Sebanyak 95 persen kasus Tuberkulosis dapat disembuhkan. Namun hal ini sangat bergantung dari keakuratan diagnosis, rejimen pengobatan dan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan sampai tuntas.
Demikian disampaikan oleh, Dyah Erti Mustikawati, Kepala Sub Bidang Direktorat Pengendalian Penyakit Tuberulosis, saat jumpa pers di Kantor Kementerian Kesehatan, Jumat (17/2/2012).
Permasalahan yang sering ditemui, kata Dyah, masih banyak pasien TB (tuberkulosis) yang melakukan pengobatan bukan pada tempatnya dan bukan di tempat layanan kesehatan yang sudah di siapkan oleh pemerintah.
"Untuk pasien TB yang unreported ini kita tidak tahu apakah mereka sudah memperoleh layanan sesuai standar atau tidak. Tapi kelihatannya, ada kecenderungan tidak sesuai dengan standar," cetusnya.
Untuk mengatasi hal itu, Dyah mengaku sedang mencoba melakukan pendekatan ke berbagai rumah sakit dengan membuat suatu regulasi dalam bentuk akreditasi. Artinya, pelayanan tuberkulosis akan menjadi salah satu standar pelayanan minimal di setiap rumah sakit. "Jadi kedepannya, rumah sakit arahnya akan melakukan layanan TB, meski tidak semuanya," ucapnya.
Dengan adanya pelayanan yang terstruktur, diharapkan pasien TB akan memperoleh standar pengobatan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan tatalaksana yang berlaku.
Dyah juga menyoroti faktor-faktor lain yang menghambat proses kesembuhan pasien TB, salah satunya adalah ketidakpatuhan pasien dalam menjalani pengobatan. "Kalau hasil diagnosis sudah benar dan diobati dengan benar tapi pasien tidak patuh berobat, juga bisa mencetuskan resistensi obat," ucapnya.
Pengobatan Tuberkulosis berlangsung cukup lama yaitu setidaknya 6 bulan dan selanjutnya dievaluasi oleh dokter apakah perlu dilanjutkan atau berhenti. Karena pengobatan yang cukup lama seringkali membuat pasien putus berobat atau menjalankan pengobatan secara tidak teratur, kedua hal ini ini fatal akibatnya yaitu pengobatan tidak berhasil dan kuman menjadi kebal disebut MDR (multi drugs resistance).
Menurut Dyah, ada sekitar 300 ribu kasus TB baru di Indonesia setiap tahunnya. Sementara untuk pasien yang resisten obat anti Tuberkulosis diperkirakan ada 6100 orang setiap tahunnya. Hal ini pada akhirnya membuat biaya pengobatan menjadi berlipat dan lebih sulit dalam pengobatannya.
"Jadi banyak faktor yang berpengaruh pada resistensi tidak hanya dari segi program, tapi juga dari pasien sendiri," jelasnya.
Saat ini, lanjut Dyah, sebanyak 98 persen Puskesmas sudah mampu untuk melayani pasien dengan TB. Tapi sayangnya, belum semua masyarakat yang mau berobat kesana. Bahkan, sekarang ini sebagian besar biaya pengobatan penyakit TB sudah ditanggung dana publik, yaitu dana Global Fund dan dana Pemerintah alias gratis.
"Anggaran setiap tahun yang dikeluarkan sekitar 100 milyar," jelasnya.
Dalam memerangi penyebaran Tuberkulosis terutama pada anak anak yang masih rentan daya tahan tubuhnya, pemerintah sejauh ini telah memasukkan Imunisasi Tuberkulosis pada anak yang disebut sebagai Imunisasi BCG sebagai salah satu program prioritas imunisasi wajib nasional.
Tuberkulosis atau TB (dulu disebut TBC) adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis masih merupakan penyakit infeksi saluran napas yang tersering di Indonesia. Keterlambatan dalam menegakkan diagnosa dan ketidakpatuhan dalam menjalani pengobatan mempunyai dampak yang besar karena pasien Tuberkulosis akan menularkan penyakitnya pada lingkungan, sehingga jumlah penderita semakin bertambah.
sumber: kompas
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
20 Feb 2012
2 Des 2011
4 Prinsip Penularan HIV
Human imunodefisiensi virus (HIV) ditularkan melalui kontak langsung antara membran mukosa atau aliran darah dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, sperma, cairan vagina, atau air susu ibu.
Menurut penjelasan dr.Ekarini Aryasatiani, Sp.OG, dari RSUD Tarakan Jakarta Pusat, secara umum ada 4 prinsip penularan HIV, yakni:
1. Exit. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.
2. Survive. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh.
"Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen virusnya akan mati," paparnya.
3. Sufficient. Hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi.
"Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati," paparnya.
4. Enter. Berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit.
Hubungan seksual yang berpotensi menularkan HIV berlaku bagi semua pasangan apabila salah satunya positif mengidap HIV, baik pasangan homoseksual, heteroseksual, mau pun biseksual, baik di dalam atau di luar perkawinan.
sumber: kompas
Menurut penjelasan dr.Ekarini Aryasatiani, Sp.OG, dari RSUD Tarakan Jakarta Pusat, secara umum ada 4 prinsip penularan HIV, yakni:
1. Exit. Ini berarti virus harus keluar dari tubuh orang yang terinfeksi, baik melalui hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi.
2. Survive. Untuk dapat menularkan HIV, virus harus bisa bertahan hidup di luar tubuh.
"Virus ini tidak bisa bertahan lama di luar tubuh. Untuk peralatan kedokteran yang dipakai dan menyentuh darah pasien positif HIV biasanya direndam dalam larutan klorin 0,5 persen virusnya akan mati," paparnya.
3. Sufficient. Hal ini berarti jumlah virusnya harus cukup untuk dapat menginfeksi.
"Jika virusnya hanya sedikit tidak akan berpengaruh. Karena itu jangan percaya dengan orang yang menakut-nakuti ada tusuk gigi atau jarum di tempat umum yang berasal dari orang positif HIV, selain jumlah virusnya sangat sedikit, pasti virusnya juga sudah mati," paparnya.
4. Enter. Berarti virusnya harus masuk ke tubuh orang lain melalui aliran darah. Hal ini berarti melalui pertukaran darah antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin atau menyusui, hubungan seksual, baik anal atau vaginal, serta alat tusuk tidak steril yang menembus kulit.
Hubungan seksual yang berpotensi menularkan HIV berlaku bagi semua pasangan apabila salah satunya positif mengidap HIV, baik pasangan homoseksual, heteroseksual, mau pun biseksual, baik di dalam atau di luar perkawinan.
sumber: kompas
8 Nov 2011
Cahaya Bisa Obati Kanker
Pengobatan kanker bakal memasuki babak baru menyusul ditemukannya potensi sinar inframerah untuk melawan penyakit mematikan ini.
Riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan, terapi obat kanker kini dapat diatur sedemikian rupa sehingga hanya menyasar sel-sel yang terserang tumor. Terapi yang terfokus ini dapat diaktifkan ketika sel-sel kanker itu disinari dengan gelombang cahaya inframerah.
Artinya, penggunaan cahaya ini menjadikan terapi manjadi sangat spesifik atau tararah, sehingga tidak akan merusak jaringan atau sel-sel di sekitarnya yang tidak terkena kanker.
Saat ini, terapi kanker dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu dengan memanfaatkan radiasi, teknik pembedahan untuk mengangkat tumor dan penggunaan obat-obat untuk membunuh sel kanker. Semua jenis terapi ini memiliki risiko dan efek samping, sehingga para ilmuwan terus mengupayakan terapi yang lebih akurat dan aman.
Dalam penelitian terbaru, para ahli dari National Cancer Institute, Maryland, Amerika Serikat menggunakan antibodi yang menyasar protein pada permukaan sel-sel kanker. Sejenis zat kimia bernama IR700 ditempelkan pada antibodi tersebut. IR700 baru bisa aktif bekerja setelah disinari dengan cahaya infra merah. Gelombang cahaya ini dapat menembus ke dalam lapisan kulit hingga beberapa sentimeter. Untuk menguji efektivitas kombinasi formula antibodi dan zat kimia ini, peneliti menanamkan tumor jenis squamous carcinoma ke dalam tubuh tikus. Hewan pengerat ini lalu diberikan formula tersebut beserta penyinaran inframerah.
"Volume tumor mengecil secara signifikan dibandingkan tumor pada kelompok tikus yang tidak diberikan terapi dan umur mereka lebih panjang. Teknik pengobatan yang selektif ini dapat menekan kerusakan terhadap sel-sel normal," ungkap peneliti dalam pernyataanya.
Mereka menambahkan, kombinasi teknik ini merupakan metode yang menjanjikan untuk terapi dan diagnostik pengobatan kanker, walaupun harus melewati beberapa penelitian lanjutan. "Meski kami tidak menemukan toksisitas dalam penelitian, translasi klinis dari metode ini harus melalui penelitian toksisitas terlebih dahulu," tandasnya.
sumber: kompas
Riset terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Medicine menunjukkan, terapi obat kanker kini dapat diatur sedemikian rupa sehingga hanya menyasar sel-sel yang terserang tumor. Terapi yang terfokus ini dapat diaktifkan ketika sel-sel kanker itu disinari dengan gelombang cahaya inframerah.
Artinya, penggunaan cahaya ini menjadikan terapi manjadi sangat spesifik atau tararah, sehingga tidak akan merusak jaringan atau sel-sel di sekitarnya yang tidak terkena kanker.
Saat ini, terapi kanker dapat dibedakan dalam tiga kategori, yaitu dengan memanfaatkan radiasi, teknik pembedahan untuk mengangkat tumor dan penggunaan obat-obat untuk membunuh sel kanker. Semua jenis terapi ini memiliki risiko dan efek samping, sehingga para ilmuwan terus mengupayakan terapi yang lebih akurat dan aman.
Dalam penelitian terbaru, para ahli dari National Cancer Institute, Maryland, Amerika Serikat menggunakan antibodi yang menyasar protein pada permukaan sel-sel kanker. Sejenis zat kimia bernama IR700 ditempelkan pada antibodi tersebut. IR700 baru bisa aktif bekerja setelah disinari dengan cahaya infra merah. Gelombang cahaya ini dapat menembus ke dalam lapisan kulit hingga beberapa sentimeter. Untuk menguji efektivitas kombinasi formula antibodi dan zat kimia ini, peneliti menanamkan tumor jenis squamous carcinoma ke dalam tubuh tikus. Hewan pengerat ini lalu diberikan formula tersebut beserta penyinaran inframerah.
"Volume tumor mengecil secara signifikan dibandingkan tumor pada kelompok tikus yang tidak diberikan terapi dan umur mereka lebih panjang. Teknik pengobatan yang selektif ini dapat menekan kerusakan terhadap sel-sel normal," ungkap peneliti dalam pernyataanya.
Mereka menambahkan, kombinasi teknik ini merupakan metode yang menjanjikan untuk terapi dan diagnostik pengobatan kanker, walaupun harus melewati beberapa penelitian lanjutan. "Meski kami tidak menemukan toksisitas dalam penelitian, translasi klinis dari metode ini harus melalui penelitian toksisitas terlebih dahulu," tandasnya.
sumber: kompas
17 Okt 2011
Terus Membujang Beresiko Kanker
Pria yang masih betah melajang sampai lanjut usia ternyata beresiko tinggi meninggal karena penyakit kanker. Demikian menurut hasil survei yang dilakukan di Norwegia.
Dalam survei itu para peneliti dari Universitas Oslo menganalisa angka harapan hidup pasien yang didiagnosa kanker antara tahun 1970 dan 2007 kemudian dibandingkan status pernikahan para pasien itu.
Hasilnya diketahui angka kematian pria yang menderita kanker dan belum pernah menikah hampir dua kali lipat, yakni 18-35 persen, sementara pada pria menikah angka kematiannya 17-22 persen.
Risiko kematian pada pria yang masih membujang itu lebih tinggi tanpa memperhitungkan usia, letak tumor, waktu sejak didiagnosa dan stadium kanker.
"Perbedaan angka harapan hidup pada dua kelompok pasien kanker itu mungkin dipengaruhi oleh kesehatan secara umum pada saat didiagnosis atau jenis terapi kanker yang diterima pasien," kata Astri Syse dari Cancer Registry, Norwegia.
Para peneliti yakin perbedaan antara pria menikah dan yang lajang mungkin lebih tinggi lagi jika dimasukkan status pasangan "kumpul kebo".
"Salah satu masalah dengan jenis studi yang ada sekarang adalah orang yang hidup serumah tanpa menikah itu dimasukkan dalam kategori lajang, bercerai atau janda dan dua. Akibatnya mereka dianggap memiliki manfaat kesehatan seperti orang yang menikah," kata salah satu peneliti.
sumber: kompas
Dalam survei itu para peneliti dari Universitas Oslo menganalisa angka harapan hidup pasien yang didiagnosa kanker antara tahun 1970 dan 2007 kemudian dibandingkan status pernikahan para pasien itu.
Hasilnya diketahui angka kematian pria yang menderita kanker dan belum pernah menikah hampir dua kali lipat, yakni 18-35 persen, sementara pada pria menikah angka kematiannya 17-22 persen.
Risiko kematian pada pria yang masih membujang itu lebih tinggi tanpa memperhitungkan usia, letak tumor, waktu sejak didiagnosa dan stadium kanker.
"Perbedaan angka harapan hidup pada dua kelompok pasien kanker itu mungkin dipengaruhi oleh kesehatan secara umum pada saat didiagnosis atau jenis terapi kanker yang diterima pasien," kata Astri Syse dari Cancer Registry, Norwegia.
Para peneliti yakin perbedaan antara pria menikah dan yang lajang mungkin lebih tinggi lagi jika dimasukkan status pasangan "kumpul kebo".
"Salah satu masalah dengan jenis studi yang ada sekarang adalah orang yang hidup serumah tanpa menikah itu dimasukkan dalam kategori lajang, bercerai atau janda dan dua. Akibatnya mereka dianggap memiliki manfaat kesehatan seperti orang yang menikah," kata salah satu peneliti.
sumber: kompas
10 Okt 2011
Cegah Flu dengan Selalu Mengantongi Pulpen
Virus flu sangat mudah menular, terutama saat cuaca tidak menentu karena daya tahan tubuh cenderung melemah. Banyak cara untuk mencegah penularan flu, salah satunya dengan memastikan selalu ada pulpen di kantong ataupun di dalam tas.
Sepintas terdengar tidak masuk akal dan agak sulit membayangkan bahwa sebatang pulpen akan dapat mengurangi risiko penularan flu. Benda seremeh pulpen yang harganya tak seberapa itu biasanya tersedia di mana-mana, lalu untuk apa repot-repot membawa sendiri?
Namun coba bayangkan jika tidak membawa pulpen, maka segala aktivitas tulis menulis harus dilakukan dengan pulpen umum. Menulis pesanan menu makan di restoran, tanda tangan struk penggunaan kartu kredit, hingga mengisi daftar hadir di pesta pernikahan, semua memakai pulpen milik umum.
Dalam sehari, pulpen umum yang tersedia di restoran atau supermarket tentu sudah digunakan oleh puluhan atau mungkin malah ratusan orang. Jika ada beberapa saja yang flu kemudian bersin dan droplet atau bercak dahaknya menempel di pulpen, maka risiko penularan akan sangat besar.
Selalu membawa pulpen pribadi tentu tidak sulit untuk dilakukan, karena benda ini bisa dikantongi atau diselipkan dalam tas tenteng yang kecil sekalipun. Namun dari langkah yang sanat sederhana ini, risiko tertular flu bisa dicegah atau paling tidak akan berkurang.
"Di musim flu, pulpen sangat mungkin menjadi media penularan virus. Dengan membawa pulpen sendiri, risiko tertular akan berkurang sangat signifikan," ungkap Prof Neil Schachter, dokter spesialis paru dari Mount Sinai School of Medicine seperti dikutip dari Liverightlivewell, Minggu (9/10/2011).
Prof Schachter mengatakan, ia selalu menyarankan pasiennya untuk bawa pulpen sendiri karena terinspirasi ayahnya yang juga seorang dokter. Ketika masih berpraktik di era 1940-an, sang ayah tidak pernah mau memakai pulpen umum sehingga jarang terkena flu.
Selain menyarankan untuk bawa pulpen sendiri, Prof Schachter juga menyarankan untuk rajin-rajin mencuci tangan. Sesudah menyentuh benda-benda yang dipegang banyak orang, misalnya pegangan pintu dan tombol lift, sebaiknya tangan segera dicuci dengan sabun.
sumber: detikhealth
Sepintas terdengar tidak masuk akal dan agak sulit membayangkan bahwa sebatang pulpen akan dapat mengurangi risiko penularan flu. Benda seremeh pulpen yang harganya tak seberapa itu biasanya tersedia di mana-mana, lalu untuk apa repot-repot membawa sendiri?
Namun coba bayangkan jika tidak membawa pulpen, maka segala aktivitas tulis menulis harus dilakukan dengan pulpen umum. Menulis pesanan menu makan di restoran, tanda tangan struk penggunaan kartu kredit, hingga mengisi daftar hadir di pesta pernikahan, semua memakai pulpen milik umum.
Dalam sehari, pulpen umum yang tersedia di restoran atau supermarket tentu sudah digunakan oleh puluhan atau mungkin malah ratusan orang. Jika ada beberapa saja yang flu kemudian bersin dan droplet atau bercak dahaknya menempel di pulpen, maka risiko penularan akan sangat besar.
Selalu membawa pulpen pribadi tentu tidak sulit untuk dilakukan, karena benda ini bisa dikantongi atau diselipkan dalam tas tenteng yang kecil sekalipun. Namun dari langkah yang sanat sederhana ini, risiko tertular flu bisa dicegah atau paling tidak akan berkurang.
"Di musim flu, pulpen sangat mungkin menjadi media penularan virus. Dengan membawa pulpen sendiri, risiko tertular akan berkurang sangat signifikan," ungkap Prof Neil Schachter, dokter spesialis paru dari Mount Sinai School of Medicine seperti dikutip dari Liverightlivewell, Minggu (9/10/2011).
Prof Schachter mengatakan, ia selalu menyarankan pasiennya untuk bawa pulpen sendiri karena terinspirasi ayahnya yang juga seorang dokter. Ketika masih berpraktik di era 1940-an, sang ayah tidak pernah mau memakai pulpen umum sehingga jarang terkena flu.
Selain menyarankan untuk bawa pulpen sendiri, Prof Schachter juga menyarankan untuk rajin-rajin mencuci tangan. Sesudah menyentuh benda-benda yang dipegang banyak orang, misalnya pegangan pintu dan tombol lift, sebaiknya tangan segera dicuci dengan sabun.
sumber: detikhealth
29 Sep 2011
Olahraga untuk Menurunkan Kolesterol
Jika seseorang memiliki kadar kolesterol yang tinggi biasanya dianjurkan untuk berolahraga. Sebenarnya bagaimana olahraga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol?
Kolesterol tinggi memiliki berbagai efek pada tubuh, salah satunya adalah kelelahan. Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD) yang membuat badan terasa cepat capek.
Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kardiovaskular secara langsung seperti menurunkan tekanan darah, memperbaiki kondisi diabetes, mengurangi risiko serangan jantung dan juga stroke.
Kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karenanya dokter akan menyarankan adanya modifikasi pada gaya hidup seperti olahraga. Ini dia cara olahraga bisa membantu menurunkan kolesterol, Lifemojo, Rabu (28/9/2011) yaitu:
1. Menurunkan trigliserida, olahraga di pagi hari dapat meningkatkan kadar postprandial plasma-triglyceride sepanjang hari. Hasil studi dari University of Colorado Health Sciences Center di Denver mengungkapkan olahraga membantu penurunan berat badan dan menurunkan kadar trigliserida berlebih.
2. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), latihan aerobik secara teratur (seperti berjalan, jogging atau sepeda) selama 20-30 menit bisa menajdi cara yang paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL.
Berikut ini adalah beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol, yaitu:
Peregangan (streching), peregangan adalah bagian yang sangat penting dari setiap program latihan. Peregangan pada lengan dan kaki bisa membantu mempersiapkan otot-otot, mencegah cedera dan ketegangan serta meningkatkan fleksibilitas.
Kardio atau latihan aerobik, jenis latihan ini bisa memperkuat jantung, paru-paru serta kapasitas tubuh untuk menggunakan oksigen. Lathan kardio secara teratur bisa membantu mengurangi denyut jantung dan tekanan darah yang berdampak pada penurunan kolesterol.
Latihan kekuatan (strength training), olahraga ini melibatkan kontraksi otot secara berulang dengan bantuan beban.
Yoga dan tai chi, dalam olahraga ini dilatih pernapasan dalam dan teknik peregangan yang membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mengurangi dan mencegah penyempitan arteri.
sumber: detikhealth
Kolesterol tinggi memiliki berbagai efek pada tubuh, salah satunya adalah kelelahan. Ketika plak terbentuk di dinding arteri, bisa menyebabkan kondisi seperti atherosclerosis, penyakit jantung koroner (PJK) dan penyakit mikrovaskuler koroner atau coronary microvascular disease (CMD) yang membuat badan terasa cepat capek.
Olahraga memiliki banyak manfaat bagi kardiovaskular secara langsung seperti menurunkan tekanan darah, memperbaiki kondisi diabetes, mengurangi risiko serangan jantung dan juga stroke.
Kadar kolesterol yang tinggi bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit. Karenanya dokter akan menyarankan adanya modifikasi pada gaya hidup seperti olahraga. Ini dia cara olahraga bisa membantu menurunkan kolesterol, Lifemojo, Rabu (28/9/2011) yaitu:
1. Menurunkan trigliserida, olahraga di pagi hari dapat meningkatkan kadar postprandial plasma-triglyceride sepanjang hari. Hasil studi dari University of Colorado Health Sciences Center di Denver mengungkapkan olahraga membantu penurunan berat badan dan menurunkan kadar trigliserida berlebih.
2. Meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), latihan aerobik secara teratur (seperti berjalan, jogging atau sepeda) selama 20-30 menit bisa menajdi cara yang paling efektif untuk meningkatkan kadar HDL.
Berikut ini adalah beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk membantu menurunkan kolesterol, yaitu:
Peregangan (streching), peregangan adalah bagian yang sangat penting dari setiap program latihan. Peregangan pada lengan dan kaki bisa membantu mempersiapkan otot-otot, mencegah cedera dan ketegangan serta meningkatkan fleksibilitas.
Kardio atau latihan aerobik, jenis latihan ini bisa memperkuat jantung, paru-paru serta kapasitas tubuh untuk menggunakan oksigen. Lathan kardio secara teratur bisa membantu mengurangi denyut jantung dan tekanan darah yang berdampak pada penurunan kolesterol.
Latihan kekuatan (strength training), olahraga ini melibatkan kontraksi otot secara berulang dengan bantuan beban.
Yoga dan tai chi, dalam olahraga ini dilatih pernapasan dalam dan teknik peregangan yang membantu meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh serta mengurangi dan mencegah penyempitan arteri.
sumber: detikhealth
20 Sep 2011
Ditemukan, Virus Pembasmi Sel Kanker
Virus stomatitis vesikuler
Penelitian untuk menemukan obat kanker terus dilakukan oleh para ahli dari berbagai penjuru dunia. Setitik harapan kini hadir bagi para pasien kanker menyusul ditemukannya sejenis virus unik oleh para ilmuwan di Eropa.
Dalam riset terbarunya, peneliti dari LIFE - Faculty of Life Sciences, the University of Copenhagen Denmark menemukan bahwa virus stomatitis vesikuler (VSV) memiliki potensi besar yang sebelumnya tidak banyak diketahui. Virus tersebut mempunyai dua kemampuan hebat yakni, membunuh sel kanker sekaligus menghentikan ekspresi molekul tertentu dari jenis sel kanker yang tersembunyi pada sistem kekebalan tubuh.
Menurut peneliti, beberapa jenis sel kanker diketahui dapat mengekspresikan begitu banyak molekul imunostimulan cair, sehingga menghalangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mereka, dan memungkinkan sel-sel tersebut berkembang ke arah kanker
Virus stomatitis vesikuler (VSV) adalah rhabdovirus. Virus ini berasal dari famili yang sama dengan virus rabies, dan menyebabkan penyakit yang mirip dengan penyakit kaki dan mulut pada sapi.
"Ekspresi berlebihan terlihat dalam jenis kanker seperti melanoma, kanker testis, kanker ovarium dan jenis penyakit leukemia tertentu yang secara signifikan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kesempatan pemulihan pasien," Soren Skov, associate professor immunologi dari LIFE.
Skov adalah pemimpin tim riset yang baru saja meluncurkan sebuah proyek di Uni Eropa utama untuk mempelajari potensi untuk meningkatkan pengobatan kanker dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dalam salah satu bagian risetnya yang juga dimuat dalam Journal Virology, tim peneliti menginfeksi sel kanker manusia dengan VSV.
"Kami mampu menunjukkan bahwa virus itu (VSV) dapat membunuh sel kanker. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa VSV sangat efektif dalam menghambat produksi molekul imunostimulan - yang berperan menghancurkan sistem kekebalan tubuh- sehingga dengan demikian akan memungkinkan seseorang untuk bertahan hidup," kata Skov .
Terobosan penting
Skov menilai temuan ini sebagai sebuah terobosan yang jelas dan lompatan besar menuju pengobatan kanker yang lebih baik, dimana sistem kekebalan tubuh akan dapat lebih efektif menghentikan perkembangan kanker. Skov berharap ke depannya temuan ini dapat menjadi alternatif untuk kemoterapi, dan disesuaikan dengan masing-masing penyakit pasien.
"Langkah berikutnya akan dilakukan uji klinis pada manusia. Pengujian tersebut sudah dilakukan di Amerika Serikat," kata Helle Jensen, peneliti yang telah melakukan proyek riset di LIFE bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Kopenhagen dan National Veterinary Institute at the Technical University of Denmark (DTU).
sumber: kompas
Penelitian untuk menemukan obat kanker terus dilakukan oleh para ahli dari berbagai penjuru dunia. Setitik harapan kini hadir bagi para pasien kanker menyusul ditemukannya sejenis virus unik oleh para ilmuwan di Eropa.
Dalam riset terbarunya, peneliti dari LIFE - Faculty of Life Sciences, the University of Copenhagen Denmark menemukan bahwa virus stomatitis vesikuler (VSV) memiliki potensi besar yang sebelumnya tidak banyak diketahui. Virus tersebut mempunyai dua kemampuan hebat yakni, membunuh sel kanker sekaligus menghentikan ekspresi molekul tertentu dari jenis sel kanker yang tersembunyi pada sistem kekebalan tubuh.
Menurut peneliti, beberapa jenis sel kanker diketahui dapat mengekspresikan begitu banyak molekul imunostimulan cair, sehingga menghalangi kemampuan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali mereka, dan memungkinkan sel-sel tersebut berkembang ke arah kanker
Virus stomatitis vesikuler (VSV) adalah rhabdovirus. Virus ini berasal dari famili yang sama dengan virus rabies, dan menyebabkan penyakit yang mirip dengan penyakit kaki dan mulut pada sapi.
"Ekspresi berlebihan terlihat dalam jenis kanker seperti melanoma, kanker testis, kanker ovarium dan jenis penyakit leukemia tertentu yang secara signifikan merusak sistem kekebalan tubuh, sehingga mengurangi kesempatan pemulihan pasien," Soren Skov, associate professor immunologi dari LIFE.
Skov adalah pemimpin tim riset yang baru saja meluncurkan sebuah proyek di Uni Eropa utama untuk mempelajari potensi untuk meningkatkan pengobatan kanker dengan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dalam salah satu bagian risetnya yang juga dimuat dalam Journal Virology, tim peneliti menginfeksi sel kanker manusia dengan VSV.
"Kami mampu menunjukkan bahwa virus itu (VSV) dapat membunuh sel kanker. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa VSV sangat efektif dalam menghambat produksi molekul imunostimulan - yang berperan menghancurkan sistem kekebalan tubuh- sehingga dengan demikian akan memungkinkan seseorang untuk bertahan hidup," kata Skov .
Terobosan penting
Skov menilai temuan ini sebagai sebuah terobosan yang jelas dan lompatan besar menuju pengobatan kanker yang lebih baik, dimana sistem kekebalan tubuh akan dapat lebih efektif menghentikan perkembangan kanker. Skov berharap ke depannya temuan ini dapat menjadi alternatif untuk kemoterapi, dan disesuaikan dengan masing-masing penyakit pasien.
"Langkah berikutnya akan dilakukan uji klinis pada manusia. Pengujian tersebut sudah dilakukan di Amerika Serikat," kata Helle Jensen, peneliti yang telah melakukan proyek riset di LIFE bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan di Universitas Kopenhagen dan National Veterinary Institute at the Technical University of Denmark (DTU).
sumber: kompas
9 Sep 2011
Buah Delima Menjauhkan Kanker dan Serangan Jantung
Dalam kebudayaan Jawa buah delima termasuk buah yang dipaling dicari dalam tradisi tujuh bulanan ibu hamil. Padahal, jika delima dikonsumsi setiap hari kita akan mendapatkan segudang manfaat kesehatan. Berbagai penelitian ilmiah telah membuktikannya.
Salah satu khasiat delima yang paling terkenal adalah melindungi jantung. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi jus delima sekitar 8 ons setiap hari selama 3 bulan akan membentu mengurangi kadar kolesterol jahat, meningkatkan sirkulasi darah ke jantung pada pasien jantung koroner, mengurangi penyempitan arteri yang menyuplai darah ke otak, serta menurunkan tekanan darah.
Delima ternyata juga memiliki kandungan antikanker. Buah berwarna merah dan manis ini diketahui akan membuat sel-sel kanker merusak dirinya atau disebut juga dengan proses apoptosis.
Penelitian di laboratorium menunjukkan jus delima yang tidak diberi pemanis akan memicu apoptosis pada sel kanker payudara, prostat dan kolon dengan cara mengaktifkan gen dan enzim yang mengatur apoptosis.
Khasiat delima tersebut disebabkan karena jus delima memiliki antioksidan tiga kali lebih tinggi dibanding teh hijau atau anggur merah. Seperti diketahui antioksidan akan melawan radikal bebas yang merusak DNA yang bisa memicu terjadinya kanker.
sumber: kompas
Salah satu khasiat delima yang paling terkenal adalah melindungi jantung. Sebuah penelitian menunjukkan konsumsi jus delima sekitar 8 ons setiap hari selama 3 bulan akan membentu mengurangi kadar kolesterol jahat, meningkatkan sirkulasi darah ke jantung pada pasien jantung koroner, mengurangi penyempitan arteri yang menyuplai darah ke otak, serta menurunkan tekanan darah.
Delima ternyata juga memiliki kandungan antikanker. Buah berwarna merah dan manis ini diketahui akan membuat sel-sel kanker merusak dirinya atau disebut juga dengan proses apoptosis.
Penelitian di laboratorium menunjukkan jus delima yang tidak diberi pemanis akan memicu apoptosis pada sel kanker payudara, prostat dan kolon dengan cara mengaktifkan gen dan enzim yang mengatur apoptosis.
Khasiat delima tersebut disebabkan karena jus delima memiliki antioksidan tiga kali lebih tinggi dibanding teh hijau atau anggur merah. Seperti diketahui antioksidan akan melawan radikal bebas yang merusak DNA yang bisa memicu terjadinya kanker.
sumber: kompas
26 Agu 2011
Gempur Kanker dengan Listrik Statis
Kanker hingga kini menjadi pembunuh nomor satu di dunia dan Indonesia. Berbagai upaya medis ditempuh untuk menaklukkannya, salah satunya dengan listrik statis berdaya rendah. Dalam uji coba, teknik ini bisa menyembuhkan tiga kasus kanker stadium lanjut.
Kanker atau tumor terbentuk akibat mutasi gen yang tak terkendali sehingga menjadi sel yang tidak diperlukan tubuh. Pertumbuhan kanker dapat berlangsung beberapa bulan hingga tahunan.
Selama ini, kanker sangat sulit dibasmi karena mekanisme kerja molekulernya yang rumit sehingga mampu menyebar atau bermetastatis ke bagian tubuh lain.
Berbeda dari sel normal, sel kanker dapat terus tumbuh atau bereplikasi. Sel kanker juga mampu menginvasi jaringan di sekitarnya dan membentuk anak sebar.
Karena sifatnya itu, beberapa obat antikanker dikembangkan, antara lain berdasarkan aktivitas molekuler dari sel kanker itu.
Selain itu, pada terapi banyak dilakukan pengangkatan jaringan kanker dikombinasi dengan kemoterapi. Namun, cara ini sering kali menimbulkan efek samping negatif, antara lain matinya sel normal pada tubuh dan meningkatnya keganasan sel itu.
Tahun lalu, pakar tomografi, Warsito Purwo Taruno, menemukan cara baru menaklukkan kanker, yaitu dengan medan listrik statis yang disebut electrical capacitance volume tomography (ECVT).
Di bidang medis, aplikasi teknologi tomografi yang dikenalkan tahun 1972 masih sebatas untuk pencitraan organ tiga dimensi. Namun, teknik ini mencapai pengembangan yang signifikan di tangan Warsito, doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang.
Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 1988, tomografi dapat dikembangkan dari yang semula dua dimensi statis menjadi dinamis. Lalu, dalam program postdoktoral di Ohio University selama lima tahun hingga 2003, Warsito berhasil menciptakan tomografi tiga dimensi yang statis dan dinamis.
Kembali ke Tanah Air, mulai tahun 2010, Warsito, yang kini staf ahli khusus Menristek, menerapkannya untuk terapi kanker. Menurut dia, ECVT dapat membunuh sel kanker melalui pancaran listrik statis yang terpancar secara terus-menerus. Gelombang listrik ini dapat mengganggu proses pembelahan sel kanker hingga menghancurkannya.
Hal ini telah dibuktikan melalui penelitiannya di laboratorium Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Percobaan pada sel kanker menunjukkan, ECVT dapat mematikan 30 persen sel kanker dalam waktu tiga hari.
Uji terbatas
Tahap selanjutnya, Warsito merancang prototipe untuk terapi kanker payudara. Alat terapi kanker payudara terdiri dari satu set pakaian menyerupai baju senam atau kutang dan satu panel kontrol elektronik yang terhubung ke elektroda.
Dalam pakaian berbahan khusus ini dipasang dua kutub elektroda yang ditempatkan di antara lokasi tumor atau kanker yang menjadi target. Elektroda tersebut dialiri listrik oleh panel kontrol elektronik berupa kotak kecil yang berisi baterai.
Dalam kondisi aktif, elektroda positif di satu sisi akan memancarkan gelombang listrik magnet yang kemudian ditangkap elektroda negatif di sisi lainnya. Pancaran gelombang listrik ini membentuk medan listrik di antara dua katoda. Karena berada di antara dua kutub elektroda itu, kanker akan terpengaruh oleh medan listrik itu.
Apa yang terjadi jika tumor dipengaruhi gelombang listrik statis itu? "Gelombang listrik ini akan memengaruhi pembelahan kromosom sel. Akibatnya, sel tumor itu tidak membelah, malah hancur," ujarnya.
Sejak Mei 2010
Terapi kanker dengan sistem listrik statis mulai dikembangkan pada Mei 2010. Alat ini telah diterapkan pada Juni 2010 untuk terapi kanker payudara stadiun empat yang telah bermetastasis atau menyebar ke kelenjar limpa.
Pasien bersangkutan bahkan telah divonis hanya dapat bertahan selama dua tahun. Untuk menangani kanker, pasien harus menjalani kemoterapi sembilan kali dalam setahun. Terapi ini sangat memberatkan karena sekali perawatan menelan biaya hingga Rp 28 juta. Namun, dengan terapi listrik statis ini, dalam waktu sebulan hasilnya telah negatif.
Alat ini juga telah menyembuhkan pasien kanker nesofarink stadium tiga setelah menjalani perawatan selama tiga bulan. Untuk itu, dirancang penutup kepala dan wajah. Pasien kanker rahim stadium 2-3 juga dapat disembuhkan. Untuk pasien ini dibuat pakaian berelektroda berupa celana dalam.
Dengan menggunakan pakaian yang dilengkapi elektroda pemancar gelombang listrik itu, terapi listrik statis bisa terfokus. Listriknya menggunakan arus tak langsung dan berdaya rendah, hanya 9 volt, dan dengan frekuensi antara 50 kilohertz dan 5 megahertz.
Teknik ini memiliki kelebihan lain, yaitu kecepatan pemindaiannya hanya memakan waktu seperseratus detik.
Terapi dengan alat ini berlangsung selama 24 jam nonstop selama sebulan hingga tiga bulan. Adapun untuk pencegahan, pemakaiannya delapan jam sehari.
Uji klinis
Keberhasilan Warsito dan timnya di Edwar Technology menyembuhkan tiga kasus kanker itu mendapat sambutan dari India, yang menawarkan kerja sama dalam melakukan uji klinis di Negeri Gajah itu.
Untuk uji coba itu disediakan 1.000 relawan. Langkah ini akan mengarah pada perolehan sertifikat dari Food and Drug Agency (FDA). "Jika sertifikat ini dapat diperoleh, akan terbuka aplikasi sistem terapi kanker ini di seluruh dunia," ujarnya. Jika berhasil, tahun depan India memesan 100.000 unit.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, menurut Warsito, harus dilakukan diagnosis kondisi tumor atau kanker, antara lain lokasi dan ukurannya. Dari hasil diagnosis itu baru didesain alat, posisi elektroda, dan komputasi optimal medan listrik yang akan dibangkitkan untuk mematikan kanker. Untuk itu, Warsito dan timnya tengah mengembangkan sistem diagnosis kanker dengan sistem yang sama berbasis tomografi.
sumber: kompas
Kanker atau tumor terbentuk akibat mutasi gen yang tak terkendali sehingga menjadi sel yang tidak diperlukan tubuh. Pertumbuhan kanker dapat berlangsung beberapa bulan hingga tahunan.
Selama ini, kanker sangat sulit dibasmi karena mekanisme kerja molekulernya yang rumit sehingga mampu menyebar atau bermetastatis ke bagian tubuh lain.
Berbeda dari sel normal, sel kanker dapat terus tumbuh atau bereplikasi. Sel kanker juga mampu menginvasi jaringan di sekitarnya dan membentuk anak sebar.
Karena sifatnya itu, beberapa obat antikanker dikembangkan, antara lain berdasarkan aktivitas molekuler dari sel kanker itu.
Selain itu, pada terapi banyak dilakukan pengangkatan jaringan kanker dikombinasi dengan kemoterapi. Namun, cara ini sering kali menimbulkan efek samping negatif, antara lain matinya sel normal pada tubuh dan meningkatnya keganasan sel itu.
Tahun lalu, pakar tomografi, Warsito Purwo Taruno, menemukan cara baru menaklukkan kanker, yaitu dengan medan listrik statis yang disebut electrical capacitance volume tomography (ECVT).
Di bidang medis, aplikasi teknologi tomografi yang dikenalkan tahun 1972 masih sebatas untuk pencitraan organ tiga dimensi. Namun, teknik ini mencapai pengembangan yang signifikan di tangan Warsito, doktor lulusan Universitas Shizuoka, Jepang.
Dalam kurun waktu 10 tahun sejak 1988, tomografi dapat dikembangkan dari yang semula dua dimensi statis menjadi dinamis. Lalu, dalam program postdoktoral di Ohio University selama lima tahun hingga 2003, Warsito berhasil menciptakan tomografi tiga dimensi yang statis dan dinamis.
Kembali ke Tanah Air, mulai tahun 2010, Warsito, yang kini staf ahli khusus Menristek, menerapkannya untuk terapi kanker. Menurut dia, ECVT dapat membunuh sel kanker melalui pancaran listrik statis yang terpancar secara terus-menerus. Gelombang listrik ini dapat mengganggu proses pembelahan sel kanker hingga menghancurkannya.
Hal ini telah dibuktikan melalui penelitiannya di laboratorium Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Percobaan pada sel kanker menunjukkan, ECVT dapat mematikan 30 persen sel kanker dalam waktu tiga hari.
Uji terbatas
Tahap selanjutnya, Warsito merancang prototipe untuk terapi kanker payudara. Alat terapi kanker payudara terdiri dari satu set pakaian menyerupai baju senam atau kutang dan satu panel kontrol elektronik yang terhubung ke elektroda.
Dalam pakaian berbahan khusus ini dipasang dua kutub elektroda yang ditempatkan di antara lokasi tumor atau kanker yang menjadi target. Elektroda tersebut dialiri listrik oleh panel kontrol elektronik berupa kotak kecil yang berisi baterai.
Dalam kondisi aktif, elektroda positif di satu sisi akan memancarkan gelombang listrik magnet yang kemudian ditangkap elektroda negatif di sisi lainnya. Pancaran gelombang listrik ini membentuk medan listrik di antara dua katoda. Karena berada di antara dua kutub elektroda itu, kanker akan terpengaruh oleh medan listrik itu.
Apa yang terjadi jika tumor dipengaruhi gelombang listrik statis itu? "Gelombang listrik ini akan memengaruhi pembelahan kromosom sel. Akibatnya, sel tumor itu tidak membelah, malah hancur," ujarnya.
Sejak Mei 2010
Terapi kanker dengan sistem listrik statis mulai dikembangkan pada Mei 2010. Alat ini telah diterapkan pada Juni 2010 untuk terapi kanker payudara stadiun empat yang telah bermetastasis atau menyebar ke kelenjar limpa.
Pasien bersangkutan bahkan telah divonis hanya dapat bertahan selama dua tahun. Untuk menangani kanker, pasien harus menjalani kemoterapi sembilan kali dalam setahun. Terapi ini sangat memberatkan karena sekali perawatan menelan biaya hingga Rp 28 juta. Namun, dengan terapi listrik statis ini, dalam waktu sebulan hasilnya telah negatif.
Alat ini juga telah menyembuhkan pasien kanker nesofarink stadium tiga setelah menjalani perawatan selama tiga bulan. Untuk itu, dirancang penutup kepala dan wajah. Pasien kanker rahim stadium 2-3 juga dapat disembuhkan. Untuk pasien ini dibuat pakaian berelektroda berupa celana dalam.
Dengan menggunakan pakaian yang dilengkapi elektroda pemancar gelombang listrik itu, terapi listrik statis bisa terfokus. Listriknya menggunakan arus tak langsung dan berdaya rendah, hanya 9 volt, dan dengan frekuensi antara 50 kilohertz dan 5 megahertz.
Teknik ini memiliki kelebihan lain, yaitu kecepatan pemindaiannya hanya memakan waktu seperseratus detik.
Terapi dengan alat ini berlangsung selama 24 jam nonstop selama sebulan hingga tiga bulan. Adapun untuk pencegahan, pemakaiannya delapan jam sehari.
Uji klinis
Keberhasilan Warsito dan timnya di Edwar Technology menyembuhkan tiga kasus kanker itu mendapat sambutan dari India, yang menawarkan kerja sama dalam melakukan uji klinis di Negeri Gajah itu.
Untuk uji coba itu disediakan 1.000 relawan. Langkah ini akan mengarah pada perolehan sertifikat dari Food and Drug Agency (FDA). "Jika sertifikat ini dapat diperoleh, akan terbuka aplikasi sistem terapi kanker ini di seluruh dunia," ujarnya. Jika berhasil, tahun depan India memesan 100.000 unit.
Untuk memperoleh hasil yang optimal, menurut Warsito, harus dilakukan diagnosis kondisi tumor atau kanker, antara lain lokasi dan ukurannya. Dari hasil diagnosis itu baru didesain alat, posisi elektroda, dan komputasi optimal medan listrik yang akan dibangkitkan untuk mematikan kanker. Untuk itu, Warsito dan timnya tengah mengembangkan sistem diagnosis kanker dengan sistem yang sama berbasis tomografi.
sumber: kompas
24 Agu 2011
Waspadai Tanda-tanda Kanker
Kanker memang momok bagi siapa pun. Penyakit ini kadang muncul kapan saja dan bisa menyerang siapa saja tanpa memberikan gejala atau tanda-tanda apa pun.
Di antara sekian banyak jenis kanker, memang ada yang tidak memberikan gejala di awal perkembangannya. Tanda-tanda bisanya baru tampak setelah kanker berkembang pesat. Padahal, dengan mewaspadai dan menemukan gejala kanker sejak dini, tentu pengobatan akan relatif menjadi lebih mudah.
Bila sudah terlambat, kanker dapat menyebar ke berbagai organ tubuh dan menyulitkan proses penyembuhan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenali beberapa gejala kanker berikut ini. Gejala kanker sangatlah beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap kondisi dan setiap pasien. Setidaknya ada 15 gejala kanker yang perlu Anda waspadai :
1. Perubahan pada payudara
Pada wanita khususnya, payudara adalah salah satu organ paling pribadi. Penting artinya memeriksa kondisi payudara secara berkala. Benjolan, penebalan dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan patut diwaspadai sebagai indikasi kanker. Rasa gatal, kulit mengelupas, atau ruam di payudara selama berminggu-minggu juga perlu diwaspadai. Perubahan lain pada kulit payudara seperti bengkak, kulit tertarik ke dalam atau mengkerut juga harus dicurigai sebagai gejala.
Bagi pria, kewaspadaan juga harus diterapkan karena kanker payudara bisa menyerang meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai, terutama jika keluar cairan dari puting.
2. Rasa nyeri yang tidak biasa
Seiring bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus dan tidak biasa bisa merupakan tanda kanker. Apalagi nyeri ini bukan disebabkan luka atau sakit yang pernah dirasa sebelumnya.
3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin.
4. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika Anda menyadari ada benjolan atau pembengkakan di ketiak maupun leher atau di mana saja, waspadalah! Apalagi jika benjolan itu membesar dari hari ke hari dan berlangsung lama bahkan hingga lebih dari satu bulan.
5. Demam
Selain menandai beragam penyakit seperti radang paru, tenggorokan dan infeksi, demam juga bisa menandai adanya kanker. The American Cancer Society menyatakan demam adalah salah satu gejala yang terjadi pada kanker darah stadium awal, khususnya leukaemia atau limfoma. Seringkali, demam muncul ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.
6. Berat badan turun dratis tiba-tiba
Penurunan berat badan yang tiba-tiba (lebih dari 10 persen berat badan) dan di luar dugaan tanpa upaya tersendiri dalam waktu singkat perlu diwaspadai. Biasanya penurunan bobot secara drastis ini berkaitan dengan kanker kolon atau kanker organ pencernaan lainnya.
7. Gangguan nyeri perut dan depresi
Setiap pria yang mengalami gangguan nyeri perut disertai depresi perlu diperiksa lebih lanjut, karena para ahli menemukan adanya hubungan antara depresi dengan kanker pankreas.
8. Lelah berlebihan
Seperti halnya demam, lelah berlebihan yang tidak membaik dengan istirahat juga bisa menjadi salah satu gejala kanker. Biasanya kondisi ini timbul setelah kanker berkembang meski bisa terjadi juga pada fase dini seperti pada leukemia atau kanker usus besar.
9. Batuk tak kunjung sembuh
Batuk selalu dikaitkan dengan flu dan alergi. Akan tetapi batuk terus menerus dalam periode lama, sekitar tiga atau empat minggu harus diperhatikan karena bisa merupakan gejala kanker atau pertanda adanya masalah lain seperti radang paru – paru kronis.
10. Sulit menelan
Jangan pernah menyepelekan kondisi ini. Kesulitan menelan makanan atau selalu merasa ada yang tersangkut di kerongkongan bisa saja menandai adanya kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker esofagus.
11. Perubahan pada kulit
Anda harus memperhatikan bukan hanya pada perubahan di tahi lalat, tetapi perhatikan juga pigmentasi kulit. Perdarahan di kulit atau kulit yang mengelupas hebat dalam waktu beberapa minggu dan tidak hilang bisa merupakan salah satu pertanda kanker kulit.
12. Terjadi perdarahan di tempat yang tidak seharusnya
Kapanpun Anda melihat adanya darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya seperti batuk atau muntah darah, perdarahan di feses dan urin, saatnya menemui dokter dan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin karena bisa saja kanker penyebabnya.
13. Perubahan di mulut
Jika Anda merokok atau mengunyah tembakau, waspadalah bila ada bercak putih di dalam mulut, atau titik putih yang tidak hilang di lidah, karena ini merupakan tanda leukoplakia (area tempat kanker berada sebelum muncul), yang bisa saja menjadi kanker mulut jika terus menerus iritasi.
14. Problem saat berkemih
Bertambahnya usia seorang pria, maka problem saat berkemih menjadi makin sering dialami. Bisa terjadi perasaan tidak lampias saat berkemih, ketidakmampuan menahan kencing, bahkan frekuensi kencing yang semakin sering. Tapi waspadalah jika keadaan ini tidak membaik dan bertambah parah, karena bisa merupakan pertanda kanker meski pembesaran prostat di usia lanjut juga bisa menyebabkannya.
15. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang terus menerus dan berulang-ulang bisa saja merupakan indikasi adanya kanker pada esofagus, tenggorokan atau perut. Khususnya pada wanita, rasa kembung yang tak biasa disertai perut membesar sehingga sering merasa kenyang dan tak bisa makan patut diwaspadai sebagai gejala kanker ovarium.
Berikan sedikit waktu Anda untuk mengamati dan menyayangi diri sendiri. Bukankah lebih baik jika problem kesehatan Anda teratasi sedini mungkin? Semoga petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada dalam mengenali gejala- gejala kanker sebelum terlambat.
sumber: kompas
Di antara sekian banyak jenis kanker, memang ada yang tidak memberikan gejala di awal perkembangannya. Tanda-tanda bisanya baru tampak setelah kanker berkembang pesat. Padahal, dengan mewaspadai dan menemukan gejala kanker sejak dini, tentu pengobatan akan relatif menjadi lebih mudah.
Bila sudah terlambat, kanker dapat menyebar ke berbagai organ tubuh dan menyulitkan proses penyembuhan. Oleh karena itu, ada baiknya kita mengenali beberapa gejala kanker berikut ini. Gejala kanker sangatlah beragam dan bisa berbeda-beda pada setiap kondisi dan setiap pasien. Setidaknya ada 15 gejala kanker yang perlu Anda waspadai :
1. Perubahan pada payudara
Pada wanita khususnya, payudara adalah salah satu organ paling pribadi. Penting artinya memeriksa kondisi payudara secara berkala. Benjolan, penebalan dan perubahan warna kulit menjadi kemerahan patut diwaspadai sebagai indikasi kanker. Rasa gatal, kulit mengelupas, atau ruam di payudara selama berminggu-minggu juga perlu diwaspadai. Perubahan lain pada kulit payudara seperti bengkak, kulit tertarik ke dalam atau mengkerut juga harus dicurigai sebagai gejala.
Bagi pria, kewaspadaan juga harus diterapkan karena kanker payudara bisa menyerang meski hal ini jarang terjadi. Setiap ada benjolan di payudara sebaiknya perlu diwaspadai, terutama jika keluar cairan dari puting.
2. Rasa nyeri yang tidak biasa
Seiring bertambah usia, makin sering Anda rasakan sakit dan nyeri. Rasa nyeri yang terus-menerus dan tidak biasa bisa merupakan tanda kanker. Apalagi nyeri ini bukan disebabkan luka atau sakit yang pernah dirasa sebelumnya.
3. Perubahan pada testis
Kanker testis/buah pelir sering muncul pada pria usia 20 – 39. Setiap perubahan ukuran pada testis, baik membesar maupun mengecil, harus tetap diwaspadai. Begitupula jika terjadi pembengkakan maupun perasaan berat di skrotum. Kadang kanker testis bisa berkembang sangat cepat, sehingga akan lebih baik jika Anda mengetahuinya sedini mungkin.
4. Perubahan pada kelenjar getah bening
Jika Anda menyadari ada benjolan atau pembengkakan di ketiak maupun leher atau di mana saja, waspadalah! Apalagi jika benjolan itu membesar dari hari ke hari dan berlangsung lama bahkan hingga lebih dari satu bulan.
5. Demam
Selain menandai beragam penyakit seperti radang paru, tenggorokan dan infeksi, demam juga bisa menandai adanya kanker. The American Cancer Society menyatakan demam adalah salah satu gejala yang terjadi pada kanker darah stadium awal, khususnya leukaemia atau limfoma. Seringkali, demam muncul ketika kanker sudah menyebar ke organ tubuh lainnya.
6. Berat badan turun dratis tiba-tiba
Penurunan berat badan yang tiba-tiba (lebih dari 10 persen berat badan) dan di luar dugaan tanpa upaya tersendiri dalam waktu singkat perlu diwaspadai. Biasanya penurunan bobot secara drastis ini berkaitan dengan kanker kolon atau kanker organ pencernaan lainnya.
7. Gangguan nyeri perut dan depresi
Setiap pria yang mengalami gangguan nyeri perut disertai depresi perlu diperiksa lebih lanjut, karena para ahli menemukan adanya hubungan antara depresi dengan kanker pankreas.
8. Lelah berlebihan
Seperti halnya demam, lelah berlebihan yang tidak membaik dengan istirahat juga bisa menjadi salah satu gejala kanker. Biasanya kondisi ini timbul setelah kanker berkembang meski bisa terjadi juga pada fase dini seperti pada leukemia atau kanker usus besar.
9. Batuk tak kunjung sembuh
Batuk selalu dikaitkan dengan flu dan alergi. Akan tetapi batuk terus menerus dalam periode lama, sekitar tiga atau empat minggu harus diperhatikan karena bisa merupakan gejala kanker atau pertanda adanya masalah lain seperti radang paru – paru kronis.
10. Sulit menelan
Jangan pernah menyepelekan kondisi ini. Kesulitan menelan makanan atau selalu merasa ada yang tersangkut di kerongkongan bisa saja menandai adanya kanker pada saluran pencernaan, seperti kanker esofagus.
11. Perubahan pada kulit
Anda harus memperhatikan bukan hanya pada perubahan di tahi lalat, tetapi perhatikan juga pigmentasi kulit. Perdarahan di kulit atau kulit yang mengelupas hebat dalam waktu beberapa minggu dan tidak hilang bisa merupakan salah satu pertanda kanker kulit.
12. Terjadi perdarahan di tempat yang tidak seharusnya
Kapanpun Anda melihat adanya darah dari bagian tubuh yang tidak seharusnya seperti batuk atau muntah darah, perdarahan di feses dan urin, saatnya menemui dokter dan mengetahui penyebabnya sesegera mungkin karena bisa saja kanker penyebabnya.
13. Perubahan di mulut
Jika Anda merokok atau mengunyah tembakau, waspadalah bila ada bercak putih di dalam mulut, atau titik putih yang tidak hilang di lidah, karena ini merupakan tanda leukoplakia (area tempat kanker berada sebelum muncul), yang bisa saja menjadi kanker mulut jika terus menerus iritasi.
14. Problem saat berkemih
Bertambahnya usia seorang pria, maka problem saat berkemih menjadi makin sering dialami. Bisa terjadi perasaan tidak lampias saat berkemih, ketidakmampuan menahan kencing, bahkan frekuensi kencing yang semakin sering. Tapi waspadalah jika keadaan ini tidak membaik dan bertambah parah, karena bisa merupakan pertanda kanker meski pembesaran prostat di usia lanjut juga bisa menyebabkannya.
15. Gangguan pencernaan
Gangguan pencernaan yang terus menerus dan berulang-ulang bisa saja merupakan indikasi adanya kanker pada esofagus, tenggorokan atau perut. Khususnya pada wanita, rasa kembung yang tak biasa disertai perut membesar sehingga sering merasa kenyang dan tak bisa makan patut diwaspadai sebagai gejala kanker ovarium.
Berikan sedikit waktu Anda untuk mengamati dan menyayangi diri sendiri. Bukankah lebih baik jika problem kesehatan Anda teratasi sedini mungkin? Semoga petunjuk ini bisa membuat Anda lebih waspada dalam mengenali gejala- gejala kanker sebelum terlambat.
sumber: kompas
2 Agu 2011
Minim Gerak Sebabkan Kematian
foto: Chris Staniforth
Kebiasaan tak banyak bergerak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pembekuan darah, yang kemudian berujung kematian. Kejadian ini bisa dialami antara lain oleh orang yang terlalu lama duduk di depan komputer tanpa melakukan kegiatan lain.
Kasus kematian di depan komputer yang paling banyak terjadi adalah ketika seseorang bermain game dalam jangka waktu lama secara tanpa henti, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Chris Stanifort. Remaja berusia 20 tahun tersebut diketahui meninggal setelah duduk di depan komputer selama 12 jam tanpa henti. Hasil otopsi menyebutkan Stanifort meninggal akibat pembekuan darah--dalam bahasa medis disebut "deep vein thrombosis (DVT)".
DVT adalah kondisi munculnya gumpalan darah di pembuluh, biasanya terjadi di urat nadi di kaki, tulang panggul, atau lengan. Penderita biasanya merasa kesakitan, bengkak, tubuhnya memerah dan panas. Kondisi akan makin serius jika gumpalan darah mengganggu aliran darah dan menyebabkan pemblokiran di paru-paru atau disebut "pulmonary embolism".
Stanifort bukan satu-satunya korban DVT akibat kebiasaan bermain game. Sebelumnya kematian di depan komputer pernah ditemui di warung-warung internet di China, tempat banyak remaja yang menghabiskan waktu sampai berhari-hari hanya untuk bermain. Pemerintah China bahkan sampai membuat pusat-pusat rehabilitasi kecanduan game sebagai upaya mengatasi situasi yang terjadi.
DVT menyerang nyaris tanpa tanda-tanda. Untuk menghindarinya, pengguna komputer sebaiknya menyelingi kegiatannya dengan melakukan gerakan fisik ringan seperti menggerakkan kaki, tangan, atau berjalan kaki sewaktu-waktu.
sumber: national geographic indonesia
Kebiasaan tak banyak bergerak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan pembekuan darah, yang kemudian berujung kematian. Kejadian ini bisa dialami antara lain oleh orang yang terlalu lama duduk di depan komputer tanpa melakukan kegiatan lain.
Kasus kematian di depan komputer yang paling banyak terjadi adalah ketika seseorang bermain game dalam jangka waktu lama secara tanpa henti, seperti yang baru-baru ini terjadi pada Chris Stanifort. Remaja berusia 20 tahun tersebut diketahui meninggal setelah duduk di depan komputer selama 12 jam tanpa henti. Hasil otopsi menyebutkan Stanifort meninggal akibat pembekuan darah--dalam bahasa medis disebut "deep vein thrombosis (DVT)".
DVT adalah kondisi munculnya gumpalan darah di pembuluh, biasanya terjadi di urat nadi di kaki, tulang panggul, atau lengan. Penderita biasanya merasa kesakitan, bengkak, tubuhnya memerah dan panas. Kondisi akan makin serius jika gumpalan darah mengganggu aliran darah dan menyebabkan pemblokiran di paru-paru atau disebut "pulmonary embolism".
Stanifort bukan satu-satunya korban DVT akibat kebiasaan bermain game. Sebelumnya kematian di depan komputer pernah ditemui di warung-warung internet di China, tempat banyak remaja yang menghabiskan waktu sampai berhari-hari hanya untuk bermain. Pemerintah China bahkan sampai membuat pusat-pusat rehabilitasi kecanduan game sebagai upaya mengatasi situasi yang terjadi.
DVT menyerang nyaris tanpa tanda-tanda. Untuk menghindarinya, pengguna komputer sebaiknya menyelingi kegiatannya dengan melakukan gerakan fisik ringan seperti menggerakkan kaki, tangan, atau berjalan kaki sewaktu-waktu.
sumber: national geographic indonesia
27 Jul 2011
Gagal Ginjal Sering Kali Tanpa Gejala
Seorang wanita yang sedang berbaring di tempat tidur sebuah rumah sakit tampak setengah tak percaya saat mendengar ucapan dokter yang merawatnya. Dokter mengatakan, ginjalnya sudah rusak, tidak bisa lagi berfungsi dan ia disarankan untuk segera menjalani proses cuci darah sebagai pengganti ginjal.
Seumur hidupnya, belum pernah wanita ini berpikir akan menjalani proses cuci darah. Namun, kenapa ia bisa mengalami hal ini? Padahal, ia selama ini tidak pernah mengalami gejala atau keluhan sakit apa pun?
Ilustrasi kasus di atas sering kali ditemukan di masyarakat. Bisakah seseorang tiba-tiba divonis mengalami gagal ginjal kronik tanpa sebelumnya menunjukkan gejala? Jawabannya adalah ya.
Menurut dr Candra Wibowo, SpPD, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta, masyarakat memang perlu mewaspadai penyakit ginjal kronik (PGK) karena penyakit yang satu ini tidak memberikan gejala peringatan dini.
Sering kali fungsi ginjal pasien diketahui sudah jauh memburuk sehingga harus digantikan segera dengan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti hemodialisis atau dikenal juga dengan sebutan cuci darah, peritoneal dialisis. Jika memungkinkan, dilakukan cangkok ginjal untuk menggantikan ginjal yang rusak.
Di Indonesia, banyak pasien datang berobat ke dokter dengan kondisi PGK pada stadium lanjut karena tak mengalami keluhan selama bertahun-tahun. Candra menjelaskan, pasien kerap datang dalam stadium lanjut tanpa gejala sebelumnya. Padahal, penurunan fungsi ginjal sebenarnya terjadi secara bertahap dalam waktu lama sehingga tubuh sudah mengadaptasinya tanpa keluhan yang berarti.
Namun, ketika PGK mencapai stadium lanjut, tubuh tidak dapat lagi mengeluarkan zat-zat yang harusnya keluar dari tubuh. Sebagai akibatnya, zat yang harusnya keluar tersebut menjadi racun bagi tubuh kita.
Semakin lama tumpukan racun dan sisa metabolisme sel dapat memberikan gejala mual, muntah, selera makan turun, bengkak, batuk, dan sesak, kulit kering dan gatal, bahkan napas bau urine. Akibat yang fatal bisa terjadi, seperti irama jantung menjadi tidak teratur, gagal jantung, dan penurunan kesadaran yang disebut koma uremikum, sampai meninggal mendadak. Jika sudah mengalami gejala seperti di atas, mau tidak mau dibutuhkan terapi pengganti ginjal secepatnya sehingga biasanya pasien akan disarankan untuk dicuci darahnya secepatnya oleh dokter.
Bagaimana kita dapat mengenal gejala dan tanda-tanda dini PGK? Pasien harus melakukan deteksi dini dengan cara penapisan (screening), terutama pada orang yang mempunyai faktor risiko PGK. Mereka adalah pengidap diabetes melitus atau kencing manis, darah tinggi, obesitas, kolesterol, asam urat, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih berulang.
Pasien dengan riwayat pernah mengalami gangguan fungsi ginjal, atau memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dengan penyakit ginjal hendaknya juga melakukan deteksi dini. Kita yang berusia lebih 40 tahun tanpa gejala sebaiknya juga melakukan penapisan umum (general medical check-up) untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan secara keseluruhan.
Hal ini penting karena penyebab sebagian besar (60-70 persen) PGK adalah sekunder, yang artinya penyakit awalnya bukan berasal dari ginjal itu sendiri, tetapi berasal dari penyakit sistem organ lain seperti diabetes, hipertensi, hiperurisemia, kolesterol, obesitas, penyakit jantung dan hati, serta otoimun.
Dengan mengendalikan faktor risiko, kita dapat mencegah PGK atau memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut sehingga tidak masuk ke stadium akhir yang memerlukan TPG.
"Mengendalikan faktor risiko tersebut tidak harus selalu dengan obat, tapi yang paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah perubahan gaya hidup dan hal ini merupakan pilar utama dalam pencegahan PGK. Gaya hidup sehat yang melekat dalam aktivitas sehari-hari amat membantu dalam membentuk kesehatan jasmani dan rohani kita," papar Candra.
Menurunkan berat badan adalah PR yang sulit bagi mereka yang sudah dalam kondisi obesitas. Diet dan olahraga hendaknya dipahami benar sehingga target berat badan ideal dapat dicapai. Makanan tidak sehat yang sering kali dikonsumsi saat waktu luang dapat diganti dengan buah-buahan sebagai cemilan sehat.
Lebih lanjut, Candra menyarankan untuk mengurangi menu berlemak, makanan manis, dan junk food. Makanan cepat saji harus dihindari karena merupakan makanan tak sehat. Olahraga juga sebaiknya dilakukan minimal empat kali seminggu dan selama 30 menit tiap sesi.
Diet dan olahraga yang baik terbukti dapat mencegah PGK dan menurunkan progresivisitas dari PGK. Dengan gaya hidup yang sehat tersebut, kita dapat mengendalikan penyakit-penyakit dasar yang menjadi faktor risiko PGK.
sumber: kompas
Seumur hidupnya, belum pernah wanita ini berpikir akan menjalani proses cuci darah. Namun, kenapa ia bisa mengalami hal ini? Padahal, ia selama ini tidak pernah mengalami gejala atau keluhan sakit apa pun?
Ilustrasi kasus di atas sering kali ditemukan di masyarakat. Bisakah seseorang tiba-tiba divonis mengalami gagal ginjal kronik tanpa sebelumnya menunjukkan gejala? Jawabannya adalah ya.
Menurut dr Candra Wibowo, SpPD, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Mitra, Kemayoran, Jakarta, masyarakat memang perlu mewaspadai penyakit ginjal kronik (PGK) karena penyakit yang satu ini tidak memberikan gejala peringatan dini.
Sering kali fungsi ginjal pasien diketahui sudah jauh memburuk sehingga harus digantikan segera dengan terapi pengganti ginjal (TPG) seperti hemodialisis atau dikenal juga dengan sebutan cuci darah, peritoneal dialisis. Jika memungkinkan, dilakukan cangkok ginjal untuk menggantikan ginjal yang rusak.
Di Indonesia, banyak pasien datang berobat ke dokter dengan kondisi PGK pada stadium lanjut karena tak mengalami keluhan selama bertahun-tahun. Candra menjelaskan, pasien kerap datang dalam stadium lanjut tanpa gejala sebelumnya. Padahal, penurunan fungsi ginjal sebenarnya terjadi secara bertahap dalam waktu lama sehingga tubuh sudah mengadaptasinya tanpa keluhan yang berarti.
Namun, ketika PGK mencapai stadium lanjut, tubuh tidak dapat lagi mengeluarkan zat-zat yang harusnya keluar dari tubuh. Sebagai akibatnya, zat yang harusnya keluar tersebut menjadi racun bagi tubuh kita.
Semakin lama tumpukan racun dan sisa metabolisme sel dapat memberikan gejala mual, muntah, selera makan turun, bengkak, batuk, dan sesak, kulit kering dan gatal, bahkan napas bau urine. Akibat yang fatal bisa terjadi, seperti irama jantung menjadi tidak teratur, gagal jantung, dan penurunan kesadaran yang disebut koma uremikum, sampai meninggal mendadak. Jika sudah mengalami gejala seperti di atas, mau tidak mau dibutuhkan terapi pengganti ginjal secepatnya sehingga biasanya pasien akan disarankan untuk dicuci darahnya secepatnya oleh dokter.
Bagaimana kita dapat mengenal gejala dan tanda-tanda dini PGK? Pasien harus melakukan deteksi dini dengan cara penapisan (screening), terutama pada orang yang mempunyai faktor risiko PGK. Mereka adalah pengidap diabetes melitus atau kencing manis, darah tinggi, obesitas, kolesterol, asam urat, batu saluran kemih, dan infeksi saluran kemih berulang.
Pasien dengan riwayat pernah mengalami gangguan fungsi ginjal, atau memiliki riwayat penyakit dalam keluarga dengan penyakit ginjal hendaknya juga melakukan deteksi dini. Kita yang berusia lebih 40 tahun tanpa gejala sebaiknya juga melakukan penapisan umum (general medical check-up) untuk mendapatkan informasi tentang kesehatan secara keseluruhan.
Hal ini penting karena penyebab sebagian besar (60-70 persen) PGK adalah sekunder, yang artinya penyakit awalnya bukan berasal dari ginjal itu sendiri, tetapi berasal dari penyakit sistem organ lain seperti diabetes, hipertensi, hiperurisemia, kolesterol, obesitas, penyakit jantung dan hati, serta otoimun.
Dengan mengendalikan faktor risiko, kita dapat mencegah PGK atau memperlambat kerusakan ginjal lebih lanjut sehingga tidak masuk ke stadium akhir yang memerlukan TPG.
"Mengendalikan faktor risiko tersebut tidak harus selalu dengan obat, tapi yang paling mudah yang dapat Anda lakukan adalah perubahan gaya hidup dan hal ini merupakan pilar utama dalam pencegahan PGK. Gaya hidup sehat yang melekat dalam aktivitas sehari-hari amat membantu dalam membentuk kesehatan jasmani dan rohani kita," papar Candra.
Menurunkan berat badan adalah PR yang sulit bagi mereka yang sudah dalam kondisi obesitas. Diet dan olahraga hendaknya dipahami benar sehingga target berat badan ideal dapat dicapai. Makanan tidak sehat yang sering kali dikonsumsi saat waktu luang dapat diganti dengan buah-buahan sebagai cemilan sehat.
Lebih lanjut, Candra menyarankan untuk mengurangi menu berlemak, makanan manis, dan junk food. Makanan cepat saji harus dihindari karena merupakan makanan tak sehat. Olahraga juga sebaiknya dilakukan minimal empat kali seminggu dan selama 30 menit tiap sesi.
Diet dan olahraga yang baik terbukti dapat mencegah PGK dan menurunkan progresivisitas dari PGK. Dengan gaya hidup yang sehat tersebut, kita dapat mengendalikan penyakit-penyakit dasar yang menjadi faktor risiko PGK.
sumber: kompas
20 Jul 2011
Bakteri Jahat di Dalam Oral B
Produsen Protector and Gamble menarik obat kumur 'Oral-B Tooth and Gum Care Mouth Rinse' serta 'Oral-B Tooth and Gum Care Alcohol-Free Mouth Rinse' dari pasar Indonesia setelah terdeteksi adanya kandungan bakteri Burkholderia anthina.
Selain di Indonesia, produk ini juga ditarik peredarannya di beberapa negara, termasuk Kanada, Meksiko, Chili, Kolombia, Cina, Malaysia dan Filipina. Obat kumur bermasalah ini diproduksi di Kolombia.
Apakah bahaya bakteri Burkholderia anthina terhadap kesehatan?
Dalam rilisnya, Otoritas Kesehatan Singapura menyebutkan, orang sehat yang menggunakan obat kumur Oral B tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi, bagi yang mengalami masalah kesehatan atau imunitas rendah, seperti penyakit paru-paru kronis, lebih rentan terhadap infeksi bakteri ini. Disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter.
Burkholderia anthina adalah anggota Burkholderia cepacia complex (B. cepacia complex). Bakteri ini termasuk kelompok bakteri gram negatif dan berada di berbagai lingkungan berbeda.
Bakteri dapat ditemukan di dalam air, tanah dan lingkungan lembab lainnya. sama seperti Proteobacteria lain, seperti Escherichia, Salmonella, Vibrio, Helicobacter, Burkholderia anthina adalah patogen yang bertanggung jawab untuk fiksasi nitrogen.
Sebuah penelitian menyebut, Burkholderia cepacia menyebabkan fibrosis dan menjadi ancaman di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat. Sebab, B. cepacia secara inheren tahan terhadap antibiotik ganda, baik antibiotik alami maupun buatan.
Riset yang dilakukan Holmes, Govan dan Goldstein mengungkap, strain B. cepacia muncul secara acak, sehingga penggunaan herbisida pada lahan pertanian harus dilakukan secara hati-hati.
sumber: vivanews
Selain di Indonesia, produk ini juga ditarik peredarannya di beberapa negara, termasuk Kanada, Meksiko, Chili, Kolombia, Cina, Malaysia dan Filipina. Obat kumur bermasalah ini diproduksi di Kolombia.
Apakah bahaya bakteri Burkholderia anthina terhadap kesehatan?
Dalam rilisnya, Otoritas Kesehatan Singapura menyebutkan, orang sehat yang menggunakan obat kumur Oral B tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi, bagi yang mengalami masalah kesehatan atau imunitas rendah, seperti penyakit paru-paru kronis, lebih rentan terhadap infeksi bakteri ini. Disarankan agar segera memeriksakan diri ke dokter.
Burkholderia anthina adalah anggota Burkholderia cepacia complex (B. cepacia complex). Bakteri ini termasuk kelompok bakteri gram negatif dan berada di berbagai lingkungan berbeda.
Bakteri dapat ditemukan di dalam air, tanah dan lingkungan lembab lainnya. sama seperti Proteobacteria lain, seperti Escherichia, Salmonella, Vibrio, Helicobacter, Burkholderia anthina adalah patogen yang bertanggung jawab untuk fiksasi nitrogen.
Sebuah penelitian menyebut, Burkholderia cepacia menyebabkan fibrosis dan menjadi ancaman di berbagai rumah sakit di Amerika Serikat. Sebab, B. cepacia secara inheren tahan terhadap antibiotik ganda, baik antibiotik alami maupun buatan.
Riset yang dilakukan Holmes, Govan dan Goldstein mengungkap, strain B. cepacia muncul secara acak, sehingga penggunaan herbisida pada lahan pertanian harus dilakukan secara hati-hati.
sumber: vivanews
15 Jun 2011
Sirup Buah Kersen, Penyembuh Asam Urat
SIAPA tidak kenal kersen (muntingia calabura L) atau talok yang buahnya kecil dan manis. Di beberapa daerah seperti di Jakarta, buah itu juga dinamai ceri. Nama-nama lainnya di beberapa negara adalah datiles (Philipina) dan kerukup siam (Malaysia). Juga dikenal sebagai Singapore cherry (Inggris) dan Japanse kers (Belanda) di mana dari sinilah istilah kersen berasal.
Buah kersen di daerah Srilangka sering diawetkan dan dibuat selai jam fruit. Buah itu sangat digemari di Mexico dan umumnya dijual pada pasar-pasar tradisional dalam jumlah yang banyak. Di Asia Tenggara, kersen merupakan salah satu jenis pohon pinggir jalan yang umum sekali dijumpai, terutama di wilayah-wilayah yang kering. Kersen tumbuh sendiri di pekarangan dan sepanjang halaman muka rumah, di tempat yang tak ada pohon lain dapat tumbuh.
Karena masih kurangnya pemanfaatan buah kersen, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Fakultas MIPA UNY yaitu Nugrahini Dwi dan Maya Istikhomah, meneliti buah kersen untuk mengetahui kandungan gizinya dan berhasil membuat produk olahan kersen berupa sirup sebagai salah satu upaya meningkatkan nilai guna dari buah kersen.
Menurut Nugrahini, ditinjau dari segi kandungan gizinya buah kersen tidak kalah dengan buah yang lain misalnya mangga. Kandungan vitamin C buah mangga 30 mg, sedangkan pada buah kersen 80,5 mg, selain itu kandungan kalsium pada buah kersen 124,6 mg, jauh lebih banyak dari buah mangga yang hanya 15 mg.
"Di Indonesia secara tradisional buah kersen digunakan untuk mengobati asam urat dengan cara mengkonsumsi buah kersen sebayak 9 butir 3 kali sehari dan terbukti dapat mengurangi rasa nyeri yang ditimbulkan dari penyakit asam urat," ungkapnya seraya menambahkan, rebusan daun kersen juga memiliki khasiat anti radang dan menurunkan panas bahkan kandungan dan rebusan daun kersen ternyata dapat berkhasiat sebagai pembunuh mikroba berbahaya dan dapat digunakan sebagai anti septik.
Cara Membuat
Maya, menerangkan cara membuat sirup kersen. Bahan-bahannya meliputi buah kersen masak, air, gula putih, kayu manis, garam, vanilla, pewarna makanan dan alat yang digunakan adalah ember, panci, penumbuk (cobek), saringan dan botol untuk mengemas.
Buah Kersen dipilih yang sudah matang (berwarna merah) lalu dicuci hingga bersih. Daging buah kersen dipisahkan dari kulitnya dengan cara di tumbuk lalu direbus dengan perbandingan 1 bagian air dengan 3 bagian kersen. (1:3).
Kersen lalu dicampur dengan gula dengan perbandingan 1:2 beserta vanilla, garam, dan kayu manis secukupnya sampai mendidih dan harus terus diaduk. Setelah mendidih sirup kersen disaring untuk menghilangkan ampas dan diberi pewarna agar lebih menarik dan dikemas dalam botol.
"Produk olahan dari kersen ini tidak menggunakan bahan kimia apapun semuanya alami. Oleh karena itu, produk olahan ini lebih sehat daripada produk yang ada di pasaran pada umumnya,'' katanya.
Dikemukakan, kebanyakan produk di masyarakat seperti halnya sirup yang telah ada, pada umumnya hanya memberikan rasa dan kesegaran saja saat meminumnya, dan tidak mempunyai kelebihan atau manfaat bagi kesehatan khususnya.
Oleh karena itu produk olahan kersen itu nantinya dapat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kesehatan tubuh karena terkait dengan khasiat yang dimiliki oleh kersen yaitu dapat mengobati asam urat.
sumber: suara merdeka cybernews
14 Jun 2011
Obat Ini Bikin Jantung Rusak Sembuh Sendiri
Kerusakan otot jantung yang diakibatkan oleh serangan jantung selama ini dianggap sebagai sesuatu yang akan terjadi secara permanen. Namun, para ilmuwan berhasil menciptakan obat yang mampu membuat jantung memperbaiki sendiri kerusakannya.
Obat yang ditunggu-tunggu tersebut baru diuji pada tikus di laboratorium dan berhasil. Obat yang disebut thymosin beta 4 ini oleh British Heart Foundation dianggap sebagai keajaiban dalam riset penyakit jantung. Kendati begitu, masih diperlukan beberapa tahun lagi sebelum obat tersebut bisa dipakai manusia.
Tim ilmuwan dari University College London, Inggris, melakukan riset pada kelompok sel yang mampu mengubah diri menjadi tipe jaringan jantung pada embrio. Namun, pada orang dewasa, sel epicardium-derived progenitor ini menjadi tidak aktif atau tidur. Para ilmuwan lalu menggunakan zat kimia thymosin beta 4 untuk membangunkan sel-sel ini.
"Sel epicardial yang membentengi otot jantung bisa diaktifkan dan membentuk otot jantung yang baru. Kami melihat perbaikan dan kemampuan jantung untuk memompa darah naik 25 persen," kata Profesor Paul Riley dari University College London.
Seperti diketahui, serangan jantung akan membuat jaringan otot kekurangan oksigen dan rusak atau mati. Bila aliran darah dapat dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dibatasi.
"Makin banyak darah yang dipompa, jaringan parut di jantung bisa dikurangi dan dinding jantung menjadi tebal," paparnya.
Apabila obat ini kelak juga efektif pada manusia, maka jutaan nyawa pasien serangan jantung bisa diselamatkan. Obat ini masih terus diteliti dan diperkirakan 10 tahun lagi baru bisa dicoba pada manusia.
sumber: kompas
Obat yang ditunggu-tunggu tersebut baru diuji pada tikus di laboratorium dan berhasil. Obat yang disebut thymosin beta 4 ini oleh British Heart Foundation dianggap sebagai keajaiban dalam riset penyakit jantung. Kendati begitu, masih diperlukan beberapa tahun lagi sebelum obat tersebut bisa dipakai manusia.
Tim ilmuwan dari University College London, Inggris, melakukan riset pada kelompok sel yang mampu mengubah diri menjadi tipe jaringan jantung pada embrio. Namun, pada orang dewasa, sel epicardium-derived progenitor ini menjadi tidak aktif atau tidur. Para ilmuwan lalu menggunakan zat kimia thymosin beta 4 untuk membangunkan sel-sel ini.
"Sel epicardial yang membentengi otot jantung bisa diaktifkan dan membentuk otot jantung yang baru. Kami melihat perbaikan dan kemampuan jantung untuk memompa darah naik 25 persen," kata Profesor Paul Riley dari University College London.
Seperti diketahui, serangan jantung akan membuat jaringan otot kekurangan oksigen dan rusak atau mati. Bila aliran darah dapat dipulihkan, maka kerusakan jantung dapat dibatasi.
"Makin banyak darah yang dipompa, jaringan parut di jantung bisa dikurangi dan dinding jantung menjadi tebal," paparnya.
Apabila obat ini kelak juga efektif pada manusia, maka jutaan nyawa pasien serangan jantung bisa diselamatkan. Obat ini masih terus diteliti dan diperkirakan 10 tahun lagi baru bisa dicoba pada manusia.
sumber: kompas
E Coli Enterohemoragik: Bakteri Penyebab Diare Mematikan
Bagi kebanyakan akademisi dan praktisi di bidang pangan, Escherichia coli bukan merupakan bakteri yang dianggap serius dalam konteks keamanan pangan.
Namun, dalam beberapa minggu ini di Jerman, Escherichia coli (E coli) diberitakan menyebabkan penyakit pada lebih dari 3.000 orang di 14 negara dan mengakibatkan tak kurang dari 33 orang meninggal dunia.
Pada awalnya mentimun asal Spanyol diduga sebagai pembawa bakteri ini. Namun, hasil investigasi Pemerintah Jerman akhirnya mengindentifikasi kecambah (taoge) yang diproduksi suatu perusahaan pertanian organik yang menjadi pembawa bakteri.
E coli adalah bakteri yang hidup dalam usus manusia. Karena itu, bakteri ini digunakan sebagai indikator sanitasi produk pangan. Artinya, keberadaan E coli bisa digunakan untuk mengindikasikan adanya kontak dengan kotoran manusia sehingga digunakan sebagai perkiraan untuk menentukan apakah uji patogen harus dilakukan.
Konsep indikator sanitasi yang berkembang pada akhir abad ke-19 itu perlahan tergeser dengan meningkatnya kemudahan menguji patogen sehingga selain bakteri indikator sanitasi, patogen yang secara historis terkait dengan suatu jenis pangan umumnya juga diuji dan dimasukkan ke dalam standar.
Di samping itu, perkembangan teknologi, perubahan yang terjadi pada mikroorganisme, kebiasaan makan manusia, serta perubahan iklim telah memunculkan galur-galur baru sehingga E coli yang bersifat patogen ditemukan.
Di samping E coli yang bersifat nonpatogen, ada beberapa kelompok E coli yang belakangan diketahui dapat menyebabkan penyakit. E coli enteropatogenik (EPEC), E coli enteroinvasif (EIEC), dan E coli enterotoksigenik (ETEC) adalah tiga kelompok E coli yang dikaitkan dengan penyakit diare pada bayi, serupa disentri serta diare pada wisatawan. Pada umumnya air merupakan pembawa E coli kelompok ini. Secara spesifik makanan jarang dikaitkan. Keberadaan E coli dalam pangan kemungkinan disebabkan sanitasi yang rendah.
Pernah wabah di AS
Pada tahun 1982, terjadi wabah penyakit akibat pangan (foodborne diseases) di dua negara bagian Amerika Serikat, yakni Michigan dan Oregon. Wabah ini sangat menarik perhatian karena terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, menimbulkan banyak korban, melibatkan restoran waralaba besar yang sama, dan pangan yang diimplikasikan sebagai makanan populer di negara tersebut, yakni hamburger.
Hasil investigasi menyebutkan, ditemukan galur E coli baru yang sebelumnya pernah ditemukan sekali pada tahun 1975 dari pasien diare berdarah. Bakteri ini adalah E coli O157:H7 yang kemudian dikelompokkan dalam golongan baru, yakni E coli enterohemoragik (EHEC).
Sejak kejadian itu, berbagai keracunan karena EHEC telah dilaporkan (lihat tabel). Ternyata penyebabnya tidak hanya E coli O157:H7, tetapi ditemukan juga EHEC lain, seperti E coli O157:H-, O111:H-, O26:H11, O4:H-, O11:H-, O45:H2, O103:H2, O104:H2, O111:H8, dan O145:H-.
Kasus yang sedang terjadi di Jerman dan sejumlah negara Eropa lain saat ini dilaporkan disebabkan oleh galur terbaru EHEC, yakni E coli O104:H4.
Kajian ilmiah mengenai bakteri ini menyimpulkan bahwa EHEC memiliki kemampuan menghasilkan setidaknya dua jenis toksin shiga yang juga dihasilkan oleh bakteri Shigella dysenteriae. EHEC ditengarai mendapatkan gen penyandi toksin ini melalui virus.
Dengan kemampuan menghasilkan toksin shiga, tidak seperti E coli lain, kelompok EHEC mampu menimbulkan gejala penyakit yang lebih parah. Setelah bakteri menginfeksi, di dalam tubuh penderita, toksin yang dihasilkan menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal dan otak.
Gejala penyakit yang ditimbulkan bakteri ini meliputi sakit perut yang sangat parah, bahkan kadang digambarkan setara dengan saat melahirkan, diare berdarah (sering disebutkan sebagai no stool, blood only), dan bisa menimbulkan komplikasi, seperti hemolytic uremic syndrome, sindrom yang ditandai anemia akibat terurainya sel darah merah dan gagal ginjal akut, serta thrombotic thrombocytopenic purpura, yakni gangguan yang menyebabkan penggumpalan darah di pembuluh darah halus dan penurunan jumlah keping darah.
Ditemukan di sapi
EHEC adalah mikroorganisme yang lazim ditemukan pada sapi tanpa menyebabkan penyakit pada hewan tersebut. Pencemaran bakteri ini pada daging, khususnya daging giling, sangat mungkin terjadi. Karena kesukaan mengonsumsi hamburger yang undercooked, di AS daging giling dipersyaratkan bebas dari E coli O157:H7.
Pencemaran lahan pertanian oleh kotoran sapi diduga sebagai penyebab ditemukannya bakteri ini dalam sayuran.
Meski demikian, bakteri EHEC tidak memiliki ketahanan panas yang lebih daripada E coli lain. Bakteri ini sesungguhnya sangat mudah dibunuh dengan pemanasan setara pasteurisasi (65 derajat celsius selama 30 menit) sehingga pada makanan olahan seharusnya bakteri patogen ini dapat dihindari.
Investigasi wabah EHEC pada hamburger di AS menunjukkan, alat pemanggang tidak berfungsi dengan baik serta ukuran burger yang jumbo mengakibatkan patogen ini masih bertahan.
Kewaspadaan lebih tinggi harus dilakukan ketika seseorang mengonsumsi makanan tidak diolah, seperti tomat, selada, mentimun, dan taoge, serta bahan mentah lain. Sifat EHEC lain yang dapat mendukung keberadaan bakteri ini dalam pangan adalah kemampuannya bertahan dalam makanan beku sampai sembilan bulan dan daya tahan terhadap lingkungan asam.
Keberadaan E coli enterohemoragik dalam beberapa pangan mentah di Indonesia telah dilaporkan dalam beberapa publikasi ilmiah. Kebiasaan memasak daging sampai matang, khususnya daging giling, dapat menurunkan risiko terinfeksi bakteri ini.
Kajian beberapa peneliti di Indonesia melaporkan, E coli enterohemoragik diisolasi dari 1 persen penderita diare di Indonesia. Patogen lain, seperti Vibrio cholerae, Shigella flexneri, Salmonella spp, dan Campylobacter jejuni, ditemui dalam persentase yang jauh lebih tinggi.
Meski demikian, tidak ada salahnya mewaspadai konsumsi makanan mentah dengan mencuci bersih, memblansir dan menggunakan senyawa antimikroba yang diizinkan jika diperlukan.
RATIH DEWANTI-HARIYADI Ketua Program Studi Ilmu Pangan, Sekolah Pascasarjana IPN; dan Anggota The International Commission on Microbiological Specification for Foods (ICMSF)
sumber: kompas
Namun, dalam beberapa minggu ini di Jerman, Escherichia coli (E coli) diberitakan menyebabkan penyakit pada lebih dari 3.000 orang di 14 negara dan mengakibatkan tak kurang dari 33 orang meninggal dunia.
Pada awalnya mentimun asal Spanyol diduga sebagai pembawa bakteri ini. Namun, hasil investigasi Pemerintah Jerman akhirnya mengindentifikasi kecambah (taoge) yang diproduksi suatu perusahaan pertanian organik yang menjadi pembawa bakteri.
E coli adalah bakteri yang hidup dalam usus manusia. Karena itu, bakteri ini digunakan sebagai indikator sanitasi produk pangan. Artinya, keberadaan E coli bisa digunakan untuk mengindikasikan adanya kontak dengan kotoran manusia sehingga digunakan sebagai perkiraan untuk menentukan apakah uji patogen harus dilakukan.
Konsep indikator sanitasi yang berkembang pada akhir abad ke-19 itu perlahan tergeser dengan meningkatnya kemudahan menguji patogen sehingga selain bakteri indikator sanitasi, patogen yang secara historis terkait dengan suatu jenis pangan umumnya juga diuji dan dimasukkan ke dalam standar.
Di samping itu, perkembangan teknologi, perubahan yang terjadi pada mikroorganisme, kebiasaan makan manusia, serta perubahan iklim telah memunculkan galur-galur baru sehingga E coli yang bersifat patogen ditemukan.
Di samping E coli yang bersifat nonpatogen, ada beberapa kelompok E coli yang belakangan diketahui dapat menyebabkan penyakit. E coli enteropatogenik (EPEC), E coli enteroinvasif (EIEC), dan E coli enterotoksigenik (ETEC) adalah tiga kelompok E coli yang dikaitkan dengan penyakit diare pada bayi, serupa disentri serta diare pada wisatawan. Pada umumnya air merupakan pembawa E coli kelompok ini. Secara spesifik makanan jarang dikaitkan. Keberadaan E coli dalam pangan kemungkinan disebabkan sanitasi yang rendah.
Pernah wabah di AS
Pada tahun 1982, terjadi wabah penyakit akibat pangan (foodborne diseases) di dua negara bagian Amerika Serikat, yakni Michigan dan Oregon. Wabah ini sangat menarik perhatian karena terjadi dalam kurun waktu yang hampir bersamaan, menimbulkan banyak korban, melibatkan restoran waralaba besar yang sama, dan pangan yang diimplikasikan sebagai makanan populer di negara tersebut, yakni hamburger.
Hasil investigasi menyebutkan, ditemukan galur E coli baru yang sebelumnya pernah ditemukan sekali pada tahun 1975 dari pasien diare berdarah. Bakteri ini adalah E coli O157:H7 yang kemudian dikelompokkan dalam golongan baru, yakni E coli enterohemoragik (EHEC).
Sejak kejadian itu, berbagai keracunan karena EHEC telah dilaporkan (lihat tabel). Ternyata penyebabnya tidak hanya E coli O157:H7, tetapi ditemukan juga EHEC lain, seperti E coli O157:H-, O111:H-, O26:H11, O4:H-, O11:H-, O45:H2, O103:H2, O104:H2, O111:H8, dan O145:H-.
Kasus yang sedang terjadi di Jerman dan sejumlah negara Eropa lain saat ini dilaporkan disebabkan oleh galur terbaru EHEC, yakni E coli O104:H4.
Kajian ilmiah mengenai bakteri ini menyimpulkan bahwa EHEC memiliki kemampuan menghasilkan setidaknya dua jenis toksin shiga yang juga dihasilkan oleh bakteri Shigella dysenteriae. EHEC ditengarai mendapatkan gen penyandi toksin ini melalui virus.
Dengan kemampuan menghasilkan toksin shiga, tidak seperti E coli lain, kelompok EHEC mampu menimbulkan gejala penyakit yang lebih parah. Setelah bakteri menginfeksi, di dalam tubuh penderita, toksin yang dihasilkan menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal dan otak.
Gejala penyakit yang ditimbulkan bakteri ini meliputi sakit perut yang sangat parah, bahkan kadang digambarkan setara dengan saat melahirkan, diare berdarah (sering disebutkan sebagai no stool, blood only), dan bisa menimbulkan komplikasi, seperti hemolytic uremic syndrome, sindrom yang ditandai anemia akibat terurainya sel darah merah dan gagal ginjal akut, serta thrombotic thrombocytopenic purpura, yakni gangguan yang menyebabkan penggumpalan darah di pembuluh darah halus dan penurunan jumlah keping darah.
Ditemukan di sapi
EHEC adalah mikroorganisme yang lazim ditemukan pada sapi tanpa menyebabkan penyakit pada hewan tersebut. Pencemaran bakteri ini pada daging, khususnya daging giling, sangat mungkin terjadi. Karena kesukaan mengonsumsi hamburger yang undercooked, di AS daging giling dipersyaratkan bebas dari E coli O157:H7.
Pencemaran lahan pertanian oleh kotoran sapi diduga sebagai penyebab ditemukannya bakteri ini dalam sayuran.
Meski demikian, bakteri EHEC tidak memiliki ketahanan panas yang lebih daripada E coli lain. Bakteri ini sesungguhnya sangat mudah dibunuh dengan pemanasan setara pasteurisasi (65 derajat celsius selama 30 menit) sehingga pada makanan olahan seharusnya bakteri patogen ini dapat dihindari.
Investigasi wabah EHEC pada hamburger di AS menunjukkan, alat pemanggang tidak berfungsi dengan baik serta ukuran burger yang jumbo mengakibatkan patogen ini masih bertahan.
Kewaspadaan lebih tinggi harus dilakukan ketika seseorang mengonsumsi makanan tidak diolah, seperti tomat, selada, mentimun, dan taoge, serta bahan mentah lain. Sifat EHEC lain yang dapat mendukung keberadaan bakteri ini dalam pangan adalah kemampuannya bertahan dalam makanan beku sampai sembilan bulan dan daya tahan terhadap lingkungan asam.
Keberadaan E coli enterohemoragik dalam beberapa pangan mentah di Indonesia telah dilaporkan dalam beberapa publikasi ilmiah. Kebiasaan memasak daging sampai matang, khususnya daging giling, dapat menurunkan risiko terinfeksi bakteri ini.
Kajian beberapa peneliti di Indonesia melaporkan, E coli enterohemoragik diisolasi dari 1 persen penderita diare di Indonesia. Patogen lain, seperti Vibrio cholerae, Shigella flexneri, Salmonella spp, dan Campylobacter jejuni, ditemui dalam persentase yang jauh lebih tinggi.
Meski demikian, tidak ada salahnya mewaspadai konsumsi makanan mentah dengan mencuci bersih, memblansir dan menggunakan senyawa antimikroba yang diizinkan jika diperlukan.
RATIH DEWANTI-HARIYADI Ketua Program Studi Ilmu Pangan, Sekolah Pascasarjana IPN; dan Anggota The International Commission on Microbiological Specification for Foods (ICMSF)
sumber: kompas
3 Mei 2011
Lingkar Pinggang Prediksi Kematian
Kegemukan atau obesitas sejak lama telah dikenal sebagai salah faktor risiko penyakit jantung. Para dokter kerap memperhitungkan obesitas dalam menilai risiko seseorang mengidap penyakit jantung.
Obesitas di antaranya dapat diketahui dengan melakukan pengukuran BMI (body mass index). Ini adalah pengukuran sederhana dengan cara membagi nilai tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan. Semakin besar skor BMI seseorang, semakin besar kemungkinannya masuk dalam kategori obesitas.
Sejumlah penelitian mengindikasikan, tingginya skor BMI berkaitan dengan risiko lebih rendah meninggal akibat sakit jantung atau akibat penyakit kronis. Ini merupakan fenomena misterius yang dikenal dengan istilah "paradoks obesitas"
Menurut analisa para ahli yang dimuat Journal of the American College of Cardiology, paradoks ini tampaknya dapat dijelaskan dengan fakta sederhana bahwa BMI tidaklah cukup akurat untuk mengukur risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Ukuran lingkar pinggang, kata para ahli, justru dapat memberi petunjuk yang lebih akurat dalam memprediksi risiko kematian pasien jantung akibat serangan di usia muda atau pun penyebab lainnya.
Dalam sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS, pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria, memiliki 70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil. Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar.
"Hal paling penting dibandingkan yang lain kemungkinannya adalah distribusi lemak," kata peneliti Francisco Lopez-Jimenez, M.D., peneliti yang juga ahli jantung di Mayo Clinic Rochester.
Penelitian terbaru ini menyediakan bukti lain bahwa BMI punya banyak keterbatasan dalam menilai risiko penyakit jantung, kata Jean-Pierre Després, Ph.D., direktur riset di Quebec Heart and Lung Institute, Laval University, Quebec City.
"Jika Anda mengukur BMI, Anda tidak akan menilai bentuk tubuh, Anda tidak melihat distribusi lemak ," kata Després, yang menulis sebuah editorial yang menyertai laporan riset ini.
"Saya tidak mengatakan bahwa BMI tak berguna. Hanya saja, kita perlu yang lebih dari itu. BMI adalah total kolesterol dalam lemak. Kita tahu bahwa ada kolesterol yang baik dan kolesterol buruk, ada lemak jahat dan lemak baik."
Selain itu, lanjut Despres, BMI juga tidak dapat membedakan antara lemak dan otot. Pasien jantung yang menjalani gaya hidup sedentari atau kurang aktif mungkin mencatat BMI yang rendah karena mereka kehilangan massa otot, paparnya, sedangkan pasien jantung yang memiliki gaya hidup aktif mungkin akan mengalami penambahan berat dan peningkatan BMI karena mereka menambah otot tak berlemak.
Hasil temuan ini juga memicu perdebatan seputar bentuk tubuh dan risiko mengidap penyakit jantung. Beberapa penelitian lain mengindikasikan, mereka yang memiliki tubuh apel dengan timbunan lemak di daerah perut berisiko lebih besar mengidap sakit jantung dibanding mereka yang tubuhnya berbentuk pir. Namun teori ini dipertanyakan oleh para ahli.
Lopez-Jimenez dan timnya menganalisis data sekitar 16,000 pasien jantung yang berpartisipasi dalam satu dari empat studi dan program rehabilitasi jantung di Mayo Clinic. Lebih dari sepertiga pasien tercatat meninggal selama penelitian, dengan rentang waktu antara enam bulan hingga tujuh tahun.
Tingginya nilai BMI berkaitan dengan 35 persen risiko lebih rendah mengalami kematian, tetapi memiliki lingkar pinggang yang besar ditambah dengan tingginya nilai BMI membuat risiko kematian melonjak hingga dua kali lipat.
Kenapa lemak di perut begitu jahat? Peneliti menjelaskan bahwa lemak perut adalah tanda dari lemak visceral atau lemak yang berkumpul di sekitar organ-organ di abdomen atau perut. Lemak-lemak inilah yang dapat memicu resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Faktor genetik memainkan peran sangat kuat dalam menentukan apakah seseorang dapat menimbun lemak pada sekitar pinggang, kata Després. Ia memperkirakan sekitar 30 persen populasi memiliki kecenderungan menimbun lemak pada tempat yang tidak diiinginkan tersebut.
sumber: kompas
Obesitas di antaranya dapat diketahui dengan melakukan pengukuran BMI (body mass index). Ini adalah pengukuran sederhana dengan cara membagi nilai tinggi badan dengan ukuran berat yang dipangkatkan. Semakin besar skor BMI seseorang, semakin besar kemungkinannya masuk dalam kategori obesitas.
Sejumlah penelitian mengindikasikan, tingginya skor BMI berkaitan dengan risiko lebih rendah meninggal akibat sakit jantung atau akibat penyakit kronis. Ini merupakan fenomena misterius yang dikenal dengan istilah "paradoks obesitas"
Menurut analisa para ahli yang dimuat Journal of the American College of Cardiology, paradoks ini tampaknya dapat dijelaskan dengan fakta sederhana bahwa BMI tidaklah cukup akurat untuk mengukur risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung. Ukuran lingkar pinggang, kata para ahli, justru dapat memberi petunjuk yang lebih akurat dalam memprediksi risiko kematian pasien jantung akibat serangan di usia muda atau pun penyebab lainnya.
Dalam sebuah penelitian para ahli di Mayo Clinic Rochester, Minnesota AS, pasien penyakit jantung dengan ukuran lingkar pinggang lebih besar dari 35 inci pada wanita atau 40 inci pada pria, memiliki 70 persen risiko lebih besar meninggal lebih cepat selama ketimbang yang lingkar pinggangnya lebih kecil. Ukuran lingkar pinggang yang besar dikombinasikan dengan tingginya skor BMI bahkan membuat risiko kematian jauh lebih besar.
"Hal paling penting dibandingkan yang lain kemungkinannya adalah distribusi lemak," kata peneliti Francisco Lopez-Jimenez, M.D., peneliti yang juga ahli jantung di Mayo Clinic Rochester.
Penelitian terbaru ini menyediakan bukti lain bahwa BMI punya banyak keterbatasan dalam menilai risiko penyakit jantung, kata Jean-Pierre Després, Ph.D., direktur riset di Quebec Heart and Lung Institute, Laval University, Quebec City.
"Jika Anda mengukur BMI, Anda tidak akan menilai bentuk tubuh, Anda tidak melihat distribusi lemak ," kata Després, yang menulis sebuah editorial yang menyertai laporan riset ini.
"Saya tidak mengatakan bahwa BMI tak berguna. Hanya saja, kita perlu yang lebih dari itu. BMI adalah total kolesterol dalam lemak. Kita tahu bahwa ada kolesterol yang baik dan kolesterol buruk, ada lemak jahat dan lemak baik."
Selain itu, lanjut Despres, BMI juga tidak dapat membedakan antara lemak dan otot. Pasien jantung yang menjalani gaya hidup sedentari atau kurang aktif mungkin mencatat BMI yang rendah karena mereka kehilangan massa otot, paparnya, sedangkan pasien jantung yang memiliki gaya hidup aktif mungkin akan mengalami penambahan berat dan peningkatan BMI karena mereka menambah otot tak berlemak.
Hasil temuan ini juga memicu perdebatan seputar bentuk tubuh dan risiko mengidap penyakit jantung. Beberapa penelitian lain mengindikasikan, mereka yang memiliki tubuh apel dengan timbunan lemak di daerah perut berisiko lebih besar mengidap sakit jantung dibanding mereka yang tubuhnya berbentuk pir. Namun teori ini dipertanyakan oleh para ahli.
Lopez-Jimenez dan timnya menganalisis data sekitar 16,000 pasien jantung yang berpartisipasi dalam satu dari empat studi dan program rehabilitasi jantung di Mayo Clinic. Lebih dari sepertiga pasien tercatat meninggal selama penelitian, dengan rentang waktu antara enam bulan hingga tujuh tahun.
Tingginya nilai BMI berkaitan dengan 35 persen risiko lebih rendah mengalami kematian, tetapi memiliki lingkar pinggang yang besar ditambah dengan tingginya nilai BMI membuat risiko kematian melonjak hingga dua kali lipat.
Kenapa lemak di perut begitu jahat? Peneliti menjelaskan bahwa lemak perut adalah tanda dari lemak visceral atau lemak yang berkumpul di sekitar organ-organ di abdomen atau perut. Lemak-lemak inilah yang dapat memicu resistensi insulin dan meningkatnya jumlah kolesterol jahat selain juga dapat merangsang peradangan.
Faktor genetik memainkan peran sangat kuat dalam menentukan apakah seseorang dapat menimbun lemak pada sekitar pinggang, kata Després. Ia memperkirakan sekitar 30 persen populasi memiliki kecenderungan menimbun lemak pada tempat yang tidak diiinginkan tersebut.
sumber: kompas
27 Apr 2011
Kopi Tak Terbukti Naikkan Tensi
Kafein yang terdapat di dalam kopi selama ini sering dituding sebagai penyebab naiknya tensi darah. Meski belum mendapat kesimpulan akhir, namun penelitian terbaru menunjukkan minum kopi tidak terbukti meningkatkan tensi.
Laporan studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini dibuat setelah menghimpun data dari enam penelitian yang melibatkan 170.000 orang. Dalam masing-masing penelitian, dilakukan survei untuk mengetahui jumlah kopi yang diminum setiap hari kemudian riwayat kesehatan para responden diikuti hingga 33 tahun.
Sekitar satu dari lima partisipan menderita hipertensi. Akan tetapi tidak ada perbedaan risiko antara mereka yang minum lima cangkir kopi per hari dengan orang yang hanya minum sedikit. Meski begitu minum kopi bukan berarti bebas dari risiko sama sekali.
Hasil penelitian juga menemukan risiko terkena hipertensi antara mereka yang minum kopi 3 cangkir per hari dengan yang minum kurang dari jumlah tersebut hanya berbeda sedikit.
"Saya tidak yakin kopi adalah faktor risiko hipertesi. Akan tetapi jika orang minum kopi 12 cangkir setiap hari dan tidak bisa tidur, maka itu adalah hal yang perlu diwaspadai," kata Dr.Lawrence Krakoff, peneliti bidang hipertensi dari Mount Sinai Medical Center, New York, AS.
Kaitan antara kopi dengan hipertensi sendiri sangat rumit dan mungkin efeknya tidak sama pada setiap orang. "Perbedaan genetik mungkin berpengaruh pada efek kafein yang diasup. Untuk sebagian orang tidak ada pengaruh minum kopi banyak," kata Dr.Liwei Chen, peneliti.
sumber: kompas
Laporan studi terbaru yang dimuat dalam The American Journal of Clinical Nutrition ini dibuat setelah menghimpun data dari enam penelitian yang melibatkan 170.000 orang. Dalam masing-masing penelitian, dilakukan survei untuk mengetahui jumlah kopi yang diminum setiap hari kemudian riwayat kesehatan para responden diikuti hingga 33 tahun.
Sekitar satu dari lima partisipan menderita hipertensi. Akan tetapi tidak ada perbedaan risiko antara mereka yang minum lima cangkir kopi per hari dengan orang yang hanya minum sedikit. Meski begitu minum kopi bukan berarti bebas dari risiko sama sekali.
Hasil penelitian juga menemukan risiko terkena hipertensi antara mereka yang minum kopi 3 cangkir per hari dengan yang minum kurang dari jumlah tersebut hanya berbeda sedikit.
"Saya tidak yakin kopi adalah faktor risiko hipertesi. Akan tetapi jika orang minum kopi 12 cangkir setiap hari dan tidak bisa tidur, maka itu adalah hal yang perlu diwaspadai," kata Dr.Lawrence Krakoff, peneliti bidang hipertensi dari Mount Sinai Medical Center, New York, AS.
Kaitan antara kopi dengan hipertensi sendiri sangat rumit dan mungkin efeknya tidak sama pada setiap orang. "Perbedaan genetik mungkin berpengaruh pada efek kafein yang diasup. Untuk sebagian orang tidak ada pengaruh minum kopi banyak," kata Dr.Liwei Chen, peneliti.
sumber: kompas
21 Apr 2011
Serba-serbi Insomnia
Istilah insomnia sering kita dengar, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Namun apakah sudah benar-benar dipahami. Lalu apa sebenarnya insomnia itu?
"Insomnia adalah kesulitan memulai atau mempertahankan tidur dan merupakan gangguan tidur yang paling banyak dialami manusia," ujar dr. Andri, Sp. KJ, psikiater di Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Ia menambahkan, penelitian terbaru menunjukkan 30-45% orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia. Sementara sumber lain memperkirakan ada 28 juta penderita insomnia di Indonesia.
Ada dua jenis insomnia yang biasa ditemui yaitu transient insomnia (insomnia sesaat) dan persistent insomnia (insomnia menetap). Insomnia sesaat biasanya disebabkan karena rasa kehilangan, rasa berduka, perubahan kehidupan dan stres fisik maupun mental. Menurut Andri, kondisi seperti ini biasanya tidak berbahaya.
Sedangkan ciri insomnia menetap biasanya ditandai dengan kesulitan memulai tidur yang umumnya disebabkan kecemasan atau ketegangan somatik/fisik. Pikiran yang terus berkecamuk menjelang tidur menjadi pemicu timbulnya kondisi ini. "Insomnia jenis ini biasanya terjadi jika terdapat masalah di kantor atau di rumah yang menimbulkan stres," kata Andri. Meski demikian, sebagian penderita insomnia ini bisa sembuh dengan jalan menikmati liburan.
Gejala gangguan tidur ini mudah dikenali. Apabila seseorang sulit untuk mulai tidur atau sulit untuk mempertahankan tidur, bisa jadi ia menderita insomnia. Kesulitan memulai tidur dapat disebabkan kondisi medis (rasa nyeri atau tidak nyaman yang ditimbulkan oleh sakit, adanya luka di sistem saraf pusat otak seperti pada pasien stroke) atau karena gangguan kejiwaan atau lingkungan (gangguan kecemasan, perubahan lingkungan, tekanan ketika akan menghadapi suatu peristiwa penting seperti akan menghadapi ujian).
Penderita insomnia yang sulit mempertahankan tidurnya juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti sindrom henti napas saat tidur (sleep apnea), ada penyakit infeksi, rasa nyeri dan tidak nyaman karena penyakit, serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Sementara depresi, skizofrenia, gangguan stres pasca trauma, gangguan siklus sirkadian, dan perubahan lingkungan merupakan kondisi kejiwaan dan lingkungan yang menyebabkan penderita insomnia sulit mempertahankan tidurnya.
Agar terhindar dari insomnia, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan. "Biasakan diri untuk tidur pada jam yang sama setiap malam," saran Andri. Ini penting untuk menjaga jam biologis tubuh tetap teratur. Sebab jam biologis tubuh selalu beradaptasi terhadap kebiasaan tidur seseorang. Sehingga jika seseorang yang biasa tidur jam 9 malam mengubah waktu tidurnya ke jam 12 malam, maka jam biologisnya akan ikut menyesuaikan dan ia tidak akan mengantuk pada jam 9 malam seperti sebelumnya.
Sementara para penderita insomnia dapat mengatasinya dengan menjaga kesehatan tidur dengan menjaga kebersihan tempat tidur, tidak melakukan aktivitas berat sebelum tidur, memakai pakaian yang cukup longgar dan nyaman dipakai, dan meredupkan atau mematikan lampu kamar saat akan tidur. Penggunaan obat pun bisa menjadi salah satu opsi yang bisa diambil. "Asalkan dilakukan dengan kondisi yang ditetapkan oleh dokter," ujar Andri.
sumber: national geographic indonesia
"Insomnia adalah kesulitan memulai atau mempertahankan tidur dan merupakan gangguan tidur yang paling banyak dialami manusia," ujar dr. Andri, Sp. KJ, psikiater di Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang. Ia menambahkan, penelitian terbaru menunjukkan 30-45% orang dewasa di seluruh dunia mengalami insomnia. Sementara sumber lain memperkirakan ada 28 juta penderita insomnia di Indonesia.
Ada dua jenis insomnia yang biasa ditemui yaitu transient insomnia (insomnia sesaat) dan persistent insomnia (insomnia menetap). Insomnia sesaat biasanya disebabkan karena rasa kehilangan, rasa berduka, perubahan kehidupan dan stres fisik maupun mental. Menurut Andri, kondisi seperti ini biasanya tidak berbahaya.
Sedangkan ciri insomnia menetap biasanya ditandai dengan kesulitan memulai tidur yang umumnya disebabkan kecemasan atau ketegangan somatik/fisik. Pikiran yang terus berkecamuk menjelang tidur menjadi pemicu timbulnya kondisi ini. "Insomnia jenis ini biasanya terjadi jika terdapat masalah di kantor atau di rumah yang menimbulkan stres," kata Andri. Meski demikian, sebagian penderita insomnia ini bisa sembuh dengan jalan menikmati liburan.
Gejala gangguan tidur ini mudah dikenali. Apabila seseorang sulit untuk mulai tidur atau sulit untuk mempertahankan tidur, bisa jadi ia menderita insomnia. Kesulitan memulai tidur dapat disebabkan kondisi medis (rasa nyeri atau tidak nyaman yang ditimbulkan oleh sakit, adanya luka di sistem saraf pusat otak seperti pada pasien stroke) atau karena gangguan kejiwaan atau lingkungan (gangguan kecemasan, perubahan lingkungan, tekanan ketika akan menghadapi suatu peristiwa penting seperti akan menghadapi ujian).
Penderita insomnia yang sulit mempertahankan tidurnya juga bisa disebabkan oleh kondisi medis seperti sindrom henti napas saat tidur (sleep apnea), ada penyakit infeksi, rasa nyeri dan tidak nyaman karena penyakit, serta konsumsi alkohol yang berlebihan. Sementara depresi, skizofrenia, gangguan stres pasca trauma, gangguan siklus sirkadian, dan perubahan lingkungan merupakan kondisi kejiwaan dan lingkungan yang menyebabkan penderita insomnia sulit mempertahankan tidurnya.
Agar terhindar dari insomnia, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan. "Biasakan diri untuk tidur pada jam yang sama setiap malam," saran Andri. Ini penting untuk menjaga jam biologis tubuh tetap teratur. Sebab jam biologis tubuh selalu beradaptasi terhadap kebiasaan tidur seseorang. Sehingga jika seseorang yang biasa tidur jam 9 malam mengubah waktu tidurnya ke jam 12 malam, maka jam biologisnya akan ikut menyesuaikan dan ia tidak akan mengantuk pada jam 9 malam seperti sebelumnya.
Sementara para penderita insomnia dapat mengatasinya dengan menjaga kesehatan tidur dengan menjaga kebersihan tempat tidur, tidak melakukan aktivitas berat sebelum tidur, memakai pakaian yang cukup longgar dan nyaman dipakai, dan meredupkan atau mematikan lampu kamar saat akan tidur. Penggunaan obat pun bisa menjadi salah satu opsi yang bisa diambil. "Asalkan dilakukan dengan kondisi yang ditetapkan oleh dokter," ujar Andri.
sumber: national geographic indonesia
19 Apr 2011
Lupus: Saat Sistem Kekebalan Kacau
Pada sebagian orang, sistem kekebalan yang berfungsi melindungi tubuh dari kuman mengalami kekacauan. Zat antibodi yang seharusnya melindungi justru menyerang organ tubuh sendiri. Kelainan ini dikenal sebagai penyakit otoimun. Salah satunya, lupus.
Lupus adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak bisa mengenali mana teman mana lawan sehingga merusak tubuh sendiri,” kata Zubairi Djoerban, Guru Besar Hematologi dan Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Karena zat antibodi ada di dalam darah, lupus bisa merusak bagian tubuh yang mendapat pasokan darah mulai dari kulit hingga organ vital, seperti jantung, paru, ginjal, otak, bahkan darah sendiri.
Lupus sulit dideteksi karena tidak memiliki gejala yang spesifik. Gejala yang muncul tergantung pada bagian tubuh yang diserang. Karena itu, penderita lupus datang ke dokter dengan keluhan berbeda-beda.
Misalnya, seorang penderita lupus perempuan datang ke dokter dengan kondisi perut gendut, mata bengkak, dan tubuh lemas. Pasien lain mengalami demam berkepanjangan dan rambut rontok. Sebagian lagi menderita sakit kepala hebat, nyeri di persendian, dan keguguran berulang. Karena muncul dengan beragam gejala, lupus kerap disebut ”penyakit seribu wajah”.
”Menegakkan diagnosis lupus adalah tantangan terbesar bagi dokter,” kata Zubairi.
Dokter bisa terkecoh bila tidak teliti mengamati pasien. Pasien yang datang dengan demam berkepanjangan dan rambut rontok, misalnya, bisa didiagnosis sakit tipus atau sakit lain, sementara lupusnya tidak terdeteksi.
Serangan antibodi menyebabkan peradangan pada organ yang terkena. Dilihat dari luasnya dampak peradangan, lupus bisa dibedakan menjadi Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Discoid Lupus Erythematosus (DLE).
SLE menyebabkan komplikasi karena kerusakan terjadi di banyak tempat. Bila komplikasinya parah, bisa menyebabkan kematian. Sejak tahun 2010, kasus lupus ginjal menjadi penyebab kematian terbanyak dibandingkan kasus lupus lain.
Adapun DLE adalah lupus yang bersifat lokal, hanya terjadi di satu tempat. Biasanya DLE menyerang kulit, terutama di bagian wajah membentuk pola khas seperti kupu-kupu. Kulit mengalami ruam merah dan kasar. Karena pola ini, banyak gerakan penderita lupus di dunia menggunakan simbol kupu-kupu.
Lupus bisa dialami siapa saja. Namun, lupus lebih banyak dialami perempuan, terutama berusia produktif, 15-45 tahun. Sebanyak 90 persen penderita lupus adalah perempuan.
Menurut Dian Syarief, penderita lupus yang aktif menyosialisasikan lupus melalui yayasannya, Syamsi Dhuha Foundation, ahli memperkirakan hormon estrogen bisa memicu lupus. Faktor lain yang bisa mencetuskan lupus adalah sinar ultraviolet, obat-obatan terutama golongan sulfa, serta faktor keturunan. Lupus bersifat kambuhan. Biasanya menyerang kala tubuh kelelahan dan stres.
Dapat diobati
Meski berbahaya, kalau terdeteksi sejak dini, lupus bisa dikendalikan dengan obat-obatan. Menurut Zubairi, hanya sekitar 5-10 persen penderita yang meninggal akibat lupus tidak terdeteksi dengan baik.
Di Indonesia, menurut Zubairi, jumlah penderita lupus sekitar 10.400 orang. Namun, angka itu ibarat puncak gunung es, hanya kelihatan sebagian saja. Jumlah penderita lupus sesungguhnya bisa jauh lebih banyak. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta penderita lupus di Indonesia.
Perkiraan itu berdasarkan data jumlah penderita lupus di Amerika yang mencapai 1,5 juta orang dari 300 juta penduduk Amerika. Jumlah penduduk Indonesia, hampir sama, yaitu 240 juta. Menurut banyak penelitian, angka kejadian lupus di Asia dua kali lebih tinggi dibandingkan Amerika dan Eropa.
Obat-obatan yang terbukti bermanfaat meredam gejala lupus adalah golongan kortikosteroid dan obat antimalaria. Menurut hasil penelitian dari 34 pusat penelitian di sembilan negara, obat antimalaria terbukti mengurangi kerusakan organ tubuh dan kematian. Obat lupus bekerja dengan cara menekan kekebalan tubuh.
”Sebagian besar penderita lupus dapat diobati dan bisa bekerja normal,” kata Zubairi.
Sayangnya, menurut Dian, banyak penderita tidak paham tentang lupus sehingga sembarangan meminum obat.
Penderita lupus tetap bisa produktif, walau sering mengalami kelelahan ekstrem. Kondisi itu bisa dipulihkan dengan istirahat total beberapa hari.
Kegiatan luar ruang diperbolehkan, tetapi penderita perlu menghindari paparan sinar matahari agar lupus tidak kambuh.
Olahraga yang direkomendasikan dokter untuk penderita lupus ringan dalam menjaga kebugaran adalah berenang dan senam tai chi. Jenis olahraga ini tidak terlalu membebani persendian karena biasanya penderita lupus banyak mengalami peradangan sendi.
sumber: kompas
Lupus adalah kondisi di mana sistem kekebalan tubuh tidak bisa mengenali mana teman mana lawan sehingga merusak tubuh sendiri,” kata Zubairi Djoerban, Guru Besar Hematologi dan Onkologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jakarta. Karena zat antibodi ada di dalam darah, lupus bisa merusak bagian tubuh yang mendapat pasokan darah mulai dari kulit hingga organ vital, seperti jantung, paru, ginjal, otak, bahkan darah sendiri.
Lupus sulit dideteksi karena tidak memiliki gejala yang spesifik. Gejala yang muncul tergantung pada bagian tubuh yang diserang. Karena itu, penderita lupus datang ke dokter dengan keluhan berbeda-beda.
Misalnya, seorang penderita lupus perempuan datang ke dokter dengan kondisi perut gendut, mata bengkak, dan tubuh lemas. Pasien lain mengalami demam berkepanjangan dan rambut rontok. Sebagian lagi menderita sakit kepala hebat, nyeri di persendian, dan keguguran berulang. Karena muncul dengan beragam gejala, lupus kerap disebut ”penyakit seribu wajah”.
”Menegakkan diagnosis lupus adalah tantangan terbesar bagi dokter,” kata Zubairi.
Dokter bisa terkecoh bila tidak teliti mengamati pasien. Pasien yang datang dengan demam berkepanjangan dan rambut rontok, misalnya, bisa didiagnosis sakit tipus atau sakit lain, sementara lupusnya tidak terdeteksi.
Serangan antibodi menyebabkan peradangan pada organ yang terkena. Dilihat dari luasnya dampak peradangan, lupus bisa dibedakan menjadi Systemic Lupus Erythematosus (SLE) dan Discoid Lupus Erythematosus (DLE).
SLE menyebabkan komplikasi karena kerusakan terjadi di banyak tempat. Bila komplikasinya parah, bisa menyebabkan kematian. Sejak tahun 2010, kasus lupus ginjal menjadi penyebab kematian terbanyak dibandingkan kasus lupus lain.
Adapun DLE adalah lupus yang bersifat lokal, hanya terjadi di satu tempat. Biasanya DLE menyerang kulit, terutama di bagian wajah membentuk pola khas seperti kupu-kupu. Kulit mengalami ruam merah dan kasar. Karena pola ini, banyak gerakan penderita lupus di dunia menggunakan simbol kupu-kupu.
Lupus bisa dialami siapa saja. Namun, lupus lebih banyak dialami perempuan, terutama berusia produktif, 15-45 tahun. Sebanyak 90 persen penderita lupus adalah perempuan.
Menurut Dian Syarief, penderita lupus yang aktif menyosialisasikan lupus melalui yayasannya, Syamsi Dhuha Foundation, ahli memperkirakan hormon estrogen bisa memicu lupus. Faktor lain yang bisa mencetuskan lupus adalah sinar ultraviolet, obat-obatan terutama golongan sulfa, serta faktor keturunan. Lupus bersifat kambuhan. Biasanya menyerang kala tubuh kelelahan dan stres.
Dapat diobati
Meski berbahaya, kalau terdeteksi sejak dini, lupus bisa dikendalikan dengan obat-obatan. Menurut Zubairi, hanya sekitar 5-10 persen penderita yang meninggal akibat lupus tidak terdeteksi dengan baik.
Di Indonesia, menurut Zubairi, jumlah penderita lupus sekitar 10.400 orang. Namun, angka itu ibarat puncak gunung es, hanya kelihatan sebagian saja. Jumlah penderita lupus sesungguhnya bisa jauh lebih banyak. Diperkirakan lebih dari 1,5 juta penderita lupus di Indonesia.
Perkiraan itu berdasarkan data jumlah penderita lupus di Amerika yang mencapai 1,5 juta orang dari 300 juta penduduk Amerika. Jumlah penduduk Indonesia, hampir sama, yaitu 240 juta. Menurut banyak penelitian, angka kejadian lupus di Asia dua kali lebih tinggi dibandingkan Amerika dan Eropa.
Obat-obatan yang terbukti bermanfaat meredam gejala lupus adalah golongan kortikosteroid dan obat antimalaria. Menurut hasil penelitian dari 34 pusat penelitian di sembilan negara, obat antimalaria terbukti mengurangi kerusakan organ tubuh dan kematian. Obat lupus bekerja dengan cara menekan kekebalan tubuh.
”Sebagian besar penderita lupus dapat diobati dan bisa bekerja normal,” kata Zubairi.
Sayangnya, menurut Dian, banyak penderita tidak paham tentang lupus sehingga sembarangan meminum obat.
Penderita lupus tetap bisa produktif, walau sering mengalami kelelahan ekstrem. Kondisi itu bisa dipulihkan dengan istirahat total beberapa hari.
Kegiatan luar ruang diperbolehkan, tetapi penderita perlu menghindari paparan sinar matahari agar lupus tidak kambuh.
Olahraga yang direkomendasikan dokter untuk penderita lupus ringan dalam menjaga kebugaran adalah berenang dan senam tai chi. Jenis olahraga ini tidak terlalu membebani persendian karena biasanya penderita lupus banyak mengalami peradangan sendi.
sumber: kompas
Langganan:
Postingan (Atom)



















