang selama ini menghalangi interrelasi kita dengan pasangan, dengan tali kasih kita akan memperoleh kesempatan untuk lebih jujur mengatakan apa yang sebenarnya kita rasakan pada pasangan kita, termasuk keluhan-keluhan terhadap dirinya.
Hal ini akan memaksimalkan kesempatan kita untuk didengar oleh pasangan kita, untuk kemudian kita akan mampu memutuskan hal apa saja yang memungkinkan kita memperoleh kebersamaan interrelasi positif; kita pun dapat memenuhi kebutuhan kalbu kita yang paling dalam, yaitu melayani pasangan dengan memberikan gaung suara yang positif dalam relasi dengan pasangan kita. Caranya adalah secara berlanjut mempertimbangkan iklim emosional dalam berelasi.
Jika iklim emosi dalam relasi terkesan spontan, hangat, dan rileks, kita akan memperoleh kenyamanan yang optimal dalam kebersamaan dengan pasangan.
Seminggu yang lalu saya berkata kepada suami saya, ”Kemeja yang papah pakai sudah bau, ganti dong.” ”Pah, katanya mau panggil tukang ledeng, kok belum juga, mampet tuh tempat cuci piringnya. Kan mamah paling enggak nyaman kalau ada hal yang rusak di rumah. Gimana sih, apa harus mamah juga yang panggil tukang ledeng?”
Saat kondisi emosi suami saya dalam keadaan baik, tentu saja dia tidak akan memperhatikan intonasi suara saat saya mengatakan hal-hal tersebut. Suami saya akan langsung melakukan apa yang saya harapkan agar saya senang. Dia pun merasa lebih nyaman karena memakai kemeja yang harum dari lemari, misalnya.
Jadi, di sini suami akan menerima hal-hal yang berguna dari semua keluhan saya itu dan dengan sendirinya dia mengabaikan aspek negatif dari pendapat saya tersebut. Kebetulan saya dan suami bebas memberikan kritik satu sama lain karena kami belajar banyak tentang diri kita satu sama lain, selama puluhan tahun pernikahan.
Mempelajari kondisi emosi satu sama lain akan selalu menjadi bagian besar dari ketertarikan kami satu sama lain. Namun, jika kondisi sedang kurang nyaman di antara kita, pasti dia akan mengungkap kemarahan sebagai berikut: ”Mamah, kok, kasar banget sih sama papah. Cara mamah bicara tuh, nyebelin. Lihat dong papah sedang apa. Papah, kan, sedang cari iklan yang menawarkan sedot kotoran dari pipa pembuangan air dapur. Kalau enggak sabar, kerjain aja sendiri.”
Kalau jawabannya seperti itu, saya juga akan naik pitam dengan mengatakan, ”Eh, papah berlebihan. Mamah, kan, tidak sekasar yang papah bilang. Papah suka berlebihan kalau bereaksi.”
Kalau sudah demikian, kami akan diam satu sama lain beberapa saat, tetapi tidak lebih dari satu jam kami sudah mulai berceloteh lagi, saling memaafkan, dan menyadari bersama: ”Eh, kayaknya kita berdua lagi stres ya. Masak soal kemeja dan pipa ledeng pembuangan air saja bisa berantem.”
Ungkapan ini merupakan ungkapan saling memaafkan tanpa harus mengungkap kata maaf. Memang sesekali saya bilang minta maaf kepadanya, tapi saya tahu dengan menurunnya intonasi suara suami, dia juga mau minta maaf. Selesailah pertengkaran. Dia ganti kemeja dan melanjutkan mencari tukang sedot kotoran dalam pipa pembuangan air di dapur. Akhirnya semua beres.
Memang tidak semua orang bisa toleran terhadap kejadian serupa, tetapi dalam kesempatan ini saya menyarankan, apabila kedua pasangan perkawinan menyadari ketidaktoleranannya satu sama lain terhadap kejadian seperti di atas, misalnya, hendaknya kedua pasangan mau belajar mempertimbangkan kata-kata dan perilaku yang akan ditampilkan, walaupun telah terpikir bahwa hal tersebut patut diungkap.
Pilihlah waktu yang tepat untuk mendiskusikan hal-hal yang kurang ”pas” di antara pasangan untuk kemudian sama-sama saling belajar untuk lebih mengenal dan meningkatkan toleransi satu sama lain. Maka, kenyamanan kebersamaan menjadi lebih optimal. Semoga
sumber: kompas
20 Mei 2011
Posisi Tidur Mana Paling Sehat?
Tidur memang sangat penting artinya bagi kesehatan. Di antara kita sadar betul bahwa kesehatan dipengaruhi oleh dua faktor yang berkaitan dengan tidur yakni kualitas dan kuantitas.
Tetapi mungkin tak banyak yang sadar bahwa posisi tidur juga turut menentukan kesehatan. Menurut para ahli, sekitar 95 persen manusia selalu tidur dalam posisi yang sama setiap malam. Tak heran, bila dengan posisi tidur yang tak pernah berubah, seseorang dapat memiliki kecenderungan mengalami penyakit tertentu.
Berikut ini adalah plus minus beberapa posisi tidur bagi kesehatan menurut kajian para ahli :
Gambar: Posisi tidur dari kiri ke kanan : Recovery, Corps, Foetal, Spooning, Sunbather.
1. Posisi Recovery
Posisi ini disebut dengan posisi pemulihan karena lumrah digunakan dalam kondisi emergensi atau darurat medis. Menurut Professor Jim Horne dari Sleep Research Centre di Loughborough University, Inggris, posisi ini dapat membantu meringankan gangguan pencernaan terutama refluks zat asam (acid reflux) dan melegakan saluran pernafasan.
Kunci utama posisi ini adalah memiringkan tubuh ke sebelah kiri. Sebuah penelitian terhadap penderita heartburn (rasa panas di lambung atau dada) di Graduate Hospital, Philadelphia AS ditemukan bahwa tidur dengan posisi miring kanan membuat asam lambung menjadi lebih lambat mengalir ke esofagus, sehinga mereka yang tidurnya miring ke kanan lebih sering mangalami ketidaknyamanan.
Namun begitu, posisi ini dapat menimbulkan risiko lain, yakni memicu timbulnya keriput atau kerutan di kulit wajah karena salah satu bagian wajah mengalami tekanan.
2. Posisi The Corpse
Tidur pada posisi tengadah atau menempatkan bagian belakang tubuh sebagai tumpuan adalah pilihan yang baik bagi penderita arthtritis dan sakit punggung, kata Sammy Margo, psikoterapis dan penulis buku Good Sleep Guide. Hal ini karena beban atau bobot tubuh terbagi secara rata ke seluruh bagian tanpa memberi tekanan kepada salah satu daerah tubuh tertentu.
Tetapi, posisi ini juga dikenal efek buruknya karena pemicu utama mendengkur atau mengorok. Dr John Shneerson, direktur Sleep Centre di Papworth Hospital Cambridge menjelaskan, posisi ini akan membuat otot-otot rahang dan lidah menjadi rileks. Alhasil, rahang dan tenggorokan menjadi melemah dan terkulai karena pengaruh gravitasi. Kondisi ini membuat tenggorokan menyempit, menimbulkan turbulensi udara yang memicu vibrasi dan dengkuran.
Gangguan tidur serius seperti sleep apnea bisa muncul dari dengkuran ini. Tenggorokan bisa benar-benar tertutup sehingga bisa menghentikan aliran nafas selama sekitar 10 detik atau bahkan lebih.
"Riset menunjukkan bahwa mereka yang tidur pada posisi ini cenderung mengalami penurunan kadar oksigen dalam peredaran darah mereka, yang tentunya menjadi kekhawatiran bagi pasien yang mengidap sakit jantung dan paru-paru," ungkap Dr David Eccleston, dokter ahi masalah tidur dari Birmingham Inggris.
Mereka yang tidur pada posisi ini juga bernafas lebih cepat ketimbang yang tidur dengan posisi lainnya, sehingga jaringan tubuh mereka menjadi kekurangan oksigen (deoxygenated). Hal ini dapat memicu gangguan lainnya seperti asma dan penyakit jantung. Jika posisi ini adalah favorit Anda, pastikan kepala Anda ditopang oleh bantal yang nyaman, kata Dominic Cheetham, seorang chiropractor dari London. Minimnya penopang pada leher dan ruas tulang belakang bagian atas menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu sehingga bisa memicu rasa sakit.
3. Posisi Foetal
Posisi tidur ini menyamping dengan lutut kaki yang naik atau ditekuk mendekati dada. Posisi ini dapat membantu mengatasi cedera dan sakit pada punggung.
"Selama seharian, tulang belakang dipengaruhi tekanan gravitasi yang membuat banyak tekanan pada diskus - bantalan tulang belakang. Selama tidur, tidak ada tekanan pada punggung. Air dalam tubuh tertarik pada diskus dan membantu pemulihan cedera," ungkap Sammy Margo.
Menurut Sammy, tidur pada posisi foetal adalah ideal karena ketika tubuh melengkung ke arah dalam akan membuka tulang belakang, menurunkan tekanan pada diskus dan meningkatkan pemulihan. Namun Sammy mengingatkan, penting untuk memastikan posisi leher sejajar dengan seluruh tubuh. Dengan kata lain, pastikan bantal tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena ini akan menimbulkan ketegangan pada otot dan saraf leher, yang berakibat rasa sakit kepala dan leher di pagi hari.
4. Posisi Spooning
Posisi tidur dengan memeluk pasangan ini dapat meningkatkan kekuatan hubungan, menurut riset yang dipublikasikan oleh ahli saraf dan psikolg Dr James Coan dari AS. Sentuhan fisik saat tidur dapat mengurangi stres baik pada wanita maupun pria. Namun begitu, posisi ini juga bisa membuat tubuh pegal-pegal dan memperburuk rasa sakit otot dan sendi.
"Penting untuk diingat bahwa tubuh Anda terus berubah selama bertahun-tahun. Posisi yang dulu dirasakan nyaman mungkin tidak akan berlaku lagi," papar Sammy.
Posisi tidur menyamping di mana pasangan menempel pada tubuh Anda - baik di depan atau belakang - bisa menyebabkan sakit punggung dan bahu. Sedangkan tidur dengan menindih tangan atau dada pasangan bisa membuat leher tidak sejajar dengan tulang belakang sehingga memicu sakit leher.
5. Posisi Sunbather
Tidur dengan posisi telungkup membantu Anda mencegah dengkuran karena otot tenggorokan tidak akan terkulai akibat pengaruh gravitasi. Namun bila Anda adalah orang yang sering menggertakan gigi saat tidur, posisi ini tidak direkomendasi. Menurut Dr Mani Bhardwaj, dokter gigi dari The Smile Studios di London, saat seseorang tidur dengan posisi telungkup posisi rahang bawah akan lebih maju ke depan dibandingkan posisi normal. Ini berarti bagi mereka yang suka menggertak-gertakan gigi akan timbul tekanan lebih besar pada bagian gigi bawah yang bisa berujung pada kerusakan signifikan.
Selain itu, posisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan saraf pada tubuh bagian atas. "Ketika Anda telungkup, terlalu banyak atau terlalu sedikit bantal memengaruhi posisi leher dan dan membuanya tidak sejajar dengan tulang belakang. Ini akan meningkatkan kemungkinan kompresi saraf, khususnya pada orang dengan usia lanjut," kata Dr Eccleston.
Anda juga harus memutar leher ke kiri atau ke kanan, yang menyebabkan ketegangan pada salah satu sisi. Kompresi saraf terjadi ketika ruas tulang-tulang belakang menekan saraf pada bagian leher. Risiko dari kondisi ini akan meningkat ketika tulang belakang mengalami arthritis seiring bertambahnya usia.
Dr Eccleston merekommendasikan penggunaan kasur berbahan busa latex atau kasur pegas karena jenis ini dapat menyesuaikan dengan bentuk tubuh Anda dan menyediakan perlidungan dan penopang cukup ideal bagi tulang belakang.
sumber: kompas
Tetapi mungkin tak banyak yang sadar bahwa posisi tidur juga turut menentukan kesehatan. Menurut para ahli, sekitar 95 persen manusia selalu tidur dalam posisi yang sama setiap malam. Tak heran, bila dengan posisi tidur yang tak pernah berubah, seseorang dapat memiliki kecenderungan mengalami penyakit tertentu.
Berikut ini adalah plus minus beberapa posisi tidur bagi kesehatan menurut kajian para ahli :
Gambar: Posisi tidur dari kiri ke kanan : Recovery, Corps, Foetal, Spooning, Sunbather.
1. Posisi Recovery
Posisi ini disebut dengan posisi pemulihan karena lumrah digunakan dalam kondisi emergensi atau darurat medis. Menurut Professor Jim Horne dari Sleep Research Centre di Loughborough University, Inggris, posisi ini dapat membantu meringankan gangguan pencernaan terutama refluks zat asam (acid reflux) dan melegakan saluran pernafasan.
Kunci utama posisi ini adalah memiringkan tubuh ke sebelah kiri. Sebuah penelitian terhadap penderita heartburn (rasa panas di lambung atau dada) di Graduate Hospital, Philadelphia AS ditemukan bahwa tidur dengan posisi miring kanan membuat asam lambung menjadi lebih lambat mengalir ke esofagus, sehinga mereka yang tidurnya miring ke kanan lebih sering mangalami ketidaknyamanan.
Namun begitu, posisi ini dapat menimbulkan risiko lain, yakni memicu timbulnya keriput atau kerutan di kulit wajah karena salah satu bagian wajah mengalami tekanan.
2. Posisi The Corpse
Tidur pada posisi tengadah atau menempatkan bagian belakang tubuh sebagai tumpuan adalah pilihan yang baik bagi penderita arthtritis dan sakit punggung, kata Sammy Margo, psikoterapis dan penulis buku Good Sleep Guide. Hal ini karena beban atau bobot tubuh terbagi secara rata ke seluruh bagian tanpa memberi tekanan kepada salah satu daerah tubuh tertentu.
Tetapi, posisi ini juga dikenal efek buruknya karena pemicu utama mendengkur atau mengorok. Dr John Shneerson, direktur Sleep Centre di Papworth Hospital Cambridge menjelaskan, posisi ini akan membuat otot-otot rahang dan lidah menjadi rileks. Alhasil, rahang dan tenggorokan menjadi melemah dan terkulai karena pengaruh gravitasi. Kondisi ini membuat tenggorokan menyempit, menimbulkan turbulensi udara yang memicu vibrasi dan dengkuran.
Gangguan tidur serius seperti sleep apnea bisa muncul dari dengkuran ini. Tenggorokan bisa benar-benar tertutup sehingga bisa menghentikan aliran nafas selama sekitar 10 detik atau bahkan lebih.
"Riset menunjukkan bahwa mereka yang tidur pada posisi ini cenderung mengalami penurunan kadar oksigen dalam peredaran darah mereka, yang tentunya menjadi kekhawatiran bagi pasien yang mengidap sakit jantung dan paru-paru," ungkap Dr David Eccleston, dokter ahi masalah tidur dari Birmingham Inggris.
Mereka yang tidur pada posisi ini juga bernafas lebih cepat ketimbang yang tidur dengan posisi lainnya, sehingga jaringan tubuh mereka menjadi kekurangan oksigen (deoxygenated). Hal ini dapat memicu gangguan lainnya seperti asma dan penyakit jantung. Jika posisi ini adalah favorit Anda, pastikan kepala Anda ditopang oleh bantal yang nyaman, kata Dominic Cheetham, seorang chiropractor dari London. Minimnya penopang pada leher dan ruas tulang belakang bagian atas menyebabkan ketegangan pada otot leher dan bahu sehingga bisa memicu rasa sakit.
3. Posisi Foetal
Posisi tidur ini menyamping dengan lutut kaki yang naik atau ditekuk mendekati dada. Posisi ini dapat membantu mengatasi cedera dan sakit pada punggung.
"Selama seharian, tulang belakang dipengaruhi tekanan gravitasi yang membuat banyak tekanan pada diskus - bantalan tulang belakang. Selama tidur, tidak ada tekanan pada punggung. Air dalam tubuh tertarik pada diskus dan membantu pemulihan cedera," ungkap Sammy Margo.
Menurut Sammy, tidur pada posisi foetal adalah ideal karena ketika tubuh melengkung ke arah dalam akan membuka tulang belakang, menurunkan tekanan pada diskus dan meningkatkan pemulihan. Namun Sammy mengingatkan, penting untuk memastikan posisi leher sejajar dengan seluruh tubuh. Dengan kata lain, pastikan bantal tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah, karena ini akan menimbulkan ketegangan pada otot dan saraf leher, yang berakibat rasa sakit kepala dan leher di pagi hari.
4. Posisi Spooning
Posisi tidur dengan memeluk pasangan ini dapat meningkatkan kekuatan hubungan, menurut riset yang dipublikasikan oleh ahli saraf dan psikolg Dr James Coan dari AS. Sentuhan fisik saat tidur dapat mengurangi stres baik pada wanita maupun pria. Namun begitu, posisi ini juga bisa membuat tubuh pegal-pegal dan memperburuk rasa sakit otot dan sendi.
"Penting untuk diingat bahwa tubuh Anda terus berubah selama bertahun-tahun. Posisi yang dulu dirasakan nyaman mungkin tidak akan berlaku lagi," papar Sammy.
Posisi tidur menyamping di mana pasangan menempel pada tubuh Anda - baik di depan atau belakang - bisa menyebabkan sakit punggung dan bahu. Sedangkan tidur dengan menindih tangan atau dada pasangan bisa membuat leher tidak sejajar dengan tulang belakang sehingga memicu sakit leher.
5. Posisi Sunbather
Tidur dengan posisi telungkup membantu Anda mencegah dengkuran karena otot tenggorokan tidak akan terkulai akibat pengaruh gravitasi. Namun bila Anda adalah orang yang sering menggertakan gigi saat tidur, posisi ini tidak direkomendasi. Menurut Dr Mani Bhardwaj, dokter gigi dari The Smile Studios di London, saat seseorang tidur dengan posisi telungkup posisi rahang bawah akan lebih maju ke depan dibandingkan posisi normal. Ini berarti bagi mereka yang suka menggertak-gertakan gigi akan timbul tekanan lebih besar pada bagian gigi bawah yang bisa berujung pada kerusakan signifikan.
Selain itu, posisi ini juga berpotensi menimbulkan gangguan saraf pada tubuh bagian atas. "Ketika Anda telungkup, terlalu banyak atau terlalu sedikit bantal memengaruhi posisi leher dan dan membuanya tidak sejajar dengan tulang belakang. Ini akan meningkatkan kemungkinan kompresi saraf, khususnya pada orang dengan usia lanjut," kata Dr Eccleston.
Anda juga harus memutar leher ke kiri atau ke kanan, yang menyebabkan ketegangan pada salah satu sisi. Kompresi saraf terjadi ketika ruas tulang-tulang belakang menekan saraf pada bagian leher. Risiko dari kondisi ini akan meningkat ketika tulang belakang mengalami arthritis seiring bertambahnya usia.
Dr Eccleston merekommendasikan penggunaan kasur berbahan busa latex atau kasur pegas karena jenis ini dapat menyesuaikan dengan bentuk tubuh Anda dan menyediakan perlidungan dan penopang cukup ideal bagi tulang belakang.
sumber: kompas
Salah Kaprah Suntik Vitamin C
Hampir setiap kaum hawa pasti mengidamkan kulit yang mulus, putih, dan bersih. Selain dapat mempercantik diri, memiliki kulit putih diyakini dapat menumbuhkan kepercayaan diri.
Alhasil, situasi ini membuat banyak perempuan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil maksimal, termasuk dengan cara instan. Salah satunya adalah dengan melakukan suntik putih atau injeksi menggunakan laroscorbine. Ini adalah obat yang berisi vitamin C dosis tinggi berupa asam askorbat dan ekstrak kolagen.
Penggunaan laroscorbine yang disinyalir untuk memutihkan kulit, menurut dr Ferdinand, Spesialis Bedah Plastik dari Eka Hospital, pada praktiknya banyak yang salah kaprah.
Pada banyak kasus, lanjut Ferdinand, demi cepat memperoleh hasil maksimal, pratik suntik putih tidak dilakukan sesuai dengan indikasi medis. Tidak jarang pasien yang beranggapan, semakin banyak disuntik, makin cepat memutih kulitnya.
Padahal, menurut Ferdinand, itu adalah salah satu bentuk penyalahgunaan. Apabila diteruskan, hal itu bisa berdampak buruk pada organ tubuh yang lain.
"Efeknya apa? Ginjalnya yang jebol. Akhirnya bermasalah lagi. Jadi, akhirnya jadi lingkaran setan," ungkapnya di Jakarta, Kamis, (19/5/2011) kemarin.
Ferdinand menjelaskan, laroscorbine adalah vitamin yang mempunyai efek terapitid. "Vitamin C itu hanya membantu supaya sel melanin tidak terlalu agresif membelah diri," kata Ferdinand.
Perlu diketahui, melanin merupakan butir-butir pigmen yang menentukan warna kulit (putih, coke-lat, atau hitam). Pada kulit gelap, kadar melanin lebih banyak dibandingkan dengan kulit kuning kecoklatan. Proses pembuatan melanin yang terbentuk dari tirosin dipengaruhi oleh enzim, vitamin, mineral, dan sebagainya.
Ferdinand menambahkan, ada batas-batas tertentu pemutihan tidak bisa berjalan lebih lanjut. Tingkat putih maksimal kulit seseorang biasanya bisa dilihat pada lengan atas bagian dalam.
"Dia maksimal putihnya segitu. Jadi, sangat konyol kalau ada yang berpikir suntik laroscorbine orang kulit sawo matang, hitam, mau jadi putih kaya putih cina. Enggak mungkin," katanya.
Praktik ilegal
Ferdinand juga membeberkan bahwa selama ini banyak pihak yang secara tidak bertanggung jawab mengambil untung dari ketidaktahuan masyarakat. "Larascorbine dan kawan-kawan itu harganya sangat murah. Anda bisa dapat dengan harga Rp 10.000. Tapi dijual sekali suntik itu harganya Rp 600.000. Bahkan, ada beberapa center itu harganya Rp 1 juta," ujarnya.
Lantaran dapat dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan, tak jarang laroscorbine disalahgunakan oleh oknum, baik dari masyarakat maupun dari tenaga medis, yang tergiur pada pemikiran praktis ekonomis. Mereka berpraktik bukan lagi berdasarkan indikasi kedokteran.
Oleh karena itu, Ferdinand menganjurkan kepada masyarakat yang berkepentingan dengan masalah pada kulit untuk berkonsultasi kepada orang yang berkompeten, dalam hal ini dokter spesialis kulit.
"Mereka yang punya kompetensi untuk menjelaskan secara detail. Bukan orang yang ngaku-ngaku. Sekarang banyak orang yang ngaku-ngaku karena ini bisnis besar. Jadi, tolonglah bawa ke dokter yang kompeten," pungkasnya.
sumber: kompas
Alhasil, situasi ini membuat banyak perempuan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan hasil maksimal, termasuk dengan cara instan. Salah satunya adalah dengan melakukan suntik putih atau injeksi menggunakan laroscorbine. Ini adalah obat yang berisi vitamin C dosis tinggi berupa asam askorbat dan ekstrak kolagen.
Penggunaan laroscorbine yang disinyalir untuk memutihkan kulit, menurut dr Ferdinand, Spesialis Bedah Plastik dari Eka Hospital, pada praktiknya banyak yang salah kaprah.
Pada banyak kasus, lanjut Ferdinand, demi cepat memperoleh hasil maksimal, pratik suntik putih tidak dilakukan sesuai dengan indikasi medis. Tidak jarang pasien yang beranggapan, semakin banyak disuntik, makin cepat memutih kulitnya.
Padahal, menurut Ferdinand, itu adalah salah satu bentuk penyalahgunaan. Apabila diteruskan, hal itu bisa berdampak buruk pada organ tubuh yang lain.
"Efeknya apa? Ginjalnya yang jebol. Akhirnya bermasalah lagi. Jadi, akhirnya jadi lingkaran setan," ungkapnya di Jakarta, Kamis, (19/5/2011) kemarin.
Ferdinand menjelaskan, laroscorbine adalah vitamin yang mempunyai efek terapitid. "Vitamin C itu hanya membantu supaya sel melanin tidak terlalu agresif membelah diri," kata Ferdinand.
Perlu diketahui, melanin merupakan butir-butir pigmen yang menentukan warna kulit (putih, coke-lat, atau hitam). Pada kulit gelap, kadar melanin lebih banyak dibandingkan dengan kulit kuning kecoklatan. Proses pembuatan melanin yang terbentuk dari tirosin dipengaruhi oleh enzim, vitamin, mineral, dan sebagainya.
Ferdinand menambahkan, ada batas-batas tertentu pemutihan tidak bisa berjalan lebih lanjut. Tingkat putih maksimal kulit seseorang biasanya bisa dilihat pada lengan atas bagian dalam.
"Dia maksimal putihnya segitu. Jadi, sangat konyol kalau ada yang berpikir suntik laroscorbine orang kulit sawo matang, hitam, mau jadi putih kaya putih cina. Enggak mungkin," katanya.
Praktik ilegal
Ferdinand juga membeberkan bahwa selama ini banyak pihak yang secara tidak bertanggung jawab mengambil untung dari ketidaktahuan masyarakat. "Larascorbine dan kawan-kawan itu harganya sangat murah. Anda bisa dapat dengan harga Rp 10.000. Tapi dijual sekali suntik itu harganya Rp 600.000. Bahkan, ada beberapa center itu harganya Rp 1 juta," ujarnya.
Lantaran dapat dijadikan lahan bisnis yang menguntungkan, tak jarang laroscorbine disalahgunakan oleh oknum, baik dari masyarakat maupun dari tenaga medis, yang tergiur pada pemikiran praktis ekonomis. Mereka berpraktik bukan lagi berdasarkan indikasi kedokteran.
Oleh karena itu, Ferdinand menganjurkan kepada masyarakat yang berkepentingan dengan masalah pada kulit untuk berkonsultasi kepada orang yang berkompeten, dalam hal ini dokter spesialis kulit.
"Mereka yang punya kompetensi untuk menjelaskan secara detail. Bukan orang yang ngaku-ngaku. Sekarang banyak orang yang ngaku-ngaku karena ini bisnis besar. Jadi, tolonglah bawa ke dokter yang kompeten," pungkasnya.
sumber: kompas
3 Mei 2011
Lingkar Pinggang Prediksi Kematian
Kegemukan atau obesitas sejak lama telah dikenal sebagai salah faktor risiko penyakit jantung. Para dokter kerap memperhitungkan obesitas dalam menilai risiko seseorang mengidap penyakit jantung.
Obesitas di antaranya dapat diketahui dengan melakukan pengukuran BMI (body mass index). Ini adalah pengukuran sederhana dengan cara membagi nilai tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan. Semakin besar skor BMI seseorang, semakin besar kemungkinannya masuk dalam kategori obesitas.
Sejumlah penelitian mengindikasikan, tingginya skor BMI berkaitan dengan risiko lebih rendah meninggal akibat sakit jantung atau akibat penyakit kronis. Ini merupakan fenomena misterius yang dikenal dengan istilah "paradoks obesitas"
Menurut analisa para ahli yang dimuat Journal of the American College of Cardiology, paradoks ini tampaknya dapat dijelaskan dengan fakta sederhana bahwa BMI tidaklah cukup akurat untuk mengukur risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Ukuran lingkar pinggang, kata para ahli, justru dapat memberi petunjuk yang lebih akurat dalam memprediksi risiko kematian pasien jantung akibat serangan di usia muda atau pun penyebab lainnya.
Dalam sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS, pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria, memiliki 70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil. Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar.
"Hal paling penting dibandingkan yang lain kemungkinannya adalah distribusi lemak," kata peneliti Francisco Lopez-Jimenez, M.D., peneliti yang juga ahli jantung di Mayo Clinic Rochester.
Penelitian terbaru ini menyediakan bukti lain bahwa BMI punya banyak keterbatasan dalam menilai risiko penyakit jantung, kata Jean-Pierre Després, Ph.D., direktur riset di Quebec Heart and Lung Institute, Laval University, Quebec City.
"Jika Anda mengukur BMI, Anda tidak akan menilai bentuk tubuh, Anda tidak melihat distribusi lemak ," kata Després, yang menulis sebuah editorial yang menyertai laporan riset ini.
"Saya tidak mengatakan bahwa BMI tak berguna. Hanya saja, kita perlu yang lebih dari itu. BMI adalah total kolesterol dalam lemak. Kita tahu bahwa ada kolesterol yang baik dan kolesterol buruk, ada lemak jahat dan lemak baik."
Selain itu, lanjut Despres, BMI juga tidak dapat membedakan antara lemak dan otot. Pasien jantung yang menjalani gaya hidup sedentari atau kurang aktif mungkin mencatat BMI yang rendah karena mereka kehilangan massa otot, paparnya, sedangkan pasien jantung yang memiliki gaya hidup aktif mungkin akan mengalami penambahan berat dan peningkatan BMI karena mereka menambah otot tak berlemak.
Hasil temuan ini juga memicu perdebatan seputar bentuk tubuh dan risiko mengidap penyakit jantung. Beberapa penelitian lain mengindikasikan, mereka yang memiliki tubuh apel dengan timbunan lemak di daerah perut berisiko lebih besar mengidap sakit jantung dibanding mereka yang tubuhnya berbentuk pir. Namun teori ini dipertanyakan oleh para ahli.
Lopez-Jimenez dan timnya menganalisis data sekitar 16,000 pasien jantung yang berpartisipasi dalam satu dari empat studi dan program rehabilitasi jantung di Mayo Clinic. Lebih dari sepertiga pasien tercatat meninggal selama penelitian, dengan rentang waktu antara enam bulan hingga tujuh tahun.
Tingginya nilai BMI berkaitan dengan 35 persen risiko lebih rendah mengalami kematian, tetapi memiliki lingkar pinggang yang besar ditambah dengan tingginya nilai BMI membuat risiko kematian melonjak hingga dua kali lipat.
Kenapa lemak di perut begitu jahat? Peneliti menjelaskan bahwa lemak perut adalah tanda dari lemak visceral atau lemak yang berkumpul di sekitar organ-organ di abdomen atau perut. Lemak-lemak inilah yang dapat memicu resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Faktor genetik memainkan peran sangat kuat dalam menentukan apakah seseorang dapat menimbun lemak pada sekitar pinggang, kata Després. Ia memperkirakan sekitar 30 persen populasi memiliki kecenderungan menimbun lemak pada tempat yang tidak diiinginkan tersebut.
sumber: kompas
Obesitas di antaranya dapat diketahui dengan melakukan pengukuran BMI (body mass index). Ini adalah pengukuran sederhana dengan cara membagi nilai tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan. Semakin besar skor BMI seseorang, semakin besar kemungkinannya masuk dalam kategori obesitas.
Sejumlah penelitian mengindikasikan, tingginya skor BMI berkaitan dengan risiko lebih rendah meninggal akibat sakit jantung atau akibat penyakit kronis. Ini merupakan fenomena misterius yang dikenal dengan istilah "paradoks obesitas"
Menurut analisa para ahli yang dimuat Journal of the American College of Cardiology, paradoks ini tampaknya dapat dijelaskan dengan fakta sederhana bahwa BMI tidaklah cukup akurat untuk mengukur risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Ukuran lingkar pinggang, kata para ahli, justru dapat memberi petunjuk yang lebih akurat dalam memprediksi risiko kematian pasien jantung akibat serangan di usia muda atau pun penyebab lainnya.
Dalam sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS, pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria, memiliki 70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil. Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar.
"Hal paling penting dibandingkan yang lain kemungkinannya adalah distribusi lemak," kata peneliti Francisco Lopez-Jimenez, M.D., peneliti yang juga ahli jantung di Mayo Clinic Rochester.
Penelitian terbaru ini menyediakan bukti lain bahwa BMI punya banyak keterbatasan dalam menilai risiko penyakit jantung, kata Jean-Pierre Després, Ph.D., direktur riset di Quebec Heart and Lung Institute, Laval University, Quebec City.
"Jika Anda mengukur BMI, Anda tidak akan menilai bentuk tubuh, Anda tidak melihat distribusi lemak ," kata Després, yang menulis sebuah editorial yang menyertai laporan riset ini.
"Saya tidak mengatakan bahwa BMI tak berguna. Hanya saja, kita perlu yang lebih dari itu. BMI adalah total kolesterol dalam lemak. Kita tahu bahwa ada kolesterol yang baik dan kolesterol buruk, ada lemak jahat dan lemak baik."
Selain itu, lanjut Despres, BMI juga tidak dapat membedakan antara lemak dan otot. Pasien jantung yang menjalani gaya hidup sedentari atau kurang aktif mungkin mencatat BMI yang rendah karena mereka kehilangan massa otot, paparnya, sedangkan pasien jantung yang memiliki gaya hidup aktif mungkin akan mengalami penambahan berat dan peningkatan BMI karena mereka menambah otot tak berlemak.
Hasil temuan ini juga memicu perdebatan seputar bentuk tubuh dan risiko mengidap penyakit jantung. Beberapa penelitian lain mengindikasikan, mereka yang memiliki tubuh apel dengan timbunan lemak di daerah perut berisiko lebih besar mengidap sakit jantung dibanding mereka yang tubuhnya berbentuk pir. Namun teori ini dipertanyakan oleh para ahli.
Lopez-Jimenez dan timnya menganalisis data sekitar 16,000 pasien jantung yang berpartisipasi dalam satu dari empat studi dan program rehabilitasi jantung di Mayo Clinic. Lebih dari sepertiga pasien tercatat meninggal selama penelitian, dengan rentang waktu antara enam bulan hingga tujuh tahun.
Tingginya nilai BMI berkaitan dengan 35 persen risiko lebih rendah mengalami kematian, tetapi memiliki lingkar pinggang yang besar ditambah dengan tingginya nilai BMI membuat risiko kematian melonjak hingga dua kali lipat.
Kenapa lemak di perut begitu jahat? Peneliti menjelaskan bahwa lemak perut adalah tanda dari lemak visceral atau lemak yang berkumpul di sekitar organ-organ di abdomen atau perut. Lemak-lemak inilah yang dapat memicu resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Faktor genetik memainkan peran sangat kuat dalam menentukan apakah seseorang dapat menimbun lemak pada sekitar pinggang, kata Després. Ia memperkirakan sekitar 30 persen populasi memiliki kecenderungan menimbun lemak pada tempat yang tidak diiinginkan tersebut.
sumber: kompas
14 Apr 2011
Lebah, Kunci Pencegahan Demensia
SEORANG ilmuwan asal Norwegia berhasil menemukan formula yang mampu mencegah proses penuaan pada otak lebah. Ini mungkin memiliki implikasi pada demensia."Seiring dengan pertambahan usia, kesehatan dan ketajaman mental akan menurun. Tetapi, temuan baru-baru ini mengindikasikan bahwa penuaan tidak harus identik dengan penurunan," kata Gro Amdam, pemimpin studi di Arizona State University.
Subjek penelitiannya adalah lebah, ia meneliti cara kerja sel-sel otak yang secara mengejutkan ternyata serupa dengan manusia. Jadi, ketika Amdam menemukan rahasia di balik otak lebah, pengetahuan itu mungkin juga berlaku untuk manusia.
Sebagai hewan percobaan, lebah menjalani tes laboratorium di mana lebah ditantang menggabungkan aroma dengan hadiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebah mampu belajar serta memahami hubungan langsung, sama seperti anak-anak belajar untuk berperilaku baik saat dijanjikan hadiah kue cokelat.
Sementara itu, lebah yang lebih tua kurang responsif daripada yang lebih muda. Lebah yang memiliki gejala mirip dengan demensia tidak memahami kaitan itu bahkan melupakannya.
"Masalah-masalah pada lebah mirip dengan apa yang kita lihat pada orang tua. Memori jangka pendek dan kemampuan belajar yang menurun," rangkumnya. Dalam pembagian kerja, biasanya lebah yang lebih tua mengumpulkan makanan di luar sarang, sedangkan lebah yang lebih muda cenderung di dalam larva. Ketika lebah yang lebih tua ditempatkan untuk melakukan tugas lebah muda, setengah dari mereka mengalami peningkatan dalam pembelajaran dan kemampuan memori.
"Menurut penelitian pada orang tua, terlihat bahwa stimulasi sosial dapat memiliki efek positif pada kesehatan dan fungsi otak, begitu juga dengan lebah," kata Amdam.
Protein pada otak lebah dimungkinkan memainkan peran kunci. Ketika peneliti menganalisis otak lebah yang meningkat dan membandingkannya dengan mereka stagnan. Perbedaan besar ditemukan pada delapan protein yang terlibat dalam perbaikan, pertumbuhan, dan pemeliharaan sel-sel otak. Beberapa dari protein ini juga ditemukan pada manusia.
sumber: mediaindonesia.com
Akumulasi Radiasi Jepang Membahayakan
BOCORNYA reaktor nuklir Fukushima Daiichi di Jepang sejauh ini menyebabkan sekitar sepersepuluh dari jumlah radiasi pada bencana Chernobyl, menurut data, Selasa (12/4). Para ahli pun memperingatkan adanya risiko kesehatan jangka panjang yang serius.Badan Keselamatan Nuklir dan Industri Nasional (NISA) Jepang dan Komisi Keselamatan Nuklir Jepang memperkirakan tingkat radiasi kumulatif antara 370 ribu dan 630 ribu terabecquerels. Itu hampir mencapai 10 persen dari total radiasi 5,2 juta terabecquerels yang dihasilkan Chernobyl.
"Jumlah tersebut tergolong sangat serius. Hampir sepersepuluh dari radiasi Chernobyl dalam sebulan," kata Lam Ching-wan, ahli kimia patologi di University of Hong Kong dan anggota American Board of Toxicology. "Ini berarti bisa merusak tanah, ekosistem, air, makanan, dan orang-orang. Orang-orang yang terpapar radiasi ini tidak dapat melarikan diri hanya menutup jendela."
"Ancaman radiasi itu nyata sehingga diperlukan adanya surveilans radiasi nasional untuk mengetahui dampaknya pada kesehatan. Termasuk, pengadaan skrining rutin untuk kanker," kata Lam.
Para ahli mengkhawatirkan tiga tentang tiga substansi radioaktif yakni yodium-131, caesium-134, dan cesium-137. Semua itu dapat menyebabkan berbagai jenis kanker di kemudian hari.
Dari studi yang dilakukan terhadap korban kecelakaan instalasi nuklir di masa lalu serta korban bom atom di Jepang selama Perang Dunia II, kaitan antara paparan yodium radioaktif dan kanker tiroidlah yang paling meyakinkan.
Meskipun radioaktivitas yodium-131 sepenuhnya hancur dalam 80 hari, tapi zat ini dapat menemukan jalan cepat ke manusia melalui udara, susu, dan sayuran berdaun. Yodium-131 bisa bertahan di kelenjar tiroid. Di sana, ia dapat menyebabkan kerusakan DNA dan meningkatkan risiko kanker, terutama pada anak-anak.
Di antara korban kecelakaan Chernobyl, setidaknya 1.800 orang mengidap kanker tiroid, sepetri dikutip dari Yahoo Health, Selasa (12/4).
sumber: mediaindonesia.com
12 Apr 2011
10 Tren Kehidupan Kota yang Ramah Lingkungan
Di bawah ini adalah 10 tren kehidupan urban yang akan membentuk kota di masa depan yang lebih ramah lingkungan.Lebah di Halaman Rumah
Populasi lebah menyusut drastis. Selain karena mati banyak pula mereka yang menghilang sebagai bagian dari fenomena aneh yang disebut Colony Collapse Disorder. Namun berita buruknya adalah dengan berkurangnya lebah, maka banyak tanaman pokok kita yang terancam hilang karena proses pembuahan yang biasa dilakukan serangga ini menurun tajam.
Halaman belakang rumah bisa menjadi solusi. Caranya adalah dengan menyediakan sedikit lahan untuk sarang lebah. Selain turut melestarikan lingkungan, kita pun bisa memperoleh manfaat sampingan berupa madu. Selebriti yang sudah melakukan hal ini diantaranya Scarlett Johansson dan Samuel L. Jackson.
Memanfaatkan Lahan Sempit
Lahan di perkotaan semakin sempit sehingga semakin sulit pula untuk sekadar menanam tanaman penghijau. Kendati demikian, kini banyak pengembang yang mulai membangun dengan konsep bangunan hijau, terutama untuk gedung bertingkat. Selain itu, Anda pun dapat menyiasati lahan yang sempit dengan memanfaatkan balkon atau dinding. Biarkan tanaman dalam pot Anda tumbuh menyusuri jendela dan pegangan tangga. Hijaukan kota Anda!
Taman di Atap Gedung
Membuat atap gedung bertingkat yang hijau dengan tanaman merupakan tantangan tersendiri. Secara arsitektural, gedung ini memerlukan rancangan khusus yang dapat mengakomodasi tanah beserta tanaman hijau yang beratnya bisa berton-ton. Bukan hal yang mudah memang. Namun keindahan alami yang akan diperoleh sangat sepadan dengan usaha yang dilakukan.
Gerilyawan Revolusi Hijau
Kesal melihat lahan kota telantar yang tidak terawat dan merusak pemandangan? Anda bisa membentuk gerakan revolusi hijau yang bergerilya menghijaukan lahan tersebut. Gerakan ini umumnya bersenjatakan garpu taman dan bibit tanaman bunga untuk memperindah sudut-sudut kota. Anggotanya beroperasi secara sembunyi-sembunyi pada malam hari, mempercantik lahan dengan membuat taman dan menyelesaikannya sebelum matahari terbit.
Mobil Listrik dan Komunitas Nebeng
Mobil listrik sudah mulai dipasarkan sejak beberapa tahun lalu. Namun, baru sekitar dua tahun terakhir mendapat sambutan positif di pasar otomotif seiring kemampuan jarak tempuhnya yang semakin mendekati mobil berbahan bakar minyak dan gas. Meski begitu, masih ada perdebatan mengenai seberapa ramah lingkungan mobil listrik sebenarnya. Oleh sebab itu, penggunaan transportasi massal serta alternatif lain untuk memaksimalkan daya angkut kendaraan pribadi, seperti yang dilakukan komunitas nebeng.com, merupakan tindakan bijaksana.
Lebih Sehat dengan Berjalan Kaki
Mimpi buruk kota super modern di masa depan adalah satu-satunya cara kita untuk berkeringat adalah hanya dengan menekan tombol. Kita benar-benar akan dimanjakan oleh teknologi. Akan tetapi, ada perubahan menarik yang terjadi belakangan ini. Pemerintah kota di Amerika Serikat mulai merancang kota yang mendorong penduduknya untuk lebih sering berjalan kaki. Taman dan jalan kecil diperbanyak. Akses ke berbagai tempat pun dirancang agar dapat dijangkau melalui trotoar. Jadi, selamat datang komuter sehat!
Memberi Berarti Menerima
Sering bermasalah dengan freezer di kulkas Anda yang penuh dengan buah-buahan? Cobalah berbagi kepada sesama melalui sebuah jejaring sosial di lingkungan Anda yang bisa mengumpulkan dan mendistribusikan kelebihan bahan makanan seperti buah-buahan. Di San Fransisco ada contoh jejaring sosial seperti ini yang bernama Neighborhood Fruit. Ketika kulkas seseorang penuh, ia dapat memberi sebagian isinya kepada yang membutuhkan. Semua anggota jejaring sosial tersebut pun merasakan manfaatnya dan merasa saling terbantu. Berminat untuk membentuk jejaring serupa di sini?
Memberikan yang Tak Terpakai
Hari-hari membuang bahan makanan yang tak terpakai sudah berlalu. Sementara sepertiga belanjaan rumah tangga berakhir di tempat sampah, Beberapa restoran mulai memperlakukan bahan makanan yang tak terpakai dengan lebih baik. Mereka menawarkannya kepada lembaga amal dan LSM setempat atau memberikannya langsung kepada para tuna wisma.
Berbelanjalah Secara Online
Tren belanja online terus menunjukkan peningkatan. Alasannya sederhana, belanja online merupakan cara yang mudah untuk mendapatkan barang-barang terbaik dari mana pun di seluruh dunia. Cara ini jelas lebih ramah lingkungan karena, Anda tidak perlu menghabiskan bahan bakar kendaraan untuk pergi ke pusat perbelanjaan.
Kembalinya Era Barter
Barter belum mati! Cara untuk memenuhi kebutuhan pada masa lalu ini hidup kembali berkat internet. Kemampuan internet untuk menghubungkan banyak orang memungkinkan kita untuk saling bertukar buku, DVD, pakaian, gadget, bibit tanaman, dan lain sebagainya. Apabila ini dilakukan oleh penduduk dalam suatu kota, tentu dapat meningkatkan ikatan sosial diantara mereka
sumber: nationalgeographic.co.id
Langganan:
Postingan (Atom)















