8 Sep 2008

Bahaya Penggunaan Komputer


Ada pertanyaan yang menarik saat mengidentifikasi Bahaya-Resiko di perusahaan yakni : "Apa Resiko signifikan yang ditimbulkan dalam penggunaan komputer sehingga aktivitas ini menjadi kajian dalam dunia Safety?".
Demikian pembahasan mengenai pertanyaan tersebut :
Safety tidak hanya mengkaji Keselamatan Kerja saja tetapi mengangkat masalah-masalah yang terjadi mengenai Kesehatan Kerja bahkan mengkaji sampai Pengendalian Lingkungan Kerja, sehingga dunia safety lebih dikenal dengan istilah HSE (Health Safety & Environment). Pembahasan di bawah ini adalah bagian dari Kajian Safety yakni : Kesehatan Kerja yang mengandung penjelasan mengenai PAK (Penyakit Akibat Kerja). PAK yang sering diderita oleh para pekerja kantor adalah Penyakit-Penyakit Ergonomis (Penyakit yang berhubungan dengan posisi tubuh yang salah).
Kita pasti semua tahu fungsi dari komputer yang kita gunakan sehari-hari tetapi terkadang kita lupa apa akibat penggunaan komputer terutama yang berpengaruh terhadap tubuh kita. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Komputer dapat menimbulkan resiko kesehatan berupa :
1. Stress (menurut NIOSH).
2. Gangguan Pada Mata & Penglihatan yang berujung pada penyakit CVS (Computer Vision Syndrome) menurut The American Optometric Association, Miopi dan Glaucoma menurut The Journal of Epidemiology and Community Health.
3. Gangguan Muskuloskeletal yang berujung pada Repetitive Strain Injury (RSI).
Resiko kesehatan yang terjadi itu banyak diakibatkan oleh penggunaan yang salah, seperti :
a. Letak layar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
b. Jarak mata ke layar komputer yang terlalu dekat.
c. Tidak ergonomisnya meja keyboard dengan tubuh operator.
d. Pencahayaan yang tidak sesuai .
e. Posisi Tubuh Yang Buruk.
f. Jumlah Kedipan Tidak Cukup Untuk Membasahi Mata.
g. Kelainan Minor Pada Penglihatan Yang Diperberat Oleh Penggunaan Komputer.
h. Penggunaan Lensa Koreksi Yang tidak Sesuai Dengan Posisi dan Jarak Pengguna Dari Monitor.
Keadaan ketidaksesuianan ini menggambarkan pertanyaan yang sering terlontar pula, " Mengapa kerja seharian sering merasa capek atau lelah ? "
Otot berpusat pada Susunan Syaraf Tulang Belakang, jika Syaraf Tulang Belakang terkena beban atau ketidaksesuaian pada bentuk maka terjadi pembakaran kalor pada otot berlebihan (kelelalahan otot) sehingga rasa capek atau lelah berasal dari proses tersebut.
Hindari Posisi-Posisi Seperti Ini...!!!!
Bagaimana Cara Mengatasi Resiko Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer :
Menurut hasil penelitian NIOSH bahwa operator komputer mengalami STRESS pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan pekerja lain. Pencegahan Stress ini dapat dilakukan dengan : memberikan waktu istirahat mata dalam beberapa menit, misalnya dengan cara salah satu cara melihat letak obyek bervariasi, melakukan olah raga ringan meskipun dalam keadaan duduk seperti menggerakan kaki, lengan, punggung, leher & bahu secara teratur.
Penggunaan komputer yang terlalu lama akan mengakibatkan turunnya tingkat ketajaman mata, sakit kepala, gangguan penglihatan dan ganguan mata itu sendiri, jika ini dibiarkan parah akan menimbulkan kerusakan mata permanen, keadaan ini disebut CVS (Computer Vision Sydrome). CVS merupakan contoh gangguan mata yang akan terjadi pada pengguna komputer. Pencegahan Gangguan mata dan penglihatan ini dapat dilakukan dengan mengatur lamanya penggunaan komputer dan bahkan menghentikan penggunaan komputer.
Gejala-gejala CVS dapat kita lihat sebagai berikut :
a. Myopi sementara : ketidakmampuan melihat dengan jelas obyek yang jauh untuk beberapa saat sampai beberapa jam setelah menggunakan komputer.
b. Mata Lelah.
c. Pengelihatan Kabur.
d. Mata Kering, Iritasi & Mata Berair.
e. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Cahaya.
f. Sakit Kepala, Sakit punggung, Sakit Leher & Spasme Otot.
Langkah-langkah Untuk mengurangi resiko CVS :
a. Pemeriksaan Mata (Tips : Minimal 1 tahun sekali).
b. Pengaturan Pencahayaan (Tips : Meminimalkan cahaya yang berasal dari monitor)
c. Pengaturan Penglihatan (Tips : Jarak monitor ke mata 18-24 inchi, Posisi monitor sejajar mata, Membersihkan debu pada monitor, mengistirahatkan mata dengan menutup mata dan melihat dengan jarak bervariasi, mengedipkan mata lebih sering).
d. Modifikasi Tempat Kerja (Tips : Pengaturan letak komputer).
e. Olah Raga Ringan dengan menggerakan bagian leher, pundak, punggung & lengan (Disarankan).
Gangguan Muskuloskeletal diawali dengan kelemahan otot & tendon atau nyeri leher & punggung sampai dengan trauma yang kumulatif. Trauma kumulatif ini terjadi karena adanya gerakan berulang secara terus menerus untuk waktu yang lama yang disebut RSI (Repetitive Strain Injury).
Gejala awal RSI :
a. Kesesakan, ketidaknyamanan, kekauan, kesakitan, atau terbakar di tangan, pergelangan tangan, jari-jari, lengan bawah & siku.
b. Perasaan geli, kedinginan, atau mati rasa pds tangan.
c. Kekauan atau kehilangan kekuatan atau koordinasi tangan.
d. Nyeri yang menyebabkan terbangun di malam hari.
e. Memiliki keinginan untuk memijat tangan, pergelangan tangan dan lengan
f. Nyeri punggung, bahu atau leher yang berhubungan dengan penggunaan komputer
Gejala lain yang termasuk dalam RSI adalah :
a. Carpal Tunner Syndrome (CTS) : kumpulan gejala yang mengenai tangan dan pergelangan tangan yang mengakibatkan iritasi & nervus medianus. Orang yang beresiko adalah pengguna komputer yang melakukan gerakan berulang pada pergelangan tangan.
b. DeQuervains Tenosynovitis (DQT) : ciri khasnya ada rasa sakit pada sisi ibu jari lengan bawah yang dapat menyebar ke atas dan ke bawah.
c. Thoracic Outlet Sydrome (TOS) : Resiko ini dapat terjadi pada pengguna komputer karena adanya gerakan berulang dalam menggunakan keyboard & mouse.
d. Tennis Elbow (TE) : Ditandai dengan nyeri disiku setelah aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan.
Pencegahan Muskuloskeletal dapat dilakukan dengan :
1. Meletakan Postur tubuh yang benar
2. Menyediakan Penyokong punggung yang sesuai
3. Posisi duduk yang ergonomis.
Hindari Gejala-Gejala Ini Sejak Dini...!!!!
Teknis Ideal Mengatasi Resiko Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer :
a. Monitor : Berada di ketinggian yang sama dan berdampingan dengan tempat arsip, berjarak 18-24 inchi dari wajah pengguna, dapat dimiringkan dan dinaikkan.
b. Keyboard : Dapat disetel & dilepaskan, diletakan sejajar dengan lengan tanpa harus mengangkat siku, pergelangan tangan sejajar dengan lengan bawah sehingga pergelangan tangan tidak terlalu fleksi, berada di depan monitor sejajar dengan letak mouse.
c. Kursi : Menyokong punggung, dapat disesuaikan untuk memperoleh posisi yang sebernarnya dan memiliki kemiringan yang dapat menyokong punggung, ketinggian kursi dapat disesuaikan ketika pengguna berada dalam kondisi duduk, disokong oleh lima kaki, dapat dipindahkan dengan mudah, memiliki bentuk yang dapat mendistribusikan berat badan.
d. Meja : Memiliki ruang yang cukup untuk lengan, memiliki ketinggian yang sesuai, memiliki ukuran yang cukup, untuk meletakan komputer dan dokumen.
e. Pergelangan Tangan & Tangan : Memiliki kedalaman minimum 2 inchi, memiliki panjang yang sama dengan keyboard, memilikiketinggian yang sama dengan keyboard, terbuat dari bahan yang lembut seperi busa atau jell, memegang mouse dengan lembut.
f. Pijakan Kaki : Dapat dimiringkan 10 - 20 derajat dari depan ke belakang, memiliki ketinggian yang cukup untuk kaki pengguna yang tidak menyentuh lantai, memiliki tinggi 12 inchi & lebar 20 inchi, dapat dipindahkan dan memiliki berat yang cukup agar tidak mudah bergeser, memiliki alas yang tidak licin.
Sumber: Andreas Y. - Sentral-Sistem Consulting

18 Agu 2008

Protein dan Prestasi Olahragawan

Kebutuhan akan zat gizi mutlak bagi tubuh agar dapat melaksanakan fungsi normalnya. Pada dasarnya kebutuhan makanan bagi olahragawan tidak atau sedikit berbeda dari makanan yang bukan olahragawan. Dalam hal ini makanan yang diperlukan tubuh adalah makanan yang seimbang dengan kebutuhan tubuh sesuai dengan umur dan jenis pekerjaaan yang dilakukan sehari-harinya. Untuk olahragawan karena aktivitas sehari-harinya lebih berat dari orang bukan olahragawan, maka porsi makanannya harus lebih besar disesuaikan dengan jenis olahraganya (ringan, sedang, berat). Terkait dengan kebutuhan protein, sampai saat ini banyak olahragawan maupun orang biasa yang ingin membentuk otot percaya bahwa dengan makan banyak sumber protein maka pembentukan otot akan lebih cepat. Namun, sejauh mana asupan tinggi protein untuk pembentukan otot, berikut akan di jelaskan.

Sumber protein bisa berasal dari hewani maupun nabati. Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu, seperti telur, susu, daging, unggas, ikan dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasilnya, seperti tempe dan tahu, serta kacang-kacangan lain. Kacang kedelai dan merupakan sumber protein nabati yang mempunyai mutu atau nilai biologi tertinggi. Namun protein kacang-kacangan terbatas dalam asam amino metionin. Sedangkan protein padi-padian tidak komplit, dengan asam amino pembatas lisin. Oleh karen itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan susunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, maka kekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihan asam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Dalam merencanakan diet, disamping memperhatikan jumlah protein perlu diperhatikan pula mutunya.

Protein dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-iakatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi, sumber energi. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif.

Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet. Hasil penelitian mutakhir membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang membentuk otot. Untuk membangun dan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi di dalam program latihan.

Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsi makanan dari hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi.

Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atlet mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkan dobel dari kebutuhannya.

Kebutuhan protein bagi individu yang bukan atlet berkisar antara 0.8-1 g/ kg BB/ hari dengan perbandingan protein hewani terhadap nabati 1:1. Kebutuhan protein untuk seorang atlet yang masih aktif berlatih, sedikit meningkat, mencapai 1-1,2 g/ kg BB/ hari. Bagi atlet yang sedang meningkatkan power dengan memperbesar serabut otot (misalnya pada latihan anaerobik serta atlet yang masih dalam masa pertumbuhan), kebutuhan terhadap protein lebih meningkat lagi tetapi tidak lebih dari 2 g/ kg BB/ hari. Pemberian protein yang melebihi kebutuhan akan menyebabkan protein kelebihan itu akan diubah menjadi lemak tubuh. Selain itu protein yang diberikan secara berlebihan menyebabkan kebutuhan akan air meningkat.

Menu yang banyak mengandung protein sering merupakan pilihan utama bagi para atlet. Mungkin hal ini disebabkan pengetahuan bahwa otot dibangun oleh protein sehingga timbul anggapan bahwa makan banyak protein akan merangsang pertumbuhan otot dan menambah kekuatan.

Sebetulnya suatu menu yang seimbang/ adekuat yang terdiri dari makanan biasa akan memberikan semua protein yang dibutuhkan atlet untuk performance yang maksimal. Dari penyelidikan Peteenhofer dan Volt ternyata bahwa pembakaran protein diwaktu latihan berat tidak lebih tinggi dari pada waktu istirahat, juga setelah cadangan glikogen habis, sedangkan bila latihan diteruskan tidak didapati eksresi nitrogen yang berarti.

Namun pemberian protein yang cukup tinggi dianjurkan terutama pada musim awal latihan, misalnya 1-2 bulan. Apalagi mengingat keadaan gizi atlet sering belum memuaskan pada waktu masuk pusat latihan. Dalam waktu permulaan ini memang banyak protein dibutuhkan selain untuk aktivitas enzim yang optimal juga untuk membangun otot. Apalagi bagi mereka dengan olahraga yang memerlukan pertumbuhan otot yang banyak. Diperlukan keseimbangan nitrogen yang selalu positif, sedangkan dengan pemberian protein 1 g/ kg BB/ hari pada waktu ,latihan, keseimbangan nitrogen positif sulit dipertahankan. Jadi dianjurkan pemberian protein 1,2-1,5 g/ kg BB/ hari pada permulaan masa latihan, tergantung dari sifat/ macam olahraganya. Untuk olahraga yang memerlukan banyak tenaga dianjurkan untuk lebih banyak lagi protein daripada untuk olahraga yang mementingkan kecepatan.

Dianjurkan memberikan protein dengan prosentase (%) yang menurun, bila pemberian kalori/ hari semakin meningkat, yaitu:

Jumlah kalori/ hari % Protein dari energi total

2500 15 %

3000-4000 14 %

4500-5000 13 %

5500-6500 12 %

7000-8000 11 %

Sumber lain menyebutkan bahwa kebutuhan protein tergantung pada macam atlet. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein:

Macam Atlet Gram protein/kg BB

Atlet berlatih ringan 1,0

Atlet yang rutin berlatih 1,2

Atlet remaja (sedang tumbuh) 1,5

Atlet yang memerlukan otot 1,5

Pemberian protein terlalu rendah juga akan merugikan karena protrein tubuh akan dipecah dan tenaga akan dipakai untuk pemecahan protein tubuh itu. Protein tidak perlu berasal dari daging tetapi asalkan dari bahan makanan kaya protein, secepatnya tentu yang berasal dari hewani sebab proteinnya bernilai tinggi.

Tetapi sebaiknya jangan sampai melampaui 2g/ kg BB/ hari, sebab kebanyakan protein akan menyebabkan SDA yang tinggi, yang akan merugikan metabolisme energi untuk kerja luar. Pemberian protein yang terlalu banyak dalam waktu yang lama, akan merupakan beban bagi ginjal karena harus bekerja berlebihan untuk mengolah dan mengeluarkan hasil pemecahan protein itu. Hal ini mengakibatkan ekskresi air juga bertambah, perasaan hauspun bertambah.

Meskipun protein merupakan zat pembangun tubuh, bahkan menurut Guyton (19910:384) ¾ zat padat tubuh adalah protein, sebagai dasar pembentuk otot (actin, myosin, collagen dan keratin), sesesorang yang ingin membentuk atau membesarkan ototnya seperti binaragawan tidaklah memerlukan konsumsi protein yang berlebihan seperti yang ditawarkan oleh iklan-iklan sebab kelebihan protein justru merugikan. Pembentukan massa otot (hipertropi) dan kekuatannya ditentukan oleh latihan yang terprogram dengan baik dan ditunjang oleh makanan yang sehat berimbang.

Protein memang sangat diperlukan oleh tubuh, tetapi terlalu banyak mengonsumsi protein juga akan menimbulkan masalah. Akibat-akibat yang muncul karena terlalu banyak mengonsumsi protein antara lain:

· Kelebihan protein akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak sehingga akan menjadi semakin gemuk.

· Memperberat kerja hati dan ginjal untuk membuang nitrogen pada metabolisme asam amino (deaminasi).

· Produksi urin berlebihan dapat mengganggu penampilan.

· Mineral-mineral penting seperti potasium, kalium, magnesium akan terbuang melalui urin sehingga dapat menimbulkan dehidrasi.

· protein bukan energi yang siap pakai, proses metabolisme memerlukan waktu yang lama.

· Protein merupakan sumber energi yang kurang efisien karena SDA (spesific Dynamic Action) atau energi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme cukup besar yaitu 30-40% padahal SDA karbohidrat hanya 6-7% dan SDA lemak 4-14%.

Pemakaian suplemen protein pada atlet dipercaya dapat meningkatkan ukuran otot sehingga kekuatan otot akan bertambah dan dapat mengurangi lemak tubuh. Penggunaan ekstraprotein dapat berupa menambah konsumsi bahan makanan sumber protein terutama protein hewani melebihi kebutuhan normal yang dianjurkan atau menggunakan jenis asam amino tertentu dalam bentuk tepung. Binaragawan adalah contoh olahragawan yang sering mengkonsumsi protein berlebih, misalnya dalam sehari harus menyantap berpuluh-puluh telur, beberapa kilogram daging dan suplemen protein.

Sebenarnya kebutuhan protein relatif sedikit sehingga apabila asupan makanan sehari-hari sudah mencukupi kebutuhan zat gizi termasuk protein maka suplemen protein (asam amino) tidak diperlukan. Dengan menu makanan tersebut, kebutuhan protein untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak sudah tercukupi.

Asupan protein yang berlebihan memberatkan kerja ginjal dan hati yang berpengaruh terhadap kinerja olahragawan. Untuk itu olahragawan tidak dianjurkan mengonsumsi protein yang berlebihan (high protein intake).

Kelebihan intake protein juga mempunyai efek terhadap status gizi. Sebagai contoh, asupan protein yang tinggi dapat berlawanan dengan metabolisme kalsium dan meningkatkan kebutuhan cairan. Peningkatan kebutuhan cairan bisa menyebabkan atlet beresiko tinggi mengalami dehidrasi.

Sumber: dietsehat.wordpress.com

Memilih Asuransi Kesehatan

KESEHATAN adalah hal yang paling penting dalam hidup ini. Karena itu, orang menempuh berbagai cara untuk menjaga dan merawat kesehatan. Bahkan orang mencari asuransi kesehatan untuk menunjang dan menjamin kesehatannya. Apalagi biaya perawatan dan pengobatan penyakit semakin melangit.

Dengan mengikuti program asuransi kesehatan berarti Anda telah mengalihkan risiko kepada pihak lain. Untuk risiko yang dialihkan itu, Anda mesti membayar premi yang besarnya bergantung pada risiko yang dialihkan dan manfaat yang inginkan diperoleh. Meskipun demikian, Anda tetap jeli memilih asuransi yang tepat supaya tidak dirugikan kelak. Berikut ini kami sajikan beberapa tips yang bisa Anda lihat sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti asuransi kesehatan.

Bonadifitas dan Track Record

Belakangan ini tersebar cukup banyak asuransi kesehatan yang ditawarkan melalui penyelenggara kartu kredit (Issuer). Artinya, selain penawaran langsung dari perusahaan asuransi kesehatan, ada juga penawaran asuransi kesehatan melalui penyelenggara kartu kredit (Issuer). Kepada card holder ditawarkan benefit dari asuransi kesehatan dan preminya langsung dibebankan kepada pemegang kartu melalui kartu kreditnya.

Pada titik ini Anda mesti mencermati keuntungan apa yang diberikan perusahaan asuransi itu. Apakah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan penerbit kartu kredit tersebut cukup bonafide dan telah memiliki pengalaman? Jangan sampai, ketika Anda sakit dan mengajukan klaim, prosesnya malah lebih sulit. Bahkan menyulitkan Anda. Jadi, untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan, paling tidak ada dua hal yang mesti di perhatikan, yakni bonafiditas dan track record-nya dan keuntungan ditawarkan dibandingkan dengan premi yang dibebankan kepada Anda.

Tabungan dan Investasi

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan sewaktu sakit, ada yang mengkombinasikannya dengan layanan tertentu. Misalnya, premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi. Sudah tentu tawaran ini menarik. Tetapi biasanya premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar.

Di samping itu, sebenarnya mereka yang ikut program asuransi dalam usia muda akan mendapat beberapa kemudahan. Misalnya, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan. Perlu diingat bahwa premi asuransi akan meningkat dengan meningkatnya usia nasabah. Jadi, daftarkan diri Anda pada asuransi kesehatan ketika masih muda.

Apple to apple

Lihat perbandingan antara manfaat yang didapatkan dengan premi yang harus Anda bayar. Caranya, bandingkan perusahaan asuransi yang satu dengan perusahaan asuransi yang lain (apple to apple). Bila terdapat deductible (biaya sendiri), hitung seberapa besar biaya deductible yang dikenakan. Bandingkan juga dengan penghematan atau pengurangan biaya preminya.

Asuransi Kesehatan dan Rumah Sakit

Selain itu, Anda juga mesti memperhatikan rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi kesehatan itu. Semakin banyak rumah sakit yang bekerja sama, semakin bonafide perusahaan asuransi tersebut. Percuma jika Anda memiliki asuransi kesehatan bila ternyata rumah sakit di dekat rumah Anda, misalnya, tidak memiliki kerja sama dengan asuransi kesehatan yang Anda miliki.

Cepat membayar klaim

Cobalah Anda bertanya kepada pihak pengelola rumah sakit atau dokter praktik yang ada di sekitar Anda, perusahaan asuransi mana yang membayar klaim asuransi paling cepat. Karena hal ini akan menentukan tingkat layanan rumah sakit kepada Anda.

Penggantian secara komplet

Ada asuransi kesehatan yang memberikan penggantian rawat inap saja. Tapi ada juga yang memberikan penggantian secara komplet, yaitu dengan rawat jalan dan obat. Nah, bila Anda sering sakit-sakitan dan pergi ke dokter, sebaiknya Anda mengambil asuransi kesehatan yang memberikan penggantian secara komplet. Tetapi bila Anda jarang sakit, untuk menekan premi, Anda sebaiknya cukup mengambil asuransi kesehatan yang memberikan penggantian rawat inap saja.

Mencairkan Klaim

Kemudian dalam mencairkan klaim adalah hal terpenting dalam bisnis asuransi. Untuk itu, Anda perlu melengkapi informasi dan data yang detail dari rumah sakit sebagai bukti perawatan.

Sistem Kartu

Ada dua sistem klaim dalam asuransi kesehatan. Bayar dulu lalu ditagih belakangan, atau sistem kartu di mana Anda tidak perlu membayar apa-apa. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang mendasar dari kedua jenis sistem klaim dari asuransi kesehatan tersebut. Yang membedakan adalah pada asuransi kesehatan dengan sistem kartu, pilihan tempat Anda berobat atau dirawat biasanya terbatas pada mereka yang sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi Anda. Ini karena RS/apotek tersebut perlu mengenali kartu Anda terlebih dahulu sebelum Anda dilayani.

Berbeda dengan sistem bayar dimuka lalu ditagih belakangan, di mana Anda bisa berobat (hampir) di mana saja. Yang mana harus Anda ambil? Bila uang tunai tidak masalah untuk Anda, tidak apa-apa jika Anda mengambil asuransi kesehatan yang menggunakan sistem klaim belakangan. Tapi bila uang tunai Anda terbatas, akan lebih baik kalau Anda mengambil asuransi kesehatan dengan sistem kartu.

Kombinasi Layanan

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan pada waktu sakit, ada yang mengkombinasikannya dengan layanan tertentu. Misalnya, premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi. Tawaran ini memang menarik. Hanya saja, premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar. Tambahan lagi, mereka yang mengikuti program asuransi pada usia muda akan mendapat beberapa kemudahan, seperti, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan.

Pertahankan Pola Hidup Sehat

Meskipun pada gilirannya Anda dan keluarga Anda sudah menjadi nasabah asuransi kesehatan, pola hidup sehat harus tetap dijalankan. Bukankah sehat lebih baik daripada sakit, meskipun memang biayanya ditanggung oleh perusahaan asuransi kesehatan? Jadi, jangan meninggalkan gaya hidup sehat meski telah menjadi nasabah asuransi kesehatan.

Sumber: okezone.com

24 Jul 2008

Jangan Biarkan Tulang Keropos


Osteoporosis (osteo = tulang; porosis = keropos) adalah kelainan pada tulang, yang ditandai dengan menurunnya massa tulang yang disertai dengan mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang hingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Akibatnya, dapat mengakibatkan patah pada tulang punggung, tulang pinggang dan pergelangan tangan.

Kebanyakan penderita Osteoporosis adalah kaum wanita terlebih mereka yang sudah berhenti haid atau mereka yang telah membuang ovari (ganti indung telurnya). Golongan tersebut memang sangat rentan terkena osteoporosis mengingat hormon adalah penyebab penting penyakit ini. Dan, wanita berumur 55 tahun ke atas adalah golongan yang sangat beresiko tinggi.

Meski demikian, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan tulang keropos, diantaranya adalah usia tua ( terutama diatas 55 tahun), wanita ( terutama setelah monopause), etnis Asia, gaya hidup yang kurang aktif, kurus atau berpostur ramping, riwayat osteoporosis atau patah tulang akibat osteoporosis dalam keluarga, gangguan keseimbangan hormonal ( estrogen ), seperti menopouse dini atau operasi pengangkatan indung telur, perokok, sering mengonsumsi minuman beralkohol, penggemar minuman yang mengandung kafein, diet dengan intake (asupan) rendah calcium (kalsium), penggunaan (penggunaan)obat-obatan seperti prednise / prednisolone, anti kejang (dilantin), kelainan / penyakit tertentu (hyperthyroidism/hipertiroid). Kaum lelakipun dapat terkena serangan osteoporosis meski kemungkinan lebih rendah dari wanita.
Dapat dicegah & diobati
Osteoporosis merupakan jenis penyakit yang menyebab atau gejala-gejalanya tidak terlihat secara kasat mata alias harus melalui pemeriksaan sinar-x. Namun, bagi sebagian wanita berusia di atas 55 tahun, terkadang osteoporosis bisa menimbulkan gejala, seperti rasa pegal-pegal pada tulang terutama di daerah punggung dan / atau pinggang. Jika hal ini terus dibiarkan, maka lama kelamaan akan terlihat postur tubuh yang bongkok / membungkuk, dengan bahu yang nampak bulat.

Meskipun gejala tidak kasat mata, namun hal ini dapat didiagnosis melalui pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density), menggunakan alat ”Hologic Explorer”. Alat mutakhir ini sudah menggunakan teknik dual energi x-ray absorptiometry (DEXA) yang memiliki radiasi sangat kecil, sehingga hasilnya sangat akurat dan pasien tidak akan merasakan sakit ketika sedang menjalani pemerikasaan. Begitu pun dengan waktu pemeriksaan yang super singkat, hanya 10 menit!

Bagi yang sudah terkena osteoporosis, tak perlu khawatir. Anda dapat meminimalkannya dengan cara diet cukup kalsium ( 1000-1500 mg per hari), intake vitamin D yang adekuat (400-800 IU per hari) serta melakukan aktifitas fisik atau letihan yang memadai. Sayangi tulang Anda sejak dini.

Sumber: info-sehat.com

18 Jun 2008

Autisme


Mengapa autisme kini menjadi momok bagi banyak orang tua? Diduga karena jumlah angka kejadiannya yang terus meningkat diseluruh dunia. Namun di Indonesia sendiri, belum ada data yang menunjukkan secara pasti besarnya angka kejadian tersebut.

Survey data dari California Department of Developmental Service, AS, melaporkan bahwa sampai Januari 2003, telah terjadi peningkatan kasus anak yang menderita autisme di Amerika Serikat hingga 31%. Ikatan Dokter Anak AS dan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS bahkan menambahkan bahwa jumlah anak yang didiagnosis menderita autisme sekitar 1:166 anak. Padahal, 10 tahun yang lalu, angka kejadiannya hanya 1:2500 anak.

Autisme adalah gangguan perkembangan anak dalam hal berkomunikasi, interaksi sosial, perilaku, emosi, serta proses sensoris. Seseorang yang menderita autisme hanya tertarik pada aktifitas mental dirinya sendiri (misalnya melamun atau berkhayal) dan sangat menarik diri dari kenyataan. Pada anak-anak, kelainan perilaku tersebut terlihat dari ketidakmampuan si anak untuk berhubungan dengan orang lain. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri dan pada beberapa kasus tertentu menggunakan bahasa atau ungkapan yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri.

Gejala anak yang menderita autisme umumnya sudah tampak sebelum usia 3 tahun. Apa saja gejalanya?
  • Tidak ada kontak mata yang mantap.
  • Kurang responsif terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Tidak mau bicara secara verbal.
  • Tidak mau berkomunikasi dengan bahasa tubuh, seperti tersenyum, merengut, dan sebagainya.
Jika hal tersebut dialami si kecil, sebaiknya Anda waspada dan segera membawanya ke dokter, psikolog, atau psikiater. Disarankan sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter yang ahli menangani autisme untuk menentukan tes, tindakan atau pengobatan selanjutnya, dan memberikan latihan khusus untuk si anak.

Gejala autisme disebut juga dengan spektrum autisme, yaitu gejala mulai dari yang ringan sampai yang berat. Bertambahnya kasus autisme bukan hanya pada kasus autisme klasik, tapi juga pada varian autisme yang lebih ringan, seperti sindroma Asperger dan atipikal autisme.

Sindroma Asperger adalah gangguan perkembangan dengan gejala berupa gangguan dalam bersosialisasi, sulit menerima perubahan, suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, serta terobsesi dan sibuk sendiri dengan aktivitas yang menarik perhatian. Umumnya, tingkat kecerdasan si kecil baik atau bahkan lebih tinggi dari anak normal. Selain itu, biasanya ia tidak mengalami keterlambatan bicara.

Sedangkan atipikal autisme adalah jenis autisme yang tidak memenuhi kriteria gangguan autisme yang disyaratkan oleh DSM-IV (panduan dalam menegakkan diagnosa gangguan mental). Meskipun begitu, si kecil mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi secara timbal balik. Mungkin juga ia tidak menunjukkan gejala yang khas atau bisa juga gejala-gejalanya lebih ringan dibandingkan penyandang autisme klasik.

Penyebab terjadinya autisme sebenarnya belum dapat diketahui, namun gangguan tersebut dapat dikaitkan dengan faktor keturunan maupun kegagalan salah satu bagian dari otak yang memproses rangsangan syaraf.

Salah satu penanganan anak dengan gangguan spektrum autisme adalah terapi perkembangan terpadu. Terapi tersebut terdiri dari terapi okupasi dengan penekanan pada terapi Sensory Integration yang dipadu dengan metode Floor Time. Namun, bila anak memerlukannya, masih ditambah lagi dengan Strategi Visual. Terapi Sensory Integration dan Floor Time diberikan setelah anak diketahui menyandang gangguan semua spektrum autisme. Sedangkan Strategi Visual baru diberikan bila anak sudah benar-benar siap menerima terapi ini. Kesiapan tersebut akan dinilai oleh terapis, dokter, atau psikolog yang menangani si anak.

Terapi Sensory Integration adalah terapi untuk memperbaiki cara otak menerima, mengatur, dan memproses semua input sensoris yang diterima oleh pancaindera, indera keseimbangan, dan indera otot. Anak yang mengalami gangguan perilaku, seperti autisme, akan mengalami kesulitan dalam menerima dan mengintegrasikan beragam input yang disampaikan otak melalui inderanya. Akibatnya, otak tidak dapat memproses input sensoris dengan baik. Dengan begitu, otak juga tidak dapat mengatur perilaku anak agar sesuai dengan lingkungannya.

Melalui terapi Sensory Integration, kemampuan si kecil dalam menerima, memproses dan menginterpretasi input-input sensoris, baik dari luar maupun dari dalam dirinya, akan diperbaiki. Dengan begitu, dia dapat lebih baik dalam bereaksi terhadap lingkungannya.

Untuk meningkatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, terapi Sensory Integration harus dipadukan dengan metode Floor Time (bermain di lantai). Metode bermain interaktif yang spontan dan menyenangkan bagi anak bertujuan untuk mengembangkan interaksi dan komunikasi si kecil. Floor Time bertujuan membentuk komunikasi dua arah antara anak dan lawan bicaranya, serta mendorong munculnya ide dan membantu anak mampu berpikir logis. Agar bisa melakukan Floor Time dengan baik, orang tua perlu bimbingan psikolog yang paham dan berpengalaman dengan metode tersebut.

Lalu, apa yang disebut dengan Strategi Visual? Umumnya, penyandang gangguan spektrum autisme lebih mampu berpikir secara visual. Jadi, mereka lebih mudah mengerti apa yang dilihat daripada apa yang didengar. Strategi Visual dipilih agar si kecil lebih mudah memahami berbagai hal yang ingin Anda sampaikan. Biasanya, ia akan diperkenalkan pada berbagai aktivitas keseharian, larangan atau aturan, jadwal, dan sebagainya lewat gambar-gambar. Misalnya gambar urutan dari cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan sebagainya. Dengan Strategi Visual, diharapkan anak bisa memahami situasi, aturan, mengatasi rasa cemas, serta mengantisipasi kondisi yang akan terjadi.

Sumber: info-sehat.com

Sindroma Tourette

DEFINISI
Sindroma Tourette adalah suatu penyakit dimana tic motorik dan vokalis terjadi beberapa kali dalam sehari dan telah berlangsung minimal selama 1 tahun.
Tic adalah gerakan diluar kesadaran yang terjadi secara berulang-ulang.

Sindroma Tourette sering diawali dengan tic simplek pada masa kanak-kanak, yaitu berupa sentakan otot yang tidak diinginkan dan tanpa tujuan, yang terjadi berulang-ulang.

Selanjutnya tic simplek berkembang menjadi gerakan yang kompleks, termasuk tic vokalis dan kelumpuhan pernafasan secara tiba-tiba. Tic voklis terdengar sebagai bunyi mendengus atau menggonggong.

PENYEBAB
Sindroma Tourette merupakan penyakit keturunan yang 3 kali lebih banyak terjadi pada pria.

Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi diduga merupakan suatu kelainan dalam dopamin atau neurotransmiter otak lainnya.

GEJALA
Seorang penderita anak-anak bisa menggerakkan kepalanya secara berulang dari kiri ke kanan atau sebaliknya, mengedip-ngedipkan matanya, membuka mulutnya atau meregangkan lehernya.

Tic yang lebih kompleks bisa berupa memukul dan menendang, mengendus-endus, merintih dan mendengung.
Penderita bisa mengucapkan kata-kata yang kasar di tengah-tengah percakapan, tanpa alasan yang jelas.
Penderita juga bisa dengan cepat mengulang-ulang kata yang didengarnya (ekolalia).
Penderita sering mengalami kesulitan dalam bersosialisasi.
Dulu mereka diasingkan, diisolasi atau bahkan diduga sebagai keturunan setan.
Banyak penderita yang menjadi impulsif, agresif dan berperilaku ingin menghancurkan dirinya sendiri; anak-anak seringkali mengalami kesulitan dalam belajar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan jika: - Telah terjadi tic motorik multipel atau satu atau lebih tic vokalis - Tic terjadi beberapa kali dalam sehari, hampir setiap hari atau selang hari, selama lebih dari 1 tahun. Dalam waktu 1 tahun, masa bebas gejalanya tidak boleh lebih dari 3 bulan. - Terjadi sebelum usia 18 tahun.

PENGOBATAN
Jika gejalanya ringan, tidak diperlukan pengobatan karena efek samping dari obat-obatan lebih buruk daripada gejalanya sendiri. Untuk mengendalikan gejala yang berat, bisa diberikan obat anti psikosa, meskipun bisa menimbulkan efek samping berupa kekakuan, penambahan berat badan, pandangan kabur dan mengantuk. Yang efek sampingnya lebih ringan adalah pimozid. Klonidin diberikan untuk membantu mengendalikan kecemasan dan perilaku obsesif-kompulsif.


Sumber: Medicastore.com

11 Jun 2008

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit dimana terjadi kemunduran fungsi otak yang menyebabkan hilangnya secara progresif dari ingatan, pengenalan, personalitas dan kekuatan mental. Meskipun penyakit Alzheimer bisa terjadi di awal usia 40 tahun, namun secara lazim terjadi pada usia di atasnya. Tercatat sekitar setengah dari kerusakan mental serius terjadi pada seseorang di atas usia 65 tahun.

Perubahan di dalam Otak


Pada penyakit Alzheimer, seperti pada kepikunan, terjadi atrophy (pengerutan atau pembuangan) dari korteks cerebral (lapisan luar pada otak, yang sebagian besar berurusan dengan intelektual dan fungsi sosial).


Terjadi juga keabnormalan spesifik lainnya, seperti adanya kekusutan serat-serat yang ada di dalam sel syaraf dan adanya tanda-tanda kepikunan, yang mungkin merupakan endapan amyloid (sebuah protein semiloid kompleks yang dijumpai di berbagai penyakit degenaratif). Keabnormalan tersebut tersebar di sepanjang korteks penderita Alzheimer, yang membedakan Alzheimer dari penyakit kepikunan lainnya. Karena spesimen biopsi otak (sampel jaringan yang diambil dari otak untuk kegiatan laboratorium) tidak diperoleh tanpa alasan yang sangat spesifik dan tanpa tujuan pengobatan yang spesifik, maka keabnormalan tersebut biasanya hanya bisa ditemukan setelah kematian.


Penyebab

Banyak teori mengenai penyebab penyakit Alzheimer's. Apa yang disebut slow virus (virus yang ada sejak awal usia dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat kerusakan) yang memiliki faktor-faktor lingkungan dan kerusakan dari penyakit yang ada sebelumnya. Saat ini, berkurangnya jumlah enzim kolin asetiltransferase (yang penting untuk membangun neurotransmiter asetilkolin) dijumpai pada beberapa pasien, dan teori tentang penggantian enzim atau neorotransmiter pun dirumuskan.


Defisiensi dari neurotransmiter lainnya dijumpai secara konstan. Faktor keturunan nampaknya menjadi bagian. Biasanya disepakati bahwa pengerasan arteri bukanlah menjadi penyebab. Penyakit Alzheimer tidak menular, dan juga tidak disebabkan karena penurunan emosional.


Gejala

Gejala sangat beragam dari satu orang dengan orang yang lain, dan mungkin terjadi berhari-hari atau berbulan-bulan jaraknya. Gejala dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan, hampir selalu melibatkan hilangnya ingatan kejadian yang daru saja berlangsung. Kehilangan ingatan ini bisa terjadi pada siapa saja, namun pada penyakit Alzheimer akan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Penderita bisa lupa akan nama keluarga dekatnya, lupa jalan pulang ke rumah, lupa mematikan oven, salah menempatkan barang, mengulang lagi kegiatan yang baru saja dilakukan, atau menanyakan kembali pertanyaan yang baru saja dijawab. Dan akhirnya hal ini akan mengganggu penderita untuk menjalani kehidupan secara normal.


Pada perkembangan selanjutnya, penderita Alzheimer menjadi bingung, frustasi dan tersinggung. Meskipun awalnya secara fisik tidak terganggu oleh penyakit Alzheimer, karena kondisinya berkembang, penderita akan menjadi gelisah, selalu mondar-mandir dan harus diawasi sehingga ia tidak bepergian jauh atau berada dalam bahaya. Pengulangan terus-menerus dari kegiatan yang tidak perlu, seperti mebuka-tutup laci, adalah gejala lainnya dari penyakit ini. Beberapa penderita bahkan bisa menjadi sangat marah akibat sedikit provokasi atau bahkan tidak ada provokasi sama sekali.


Rangkaian penyakit ini bisa terjadi dari 1 tahun sampai 20 tahun. Penyakit ini bisa menyebabkan memburuknya sistem saraf dan bagian tubuh lainnya dan meyebabkan hilangnya kontrol pada kandung kemih dan usus. Alzheimer bisa mengurangi harapan hidup karena kontribusinya pada hal-hal yang bisa menyebabkan kematian, seperti pneumonia atau kegagalan ginjal atau jantung.


Diagnosis dan Pengobatan

Kondisi lain bisa menyebabkab banyak gejala penyakit Alzheimer dan kondisi tersebut bisa diobati. Karena itu, penting bagi penderita untuk menjalani seluruh perawatan medis yang kadang meliputi kegiatan neurologis dan psikologis yang lebih luas dan studi diagnostis lain, seperti elektro-encefalografi (studi mengenai gelombang otak), test darah, dan pengambilan sampel cairan cerebrospinal.


Prosedur-prosedur tersebut bisa mengendalikan atau mengidentifikasi kemungkinan penyebab malfungsi sistem saraf, seperti rangkaian dari “stroke ringan”, infeksi atau tumor otak, anemia (yang bisa diobati dengan vitamin B12), overmedikasi dengan obat tidur atau bromida, alkoholisme, efeksamping dari medikasi tertentu, fungsi tiroid yang abnormal, hidrocepalus (terhalangnya tiroid) atau hidrocepalus (terhalangnya cairan cerebrospinal dalam kepala).


Masalah ingatan bisa juga mengakibatkan depresi. Depresi bisa terjadi karena perubahan hidup yang bersifat major, seperti kematian orang yang dicintai atau berpindah ke panti pemeliharaan. Gejalanya, yang meliputi sikap ketidakpedulian (apati), mudah tersinggung dan konsentrasi yang buruk, bisa diobati.


Pengobatan

Ilmu medis belum mengetahui bagaimana mencegah atau mengobati penyakit Alzheimer ini. Namun, penting untuk mendapatkan ahli yang mampu menolong penderita dan keluarganya untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat Alzheimer. Saat ini, obat penenang bisa mengurangi gangguan dan kegelisahan dan mengurangi kejadian dari kebiasaan yang tidak diingini. Medikasi juga bisa membantu memperbaiki pola tidur dan mengobati depresi akibat penyakit ini.


Adalah penting bagi penderita Alzheimer untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari seperti biasa dan tetap menjalin hubungan dengan teman-temannya. Bantuan memori, seperti daftar tugas harian, reminder mengenai keselamatan, dan kalender besar, bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari. Bila perawatan penderita menjadi semakin sulit, mungkin sebaiknya penderita dibawa ke fasilitas perawatan kesehatan dimana staf profesional bisa memberikan perawatan sepanjang hari.


Akhir-akhir ini, sebuah obat yang disebut tacrine telah dirilis untuk mengobati penyakit Alzheimer. Namun, pengawasan terhadap fungsi hati dengan tes darah secara berkala diperlukan, dan obat ini bisa menimbulkan efek samping yang tidak bagus. Obat lainnya, seperti donepezil, bisa juga memberikan manfaat.


Sumber: Howstuffworks.com