8 Apr 2011

Sindrom Peter Pan, Jiwa Dewasa dalam Tubuh Mini

Barangkali Anda pernah mengenal seseorang yang usianya sudah remaja, tapi ukuran fisiknya masih seperti anak-anak. Pada diri "si mini" ini terdapat kelainan, yaitu terhambatnya hormon pertumbuhan dan hormon seksual sehingga mereka tidak pernah tumbuh seperti orang dewasa.

Dalam dunia kedokteran, kasus "si mini" ini disebut hipogonadotropin hipogonadism. Perkembangan mental mereka tidak diikuti dengan perkembangan fisiknya sehingga sampai kapan pun mereka akan terus terlihat seperti anak-anak. Beberapa tokoh si mini tersebut mungkin pernah Anda saksikan di layar kaya.

Menurut penjelasan dr.Aditya Suryansyah Semendawai, Sp.A, fenomena hipogonadotropin hipogonadism ini terjadi karena adanya gangguan hormon di otak yaitu dalam hipotalamus dan hipofise yang tidak dapat merangsang hormon pertumbuhan dan horman seksual, sehingga pertumbuhan badan terhambat dan tidak ada timbul tanda-tanda pubertas.

"Di usia pubertas normalnya hormon pertumbuhan dan hormon seksual meningkat tajam sehingga timbul tanda-tanda seksual sekunder, seperti suara berubah, munculnya rambut kemaluan dan sebagainya," kata dokter ahli endokrin anak dan remaja dari RSIB Harapan Kita Jakarta ini, Rabu (6/4/2011).

Anak-anak yang menderita gangguan hormon ini juga sering disebut menderita sindrom Peter Pan, anak-anak yang tidak pernah mencapai usia dewasa. "Saat teman-teman sebayanya sudah tumbuh besar dan mulai pubertas, mereka tetap seperti anak kecil," paparnya.

Penyebab pasti gangguan hormon ini memang belum diketahui tetapi jika diterapi sedini mungkin dengan hormon pertumbuhan, biasanya anak "Peter Pan" ini masih bisa mengejar ketertinggalannya.

"Pemberian terapi hormon pertumbuhan ini idealnya sebelum anak pubertas, karena di usia puber tulang anak sudah menutup sehingga tidak bisa terjadi pertumbuhan lagi," katanya.

Pada laki-laki biasanya tulang sudah menutup di usia 17-20 tahun, sedangkan pada perempuan lebih awal lagi yakni di usia 15-16 tahun.

Bila diberikan pada saat yang tepat terapi hormon bisa membuat tinggi badan anak tidak jauh tertinggal dengan teman-temannya. "Angka keberhasilannya mencapai 70 persen," ujar dr.Adit.

Pemberian hormon testosteron juga diperlukan jika hormon seksual anak terganggu. "Pada umumnya ereksi penis tetap normal tapi cairan maninya tidak mengandung sperma," paparnya.

Untuk mendeteksi dini gangguan pertumbuhan ini, orangtua seharusnya lebih peka dalam mengamati tumbuh kembang anak.

"Jika berat badan anak terus bertambah tapi tingginya stagnan orangtua boleh curiga, apalagi jika raut wajahnya tidak mengikuti usianya, misalnya sudah berusia 10 tahun tapi masih terlihat seperti anak TK," katanya.

sumber: kompas.com

7 Apr 2011

Anak Autisme Gunakan Otak dengan Cara Berbeda

Anak-anak penyandang autisme ternyata menggunakan otaknya dengan cara yang berbeda dengan orang biasa. Hal ini mungkin menjelaskan kemampuan menghapal dan menggambar objek dengan sangat detail.

Menurut para peneliti dari University of Montreal, Kanada, pada penyandang autisme, area otak yang berkaitan dengan fungsi informasi visual sangat berkembang. Sementara itu, bagian otak lainnya kurang aktif terutama pada area yang berkaitan dengan pembuatan keputusan dan perencanaan.

Hal tersebut menjelaskan keunggulan penyandang autisme biasanya dalam hal tugas-tugas visual, misalnya menggambar sesuatu dengan sangat akurat dan detail. Akan tetapi, anak autis biasanya kesulitan menerjemahkan ekspresi wajah.

Kondisi otak tersebut bervariasi tiap individu sehingga ada penderita autisme yang sama sekali tidak bisa mengambil peran dalam kehidupan sosial.

Para pakar autisme menyambut baik hasil riset ini. "Studi ini menekankan bahwa autisme seharusnya tidak dipandang sebagai kesulitan perilaku tapi berkaitan dengan keunggulan dalam satu kemampuan tertentu," kata Dr.Christine Ecker dari Institute of Psychiatry di Kings College London.

Dengan memahami kekurangan dan kelemahan para penyandang autisme diharapkan dapat memberi pemahaman lebih baik untuk memaksimalkan potensi mereka.

sumber: nationalgeographic.co.id

Rasa Bahagia Bisa Diukur Secara Ilmiah

Rasa bahagia merupakan hal abstrak yang sejak akhir 1800-an berusaha diukur secara ilimiah. Pada awal era 2000, upaya serupa kembali dilakukan.

Brian Knutson, seorang profesor dari Stanford University, pada tahun 2001 melakukan eksperimen untuk mengukur rasa bahagia secara ilmiah. Upaya itu bermaksud untuk menyempurnakan hal serupa yang pernah dilakukan Francis Edgeworth, ahli ekonomi dari Inggris, pada tahun 1881, yang menggunakan perangkat yang kemudian disebut sebagai "hedonimeter".

Berbeda dengan Edgeworth, Knutson menggunakan functional magnetic resonance imaging (fMRI) untuk melakukan eksperimennya. Ia bersama koleganya dari National Institutes of Health meminta para partisipan eksperimennya untuk melihat ke sebuah layar yang menampilkan beragam bentuk dengan berbagai warna. Reaksi emosi partisipan dipantau melalui pemindai otak yang dipasang di kepala mereka.

Kemudian setiap partisipan diberitahu apabila mereka menekan tombol pada saat layar menampilkan bentuk tertentu, mereka akan mendapatkan sejumlah uang. Sementara bentuk lainnya tidak menawarkan kesempatan untuk menghasilkan uang.

Setelah itu, perasaan para partisipan saat melihat beragam bentuk dan warna dinilai secara rata-rata. Mereka mengaku merasa senang ketika melihat bentuk yang dijanjikan akan mendapat imbalan uang. Hal itu diperkuat aktivitas saraf yang terpantau oleh fMRI yang menunjukkan meningkatnya aliran darah ke daerah otak yang berhubungan dengan imbalan.

Pada eksperimen lain yang dilakukan dengan menyuguhkan anggur kepada para partisipan, saat dikatakan anggur yang mereka minum adalah anggur merek tertentu dengan kualitas terbaik yang harganya mahal, aktivitas saraf mereka meningkat. Tapi ketika meminum anggur yang sama namun dikatakan bahwa anggur tersebut mereknya tidak terkenal dan harganya pun tidak mahal, terjadi perubahan pada diri partisipan. Selera dan aktivitas saraf mereka "tertipu" oleh sugesti yang diberikan sehingga mereka merasa anggur yang sama itu berbeda dengan anggur sebelumnya.

Eksperimen yang dilakukan Knutson itu menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus tertentu rasa bahagia memang bisa diukur secara ilmiah. Dan fMRI yang digunakannya bisa disebut sebagai "hedonimeter" yang bisa diandalkan meski hanya menggunakan parameter terbatas.

sumber: nationalgeographic.co.id

6 Apr 2011

Fakta Mengejutkan Yang Terjadi Pada Tubuh Setelah Berhenti Merokok

Pelajari apa yang terjadi pada tubuh Anda setelah sejam, sehari, sebulan, setahun bahkan sepuluh tahun setelah Anda menghentikan kebiasaan merokok. Fakta ini mungkin dapat mengejutkan Anda.

Anda pasti tahu seberapa buruk kebiasaan merokok bagi kesehatan Anda. Dan waktu terbaik untuk berhenti? Detik ini. Hanya dalam waktu 20 menit Anda akan mulai merasakan manfaat dari tidak merokok, dan dalam waktu cukup singkat, Anda telah menurunkan resiko penyakit jantung, stroke, serangan jantung, kanker paru-paru, dan kondisi berbahaya lainnya.

Penasaran berapa lama nikotin akan bertahan di tubuh Anda? Gejala apa yang akan Anda alami saat Anda berusaha berhenti merokok? Ingin tahu penyakit apa saja yang disebabkan dengan merokok? Berapa hari bebas tembakau yang akan membuat tubuh Anda memulihkan diri dan tidak lagi berada pada resiko bahaya rokok? Berikut ini adalah timeline apa yang akan terjadi pada tubuh Anda saat Anda berhenti merokok.

20 menit setelah Anda berhenti merokok.
Pengaruh akibat Anda berhenti merokok akan segera diatur oleh tubuh Anda. Kurang dari 20 menit setelah rokok terakhir Anda, detak jantung Anda akan mulai menurun kembali ke tingkat normal.

2 jam setelah Anda berhenti merokok.
Setelah dua jam tanpa rokok, denyut jantung dan tekanan darah akan mengalami penurunan mendekati tingkat yang sehat. Sirkulasi perifel Anda juga mungkin meningkat. Perhatikan ujung jari kaki dan tangan Anda – karena mungkin akan mulai terasa hangat. Gejala penghentian nikotin biasanya dimulai sekitar dua jam setelah Anda mengisap rokok terakhir Anda. Gejala awal biasanya cenderung bersifat emosional, termasuk:

* Sangat ingin merokok secara terus-menerus
* Merasa cemas, tegang atau frustrasi
* Mengantuk atau kesulitan tidur
* Nafsu makan meningkat

Untuk melawan gejala-gejala ini, cobalah untuk mengakuinya dengan rasionalisasi dan menuliskannya. Jangan menipu diri Anda dengan merokok lagi karena hal itu justru hanya akan membuat Anda jengkel.

12 jam setelah Anda berhenti merokok.
Karbon monoksida – yang dapat menjadi racun bagi tubuh pada tingkat tinggi – dilepaskan dari pembakaran tembakau dan dihirup sebagai bagian dari asap rokok. Karena karbon monoksida terikat baik dengan sel darah, kandungan tinggi dari zat ini dapat mencegah sel darah untuk mengikat oksigen, yang pada akhirnya dapat menyebabkan masalah jantung yang serius. Hanya dalam waktu 12 jam setelah berhenti merokok, karbon monoksida dalam tubuh Anda akan menurun ke tingkat normal, dan kadar oksigen dalam darah Anda akan meningkat sampai tingkat normal.

24 jam setelah Anda berhenti merokok.
Rata-rata serangan jantung di kalangan perokok 70%lebih tinggi daripada yang tidak merokok. Namun, percaya atau tidak, hanya sehari penuh setelah Anda berhenti merokok, resiko serangan jantgung Anda sudah mulai menurun. Meskipun Anda belum sepenuhnya bebas, namun Anda sudah berada di jalan yang benar.

48 jam setelah Anda berhenti merokok.

Merokok mungkin tidak mengancam nyawa, namun indra yang mati – terutama indra penciuman dan perasa – merupakan salah satu konsekuensi yang jelas dari rokok. Untungnya, setelah 48 jam tanpa rokok, ujung saraf Anda akan mulai tumbuh kembali, dan kemampuan Anda untuk mencium dan merasa akan meningkat. Hanya sedikit waktu lagi, Anda akan kembali menghargai hal-hal yang lebih baik dalam kehidupan.

72 jam setelah Anda berhenti merokok.
Pada titik ini, nikotin akan benar-benar keluar dari tubuh Anda. Sayangnya, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan mencapai puncaknya di sekitar waktu ini. Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala fisik seperti sakit kepala, mual, atau kram di samping gejala emosional yang telah disebutkan sebelumnya. Untungnya, gejala fisik ini akan berlalu dengan cepat.

Untuk melawan gejala mental, pertimbangkan untuk menghargai diri Anda yang tidak lagi merokok: gunakan uang yang biasanya Anda habiskan untuk membeli rokok dengan menghabiskan makan malam di restoran yang bagus.

2 sampai 3 minggu setelah Anda berhenti merokok.
Setelah beberapa minggu, Anda akan mulai benar-benar merasa berbeda. Anda pada akhirnya bisa berolahraga dan melakukan aktivitas fisik tanpa merasa kehabisan nafas dan sakit. Hal ini disebabkan sejumlah proses regeneratif yang mulai terjadi dalam tubuh Anda; sirkulasi tubuh Anda akan meningkat, dan fungsi paru-paru Anda juga akan meningkat secara signifikan. Setelah dua atau tiga minggu tanpa rokok, paru-paru Anda akan mulai terasa lega, dan Anda akan mulai bernafas dengan lebih mudah.

Bagi kebanyakan perokok, gejala yang timbul akibat berhenti merokok akan hilang dua minggu setelah berhenti merokok.

1 sampai 9 bulan setelah Anda berhenti merokok.
Sekitar sebulan setelah Anda berhenti merokok, paru-paru Anda akan mulai beregenerasi. Di dalam paru-paru, silia – rambut halus – seperti organel yang mendorong lendir keluar – mulai memperbaiki diri dan kembali berfungsi dengan baik. Dengan silia yang kembali dapat berfungsi dengan baik, akan menolong mengurangi resiko Anda terkena infeksi. Dengan paru-paru yang berfungsi sebagaimana mestinya, batuk dan sesak nafas yang Anda alami akan terus menurun secara dramatis.

Bahkan untuk para perokok berat, gejala yang timbul akibat berhenti merokok tidak akan lagi terasa beberapa bulan setelah berhenti dari merokok.

1 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Menandai satu tahun berhentinya Anda dari kebiasaan merokok merupakan hal yang besar. Setelah setahun tanpa rokok, resiko Anda terkena serangan jantung akan menurun sampai 50% dibandingkan ketika Anda masih merokok. Cara lain untuk melihat pada kemajuan ini adalah seorang perokok dua kali lebih mungkin dibandingkan Anda untuk menderita semua jenis penyakit jantung.

5 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Sejumlah zat dilepaskan dalam proses pembakaran tembakau – karbon monoksida merupakan salah satu di antaranya – akan menyebabkan pembuluh darah Anda menyempit, yang meningkatkan resiko Anda mengalami stroke. Setelah 5-15 tahun bebas dari rokok, resiko Anda untuk memgalami stroke sama dengan mereka yang bukan perokok.

10 tahun setelah Anda berhenti merokok.
Para perokok memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak merokok untuk daftar menakutkan dari penyakit kanker, dengan kanker paru-paru menjadi yang paling umum dan salah satu jenis yang paling berbahaya. Merokok menyumbang 90% kematian akibat penyakit paru-paru di seluruh dunia. Hal ini akan memakan waktu 10 tahun, namun jika Anda berhenti, resiko kematian akibat kanker paru-partu akan turun 50% dibandingkan mereka yang merokok. 10 tahun setelah Anda berhenti merokok, resiko Anda dari kanker mulut, tenggorokan, kerongkongan, kandung kemih, ginjal dan pankreas juga akan menurun.

15 tahun setelah Anda berhenti merokok.
15 tahun tanpa merokok akan membawa resiko penyakt jantung kembali ke tingkat yang sama dengan mereka yang memang bukan perokok. Anda tidak akan lagi berada pada posisi yang lebih tinggi dari normal untuk berbagai kondisi seperti serangan jantung, penyakit koroner, arhitmia, angina, infeksi jantung maupun kondisi yang mempengaruhi irama detak jantung Anda.

Manfaat jangka panjang dari menghentikan kebiasaan merokok sangatlah fantastis. Menurut Asosiasi Jantung Amerika, mereka yang tidak merokok rata-rata hidup 14 tahun lebih lama dibandingkan para perokok. Berhenti hari ini, dan Anda akan memperpanjang rentang hidup Anda dan menghidupi tahun-tahun ekstra dengan sistem kardiovaskular yang dapat berfungsi, saat Anda aktif dan merasa luar biasa.

Apakah Anda siap berhenti? Berhenti memang tidak mudah, namun hal itu sangat layak untuk diperjuangkan, dan ada sumber daya yang tersedia untuk membantu Anda berhenti hari ini. Apakah Anda siap untuk menikmati manfaat dari hidup bebas asap rokok?

sumber: jawaban.com

Ini Buktinya Sehat Itu Murah

Siapa bilang hidup sehat harus mahal? Tanpa perlu mengeluarkan biaya sepeser pun alias gratis, Anda berhak untuk kesehatan yang baik.

Setidaknya ada 6 cara hidup sehat tanpa perlu mengeluarkan biaya. Ongkos yang diperlukan mungkin hanya melawan malas.

Berikut 6 cara hidup sehat yang tidak perlu mengeluarkan biaya, seperti dilansir Menshealth.com, Rabu (6/4/2011):

1. Bersosialisasi
Sebuah studi di Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria berusia 70-an tahun yang memiliki hubungan sosial yang baik memiliki kemungkinan lebih kecil mengalami kerusakan atau penyakit jantung.

2. Menarik napas dalam
Studi dari Health Psychology menemukan bahwa orang dewasa sehat dengan tingkat kebencian atau tidak sabar memiliki fungsi paru-paru yang rendah. Para peneliti berpikir bahwa penurunan nilai tersebut akan terakumulasi secara bertahap selama bertahun-tahun hingg akhirnya merugikan kesehatan.

Untuk mengatasinya, sering-seringlah menarik napas dalam dengan hitungan 10 kali. Hal ini bisa mencegah terjadinya penurunan fungsi paru-paru.

3. Berjemur sinar matahari
Sebuah studi baru-baru ini dipimpin oleh para peneliti dari Harvard School of Public Health menemukan bahwa pria yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dua kali lebih mungkin mengalami serangan jantung.

Dengan mandi atau berjemur matahari di bawah jam 10 pagi atau setelah jam 15 (jam 3 sore) bisa menjadi salah satu cara mencegah penyakit mematikan tersebut.

4. Berhubungan seks yang sehat
Penelitian dari Wilkes University menunjukkan bahwa berhubungan seks sehat sekali atau dua kali seminggu dapat meningkatkan level imunoglobulin A, yaitu sebuah antibodi yang melindungi tubuh terhadap flu dan infeksi lainnya.

5. Tidur yang cukup
Peneliti Stanford menemukan bahwa orang yang tidur kurang dari 8 jam sehari, memiliki indeks massa tubuh atau BMI yang berbanding terbalik dengan durasi tidur. Dengan kata lain, orang dengan waktu tidur pendek lebih cenderung untuk menjadi gemuk.

Tidur dengan waktu singkat juga terkait dengan rendahnya tingkat leptin (hormon yang menekan nafsu makan) dan tingkat ghrelin lebih tinggi (zat kimia yang merangsang nafsu makan). Inilah yang menyebabkan orang yang kurang tidur menjadi lebih banyak makan.

6. Olahraga dan bergerak
Melakukan olahraga yang tidak mengeluarkan biaya seperti jogging atau jalan kaki sudah bisa membuat tubuh Anda sehat dan mencegah menumpuknya lemak dan kalori.

sumber: detikhealth

5 Apr 2011

Teh Susu, Lezat Namun tidak Bermanfaat

TEH memang merupakan pendamping terbaik dalam program penurunan berat badan, sayangnya khasiat teh akan sia-sia bila ditambahkan dengan susu.

Para ilmuwan telah menemukan bahwa teh mengandung senyawa tingkat tinggi yang membantu mengurangi jumlah lemak yang diserap usus plus mampu memangkas jumlah kolesterol. Namun, protein yang dikandung susu sapi akan menetralisasi kemampuan senyawa dalam teh tersebut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa senyawa bernama theaflavin dan thearubigins bisa mencegah obesitas bila diberikan pada tikus.

Dr Devajit Borthakur, seorang ilmuwan Tea Research Association, di Jorhat, India, berkata, "Bila teh diminum dengan susu, theaflavin dan thearubigins akan berinteraksi dengan protein susu yang menyebabkan kedua zat itu malah mengendap.

"Ini berarti bahwa kita tidak akan mendapatkan manfaat kesehatan baik dari kedua senyawa itu maupun dari protein susu. Maka itu, selalu disarankan untuk tidak menggabungkan teh dengan susu."

Dr Lisa Ryan, seorang dosen senior ahli gizi Pusat Fungsional Makanan di Oxford Brookes University telah menemukan bahwa susu skim mengurangi kadar dua senyawa aktif ini melebihi jenis susu lain seperti susu murni. Seperti dikutip dari The Telegraph, Minggu (27/3), ia berkata, "Lemak pada susu tampaknya menjadi penyangga polifenol dan antioksidan. Molekul yang bernama kasein mengikat polifenol sehingga kemampuan mereka menurun."

"Meskipun menambahkan susu tidak akan berdampak pada ketersediaan polifenol, teh masih merupakan sumber paling signifikan untuk mendapatkan manfaat lebih polifenol."

sumber: mediaindonesia

Jantung Buatan Segera Terwujud

Terobosan baru di bidang teknlogi sel punca telah memasuki babak baru dan memberi harapan bagi jutaan pasien penyakit jantung dunia. Para ahi di Amerika Serikat mengklaim telah berhasil mengembangkan organ jantung manusia untuk pertama kalinya di laboratorium.

Seperti dilaporkan pada konferensi American College of Cardiology di New Orleans AS, para ilmuwan dari Kedokteran Regeneratif Universitas Minnesota menciptakan 'jantung baru' memanfaatkan organ donor. Penelitian ini yang menggunakan teknik sel sel punca ini merupakan langkah besar menuju terciptanya transplantasi organ lain, seperti hati, paru-paru dan ginjal.

Dr Doris Taylor, spesialis dari Universitas Minnesota, optimistis bahwa jantung buatan ini akan berfungsi. "Jantung akan tumbuh, dan kami harap akan menunjukkan tanda-tanda berdetak dalam beberapa minggu ke depan. Ada banyak rintangan untuk menghasilkan jantung yang dapat berfungsi penuh. Tetapi perkiraan saya, suatu hari mungkin transplantasi dapat dibuat untuk seluruh organ manusia," ujarnya.

Selama ini, pasien yang menjalani transplantasi jantung normal harus selalu mengonsumsi obat untuk menekan sistem imun di sisa hidup mereka. Teknik transplantasi jantung ini dapat memicu risiko hipertensi, gagal ginjal dan diabetes.

Apabila jantung baru ini dapat dibuat dengan sel punca yang berasal dari pasien sendiri, risiko penolakan tentu akan menjadi lebih minim.

Pada tahun 2007, seorang dokter di Inggris sudah mencoba untuk menumbuhkan katup jantung manusia dengan menggunakan sel punca yang diambil dari sumsum tulang pasien. Bahkan setahun kemudian, para ilmuwan tersebut sudah berhasil melakukannya pada binatang, yakni menggunakan tikus dan babi sebagai obyek percobaan.

Jantung mayat

Dalam riset terbaru, para ahli Universitas Minnesota menciptakan organ baru dengan menggunakan jantung manusia yang diambil dari mayat. Para ilmuwan menanggalkan sel-sel yang telah mati dari jantung dengan cara dicuci deterjen yang kuat. Ini bertujuan untuk meninggalkan penopang ghost heart yang terbuat dari kolagen protein. Ghost heart ini kemudian disuntikkan dengan jutaan sel induk yang sudah diberikan nutrisi.

Sel-sel induk yang ternyata mengenal struktur kolagen pada jantung dan mulai berubah menjadi sel otot jantung. Tetapi hingga tahap ini, jantung belum mulai berdenyut - tetapi jika jantung itu berdetak, mereka bisa cukup kuat untuk memompa darah.

Perjalanan untuk sampai tahap menciptakan jantung bekerja menghadapi banyak hambatan. Salah satu yang terbesar adalah perlunya mendapatkan oksigen yang cukup ke organ melalui jaringan kompleks pembuluh darah. Bukan hanya itu saja, para ilmuwan juga perlu untuk memastikan sel-sel jantung berdetak pada waktunya.

”Kami sudah berjalan cukup jauh untuk menciptakan transplantasi jantung. Kami berpikir, kami telah membuka kesempatan untuk membangun transplantasi pada organ manusia lainnya,” pungkas Dr Taylor.

sumber: kompas.com