24 Okt 2008

7 Kiat Memilih Dokter


Pernah punya pengalaman, melangkah keluar dari ruang konsultasi dokter dengan perasaan tak puas, namun tak bisa berbuat apa-apa? Berikut 7 kiat memilih dokter agar kunjungan dan dana tak sia-sia.

Memilih dokter sesuai keluhan.

Sebelum memilih dokter, kenali dulu masalahnya. Jika mengalami tanda-tanda diabetes, mendatangi ke ahli endokrin. Jika menderita asma, mengunjungi dokter ahli paru atau pulmonologist. Jika penglihatan terganggu, berkonsultasi dengan dokter mata atau ophthalmologist. Jika sulit menelan, dapat mengunjungi dokter THT.

Namun ada saatnya gejala yang dialami rancu dan tidak jelas. Sakit kepala, misalnya, bisa disebabkan beragam kondisi mulai dari mata tegang hingga masalah sinus. Jika situasi ini yang dialami, sebaiknya mengunjungi dokter umum yang kemudian dapat merujuk ke spesialis bila perlu.

Jangan takut bertanya.

Saat berkonsultasi dengan dokter jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan apapun yang mengganjal di benak. Kalau sang dokter terlihat kurang komunikatif atau terkesan enggan menjawab pertanyaan, dapat dipertimbangkan untuk mencari alternatif dokter lain.

Masalah Asuransi.

Bila menjadi peserta asuransi kesehatan, dapat dipastikan untuk memilih dokter yang berpraktek dirumah sakit rujukan perusahaan asuransi tersebut. Bila harus dirawat di rumah sakit, dokter bisa terus merawat dan mengawasi perkembangan.

Pastikan merasa nyaman.

Memilih dokter yang sejak awal membuat merasa nyaman, membuat percaya diri untuk menyampaikan segala keluhan dan dapat menenangkan kekhawatiran dengan alasan yang logis. Hubungan antara dokter pasien sangat penting dan harus didasarkan pada kejujuran serta rasa saling percaya. Semakin merasa yakin pada dokter, kemungkinan akan semakin patuh pada program perawatan yang dokter tetapkan.

Pertimbangan Kemudahan akses.

Dalam menentukan pilihan, dapat dipertimbangkan tentang lokasi dan jadwal praktek dokter. Kapankah waktu yang paling memungkinkan pergi ke dokter? Sepulang kantor atau di akhir pekan? Jika harus dirawat apakah lebih memilih rumah sakit di dekat kantor atau di dekat rumah? Semua ini bisa dijadikan bahan pertimbangan.

Pertimbangan anggaran.

Tarif jasa konsultasi dokter di berbagai rumah sakit cukup bervariasi. Memastikannya dengan mencaritahu terlebih dahulu via telepon sebelum mendaftarkan diri. Jika tarifnya jauh melampaui anggaran, sebaiknya mencari yang lebih sesuai kantong. Sebelum menjalani pemeriksaan laboratorium dan tindakan apapun, jangan lupa pula menanyakan biayanya pada petugas administrasi rumah sakit.

Mencari rekomendasi.

Kalau masih tak yakin, dapat mencoba menanyakan pada kerabat, teman atau kolega untuk mendapatkan rekomendasi mengenai dokter yang dipercayai. Namun jangan sepenuhnya mengendalikan rekomendasi individu seperti ini รข€ tolok ukur orang lain bisa berbeda.

Sumber: info-sehat.com

23 Sep 2008

Shopaholic, Pertanda Tekanan Jiwa?


ISTILAH keranjingan belanja atau shopaholic mungkin hanyalah lelucon bagi mereka yang gemar menghamburkan uang. Anda juga sesekali mungkin pernah berbelanja tanpa kontrol dan baru tersadar setelahnya bila sekian banyak barang yang dibeli sebenarnya tidaklah diperlukan.

Bila hasrat belanja Anda masih sering dapat direm, itu hal yang wajar. Tetapi bila hasrat cenderung tak terkendali sehingga bersifat obsesif atau kompulsif, Anda harus waspada. Bisa jadi, perilaku yang Anda alami merupakan indikasi adanya problem kejiwaan.

Menurut suatu riset terbaru yang dimuat Journal of Consumer Research, keranjingan shopping dapat menjadi indikator timbulnya beragam persoalan mulai dari krisis finansial, konflik keluarga, stres, depresi hingga hilangnya kepercayaan diri. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan, saat ini banyak orang terjebak pada perilaku belanja kompulsif dan jumlahnya mungkin melebihi yang diperkirakan.

Tim peneliti yang terdiri dari Nancy M. Ridgway dan Monika Kukar-Kinney dari Universitas Richmond dan Kent B. Monroe (Universitas Illinois at Urbana-Champaign) berhasil merancang suatu teknik skala untuk mengukur derajat perilaku belanja kompulsif.

Skala ini berisi sembilan pertanyaan, dan para peneliti meyakini teknik baru ini jauh lebih baik ketimbang pengukuran sebelumnya dengan mengidentifikasi jumlah orang yang terlibat dalam perilaku compulsive shopping.

"Skala ini didesain untuk mengidentifikasi konsumen yang memiliki keinginan kuat untuk belanja, menghabiskan banyak uang secara teratur, dan mengalami kesulitan menolak impuls untuk membeli," terang peneliti.

Teknik pengukuran sebelumnya hanya memperhitungkan sebagian besar konsekuensi perilaku berbelanja, seperti krisis keuangan atau percekcokan keluarga seputar keuangan. Padahal menurut peneliti, tukang belanja dengan pendapatan besar mungkin akan jarang mengalami problem finansial, tetapi sebenarnya memiliki kecenderungan perilaku kompulsif.

Setelah menganalisis tiga hasil riset yang dilakukan terpisah, para peneliti menemukan bahwa perilaku belanja kompulsif berkaitan dengan materialisme, menurunnya kepercayaan diri, depresi, kecemasan dan stres.

Mereka yang berperilaku kompulsif memiliki perasaan positif berkaitan dengan belanja selain juga cenderung menyembunyikan barang belanjaan, mengembalikan barang, lebih banyak berdebat dengan keluarga dan memaksimalkan jatah kartu kredit.

Para peneliti menemukan sekitar 8.9 persen populasi yang dijadikan obyek penelitian adalah mereka dengan perilaku belanja kompulsif. Jumlah ini jauh lebih besar bila identifikasi dilakukan dengan cara saringan klinis biasa, yakni hanya sekitar 5 persen saja.

Sumber; kompas.com

Produk Susu China yang Diamankan


Selasa, 23 September 2008 | 16:56 WIB

JAKARTA, SELASA - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan pihaknya memerintahkan penarikan produk susu dari Cina yang beredar di pasaran dalam negeri pada Selasa.

"Semua produk makanan yang mengandung susu dari China saya minta ditarik dari peredaran dan diamankan. Kita tidak mau ambil risiko," katanya sebelum melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa.

Tindakan itu, katanya, dilakukan untuk melindungi masyarakat dari kemungkinan mengonsumsi produk susu asal China karena beberapa waktu lalu ditemukan susu formula terkontaminasi melamine--bahan kimia untuk membuat plastik-- di China yang telah mengakibatkan ribuan bayi sakit dan beberapa di antaranya meninggal dunia.

Dalam surat dari Kepala BPOM kepada asosiasi peritel Indonesia bernomor PO.04.01.1.4970 tertanggal 23 September 2008 yang tembusannya dikirim ke Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan disebutkan bahwa ada 28 jenis produk makanan mengandung susu dengan 12 merek yang berasal dari Cina yang harus diamankan.

Asosiasi peritel Indonesia, menurut surat yang ditandatangani Kepala BPOM itu, diminta menindaklanjuti surat tersebut dengan segera menarik produk tersebut dari peredaran, menyegelnya dan kemudian melaporkannya ke BPOM.

Jenis dan merek produk makanan yang harus diamankan antara lain yogurt bermerek Jinwei Yoguoo (susu fermentasi rasa aneka buah, rasa buah dan rasa netral/plain), susu full cream merek Guozhen, Indo Eskrim Meiji Gold Monas (rasa coklat dan rasa vanila), Oreo (stik wafer, cocholate sandwich cookie), kembang gula coklat susu M&Ms, dan Snickers (biskuit nuget lapis coklat).

Ada pula makanan dan minuman merek Yili yakni Yili Bean Club Matcha Red Bean Ice Bar, Yili Red Bean Ice Bar, Yili Super Bean Chesnut Ice Bar, Yili Prestige, Yili High Calcium Low Fat Milk Baverage, Yili Choice Dairy Frozen Yogurt Bar With Real Peach and Pinepple Flavoured dan Yili High Calcium Milk Baverage.

Produk makanan mengandung susu lain yang juga harus diamankan adalah Chocliz Dark Chocolate, Dutch Lady Strawbery Flavoured Milk (ekpor Cina, Hongkong dan Singapura), Natural Choice Yogurt Flavoured Ice Bar With Real Fruit, Nestle Dairy Farm UHT Pure Milk (katering), kembang gula rasa coklat Dove Choc dan kembang gula White Rabbit Creamy Candy.

"Pokoknya ini kita tarik dan amankan, tapi bukan berarti ini sudah terbukti mengandung melamine. Ini untuk langkah pengamanan saja, karena kita tak mau ambil resiko," katanya.

Menurut dia, penarikan produk-produk tersebut dari pasar akan dilakukan sampai ada hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan bahwa produk itu terbukti bebas dari kontaminasi melamine atau bahan berbahaya lainnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa untuk mengamankan masyarakat dari dampak peredaran produk susu terkontaminasi melamine dari Cina pihaknya juga telah menginstruksikan balai-balai POM di seluruh Indonesia untuk memantau peredaran susu dan produk susu dari Cina di dalam negeri sejak 18 September lalu.

"Tapi sampai sekarang belum ada laporan temuan," katanya serta menambahkan pihaknya akan segera melakukan pemeriksaan bila produk tersebut ditemukan.

Sumber: Kompas.com

8 Sep 2008

Pedulikah Anda Terhadap Gas Berbahaya?


Ketidakpedulian terhadap penggunaan bahan bakar bersih, diversifikasi energi, pengendalian emisi, dan manajemen transportasi kini telah berdampak, baik terhadap lingkungan dan bahkan mempengaruhi kesehatan manusia. Hasil penelitian menunjukkan, pencemaran udara di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia sudah mencapai titik kritis karena melampaui baku mutu dengan polutan utama gas Nitrogen oksida dan Partikel debu atau TSP (Total Suspended Particulate). Pengaruhnya terhadap kesehatan sebenarnya sudah dialami masyarakat. Setiap tahun, hampir setengah juta penduduk Asia termasuk Indonesia menderita penyakit saluran pernapasan, asma, iritasi mata dan kulit, bahkan meninggal. Penyakit autis yang belakangan ini banyak terdeteksi, telah terbukti terkait dengan kandungan logam dalam urin, darah, dan rambut anak-anak. Sedang paparan timbal (Pb) yang juga merupakan pencemar udara utama, diketahui menyebabkan turunnya tingkat IQ pada anak-anak.

Pencemaran udara juga memicu kerugian ekonomi dan menurunnya kualitas hidup, misalnya tidak dapat bekerja dan sekolah karena sakit. "Di Indonesia khususnya di kota Jakarta pencemaran udara telah menjadi masalah serius. Tahun 1998 estimasi kerugian ekonomi akibat dari pencemaran udara kira-kira satu persen dari total GDP (Gross Domestic Product)," seperti yang pernah dikemukakan oleh : Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Masnellyarti Hilman, dalam diskusi panel Pencemaran Udara dan Dampak terhadap Kesehatan Manusia, di Jakarta.

Menurut data yang dikeluarkan Laboratorium Udara Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan (Sarpedal) KLH, khusus untuk parameter NO, sudah mencapai 49,8 ppb (part per billion) di titik-titik disekitar jalan raya. Tingkat ini melebihi standar baku mutu nasional 48,7 ppb. Sedangkan titik yang jauh dari jalan raya-walaupun masih di bawah standar-kadar NO sudah mengkhawatirkan dengan kisaran 8-40 ppb. Parameter TSP konsentrasi rata-rata tahunannya juga telah melebihi standar baku mutu nasional (90 mikrogram per meter kubik), yaitu tercatat berkisar 91 hingga 145 (g/m3) baik di lokasi sekitar maupun yang jauh dari jalan raya. Hasil penelitian ini dikeluarkan Laboratorium Udara Sarpedal KLH (Sarana Pengendalian Dampak Lingkungan - Kementerian Lingkungan Hidup). Dan hasil penelitian ini pula atas proyek kerjasama Sarpedal KLH dan JICA (Japan International Cooperation Agency) yang mengukur kualitas udara polutan yaitu Sulfur dioksida (SO2), Nitrogen oksida (NO2 dan NOx) serta TSP (Total Suspended Particulate) pada 21 titik sampling di wilayah Jabotabek selama kurun waktu tahun 2002 hingga 2004. Titik sampling yang dipilih mewakili daerah peruntukan perumahan, industri, sempadan jalan raya, daerah pariwisata dan komersial. Bagaimana hasil penelitian setelah parameter tersebut setelah tahun 2004 sampai saat ini, dipastikan kadar gas pencemar semakin meningkat karena perkembangan industri semakin pesat.

Menteri Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengatakan peningkatan zat pencemar di udara yang terus berlangsung secara mengkhawatirkan itu terjadi pada tahun-tahun terakhir ini bukan hanya di Jakarta tapi juga kota-kota besar lainnya yaitu Surabaya, Semarang, Bandung dan Medan. Dari pemantauan terhadap berbagai parameter kualitas udara ambien di kota-kota besar tersebut yang cukup memprihatinkan adalah debu atau partikulat, Sulfur dioksida, Nitrogen oksida, Karbon monoksida, dan Hidrokarbon. Parameter pencemar udara lainnya yang juga mendapat sorotan akhir-akhir ini adalah Timbal (Pb) yang terdapat pada bahan aditif dalam bahan bakar bensin

Rachmat Witoelar mengharapkan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang dampak pencemaran udara baik dari industri, dan transportasi terhadap kesehatan. Diharapkannya pula peningkatan kinerja instansi pemerintah terkait dan para stakeholder dalam pengelolaan kualitas udara khususnya di DKI Jakarta, dan sekitarnya.

Dampak Polusi

Sementara itu Deputi Bidang Pembinaan Sarana Teknis Pengelolaan Lingkungan Hidup KLH, Masnellyarti Hilman, mengungkapkan berbagai dampak pencemaran udara di Indonesia. Setiap tahun hampir setengah juta penduduk Asia, termasuk Indonesia menderita berbagai penyakit seperti penyakit saluran pernafasan, asma, iritasi mata dan kulit bahkan sampai meninggal dunia. Hal ini disebabkan oleh adanya zat dan gas beracun seperti partikel halus (debu), serta Karbon monoksida, Nitrogen dioksida dan Sulfur dioksida yang diemisikan dari sumber tidak bergerak maupun bergerak atau dari kendaraan bermotor.

Pencemaran udara juga dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunnya kualitas hidup, misalnya tidak dapat bekerja dan sekolah karena sakit. Di Indonesia khususnya di kota Jakarta pencemaran udara telah menjadi masalah yang serius. Pada tahun 1998 estimasi kerugian ekonomi akibat dari pencemaran udara kira-kira satu persen dari total GDP (Gross Domestic Product) dan terus meningkat sampai saat ini.

Karena efek pencemaran gas beracun bersifat kumulatif, sehingga kerugian secara langsung tidak bisa terukur. Dampak pencemaran udara itu baru terlihat setelah beberapa tahun kemudian. Contoh dampak pencemarn udara ini yakni : penurunan IQ (kecerdasan) pada anak-anak akibat paparan Timbal (Pb) di udara, baru dapat diketahui setelah 10 - 20 tahun kemudian berupa generasi muda yang IQ-nya di bawah standar. Akhir-akhir ini masalah autis juga telah terdeteksi, yang disebabkan kandungan logam dalam urin, darah dan rambut anak-anak cukup tinggi. Penelitian di Amerika Serikat menyimpulkan bahwa 1 dari 50 anak terkena autis, hasil yang sangat signifikan sekali

Pencemaran udara di Indonesia terutama di kota-kota besar memang sudah sangat mengkhawatirkan, namun sulit dielakkan, karena pemilihan penggunaan bahan bakar fosil untuk sarana transportasi, dan belum luasnya pemakaian alat pereduksi emisi di pabrik karena membutuhkan dana yang besar. Dalam pengendalian pencemaran udara diharapkan Pemerintah harus mengeluarkan kebijakan yaitu mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan, menumbuhkan kesadaran dan peran masyarakat dalam pengendalian pencemaran udara, menganjurkan lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk menanam berbagai pohon yang mampu menyerap gas beracun, seperti pohon gantri, angsana dan felicium.

Peran aktif masyarakat dalam pengendalian pencemaran udara menjadi sangat penting karena sumber pencemaran udara berada ditangan masyarakat sendiri. Oleh sebab itu sebaik apapun kebijakan maupun peraturan yang ada, tanpa peran aktif masyarakat sebagai pelaku maupun pihak yang terkena dampak maka upaya pengendalian pencemaran udara tidak akan berhasil dengan baik. Untuk pengendalian polusi udara dari sumber bergerak seperti mobil, truk atapun bus dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain menerapkan kebijakan harga. Hampir 75 persen dari hasil minyak habis untuk subsidi harga BBM. Hal ini menghambat diversifikasi energi terutama gas alam yang tergolong ramah lingkungan. Cadangan gas Indonesia dua kali cadangan minyak tetapi pengembangannya terhambat oleh subsisi harga BBM. Diperlukan juga pembenahan manajemen transportasi khususnya di Jakarta. Akibat kemacetan di Jakarta terjadi pemborosan biaya transportasi sebesar Rp 17,2 triliun pertahun atau Rp 45 miliar perhari, yang ekivalen dengan 7,8 persen total PDRB DKI Jakarta.

Hasil Penelitian

Penelitian yang dilaporkan Bank Dunia pada tahun 1994 menyebutkan sektor transportasi menyumbang hampir 80 % total polusi Nitrogen dioksda dan 70 persen polusi Sulfur dioksida yang berasal dari industri. Sementara itu Sarpedal pada tahun 2003 mengestimasi total beban pencemaran dari sumber transportasi, pabrik dan rumah tangga Nitrogen oksida mencapai 24.696 ton pertahun, Sulfur dioksida 35.456 ton/tahun, dan TSP 4.669 ton/tahun.

Hasil simulasi terhadap NOx diketahui konsentrasinya terdistribusi pada seluruh daerah Jakarta, dan konsentrasi tertinggi didapati pada sekitar daerah jalan utama dan jalan layang. Hasil simulasi TSP konsentrasinya terkumpul dan tertinggi di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Utara.

Penelitian juga dilakukan Sarpedal KLH terhadap penyakit saluran pernafasan akibat tingginya konsentrasi gas polutan seperti SO2, NOx, dan TSP terhadap anak SD di DKI Jakarta. Kesimpulannya di Jakarta sudah tidak ada lagi tempat yang aman bagi anak-anak dari dampak pencemaran. Daerah yang tinggi tingkat polusinya adalah Jakarta Utara meliputi Palmerah, Kalideres, Sawah Besar, Cilincing dan Tanjung Priok. Kenyataan menjadi pertimbangan dalam memilih lokasi tempat tinggal yang sehat dan nyaman terutama untuk anak-anak.

Tingginya pencemaran udara di Jakarta juga ditunjukkan oleh data ISPU tahun 2002 yang menyimpulkan hanya 22 hari kota Jakarta dinyatakan sehat, selebihnya tercemar. Pada tahun 2003 bahkan hanya 7 hari sehat. Hal ini terkait dengan jumlah kendaraan di Jakarta yang hampir 3 juta dan diperkirakan akan meningkat setiap tahun. Masalah peningkatan jumlah kendaraan ini akan menjadi faktor utama penyebab menurunnya kualitas udara. Bagaimana tingkat pencemaran saat ini (jumlah hari sehat) di Jakarta, pastinya telah menurun lagi dari tahun 2003 yakni bisa di bawah 7 hari sehat karena makin bertambahnya jumlah kendaraan dan konsumsi bahan bakar. Dengan keadaan seperti ini apakah kita sebagai penduduk Jakarta peduli dengan kualitas udara Jakarta dan apa peran kita dalam mengambil bagian pengendalian pencemaran udara? Semoga kenyataan ini menjadi introspeksi dan pemikiran setiap orang dan pelaku usaha untuk mencari ide dalam memberikan kontribusinya untuk lingkungan. Kontribusi kita terhadap lingkungan secara sederhana yang cepat dapat dilakukan misalnya : Pembuatan Lubang Resapan Biopori di setiap lahan terbuka atapun penanaman pohon di lahan terbuka sampai kepada daur ulang sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah atau sampah organik, pengelolaan sampah non-organik menjadi sesuatu yang dapat digunakan dll. Khusus dalam dunia industri alangkah baiknya segala perencanaan pengelolaan lingkungan dikemas dalam satu sistem manajemen lingkungan sehingga arah, tujuan bahkan benefit yang didapat dari pengelolaan lingkungan ini dapat terkelola dengan baik dan tepat sasaran. Mari kita sama-sama memberikan kontribusi untuk pelestarian lingkungan yang sudah semakin tua ini.

Sumber: Andreas Y. - Sentral-Sistem Consulting

Bahaya Penggunaan Komputer


Ada pertanyaan yang menarik saat mengidentifikasi Bahaya-Resiko di perusahaan yakni : "Apa Resiko signifikan yang ditimbulkan dalam penggunaan komputer sehingga aktivitas ini menjadi kajian dalam dunia Safety?".
Demikian pembahasan mengenai pertanyaan tersebut :
Safety tidak hanya mengkaji Keselamatan Kerja saja tetapi mengangkat masalah-masalah yang terjadi mengenai Kesehatan Kerja bahkan mengkaji sampai Pengendalian Lingkungan Kerja, sehingga dunia safety lebih dikenal dengan istilah HSE (Health Safety & Environment). Pembahasan di bawah ini adalah bagian dari Kajian Safety yakni : Kesehatan Kerja yang mengandung penjelasan mengenai PAK (Penyakit Akibat Kerja). PAK yang sering diderita oleh para pekerja kantor adalah Penyakit-Penyakit Ergonomis (Penyakit yang berhubungan dengan posisi tubuh yang salah).
Kita pasti semua tahu fungsi dari komputer yang kita gunakan sehari-hari tetapi terkadang kita lupa apa akibat penggunaan komputer terutama yang berpengaruh terhadap tubuh kita. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Komputer dapat menimbulkan resiko kesehatan berupa :
1. Stress (menurut NIOSH).
2. Gangguan Pada Mata & Penglihatan yang berujung pada penyakit CVS (Computer Vision Syndrome) menurut The American Optometric Association, Miopi dan Glaucoma menurut The Journal of Epidemiology and Community Health.
3. Gangguan Muskuloskeletal yang berujung pada Repetitive Strain Injury (RSI).
Resiko kesehatan yang terjadi itu banyak diakibatkan oleh penggunaan yang salah, seperti :
a. Letak layar yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
b. Jarak mata ke layar komputer yang terlalu dekat.
c. Tidak ergonomisnya meja keyboard dengan tubuh operator.
d. Pencahayaan yang tidak sesuai .
e. Posisi Tubuh Yang Buruk.
f. Jumlah Kedipan Tidak Cukup Untuk Membasahi Mata.
g. Kelainan Minor Pada Penglihatan Yang Diperberat Oleh Penggunaan Komputer.
h. Penggunaan Lensa Koreksi Yang tidak Sesuai Dengan Posisi dan Jarak Pengguna Dari Monitor.
Keadaan ketidaksesuianan ini menggambarkan pertanyaan yang sering terlontar pula, " Mengapa kerja seharian sering merasa capek atau lelah ? "
Otot berpusat pada Susunan Syaraf Tulang Belakang, jika Syaraf Tulang Belakang terkena beban atau ketidaksesuaian pada bentuk maka terjadi pembakaran kalor pada otot berlebihan (kelelalahan otot) sehingga rasa capek atau lelah berasal dari proses tersebut.
Hindari Posisi-Posisi Seperti Ini...!!!!
Bagaimana Cara Mengatasi Resiko Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer :
Menurut hasil penelitian NIOSH bahwa operator komputer mengalami STRESS pekerjaan yang lebih tinggi dibandingkan pekerja lain. Pencegahan Stress ini dapat dilakukan dengan : memberikan waktu istirahat mata dalam beberapa menit, misalnya dengan cara salah satu cara melihat letak obyek bervariasi, melakukan olah raga ringan meskipun dalam keadaan duduk seperti menggerakan kaki, lengan, punggung, leher & bahu secara teratur.
Penggunaan komputer yang terlalu lama akan mengakibatkan turunnya tingkat ketajaman mata, sakit kepala, gangguan penglihatan dan ganguan mata itu sendiri, jika ini dibiarkan parah akan menimbulkan kerusakan mata permanen, keadaan ini disebut CVS (Computer Vision Sydrome). CVS merupakan contoh gangguan mata yang akan terjadi pada pengguna komputer. Pencegahan Gangguan mata dan penglihatan ini dapat dilakukan dengan mengatur lamanya penggunaan komputer dan bahkan menghentikan penggunaan komputer.
Gejala-gejala CVS dapat kita lihat sebagai berikut :
a. Myopi sementara : ketidakmampuan melihat dengan jelas obyek yang jauh untuk beberapa saat sampai beberapa jam setelah menggunakan komputer.
b. Mata Lelah.
c. Pengelihatan Kabur.
d. Mata Kering, Iritasi & Mata Berair.
e. Peningkatan Sensitivitas Terhadap Cahaya.
f. Sakit Kepala, Sakit punggung, Sakit Leher & Spasme Otot.
Langkah-langkah Untuk mengurangi resiko CVS :
a. Pemeriksaan Mata (Tips : Minimal 1 tahun sekali).
b. Pengaturan Pencahayaan (Tips : Meminimalkan cahaya yang berasal dari monitor)
c. Pengaturan Penglihatan (Tips : Jarak monitor ke mata 18-24 inchi, Posisi monitor sejajar mata, Membersihkan debu pada monitor, mengistirahatkan mata dengan menutup mata dan melihat dengan jarak bervariasi, mengedipkan mata lebih sering).
d. Modifikasi Tempat Kerja (Tips : Pengaturan letak komputer).
e. Olah Raga Ringan dengan menggerakan bagian leher, pundak, punggung & lengan (Disarankan).
Gangguan Muskuloskeletal diawali dengan kelemahan otot & tendon atau nyeri leher & punggung sampai dengan trauma yang kumulatif. Trauma kumulatif ini terjadi karena adanya gerakan berulang secara terus menerus untuk waktu yang lama yang disebut RSI (Repetitive Strain Injury).
Gejala awal RSI :
a. Kesesakan, ketidaknyamanan, kekauan, kesakitan, atau terbakar di tangan, pergelangan tangan, jari-jari, lengan bawah & siku.
b. Perasaan geli, kedinginan, atau mati rasa pds tangan.
c. Kekauan atau kehilangan kekuatan atau koordinasi tangan.
d. Nyeri yang menyebabkan terbangun di malam hari.
e. Memiliki keinginan untuk memijat tangan, pergelangan tangan dan lengan
f. Nyeri punggung, bahu atau leher yang berhubungan dengan penggunaan komputer
Gejala lain yang termasuk dalam RSI adalah :
a. Carpal Tunner Syndrome (CTS) : kumpulan gejala yang mengenai tangan dan pergelangan tangan yang mengakibatkan iritasi & nervus medianus. Orang yang beresiko adalah pengguna komputer yang melakukan gerakan berulang pada pergelangan tangan.
b. DeQuervains Tenosynovitis (DQT) : ciri khasnya ada rasa sakit pada sisi ibu jari lengan bawah yang dapat menyebar ke atas dan ke bawah.
c. Thoracic Outlet Sydrome (TOS) : Resiko ini dapat terjadi pada pengguna komputer karena adanya gerakan berulang dalam menggunakan keyboard & mouse.
d. Tennis Elbow (TE) : Ditandai dengan nyeri disiku setelah aktivitas yang menggunakan pergelangan tangan.
Pencegahan Muskuloskeletal dapat dilakukan dengan :
1. Meletakan Postur tubuh yang benar
2. Menyediakan Penyokong punggung yang sesuai
3. Posisi duduk yang ergonomis.
Hindari Gejala-Gejala Ini Sejak Dini...!!!!
Teknis Ideal Mengatasi Resiko Kesehatan Akibat Penggunaan Komputer :
a. Monitor : Berada di ketinggian yang sama dan berdampingan dengan tempat arsip, berjarak 18-24 inchi dari wajah pengguna, dapat dimiringkan dan dinaikkan.
b. Keyboard : Dapat disetel & dilepaskan, diletakan sejajar dengan lengan tanpa harus mengangkat siku, pergelangan tangan sejajar dengan lengan bawah sehingga pergelangan tangan tidak terlalu fleksi, berada di depan monitor sejajar dengan letak mouse.
c. Kursi : Menyokong punggung, dapat disesuaikan untuk memperoleh posisi yang sebernarnya dan memiliki kemiringan yang dapat menyokong punggung, ketinggian kursi dapat disesuaikan ketika pengguna berada dalam kondisi duduk, disokong oleh lima kaki, dapat dipindahkan dengan mudah, memiliki bentuk yang dapat mendistribusikan berat badan.
d. Meja : Memiliki ruang yang cukup untuk lengan, memiliki ketinggian yang sesuai, memiliki ukuran yang cukup, untuk meletakan komputer dan dokumen.
e. Pergelangan Tangan & Tangan : Memiliki kedalaman minimum 2 inchi, memiliki panjang yang sama dengan keyboard, memilikiketinggian yang sama dengan keyboard, terbuat dari bahan yang lembut seperi busa atau jell, memegang mouse dengan lembut.
f. Pijakan Kaki : Dapat dimiringkan 10 - 20 derajat dari depan ke belakang, memiliki ketinggian yang cukup untuk kaki pengguna yang tidak menyentuh lantai, memiliki tinggi 12 inchi & lebar 20 inchi, dapat dipindahkan dan memiliki berat yang cukup agar tidak mudah bergeser, memiliki alas yang tidak licin.
Sumber: Andreas Y. - Sentral-Sistem Consulting

18 Agu 2008

Protein dan Prestasi Olahragawan

Kebutuhan akan zat gizi mutlak bagi tubuh agar dapat melaksanakan fungsi normalnya. Pada dasarnya kebutuhan makanan bagi olahragawan tidak atau sedikit berbeda dari makanan yang bukan olahragawan. Dalam hal ini makanan yang diperlukan tubuh adalah makanan yang seimbang dengan kebutuhan tubuh sesuai dengan umur dan jenis pekerjaaan yang dilakukan sehari-harinya. Untuk olahragawan karena aktivitas sehari-harinya lebih berat dari orang bukan olahragawan, maka porsi makanannya harus lebih besar disesuaikan dengan jenis olahraganya (ringan, sedang, berat). Terkait dengan kebutuhan protein, sampai saat ini banyak olahragawan maupun orang biasa yang ingin membentuk otot percaya bahwa dengan makan banyak sumber protein maka pembentukan otot akan lebih cepat. Namun, sejauh mana asupan tinggi protein untuk pembentukan otot, berikut akan di jelaskan.

Sumber protein bisa berasal dari hewani maupun nabati. Bahan makanan hewani merupakan sumber protein yang baik, dalam jumlah maupun mutu, seperti telur, susu, daging, unggas, ikan dan kerang. Sumber protein nabati adalah kacang kedelai dan hasilnya, seperti tempe dan tahu, serta kacang-kacangan lain. Kacang kedelai dan merupakan sumber protein nabati yang mempunyai mutu atau nilai biologi tertinggi. Namun protein kacang-kacangan terbatas dalam asam amino metionin. Sedangkan protein padi-padian tidak komplit, dengan asam amino pembatas lisin. Oleh karen itu dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan dengan susunan hidangan yang beragam atau sering pula disebut sebagai menu seimbang, maka kekurangan asam amino dari bahan makanan yang satu, dapat ditutupi oleh kelebihan asam-asam amino dari bahan makanan lainnya. Dalam merencanakan diet, disamping memperhatikan jumlah protein perlu diperhatikan pula mutunya.

Protein dapat berfungsi untuk pertumbuhan dan pemeliharaan, pembentukan ikatan-iakatan esensial tubuh, mengatur keseimbangan air, memelihara netralitas tubuh, pembentukan antibodi, mengangkut zat-zat gizi, sumber energi. Protein dapat berfungsi sebagai sumber energi apabila karbohidrat yang dikonsumsi tidak mencukupi seperti pada waktu berdiit ketat atau pada waktu latihan fisik intensif.

Secara tradisional, atlet diharuskan makan lebih banyak daging, telur, ikan, ayam, dan bahan makanan sumber protein lainnya, karena menurut teori, protein akan membentuk otot yang dibutuhkan atlet. Hasil penelitian mutakhir membuktikan bahwa bukan ekstra protein yang membentuk otot, melainkan latihan. Latihan yang intensif yang membentuk otot. Untuk membangun dan memperkuat otot, anda harus memasukkan latihan resistan seperti angkat besi di dalam program latihan.

Agar cukup energi yang dikonsumsi untuk latihan pembentukan otot, makanan harus mengandung 60% karbohidrat dan 15% protein dari total energi. Kedengarannya aneh, tetapi sesungguhnya seorang atlet binaragawan dan pelari marathon dapat mengkonsumsi makanan dari hidangan yang sama. Seorang binaragawan cenderung berotot lebih besar dari pelari, karena itu ia membutuhkan lebih banyak energi.

Makanan yang terbaik untuk atlet harus mensuplai cukup protein tetapi tidak berlebihan untuk keperluan perkembangan dan perbaikan jaringan otot yang aus, produksi hormon, dan mengganti sel-sel darah merah yang mati dengan yang baru. Seringkali atlet mengkonsumsi makanan yang mengandung tinggi protein, sehingga mereka mendapatkan dobel dari kebutuhannya.

Kebutuhan protein bagi individu yang bukan atlet berkisar antara 0.8-1 g/ kg BB/ hari dengan perbandingan protein hewani terhadap nabati 1:1. Kebutuhan protein untuk seorang atlet yang masih aktif berlatih, sedikit meningkat, mencapai 1-1,2 g/ kg BB/ hari. Bagi atlet yang sedang meningkatkan power dengan memperbesar serabut otot (misalnya pada latihan anaerobik serta atlet yang masih dalam masa pertumbuhan), kebutuhan terhadap protein lebih meningkat lagi tetapi tidak lebih dari 2 g/ kg BB/ hari. Pemberian protein yang melebihi kebutuhan akan menyebabkan protein kelebihan itu akan diubah menjadi lemak tubuh. Selain itu protein yang diberikan secara berlebihan menyebabkan kebutuhan akan air meningkat.

Menu yang banyak mengandung protein sering merupakan pilihan utama bagi para atlet. Mungkin hal ini disebabkan pengetahuan bahwa otot dibangun oleh protein sehingga timbul anggapan bahwa makan banyak protein akan merangsang pertumbuhan otot dan menambah kekuatan.

Sebetulnya suatu menu yang seimbang/ adekuat yang terdiri dari makanan biasa akan memberikan semua protein yang dibutuhkan atlet untuk performance yang maksimal. Dari penyelidikan Peteenhofer dan Volt ternyata bahwa pembakaran protein diwaktu latihan berat tidak lebih tinggi dari pada waktu istirahat, juga setelah cadangan glikogen habis, sedangkan bila latihan diteruskan tidak didapati eksresi nitrogen yang berarti.

Namun pemberian protein yang cukup tinggi dianjurkan terutama pada musim awal latihan, misalnya 1-2 bulan. Apalagi mengingat keadaan gizi atlet sering belum memuaskan pada waktu masuk pusat latihan. Dalam waktu permulaan ini memang banyak protein dibutuhkan selain untuk aktivitas enzim yang optimal juga untuk membangun otot. Apalagi bagi mereka dengan olahraga yang memerlukan pertumbuhan otot yang banyak. Diperlukan keseimbangan nitrogen yang selalu positif, sedangkan dengan pemberian protein 1 g/ kg BB/ hari pada waktu ,latihan, keseimbangan nitrogen positif sulit dipertahankan. Jadi dianjurkan pemberian protein 1,2-1,5 g/ kg BB/ hari pada permulaan masa latihan, tergantung dari sifat/ macam olahraganya. Untuk olahraga yang memerlukan banyak tenaga dianjurkan untuk lebih banyak lagi protein daripada untuk olahraga yang mementingkan kecepatan.

Dianjurkan memberikan protein dengan prosentase (%) yang menurun, bila pemberian kalori/ hari semakin meningkat, yaitu:

Jumlah kalori/ hari % Protein dari energi total

2500 15 %

3000-4000 14 %

4500-5000 13 %

5500-6500 12 %

7000-8000 11 %

Sumber lain menyebutkan bahwa kebutuhan protein tergantung pada macam atlet. Di bawah ini diilustrasikan anjuran konsumsi protein:

Macam Atlet Gram protein/kg BB

Atlet berlatih ringan 1,0

Atlet yang rutin berlatih 1,2

Atlet remaja (sedang tumbuh) 1,5

Atlet yang memerlukan otot 1,5

Pemberian protein terlalu rendah juga akan merugikan karena protrein tubuh akan dipecah dan tenaga akan dipakai untuk pemecahan protein tubuh itu. Protein tidak perlu berasal dari daging tetapi asalkan dari bahan makanan kaya protein, secepatnya tentu yang berasal dari hewani sebab proteinnya bernilai tinggi.

Tetapi sebaiknya jangan sampai melampaui 2g/ kg BB/ hari, sebab kebanyakan protein akan menyebabkan SDA yang tinggi, yang akan merugikan metabolisme energi untuk kerja luar. Pemberian protein yang terlalu banyak dalam waktu yang lama, akan merupakan beban bagi ginjal karena harus bekerja berlebihan untuk mengolah dan mengeluarkan hasil pemecahan protein itu. Hal ini mengakibatkan ekskresi air juga bertambah, perasaan hauspun bertambah.

Meskipun protein merupakan zat pembangun tubuh, bahkan menurut Guyton (19910:384) ¾ zat padat tubuh adalah protein, sebagai dasar pembentuk otot (actin, myosin, collagen dan keratin), sesesorang yang ingin membentuk atau membesarkan ototnya seperti binaragawan tidaklah memerlukan konsumsi protein yang berlebihan seperti yang ditawarkan oleh iklan-iklan sebab kelebihan protein justru merugikan. Pembentukan massa otot (hipertropi) dan kekuatannya ditentukan oleh latihan yang terprogram dengan baik dan ditunjang oleh makanan yang sehat berimbang.

Protein memang sangat diperlukan oleh tubuh, tetapi terlalu banyak mengonsumsi protein juga akan menimbulkan masalah. Akibat-akibat yang muncul karena terlalu banyak mengonsumsi protein antara lain:

· Kelebihan protein akan disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak sehingga akan menjadi semakin gemuk.

· Memperberat kerja hati dan ginjal untuk membuang nitrogen pada metabolisme asam amino (deaminasi).

· Produksi urin berlebihan dapat mengganggu penampilan.

· Mineral-mineral penting seperti potasium, kalium, magnesium akan terbuang melalui urin sehingga dapat menimbulkan dehidrasi.

· protein bukan energi yang siap pakai, proses metabolisme memerlukan waktu yang lama.

· Protein merupakan sumber energi yang kurang efisien karena SDA (spesific Dynamic Action) atau energi yang dibutuhkan untuk proses metabolisme cukup besar yaitu 30-40% padahal SDA karbohidrat hanya 6-7% dan SDA lemak 4-14%.

Pemakaian suplemen protein pada atlet dipercaya dapat meningkatkan ukuran otot sehingga kekuatan otot akan bertambah dan dapat mengurangi lemak tubuh. Penggunaan ekstraprotein dapat berupa menambah konsumsi bahan makanan sumber protein terutama protein hewani melebihi kebutuhan normal yang dianjurkan atau menggunakan jenis asam amino tertentu dalam bentuk tepung. Binaragawan adalah contoh olahragawan yang sering mengkonsumsi protein berlebih, misalnya dalam sehari harus menyantap berpuluh-puluh telur, beberapa kilogram daging dan suplemen protein.

Sebenarnya kebutuhan protein relatif sedikit sehingga apabila asupan makanan sehari-hari sudah mencukupi kebutuhan zat gizi termasuk protein maka suplemen protein (asam amino) tidak diperlukan. Dengan menu makanan tersebut, kebutuhan protein untuk pertumbuhan dan penggantian sel-sel yang rusak sudah tercukupi.

Asupan protein yang berlebihan memberatkan kerja ginjal dan hati yang berpengaruh terhadap kinerja olahragawan. Untuk itu olahragawan tidak dianjurkan mengonsumsi protein yang berlebihan (high protein intake).

Kelebihan intake protein juga mempunyai efek terhadap status gizi. Sebagai contoh, asupan protein yang tinggi dapat berlawanan dengan metabolisme kalsium dan meningkatkan kebutuhan cairan. Peningkatan kebutuhan cairan bisa menyebabkan atlet beresiko tinggi mengalami dehidrasi.

Sumber: dietsehat.wordpress.com

Memilih Asuransi Kesehatan

KESEHATAN adalah hal yang paling penting dalam hidup ini. Karena itu, orang menempuh berbagai cara untuk menjaga dan merawat kesehatan. Bahkan orang mencari asuransi kesehatan untuk menunjang dan menjamin kesehatannya. Apalagi biaya perawatan dan pengobatan penyakit semakin melangit.

Dengan mengikuti program asuransi kesehatan berarti Anda telah mengalihkan risiko kepada pihak lain. Untuk risiko yang dialihkan itu, Anda mesti membayar premi yang besarnya bergantung pada risiko yang dialihkan dan manfaat yang inginkan diperoleh. Meskipun demikian, Anda tetap jeli memilih asuransi yang tepat supaya tidak dirugikan kelak. Berikut ini kami sajikan beberapa tips yang bisa Anda lihat sebelum mengambil keputusan untuk mengikuti asuransi kesehatan.

Bonadifitas dan Track Record

Belakangan ini tersebar cukup banyak asuransi kesehatan yang ditawarkan melalui penyelenggara kartu kredit (Issuer). Artinya, selain penawaran langsung dari perusahaan asuransi kesehatan, ada juga penawaran asuransi kesehatan melalui penyelenggara kartu kredit (Issuer). Kepada card holder ditawarkan benefit dari asuransi kesehatan dan preminya langsung dibebankan kepada pemegang kartu melalui kartu kreditnya.

Pada titik ini Anda mesti mencermati keuntungan apa yang diberikan perusahaan asuransi itu. Apakah perusahaan asuransi yang bekerja sama dengan penerbit kartu kredit tersebut cukup bonafide dan telah memiliki pengalaman? Jangan sampai, ketika Anda sakit dan mengajukan klaim, prosesnya malah lebih sulit. Bahkan menyulitkan Anda. Jadi, untuk memilih perusahaan asuransi kesehatan, paling tidak ada dua hal yang mesti di perhatikan, yakni bonafiditas dan track record-nya dan keuntungan ditawarkan dibandingkan dengan premi yang dibebankan kepada Anda.

Tabungan dan Investasi

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan sewaktu sakit, ada yang mengkombinasikannya dengan layanan tertentu. Misalnya, premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi. Sudah tentu tawaran ini menarik. Tetapi biasanya premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar.

Di samping itu, sebenarnya mereka yang ikut program asuransi dalam usia muda akan mendapat beberapa kemudahan. Misalnya, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan. Perlu diingat bahwa premi asuransi akan meningkat dengan meningkatnya usia nasabah. Jadi, daftarkan diri Anda pada asuransi kesehatan ketika masih muda.

Apple to apple

Lihat perbandingan antara manfaat yang didapatkan dengan premi yang harus Anda bayar. Caranya, bandingkan perusahaan asuransi yang satu dengan perusahaan asuransi yang lain (apple to apple). Bila terdapat deductible (biaya sendiri), hitung seberapa besar biaya deductible yang dikenakan. Bandingkan juga dengan penghematan atau pengurangan biaya preminya.

Asuransi Kesehatan dan Rumah Sakit

Selain itu, Anda juga mesti memperhatikan rumah sakit yang bekerja sama dengan perusahaan asuransi kesehatan itu. Semakin banyak rumah sakit yang bekerja sama, semakin bonafide perusahaan asuransi tersebut. Percuma jika Anda memiliki asuransi kesehatan bila ternyata rumah sakit di dekat rumah Anda, misalnya, tidak memiliki kerja sama dengan asuransi kesehatan yang Anda miliki.

Cepat membayar klaim

Cobalah Anda bertanya kepada pihak pengelola rumah sakit atau dokter praktik yang ada di sekitar Anda, perusahaan asuransi mana yang membayar klaim asuransi paling cepat. Karena hal ini akan menentukan tingkat layanan rumah sakit kepada Anda.

Penggantian secara komplet

Ada asuransi kesehatan yang memberikan penggantian rawat inap saja. Tapi ada juga yang memberikan penggantian secara komplet, yaitu dengan rawat jalan dan obat. Nah, bila Anda sering sakit-sakitan dan pergi ke dokter, sebaiknya Anda mengambil asuransi kesehatan yang memberikan penggantian secara komplet. Tetapi bila Anda jarang sakit, untuk menekan premi, Anda sebaiknya cukup mengambil asuransi kesehatan yang memberikan penggantian rawat inap saja.

Mencairkan Klaim

Kemudian dalam mencairkan klaim adalah hal terpenting dalam bisnis asuransi. Untuk itu, Anda perlu melengkapi informasi dan data yang detail dari rumah sakit sebagai bukti perawatan.

Sistem Kartu

Ada dua sistem klaim dalam asuransi kesehatan. Bayar dulu lalu ditagih belakangan, atau sistem kartu di mana Anda tidak perlu membayar apa-apa. Sebetulnya tidak ada perbedaan yang mendasar dari kedua jenis sistem klaim dari asuransi kesehatan tersebut. Yang membedakan adalah pada asuransi kesehatan dengan sistem kartu, pilihan tempat Anda berobat atau dirawat biasanya terbatas pada mereka yang sudah bekerja sama dengan perusahaan asuransi Anda. Ini karena RS/apotek tersebut perlu mengenali kartu Anda terlebih dahulu sebelum Anda dilayani.

Berbeda dengan sistem bayar dimuka lalu ditagih belakangan, di mana Anda bisa berobat (hampir) di mana saja. Yang mana harus Anda ambil? Bila uang tunai tidak masalah untuk Anda, tidak apa-apa jika Anda mengambil asuransi kesehatan yang menggunakan sistem klaim belakangan. Tapi bila uang tunai Anda terbatas, akan lebih baik kalau Anda mengambil asuransi kesehatan dengan sistem kartu.

Kombinasi Layanan

Layanan asuransi kesehatan sekarang amat bervariasi. Di samping menawarkan jaminan pembiayaan pada waktu sakit, ada yang mengkombinasikannya dengan layanan tertentu. Misalnya, premi yang dibayarkan sebagian akan diberlakukan sebagai tabungan atau investasi. Tawaran ini memang menarik. Hanya saja, premi asuransi yang ditawarkan juga akan lebih besar. Tambahan lagi, mereka yang mengikuti program asuransi pada usia muda akan mendapat beberapa kemudahan, seperti, tidak diperlukan pemeriksaan kesehatan.

Pertahankan Pola Hidup Sehat

Meskipun pada gilirannya Anda dan keluarga Anda sudah menjadi nasabah asuransi kesehatan, pola hidup sehat harus tetap dijalankan. Bukankah sehat lebih baik daripada sakit, meskipun memang biayanya ditanggung oleh perusahaan asuransi kesehatan? Jadi, jangan meninggalkan gaya hidup sehat meski telah menjadi nasabah asuransi kesehatan.

Sumber: okezone.com