6 Apr 2011

Fakta Mengejutkan Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan merokok. Fakta ini mungkin dapat mengejutkan Anda.

Anda pasti tahu seberapa buruk kebiasaan merokok bagi kesehatan Anda. Dan waktu terbaik untuk berhenti? Detik ini. Hanya dalam waktu 20 menit Anda akan mulai merasakan manfaat dari tidak merokok, dan dalam waktu cukup singkat, Anda telah menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, dan kondisi berbahaya lainnya.

Penasaran berapa lama nikotin akan bertahan di tubuh Anda? Gejala apa yang akan Anda alami saat Anda berusaha berhenti merokok? Ingin tahu penyakit apa saja yang disebabkan dengan merokok? Berapa hari bebas tembakau yang akan membuat tubuh Anda memulihkan diri dan tidak lagi berada pada resiko bahaya rokok? Berikut ini adalah timeline apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok.

20 menit setelah Anda berhenti merokok.
Pengaruh akibat Anda berhenti merokok akan segera diatur oleh tubuh Anda. Kurang dari 20 menit setelah rokok terakhir Anda, detak jantung Anda akan mulai menurun kembali ke tingkat normal.

2 jam setelah Anda berhenti merokok.
Setelah dua jam tanpa rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami penurunan mendekati tingkat yang sehat. Sirkulasi perifel Anda juga mungkin meningkat. Perhatikan ujung jari kaki dan tangan Anda – karena mungkin akan mulai terasa hangat. Gejala penghentian nikotin biasanya dimulai sekitar dua jam setelah Anda mengisap rokok terakhir Anda. Gejala awal biasanya cenderung bersifat emosional, termasuk:

* Sangat ingin merokok secara terus-menerus
* Merasa cemas, tegang atau frustrasi
* Mengantuk atau kesulitan tidur
* Nafsu makan meningkat

Untuk melawan gejala-gejala ini, cobalah untuk mengakuinya dengan rasionalisasi dan menuliskannya. Jangan menipu diri Anda dengan merokok lagi karena hal itu justru hanya akan membuat Anda jengkel.

12 jam setelah Anda berhenti merokok.
Karbon monoksida – yang dapat menjadi racun bagi tubuh pada tingkat tinggi – dilepaskan dari pembakaran tembakau dan dihirup sebagai bagian dari asap rokok. Karena karbon monoksida terikat baik dengan sel darah, kandungan tinggi dari zat ini dapat mencegah sel darah untuk mengikat oksigen, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Hanya dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh Anda akan menurun ke tingkat normal, dan kadar oksigen dalam darah Anda akan meningkat sampai tingkat normal.

24 jam setelah Anda berhenti merokok.
Rata-rata serangan jantung di kalangan perokok 70%lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Namun, percaya atau tidak, hanya sehari penuh setelah Anda berhenti merokok, resiko serangan jantgung Anda sudah mulai menurun. Meskipun Anda belum sepenuhnya bebas, namun Anda sudah berada di jalan yang benar.

48 jam setelah Anda berhenti merokok.

Merokok mungkin tidak mengancam nyawa, namun indra yang mati – terutama indra penciuman dan perasa – merupakan salah satu konsekuensi yang jelas dari rokok. Untungnya, setelah 48 jam tanpa rokok, ujung saraf Anda akan mulai tumbuh kembali, dan kemampuan Anda untuk mencium dan merasa akan meningkat. Hanya sedikit waktu lagi, Anda akan kembali menghargai hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

72 jam setelah Anda berhenti merokok.
Pada titik ini, nikotin akan benar-benar keluar dari tubuh Anda. Sayangnya, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan mencapai puncaknya di sekitar waktu ini. Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, atau kram di samping gejala emosional yang telah disebutkan sebelumnya. Untungnya, gejala fisik ini akan berlalu dengan cepat.

Untuk melawan gejala mental, pertimbangkan untuk menghargai diri Anda yang tidak lagi merokok: gunakan uang yang biasanya Anda habiskan untuk membeli rokok dengan menghabiskan makan malam di restoran yang bagus.

2 sampai 3 minggu setelah Anda berhenti merokok.
Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai benar-benar merasa berbeda. Anda pada akhirnya bisa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik tanpa merasa kehabisan nafas dan sakit. Hal ini disebabkan sejumlah proses regeneratif yang mulai terjadi dalam tubuh Anda; sirkulasi tubuh Anda akan meningkat, dan fungsi paru-paru Anda juga akan meningkat secara signifikan. Setelah dua atau tiga minggu tanpa rokok, paru-paru Anda akan mulai terasa lega, dan Anda akan mulai bernafas dengan lebih mudah.

Bagi kebanyakan perokok, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan hilang dua minggu setelah berhenti merokok.

1 sampai 9 bulan setelah Anda berhenti merokok.
Sekitar sebulan setelah Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan mulai beregenerasi. Di dalam paru-paru, silia – rambut halus – seperti organel yang mendorong lendir keluar – mulai memperbaiki diri dan kembali berfungsi dengan baik. Dengan silia yang kembali dapat berfungsi dengan baik, akan menolong mengurangi resiko Anda terkena infeksi. Dengan paru-paru yang berfungsi sebagaimana mestinya, batuk dan sesak nafas yang Anda alami akan terus menurun secara dramatis.

Bahkan untuk para perokok berat, gejala yang timbul akibat berhenti merokok tidak akan lagi terasa beberapa bulan setelah berhenti dari merokok.

1 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Menandai satu tahun berhentinya Anda dari kebiasaan merokok merupakan hal yang besar. Setelah setahun tanpa rokok, resiko Anda terkena serangan jantung akan menurun sampai 50% dibandingkan ketika Anda masih merokok. Cara lain untuk melihat pada kemajuan ini adalah seorang perokok dua kali lebih mungkin dibandingkan Anda untuk menderita semua jenis penyakit jantung.

5 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Sejumlah zat dilepaskan dalam proses pembakaran tembakau – karbon monoksida merupakan salah satu di antaranya – akan menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit, yang meningkatkan resiko Anda mengalami stroke. Setelah 5-15 tahun bebas dari rokok, resiko Anda untuk memgalami stroke sama dengan mereka yang bukan perokok.

10 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Para perokok memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk daftar menakutkan dari penyakit kanker, dengan kanker paru-paru menjadi yang paling umum dan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90% kematian akibat penyakit paru-paru di seluruh dunia. Hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika Anda berhenti, resiko kematian akibat kanker paru-partu akan turun 50% dibandingkan mereka yang merokok. 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, resiko Anda dari kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun.

15 tahun setelah Anda berhenti merokok.
15 tahun tanpa merokok akan membawa resiko penyakt jantung kembali ke tingkat yang sama dengan mereka yang memang bukan perokok. Anda tidak akan lagi berada pada posisi yang lebih tinggi dari normal untuk berbagai kondisi seperti serangan jantung, penyakit koroner, arhitmia, angina, infeksi jantung maupun kondisi yang mempengaruhi irama detak jantung Anda.

Manfaat jangka panjang dari menghentikan kebiasaan merokok sangatlah fantastis. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, mereka yang tidak merokok rata-rata hidup 14 tahun lebih lama dibandingkan para perokok. Berhenti hari ini, dan Anda akan memperpanjang rentang hidup Anda dan menghidupi tahun-tahun ekstra dengan sistem kardiovaskular yang dapat berfungsi, saat Anda aktif dan merasa luar biasa.

Apakah Anda siap berhenti? Berhenti memang tidak mudah, namun hal itu sangat layak untuk diperjuangkan, dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda berhenti hari ini. Apakah Anda siap untuk menikmati manfaat dari hidup bebas asap rokok?

sumber: jawaban.com

Ini Buktinya Sehat Itu Murah

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda berhak untuk kesehatan yang baik.

Setidaknya ada 6 cara hidup sehat tanpa perlu mengeluarkan biaya. Ongkos yang diperlukan mungkin hanya melawan malas.

Berikut 6 cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth.com, Rabu (6/4/2011):

1. Bersosialisasi
Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik napas dalam
Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingg akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur sinar matahari
Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan seks yang sehat
Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang cukup
Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan bergerak
Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

sumber: detikhealth

5 Apr 2011

Teh Susu, Lezat Namun tidak Bermanfaat

TEH memang merupakan pendamping terbaik dalam program penurunan berat badan, sayangnya khasiat teh akan sia-sia bila ditambahkan dengan susu.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa teh mengandung senyawa tingkat tinggi yang membantu mengurangi jumlah lemak yang diserap usus plus mampu memangkas jumlah kolesterol. Namun, protein yang dikandung susu sapi akan menetralisasi kemampuan senyawa dalam teh tersebut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa senyawa bernama theaflavin dan thearubigins bisa mencegah obesitas bila diberikan pada tikus.

Dr Devajit Borthakur, seorang ilmuwan Tea Research Association, di Jorhat, India, berkata, "Bila teh diminum dengan susu, theaflavin dan thearubigins akan berinteraksi dengan protein susu yang menyebabkan kedua zat itu malah mengendap.

"Ini berarti bahwa kita tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan baik dari kedua senyawa itu maupun dari protein susu. Maka itu, selalu disarankan untuk tidak menggabungkan teh dengan susu."

Dr Lisa Ryan, seorang dosen senior ahli gizi Pusat Fungsional Makanan di Oxford Brookes University telah menemukan bahwa susu skim mengurangi kadar dua senyawa aktif ini melebihi jenis susu lain seperti susu murni. Seperti dikutip dari The Telegraph, Minggu (27/3), ia berkata, "Lemak pada susu tampaknya menjadi penyangga polifenol dan antioksidan. Molekul yang bernama kasein mengikat polifenol sehingga kemampuan mereka menurun."

"Meskipun menambahkan susu tidak akan berdampak pada ketersediaan polifenol, teh masih merupakan sumber paling signifikan untuk mendapatkan manfaat lebih polifenol."

sumber: mediaindonesia

Jantung Buatan Segera Terwujud

Terobosan baru di bidang teknlogi sel punca telah memasuki babak baru dan memberi harapan bagi jutaan pasien penyakit jantung dunia. Para ahi di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengembangkan organ jantung manusia untuk pertama kalinya di laboratorium.

Seperti dilaporkan pada konferensi American College of Cardiology di New Orleans AS, para ilmuwan dari Kedokteran Regeneratif Universitas Minnesota menciptakan 'jantung baru' memanfaatkan organ donor. Penelitian ini yang menggunakan teknik sel sel punca ini merupakan langkah besar menuju terciptanya transplantasi organ lain, seperti hati, paru-paru dan ginjal.

Dr Doris Taylor, spesialis dari Universitas Minnesota, optimistis bahwa jantung buatan ini akan berfungsi. "Jantung akan tumbuh, dan kami harap akan menunjukkan tanda-tanda berdetak dalam beberapa minggu ke depan. Ada banyak rintangan untuk menghasilkan jantung yang dapat berfungsi penuh. Tetapi perkiraan saya, suatu hari mungkin transplantasi dapat dibuat untuk seluruh organ manusia," ujarnya.

Selama ini, pasien yang menjalani transplantasi jantung normal harus selalu mengonsumsi obat untuk menekan sistem imun di sisa hidup mereka. Teknik transplantasi jantung ini dapat memicu risiko hipertensi, gagal ginjal dan diabetes.

Apabila jantung baru ini dapat dibuat dengan sel punca yang berasal dari pasien sendiri, risiko penolakan tentu akan menjadi lebih minim.

Pada tahun 2007, seorang dokter di Inggris sudah mencoba untuk menumbuhkan katup jantung manusia dengan menggunakan sel punca yang diambil dari sumsum tulang pasien. Bahkan setahun kemudian, para ilmuwan tersebut sudah berhasil melakukannya pada binatang, yakni menggunakan tikus dan babi sebagai obyek percobaan.

Jantung mayat

Dalam riset terbaru, para ahli Universitas Minnesota menciptakan organ baru dengan menggunakan jantung manusia yang diambil dari mayat. Para ilmuwan menanggalkan sel-sel yang telah mati dari jantung dengan cara dicuci deterjen yang kuat. Ini bertujuan untuk meninggalkan penopang ghost heart yang terbuat dari kolagen protein. Ghost heart ini kemudian disuntikkan dengan jutaan sel induk yang sudah diberikan nutrisi.

Sel-sel induk yang ternyata mengenal struktur kolagen pada jantung dan mulai berubah menjadi sel otot jantung. Tetapi hingga tahap ini, jantung belum mulai berdenyut - tetapi jika jantung itu berdetak, mereka bisa cukup kuat untuk memompa darah.

Perjalanan untuk sampai tahap menciptakan jantung bekerja menghadapi banyak hambatan. Salah satu yang terbesar adalah perlunya mendapatkan oksigen yang cukup ke organ melalui jaringan kompleks pembuluh darah. Bukan hanya itu saja, para ilmuwan juga perlu untuk memastikan sel-sel jantung berdetak pada waktunya.

”Kami sudah berjalan cukup jauh untuk menciptakan transplantasi jantung. Kami berpikir, kami telah membuka kesempatan untuk membangun transplantasi pada organ manusia lainnya,” pungkas Dr Taylor.

sumber: kompas.com

30 Mar 2011

Bahaya Bagi Pemain Drum

Awal Maret 2011, media massa ramai memberitakan, penabuh drum grup rock Genesis, Phil Collins (60), akan mundur dari karier musik yang dijalani lebih dari 40 tahun akibat gangguan kesehatan. Pemusik kelahiran Inggris itu mengalami masalah telinga, dislokasi tulang, dan kerusakan saraf pada lengan.

Bagi pemusik, alat pendengaran merupakan harta tak ternilai. Di sisi lain, ada potensi gangguan pendengaran akibat tingginya intensitas bunyi alat musik yang dimainkan.

Berdasarkan studi Marshall Chasin dari Centre for Human Performance and Health, Kanada, intensitas (kerasnya) bunyi bass drum dapat mencapai 106 desibel (dB).

Guru Besar Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorok Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jenny Endang Bashiruddin memaparkan, bunyi aman bagi telinga adalah intensitas 85 dB dalam 8 jam per hari kerja atau 40 jam per minggu berdasarkan panduan Occupational Safety Health Association (OSHA).

Hukum ”tiga” dapat dimanfaatkan sebagai panduan. Artinya, setiap penambahan tiga desibel, waktu aman pajanan makin pendek. Misalnya, seseorang aman jika terpajan 85 dB dalam waktu 8 jam, 88 dB dalam waktu 4 jam, 91 dB dalam waktu 2 jam, 94 dB dalam waktu 1 jam, 97 dB dalam waktu 30 menit, 100 dB dalam waktu 15 menit, dan seterusnya. Jika tidak terpenuhi, dapat terjadi kerusakan alat pendengaran. ”Penabuh gamelan bali yang sangat energik dan keras bunyi musiknya pernah diteliti. Ternyata, mereka mengalami gangguan pendengaran,” kata Jenny.

Proses mendengar berawal dari gelombang bunyi yang ditangkap oleh daun telinga. Bunyi diteruskan ke liang telinga, kemudian menggetarkan gendang telinga (membran timpani). Bergetarnya tulang-tulang pendengaran (martil, landasan, dan sanggurdi) di telinga tengah menggetarkan cairan di rumah siput (koklea) di telinga bagian dalam. Getaran kemudian diteruskan ke saraf pendengaran (saraf auditorius) dan disampaikan ke otak untuk diinterpretasikan. Saat itulah kita mengetahui bunyi yang didengar.

Bunyi yang terlalu keras akan merusak sel-sel rambut di koklea. ”Jika terjadi terus, gangguan pendengaran semakin berat dan sulit diperbaiki,” ujarnya.

Jenny mengatakan, gangguan pendengaran akibat bising, yang dikenal sebagai noise induced hearing loss (NIHL), merupakan salah satu gangguan pendengaran yang dapat dicegah.

Pemain drum atau orang yang bekerja di lingkungan bising dapat menggunakan penutup telinga untuk mengurangi intensitas bunyi.

Menjaga organ gerak

Mengingat bermusik merupakan aktivitas yang sarat gerak, penabuh drum juga perlu mewaspadai gangguan pada organ gerak.

Dokter ahli saraf Darmawan Muljono, mewakili tim dokter dari Ramsay Spine Center Rumah Sakit Premier Bintaro, menyebutkan, cedera tulang belakang pada penabuh drum terkait erat dengan pergerakan tubuh. Selain Darmawan, tim dokter Spine Center terdiri dari ahli bedah tulang Luthfi Gatham, ahli rehabilitasi medik Peni Kusumastuti, ahli saraf Tuti Suwirno Zacharia, dan ahli radiologi Riris Himawati.

Aktivitas yang melampaui kemampuan, seperti mengangkat beban berat atau terpukul, dapat mengakibatkan kerusakan anggota gerak. Cedera juga bisa terjadi tanpa disadari, tetapi berulang-ulang dalam jangka waktu lama (minimal repetitive accumulative injury) serta pemakaian berlebihan (over-use injury). Penabuh drum berisiko mengalami cedera karena saat menabuh drum tak ada penunjang kedua lengannya sehingga besar kemungkinan timbul gangguan di tengkuk dan leher.

Leher sering mengalami cedera, seperti kerusakan tulang, persendian, dan jaringan pengikat. Gangguan itu akan mengganggu sistem saraf. Timbul nyeri di tengkuk, sakit kepala, dan kesemutan yang menjalar ke lengan. Jika berkelanjutan, terjadi pengisutan otot, akhirnya otot lemah dan lumpuh.

Risiko lain ialah gangguan saraf lengan atau saraf persendian tangan. Terjadi penjepitan saraf dalam terowongan sendi tangan akibat peradangan karena cedera. Timbul rasa nyeri, kesemutan, baal pada jari-jari tangan dan telapak serta punggung tangan, kesulitan menggenggam, lama-kelamaan otot mengisut, dan terjadi kelemahan otot-otot jari tangan.

Persendian dan otot-otot lengan juga dapat cedera, misalnya persendian gelang bahu, persendian siku, tangan, dan jari-jari. Persendian atau otot yang cedera akan terasa nyeri dan pergerakan jadi terbatas.

Guna mengurangi risiko cedera, latihan pemanasan berupa peregangan pinggang, leher, gelang bahu, lengan, siku, tangan, dan jari-jari sangat penting. Pembebanan yang bertahap untuk mengondisikan anggota gerak menghadapi segala postur dan aktivitas akan sangat membantu. Sebaiknya aktivitas yang berlebihan dihindari dengan cara beristirahat setelah beberapa pertunjukan.

”Postur tubuh yang baik saat beraktivitas dapat mencegah cedera. Letak tempat duduk dengan alat musik perlu diatur agar tidak terjadi kesalahan postur. Ukuran batang pemukul drum perlu disesuaikan dengan ukuran tangan,” kata Darmawan.

Jika terjadi cedera, pemusik disarankan berhenti sementara guna mencegah kerusakan lebih lanjut. Daerah yang cedera dikompres es selama 7-10 menit dan diistirahatkan 24-48 jam sambil melakukan latihan ringan tanpa pembebanan. Obat antiperadangan dapat dikonsumsi untuk meringankan keluhan.

Jika keluhan tidak berkurang, langkah terbaik adalah memeriksakan diri ke dokter. Keadaan kronik (cedera sudah berlangsung lama) biasanya lebih sulit ditangani. Umumnya, dilakukan tindakan fisioterapi seperti pemanasan, ultrasound, stimulasi elektris guna meningkatkan aliran darah pada daerah yang terlibat, disertai latihan peregangan mobilisasi sendi-sendi atau otot yang cedera sehingga menjadi lentur dan kuat. Pemulihan bergantung pada berat ringannya gangguan, proses baru atau lamanya, serta penyebab yang mendasari kerusakan.

Darmawan mengatakan, pencegahan dan penanganan sedini mungkin tetap yang terpenting. Kalau kesehatan tetap prima, karier bermusik pun awet terjaga.

sumber: kompas.com

29 Mar 2011

Negara-negara Tempat Orang Super Gemuk Berada

Kegemukan tidak hanya menjadi masalah di negara maju, bahkan di negara paling miskin sekalipun banyak yang mengalaminya. Banyak faktor yang mempengaruhinya, mulai dari kurang olah raga hingga diet yang tidak sehat

Badan kesehatan dunia WHO menetapkan, seseorang bisa dikatakan mengalami overweight atau kegemukan jika memiliki Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari atau sama dengan 25 kg/m2. Jika IMT sudah melebihi 30 kg/m2, maka bisa dikategorikan obesitas.

Saat ini WHO mencatat, 1 dari 3 orang di seluruh dunia memiliki masalah kegemukan sedangkan 1 dari 10 orang mengalami obesitas.

Jika tidak ada upaya untuk memperbaiki gaya hidup dan pola makan, diperkirakan jumlah penderita kegemukan akan mencapai 2,3 miliar pada tahun 2015. Angka ini cukup tinggi karena menyamai jumlah penduduk China, ditambah Amerika dan seluruh Eropa.

Masalah kegemukan juga bukan monopoli negara maju yang umumnya terlalu makmur untuk berolahraga berat. Sebuah survei yang dilakukan Globalpost sepanjang 1 dasawarsa terakhir menunjukkan, beberapa negara miskin termasuk dalam 10 negara dengan masalah kegemukan paling banyak.

Berikut ini daftar negara paling gemuk berdasarkan persentase warga yang memiliki masalah berat badan, seperti dikutip dari Globalpost, Senin (28/3/2011).

1. Samoa (93,5 persen)
Negara kepulauan yang juga terletak di Samudra Pasifik ini sebenarnya memiliki tradisi diet yang sehat yakni karbohidrat kompleks yang tinggi serat dan rendah lemak. Namun sejak terjadi migrasi orang asing pada masa Perang Dunia II, diet itu berubah dan menjadikan negara ini sebagai negara tergemuk di dunia.

2. Kiribati (81,5 persen)
Antara tahun 1964-2001, impor makanan di salah satu negara termiskin di dunia ini meningkat 6 kali lipat. Makanan yang didatangkan dari negara lain umumnya berupa makanan olahan yang banyak mengandung lemak dan tidak sehat. Tak heran negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik ini menduduki posisi 'runner up' negara paling gemuk di dunia.

3. Amerika Serikat (66,7 pesen)
Sejak tahun 1960-an, 24 persen warga Amerika Serikat sudah mengalami overweight. Kini jumlahnya terus meningkat, hingga 2 dari 3 warganya bisa dikategorikan obesitas. Junk food alias makanan tidak sehat disebut-sebut sebagai pemicu utama kegemukan di Amerika Serikat.

4. Jerman (66,5 persen)
Tidak terlalu mengejutkan jika Jerman masuk salah satu negara paling gemuk, karena warganya cukup dikenal dengan budaya minum bir dan makan masakan berlemak. Dalam upaya menekan jumlah warga yang gemuk, saat ini pemerintah menyediakan buah dan sayuran sebagai cemilan gratis untuk anak sekoilah di negara tersebut.

5. Mesir (66 persen)
Jumlah pengidap masalah kegemukan di Mesir meningkat sejak tahun 1980-an. Sejak masa itu, laju pertumbuan penduduk mulai tidak terkendali sehingga pola makan menjadi tidak sehat. Terlebih dalam tradisi sebagain warganya, perempuan ditabukan untuk berolahraga.

6. Bosnia-Herzegovina (62,9 persen)
Masalah kegemukan tidak hanya terjadi di negara-negara dengan penghasilan perkapita relatif tinggi. Buktinya, Bosnia-Herzegovina yang rata-rata penduduknya masih hidup di bawah garis kemiskinan masuk dalam 10 besar negara paling gemuk. Pemicunya antara lain diet yang tidak sehat, ditambah dengan kebiasaan merokok dan minum alkohol.

7. Selandia Baru (62,7 persen)
Menurut penelitian dari University of Otago, masalah kegemukan di Selandia Baru dipicu oleh kecanduan menonton TV sejak kecil. Di negara ini, masalah kegemukan lebih banyak dipicu karena kurang olahraga dibandingkan karena terlalu banyak makan.

8. Israel (62,9 persen)
Sebagaimana yang terjadi di beberapa negara maju yang lain, timbunan lemak juga menjadi masalah serius di Israel. Dalam 30 tahun terakhir saja, jumlah penderita obesitas di negara ini sudah meningkat 3 kali lipat.

9. Kroasia (61,4 persen)
Di negara ini, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab kematian terbanyak karena salah satu faktor risikonya adalah kegemukan. Wujud keprihatinan terhadap tingginya angka kegemukan, sebuah badan amal di Kroasia pada mencatatkan rekor pembuatan celana jins terbesar di dunia pada Juni 2010. Ukurannya 6 kalu luas lapangan tenis, dijahit dari 8.023 potong jins yang disumbangkan warga.

10. Inggris (61 persen)
Cukup masuk akal jika Inggris masuk 10 besar negara dengan rata-rata IMT tertinggi di dunia, sebab di Eropa sendiri gaya hidup warga Inggris termasuk paling jarang berolahraga. Bahkan rekor manusia paling gemuk pernah dipegang seorang pria Inggris dengan berat badan 680 pound (sekitar 308 kg).

sumber: detikhealth

11 Mar 2011

Bernyanyi Bisa Meningkatkan Memori Otak

Ada banyak kegiatan yang memainkan peran penting untuk meningkatkan memori dan bernyanyi adalah salah satunya. Bernyanyi dapat meningkatkan memori dengan berbagai cara.

Hidup di kota besar dengan tingkat kesibukan yang tinggi membuat banyak orang tidak memiliki waktu untuk dirinya sendiri yang kemudian mengeksplorasi diri dalam kondisi yang keras, yang akhirnya mengakibatkan penurunan memori.

Orang yang tertekan biasanya mengalami peningkatan detak jantung hingga batas tertentu. Bila bernyanyi bisa mengurangi detak jantung, artinya juga bisa mengurangi tingkat stres yang merupakan penyebab utama dari gangguan memori, seperti dilansir Hubpages, Senin (7/3/2011).

Selain itu, beberapa penelitian di berbagai tempat mencapai kesimpulan yang sama bahwa bernyanyi dapat meningkatkan memori karena musik dapat mengubah suasaha hati dan meningkatkan energi sehingga dapat menurunkan risiko depresi.

Oleh karena itu, bernyanyi juga dijadikan terapi untuk pengobatan orang dengan penyakit Alzheimer (hilangnya memori otak). Meski pasien Alzheimer telah kehilangan kemampuan berkomunikasi, tetapi mereka masih bisa menikmati musik yang juga membantu meningkatkan kemampuan memori.

Bernyanyi untuk meningkatkan memori tak hanya membantu secara psikologis tetapi juga secara fisik, karena kebanyakan masalah kesehatan pada akhirnya dapat mengakibatkan penurunan memori.

Bernyanyi juga bisa meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang diwakili oleh tingkat A immunoglobin dan kortisol, yang biasanya menandai sistem kekebalan tubuh meningkat.

Bernyanyi membantu orang untuk bersantai, perubahan mood yang lebih baik, meningkatkan tingkat kepercayaan diri, yang kesemuanya dapat membuat kemampuan memori yang lebih baik.

sumber: detikhealth