18 Jun 2008

Autisme


Mengapa autisme kini menjadi momok bagi banyak orang tua? Diduga karena jumlah angka kejadiannya yang terus meningkat diseluruh dunia. Namun di Indonesia sendiri, belum ada data yang menunjukkan secara pasti besarnya angka kejadian tersebut.

Survey data dari California Department of Developmental Service, AS, melaporkan bahwa sampai Januari 2003, telah terjadi peningkatan kasus anak yang menderita autisme di Amerika Serikat hingga 31%. Ikatan Dokter Anak AS dan Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit AS bahkan menambahkan bahwa jumlah anak yang didiagnosis menderita autisme sekitar 1:166 anak. Padahal, 10 tahun yang lalu, angka kejadiannya hanya 1:2500 anak.

Autisme adalah gangguan perkembangan anak dalam hal berkomunikasi, interaksi sosial, perilaku, emosi, serta proses sensoris. Seseorang yang menderita autisme hanya tertarik pada aktifitas mental dirinya sendiri (misalnya melamun atau berkhayal) dan sangat menarik diri dari kenyataan. Pada anak-anak, kelainan perilaku tersebut terlihat dari ketidakmampuan si anak untuk berhubungan dengan orang lain. Seolah-olah mereka hidup dalam dunianya sendiri dan pada beberapa kasus tertentu menggunakan bahasa atau ungkapan yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri.

Gejala anak yang menderita autisme umumnya sudah tampak sebelum usia 3 tahun. Apa saja gejalanya?
  • Tidak ada kontak mata yang mantap.
  • Kurang responsif terhadap lingkungan di sekitarnya.
  • Tidak mau bicara secara verbal.
  • Tidak mau berkomunikasi dengan bahasa tubuh, seperti tersenyum, merengut, dan sebagainya.
Jika hal tersebut dialami si kecil, sebaiknya Anda waspada dan segera membawanya ke dokter, psikolog, atau psikiater. Disarankan sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter yang ahli menangani autisme untuk menentukan tes, tindakan atau pengobatan selanjutnya, dan memberikan latihan khusus untuk si anak.

Gejala autisme disebut juga dengan spektrum autisme, yaitu gejala mulai dari yang ringan sampai yang berat. Bertambahnya kasus autisme bukan hanya pada kasus autisme klasik, tapi juga pada varian autisme yang lebih ringan, seperti sindroma Asperger dan atipikal autisme.

Sindroma Asperger adalah gangguan perkembangan dengan gejala berupa gangguan dalam bersosialisasi, sulit menerima perubahan, suka melakukan hal yang sama berulang-ulang, serta terobsesi dan sibuk sendiri dengan aktivitas yang menarik perhatian. Umumnya, tingkat kecerdasan si kecil baik atau bahkan lebih tinggi dari anak normal. Selain itu, biasanya ia tidak mengalami keterlambatan bicara.

Sedangkan atipikal autisme adalah jenis autisme yang tidak memenuhi kriteria gangguan autisme yang disyaratkan oleh DSM-IV (panduan dalam menegakkan diagnosa gangguan mental). Meskipun begitu, si kecil mengalami kesulitan dalam berinteraksi sosial dan berkomunikasi secara timbal balik. Mungkin juga ia tidak menunjukkan gejala yang khas atau bisa juga gejala-gejalanya lebih ringan dibandingkan penyandang autisme klasik.

Penyebab terjadinya autisme sebenarnya belum dapat diketahui, namun gangguan tersebut dapat dikaitkan dengan faktor keturunan maupun kegagalan salah satu bagian dari otak yang memproses rangsangan syaraf.

Salah satu penanganan anak dengan gangguan spektrum autisme adalah terapi perkembangan terpadu. Terapi tersebut terdiri dari terapi okupasi dengan penekanan pada terapi Sensory Integration yang dipadu dengan metode Floor Time. Namun, bila anak memerlukannya, masih ditambah lagi dengan Strategi Visual. Terapi Sensory Integration dan Floor Time diberikan setelah anak diketahui menyandang gangguan semua spektrum autisme. Sedangkan Strategi Visual baru diberikan bila anak sudah benar-benar siap menerima terapi ini. Kesiapan tersebut akan dinilai oleh terapis, dokter, atau psikolog yang menangani si anak.

Terapi Sensory Integration adalah terapi untuk memperbaiki cara otak menerima, mengatur, dan memproses semua input sensoris yang diterima oleh pancaindera, indera keseimbangan, dan indera otot. Anak yang mengalami gangguan perilaku, seperti autisme, akan mengalami kesulitan dalam menerima dan mengintegrasikan beragam input yang disampaikan otak melalui inderanya. Akibatnya, otak tidak dapat memproses input sensoris dengan baik. Dengan begitu, otak juga tidak dapat mengatur perilaku anak agar sesuai dengan lingkungannya.

Melalui terapi Sensory Integration, kemampuan si kecil dalam menerima, memproses dan menginterpretasi input-input sensoris, baik dari luar maupun dari dalam dirinya, akan diperbaiki. Dengan begitu, dia dapat lebih baik dalam bereaksi terhadap lingkungannya.

Untuk meningkatkan kemampuan anak dalam bersosialisasi dan berkomunikasi, terapi Sensory Integration harus dipadukan dengan metode Floor Time (bermain di lantai). Metode bermain interaktif yang spontan dan menyenangkan bagi anak bertujuan untuk mengembangkan interaksi dan komunikasi si kecil. Floor Time bertujuan membentuk komunikasi dua arah antara anak dan lawan bicaranya, serta mendorong munculnya ide dan membantu anak mampu berpikir logis. Agar bisa melakukan Floor Time dengan baik, orang tua perlu bimbingan psikolog yang paham dan berpengalaman dengan metode tersebut.

Lalu, apa yang disebut dengan Strategi Visual? Umumnya, penyandang gangguan spektrum autisme lebih mampu berpikir secara visual. Jadi, mereka lebih mudah mengerti apa yang dilihat daripada apa yang didengar. Strategi Visual dipilih agar si kecil lebih mudah memahami berbagai hal yang ingin Anda sampaikan. Biasanya, ia akan diperkenalkan pada berbagai aktivitas keseharian, larangan atau aturan, jadwal, dan sebagainya lewat gambar-gambar. Misalnya gambar urutan dari cara menggosok gigi, mencuci tangan, dan sebagainya. Dengan Strategi Visual, diharapkan anak bisa memahami situasi, aturan, mengatasi rasa cemas, serta mengantisipasi kondisi yang akan terjadi.

Sumber: info-sehat.com

Sindroma Tourette

DEFINISI
Sindroma Tourette adalah suatu penyakit dimana tic motorik dan vokalis terjadi beberapa kali dalam sehari dan telah berlangsung minimal selama 1 tahun.
Tic adalah gerakan diluar kesadaran yang terjadi secara berulang-ulang.

Sindroma Tourette sering diawali dengan tic simplek pada masa kanak-kanak, yaitu berupa sentakan otot yang tidak diinginkan dan tanpa tujuan, yang terjadi berulang-ulang.

Selanjutnya tic simplek berkembang menjadi gerakan yang kompleks, termasuk tic vokalis dan kelumpuhan pernafasan secara tiba-tiba. Tic voklis terdengar sebagai bunyi mendengus atau menggonggong.

PENYEBAB
Sindroma Tourette merupakan penyakit keturunan yang 3 kali lebih banyak terjadi pada pria.

Penyebab yang pasti tidak diketahui, tetapi diduga merupakan suatu kelainan dalam dopamin atau neurotransmiter otak lainnya.

GEJALA
Seorang penderita anak-anak bisa menggerakkan kepalanya secara berulang dari kiri ke kanan atau sebaliknya, mengedip-ngedipkan matanya, membuka mulutnya atau meregangkan lehernya.

Tic yang lebih kompleks bisa berupa memukul dan menendang, mengendus-endus, merintih dan mendengung.
Penderita bisa mengucapkan kata-kata yang kasar di tengah-tengah percakapan, tanpa alasan yang jelas.
Penderita juga bisa dengan cepat mengulang-ulang kata yang didengarnya (ekolalia).
Penderita sering mengalami kesulitan dalam bersosialisasi.
Dulu mereka diasingkan, diisolasi atau bahkan diduga sebagai keturunan setan.
Banyak penderita yang menjadi impulsif, agresif dan berperilaku ingin menghancurkan dirinya sendiri; anak-anak seringkali mengalami kesulitan dalam belajar.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan jika: - Telah terjadi tic motorik multipel atau satu atau lebih tic vokalis - Tic terjadi beberapa kali dalam sehari, hampir setiap hari atau selang hari, selama lebih dari 1 tahun. Dalam waktu 1 tahun, masa bebas gejalanya tidak boleh lebih dari 3 bulan. - Terjadi sebelum usia 18 tahun.

PENGOBATAN
Jika gejalanya ringan, tidak diperlukan pengobatan karena efek samping dari obat-obatan lebih buruk daripada gejalanya sendiri. Untuk mengendalikan gejala yang berat, bisa diberikan obat anti psikosa, meskipun bisa menimbulkan efek samping berupa kekakuan, penambahan berat badan, pandangan kabur dan mengantuk. Yang efek sampingnya lebih ringan adalah pimozid. Klonidin diberikan untuk membantu mengendalikan kecemasan dan perilaku obsesif-kompulsif.


Sumber: Medicastore.com

11 Jun 2008

Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit dimana terjadi kemunduran fungsi otak yang menyebabkan hilangnya secara progresif dari ingatan, pengenalan, personalitas dan kekuatan mental. Meskipun penyakit Alzheimer bisa terjadi di awal usia 40 tahun, namun secara lazim terjadi pada usia di atasnya. Tercatat sekitar setengah dari kerusakan mental serius terjadi pada seseorang di atas usia 65 tahun.

Perubahan di dalam Otak


Pada penyakit Alzheimer, seperti pada kepikunan, terjadi atrophy (pengerutan atau pembuangan) dari korteks cerebral (lapisan luar pada otak, yang sebagian besar berurusan dengan intelektual dan fungsi sosial).


Terjadi juga keabnormalan spesifik lainnya, seperti adanya kekusutan serat-serat yang ada di dalam sel syaraf dan adanya tanda-tanda kepikunan, yang mungkin merupakan endapan amyloid (sebuah protein semiloid kompleks yang dijumpai di berbagai penyakit degenaratif). Keabnormalan tersebut tersebar di sepanjang korteks penderita Alzheimer, yang membedakan Alzheimer dari penyakit kepikunan lainnya. Karena spesimen biopsi otak (sampel jaringan yang diambil dari otak untuk kegiatan laboratorium) tidak diperoleh tanpa alasan yang sangat spesifik dan tanpa tujuan pengobatan yang spesifik, maka keabnormalan tersebut biasanya hanya bisa ditemukan setelah kematian.


Penyebab

Banyak teori mengenai penyebab penyakit Alzheimer's. Apa yang disebut slow virus (virus yang ada sejak awal usia dan memerlukan waktu bertahun-tahun untuk membuat kerusakan) yang memiliki faktor-faktor lingkungan dan kerusakan dari penyakit yang ada sebelumnya. Saat ini, berkurangnya jumlah enzim kolin asetiltransferase (yang penting untuk membangun neurotransmiter asetilkolin) dijumpai pada beberapa pasien, dan teori tentang penggantian enzim atau neorotransmiter pun dirumuskan.


Defisiensi dari neurotransmiter lainnya dijumpai secara konstan. Faktor keturunan nampaknya menjadi bagian. Biasanya disepakati bahwa pengerasan arteri bukanlah menjadi penyebab. Penyakit Alzheimer tidak menular, dan juga tidak disebabkan karena penurunan emosional.


Gejala

Gejala sangat beragam dari satu orang dengan orang yang lain, dan mungkin terjadi berhari-hari atau berbulan-bulan jaraknya. Gejala dimulai dengan hilangnya sedikit ingatan, hampir selalu melibatkan hilangnya ingatan kejadian yang daru saja berlangsung. Kehilangan ingatan ini bisa terjadi pada siapa saja, namun pada penyakit Alzheimer akan menjadi semakin parah seiring berjalannya waktu. Penderita bisa lupa akan nama keluarga dekatnya, lupa jalan pulang ke rumah, lupa mematikan oven, salah menempatkan barang, mengulang lagi kegiatan yang baru saja dilakukan, atau menanyakan kembali pertanyaan yang baru saja dijawab. Dan akhirnya hal ini akan mengganggu penderita untuk menjalani kehidupan secara normal.


Pada perkembangan selanjutnya, penderita Alzheimer menjadi bingung, frustasi dan tersinggung. Meskipun awalnya secara fisik tidak terganggu oleh penyakit Alzheimer, karena kondisinya berkembang, penderita akan menjadi gelisah, selalu mondar-mandir dan harus diawasi sehingga ia tidak bepergian jauh atau berada dalam bahaya. Pengulangan terus-menerus dari kegiatan yang tidak perlu, seperti mebuka-tutup laci, adalah gejala lainnya dari penyakit ini. Beberapa penderita bahkan bisa menjadi sangat marah akibat sedikit provokasi atau bahkan tidak ada provokasi sama sekali.


Rangkaian penyakit ini bisa terjadi dari 1 tahun sampai 20 tahun. Penyakit ini bisa menyebabkan memburuknya sistem saraf dan bagian tubuh lainnya dan meyebabkan hilangnya kontrol pada kandung kemih dan usus. Alzheimer bisa mengurangi harapan hidup karena kontribusinya pada hal-hal yang bisa menyebabkan kematian, seperti pneumonia atau kegagalan ginjal atau jantung.


Diagnosis dan Pengobatan

Kondisi lain bisa menyebabkab banyak gejala penyakit Alzheimer dan kondisi tersebut bisa diobati. Karena itu, penting bagi penderita untuk menjalani seluruh perawatan medis yang kadang meliputi kegiatan neurologis dan psikologis yang lebih luas dan studi diagnostis lain, seperti elektro-encefalografi (studi mengenai gelombang otak), test darah, dan pengambilan sampel cairan cerebrospinal.


Prosedur-prosedur tersebut bisa mengendalikan atau mengidentifikasi kemungkinan penyebab malfungsi sistem saraf, seperti rangkaian dari “stroke ringan”, infeksi atau tumor otak, anemia (yang bisa diobati dengan vitamin B12), overmedikasi dengan obat tidur atau bromida, alkoholisme, efeksamping dari medikasi tertentu, fungsi tiroid yang abnormal, hidrocepalus (terhalangnya tiroid) atau hidrocepalus (terhalangnya cairan cerebrospinal dalam kepala).


Masalah ingatan bisa juga mengakibatkan depresi. Depresi bisa terjadi karena perubahan hidup yang bersifat major, seperti kematian orang yang dicintai atau berpindah ke panti pemeliharaan. Gejalanya, yang meliputi sikap ketidakpedulian (apati), mudah tersinggung dan konsentrasi yang buruk, bisa diobati.


Pengobatan

Ilmu medis belum mengetahui bagaimana mencegah atau mengobati penyakit Alzheimer ini. Namun, penting untuk mendapatkan ahli yang mampu menolong penderita dan keluarganya untuk mengatasi masalah-masalah yang timbul akibat Alzheimer. Saat ini, obat penenang bisa mengurangi gangguan dan kegelisahan dan mengurangi kejadian dari kebiasaan yang tidak diingini. Medikasi juga bisa membantu memperbaiki pola tidur dan mengobati depresi akibat penyakit ini.


Adalah penting bagi penderita Alzheimer untuk melanjutkan kegiatan sehari-hari seperti biasa dan tetap menjalin hubungan dengan teman-temannya. Bantuan memori, seperti daftar tugas harian, reminder mengenai keselamatan, dan kalender besar, bisa membantu dalam kehidupan sehari-hari. Bila perawatan penderita menjadi semakin sulit, mungkin sebaiknya penderita dibawa ke fasilitas perawatan kesehatan dimana staf profesional bisa memberikan perawatan sepanjang hari.


Akhir-akhir ini, sebuah obat yang disebut tacrine telah dirilis untuk mengobati penyakit Alzheimer. Namun, pengawasan terhadap fungsi hati dengan tes darah secara berkala diperlukan, dan obat ini bisa menimbulkan efek samping yang tidak bagus. Obat lainnya, seperti donepezil, bisa juga memberikan manfaat.


Sumber: Howstuffworks.com

29 Mei 2008

10 Negara dengan Harapan Hidup Tertinggi

Ingin hidup sampai berumur lanjut? Sejauh ini faktor terpenting dalam harapan hidup adalah kekayaan; makin kaya seseorang akan cenderung untuk makan secara sehat, merokok dan minum minuman keras lebih sedikit, dan memiliki akses terhadap perawatan kesehatan yang terbaik. Negara-negara yang makmur juga cenderung memiliki angka tindak kriminal dan kerusuhan masyarakat yang rendah. Negara-negara berikut memiliki rata-rata harapan hidup tertinggi di seluruh dunia. (Untuk AS, rata-rata harapan hidup adalah 77,85 dan berada di urutan ke-48)
  1. Andorra: 83,51

    Terletak di antara Perancis dan Spanyol, Andora dulu adalah salah satu negara termiskin di Eropa sampai kemudian menjadi tujuan wisata yang terkenal setelah Perang Dunia II. Penduduknya yang berjumlah 71.000 jiwa saat ini menikmati semua keuntungan dari ekonomi yang maju, dengan nutrisi dan fasilitas perawatan kesehatan publik yang bagus.

  2. Makau: 82,19

    Sperti Andorra, pulau di Laut Cina Selatan ini mencapai keuntungan karena booming ekonomi. Uang yang berasal dari pengunjung, terutama dari penduduk Cina daratan, yang datang untuk meraih keuntungan dari industri permainan / judi. Keuntungan dari judi saat ini adalah 70 persen dari pendapatan negara, dan pemerintah menginvestasikan uang tersebut untuk perawatan kesehatan publik.

  3. San Marino: 81,71

    San Marino yang berada di tegah-tengah Italia adalah negara terkecil ketiga di Eropa (setelah Vatikan City dan Monako). Besarnya harapan hidup di negara ini karena kemakmuran dan mayoritas penduduknya lebih banyak bekerja di perkantoran daripada di industri berat, yang memperpendek jangka waktu hidup.

  4. Singapura: 81,71
    Di samping dari kemakmurannya, satu faktor panjangnya harapan hidup rata-rata di Singapura adalah karena pada awal tahun 1980-an, pemerintah menyadari bahwa Singapura memiliki penduduk yang tua dengan usia rata-rata penduduknya yang makin meningkat. Karena itu pemerintah merencanakan, hingga saat ini, memiliki fasilitas perawatan kesehatan yang bagus.

  5. Hong Kong: 81,59

    Rakyat Hongkong pada umumnya memakan diet yang sehat dan seimbang, seperti nasi, sayur dan tahu, dengan daging yang berjumlah sedikit. Ini artinya angka kegemukan adalah rendah, dimana penyakit jantung dan kanker juga memiliki angka yang rendah.

  6. Jepang: 81,25

    Jepang adalah salah satu negara industri yang memiliki angka kegemukan orang dewasa terendah. Seperti di Hongkong, hal ini disebabkan oleh diet yang sehat seperti sayuran, ikan, nasi dan mie. Banyak orang Jepang juga berhenti makan bila sudah merasa 80 persen kenyang. Banyak orang Jepang tidak memakai mobil seperti orang-orang di negara barat, tetapi lebih suka berjalan kaki bila memungkinkan, sehingga banyak berolahraga.

  7. Swedia: 80,51

    Meskipun ekonominya cenderung turun pada akhir 1990-an yang merusak sistem kesehatan publik dan kesejahteraan yang terkenal, namun sistem kesehatan publik dan kesejahteraan di Swedia tersebut masih termasuk yang terbaik di dunia. Swedia juga memiliki angka perokok terendah di negara-negara berkembang, yaitu sekitar 17 persen.

  8. Swiss: 80,51

    Selain perekonomian yang stabil dengan semua faktor yang meningkatkan umur panjang, seperti diet yang sehat dan standar kesehatan yang tinggi, Swiss adalah negara yang netral sehingga memungkinkan penduduknya tidak banyak yang meninggal karena konflik senjata.

  9. Australia: 80,50

    Semua faktor yang berhubungan dengan kesejahteraan ada di Australia, namun harapan hidup dari penduduk pribumi Australia adalah 20 tahun lebih muda daripada penduduk berkulit putih, karena adanya faktor-faktor yang mempersingkat usia seperti merokok, kegemukan dan kemiskinan. Penelitian menyatakan bahwa harapan hidup di Australia mulai turun karena kegemukan yang menjadi proporsi epidemik.

  10. Guernsey: 80,42

    Pulau Guernsey yang terletak di Terusan Inggris, adalah negara jajahan Inggris namun tidak menjadi bagian dari Inggris Raya. Alasan tingginya harapan hidup di Guernsey adalah kesejahteraannya. Pajaknya yang sangat rendah membuat penduduknya bisa mendapatkan nutrisi dan perawatan kesehatan yang sangat baik. Lebih dari setengah pendapatan Guensey berasal dari layanan finansial, dengan sangat sedikit orang yang bekerja di perindustrian.

Sumber: Howstuffworks.com

26 Mei 2008

12 Penyakit Mematikan di Abad 20 yang Berhasil Disembuhkan

Menurut Biro Sensus Amerika Serikat, rata-rata harapan hidup pada awal abad 20 adalah 47.3 tahun. Seaabad kemudian, angka tersebut naik menjadi 77.85 tahun karena adanya pengembangan vaksin dan obat laiinya untuk penyakit yang mematikan. Tentunya vaksin dan obat hanya bekerja bila vaksin dan obat diberikan, dimana banyak penyakit yang masih ada di negara-negara miskin dan berkembang. Meski adanya kesuksesan dengan adanya vaksin, hanya satu penyakit yaitu cacar yang sudah benar-benar hilang di dunia. Berikut adalah 12 penyakit yang bisa seluruhnya dihapuskan jika vaksin yang ada cukup tersedia:

1. Cacar air
Sebelum tahun 1995, kasus cacar air adalah menjadi bagian dari anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus varicella zoster yang meyebabkan bintik merah dan gatal yang berjumlah bayak pada kulit. Virus menyebar ketika seseorang yang megidap penyakit ini batuk atau bersin, dan orang lain menghirup partikel virus tersebut. Virus bisa juga ditularkan melalui kontak dengan cairan cacar yang melepuh. Sebagian besar kasus bersidat minor, namun untuk lebih gawat, cacar air bisa memicu terjadinya infeksi bakterial, pneumonia dan enchephalitis (terbakarnya otak). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sebelum vaksin cacar air disetujui untuk digunakan di AS pada tahun 1995, ada 11.000 orang yang dirawat di rumah sakit dan 100 orang yang meninggal setiap tahunnya. Banyak negara yang tidak memerlukan vaaksin ini karena cacar air tidak menyebabkan kematian. Mereka lebih fokus pada vaksinasi untuk penuakit serius lainnya, sehingga penyakit ini masih ada saat ini.

2. Difteri
Difteri adalah infeksi dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan secara umum berefek pada hidung dan tenggorokan. Bakteri ini menyebar melalui udara dan pemakaian barang pribadi bersama-sama. C. diphtheriae menghasilkan toksin di dalam tubuh yang menghasilkan lapisan tipis berwarna kelabu atau hitam pada hidung, tenggorokan dan saluran udara yang juga berefek pada jantung dan system saraf. Bahkan dengan pengobatan antibiotic yang baik, difteri membunuh sekitar 10 persen orang yang terkena. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa di seluruh dunia terjadi 5.000 kematian karena difteri tiap tahunnya, tetapi penyakit ini cukup jarang di AS, yaitu kurang dari 5 kasus tiap tahun.

3. Flu H. Infasif
Flu H. infasif , atau penyakit Hib, adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae type b (Hib), yang menyebar ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin atau berbicara. Flu H. infasif adalah istilah yang salah karena tidak berhubungan dengan bentuk virus influenza apapun. Namun, penyakit ini bisa menyebabkan meningitis bacterial (infeksi otak yang berpotensi kematian), pneumonia, epiglottitis (pembengkakan serius di atas pangkal tenggorokan yang menyebabkan susah bernafas), dan infeksi pada darah, sendi, tulang, dan pericardium (selubung pada jantung). Anak-anak di bawah 5 tahun mudah terkena bakteri Hib karena mereka belum memiliki kekebalan terhadap bakteri ini. Vaksin Hib pertama dilisensi pada tahun 1985, dan ealaupun sukses dikembangkan, penyakit ini masih merata di negara-negara berkembang. WHO memperkirakan setiap tahunnya penyakit Hib menyebabkan 2-3 juta kasus penyakit yang serius di seluruh dunia, sebagian besar adalah pneumonia dan meningitias dan membunuh 450.000 anak anak.

4. Malaria
Penyakit ini disebabkan infeksi parasitis pada hati dan sel darah merah. Dalam bentuknya yang masih ringan, malaria bisa menyebabkan gejala seperti flu dan mual. Dan dalam bentuk yang lebih berat, malaria bisa menyebabkan koma, bertambahnya cairan pada paru-paru, gagal ginjal dan kematian. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina. Saat nyamuk menggigit, parasit masuk ke tubuh seseorang, menyerang sel darah merah dan menyebabkan sel tersebut pecah. Ketika sel pecah, akan mengeluarkan zat kimia yang menyebabkan gejala-gejala malaria. Sekitar 350 juta – 500 juta kasus malaria terjadi di seluruh dunia setiap tahunnya. Sekitar 1 juta orang meninggal, dengan kematian terbesar adalah anak-anak di daerah sub-Sahara Afrika. Wilayah berisiko tinggi lainnya meliputi Amerika Tengah dan Selatan, India, dan Timur Tengah. Malaria diobati dengan berbagai obat, yang di antaranya membunuh parasit ketika berada di dalam darah, dan yang lainnya mencegah infeksi. Tentunya, jika kita bisa mencegah nyamuk pembawa parasit maka kita bisa menghindari malaria sehingga penyakit ini sering dikendalikan dengan menggunakan penolak nyamuk atau kelambu pada ranjang tidur, khususnya di negara-negara miskin yang tidak bisa memberikan pengobatan.

5. Campak
Campak adalah penyakit system pernafasan yang sangat menular yang disebabkan virus yang menyebar melalui udara pada saat penderita batuk atau bersin. Gejala awal dari campak adalah demam ringan, yang disertai batuk, hidung berair dan mata merah berair. Jika campak berkembang, penderita akan mengalami demam dan ruam kulit berwarna merah atau merah kecoklatan. Komplikasi dari penyakit ini bisa meliputi diare, pneumonia, infeksi otak dan bahkan kematian, walaupun hal tersebut biasanya dijumpai pada orang yang kurang gizi. Campak secara historis adalah penyakit yang merusak, namun WHO melaporkan pada tahun 2006 bahwa tingkat kematian akibat campak menurun dari 871.000 ke 454.000 antara tahun 1999 dan 2004 karena adanya imunisasi. Sampai tahun 1963, saat vaksin campak pertama kali dipakai di AS, hampir semua orang di usia 20 tahun pernah terkena campak. Ada penurunan campak sebanyak 99 persen sejak saat itu, namun perjangkitan terjadi saat penyakit ini menyebar ke luar negeri atau saat anak-anak tidak mendapat vaksin. Kebanyakan anak-anak saat ini menerima vaksin campak sebagai bagian dari vaksinasi MMR yang mencegah penyakit campak, gondok dan rubella (campak Jerman).

6. Pertusis
Batuk rejan, itulah pertusis. Jika kita menjumpai seseorang yang mengidapnya, menjauhlah. Pertusis atau batuk rejan adalah infeksi pernafasan yang sangat menular yang disebabkan bakteri Bordetella pertussis. Batuk akan menyebarkan bakteri dan bisa berlangsung selama semenit atau lebih, sampai menyebabkan anak berwarna ungu atau merah dan kadang-kadang muntah. Lebih parah lagi, akan menyebabkan kurangnya oksigen di otak. Orang dewasa yang mengidap pertusis biasanya berupa batuk pendek. Meskipun penyakit ini bisa menyerang seseorang, lazimnya pada bayi di bawah 1 tahun karena mereka belum menerima seluruh vaksinasi pertusis. Vaksin pertusis pertama kali dipakai pada tahun 1933, namun anak remaja dan orang dewasa menjadi rentan saat kekebalan dari vaksinasi pada masa kanak-kanak berkurang dan mereka tidak memperoleh suntikan tambahan. Menurut CDC, pertusis menyebabkan 10-20 kematian tiap tahun di AS, dan dilaporkan ada 25.000 kasus di tahun 2004. Di dunia, penyakit ini menyebabkan dampak yang lebih besar, sekitar 50 juta orang di seluruh dunia terinfeksi setiap tahunnya, dan WHO memperkirakan sekitar 294.000 kematian tiap tahun. Namun, 78 persen dari bayi di seluruh dunia telah menerima 3 dosis vaksin pada tahun 2004.

7. Penyakit pneumococcus
Penyakit ini adalah kumpulan nama untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae, yangjuga dikenal dengan sebutan pneumococcus. Bakteri ini mendapatkan tempat di seluruh tubuh. Kebanyakan type infeksi disebabkan oleh S. pneumoniae adalah infeksi telinga menengah, pneumonia, bakteremia (infeksi aliran darah), infeksi sinus dan meningitis bakterial. Ada lebih dari 90 type neumococcus, dengan 10 type yang menyebabkan 62 persen serangan penyakit di seluruh dunia. Mereka yang terinfeksi membawa bakteri ini pada tenggorokan mereka dan mengeluarkannya saat batuk atau bersin. Sperti kuman yang lainnya, S. pneumoniae bisa menginfeksi semua orang, namun kelompok yang paling berisioko adalah orang yang mengidap kanker atau AIDS dan orang yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes. CDC menyatakan penyakit pneumocuccus ini sebagai penyebab kematian 200 anak-anak di bawah 5 tahun setiap tahunnya di AS. WHO memperkirakan setaip tahunnya penyakit pneumococcus berperan dalam 1 juta kasus penyakit pernafasan yang mematikan, kebanyakan terjadi di negara berkembang. Ada 2 type vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit pneumococcus, dimana CDC merekomendasikan anak-anak dan orang dewasa di atas 65 tahun untuk mendapatkannya.


8. Polio

Penyakit ini disebabkan oleh virus yang masuk ke tubuh melalui mulut, biasanya dari tangan yang tercemar oleh kotoran penderita polio. Sekitar 95 persen kasus, polio tidak menunjukkan gejala sama sekali (asymptomatic polio), dan sisanya, penyakit ini bisa berupa 3 macam jenis.

Abortive polio dengan gejala seperti flu, seperti infeksi pernafasan atas, demam, sakit tenggorokan, dan rasa tidak enak badan pada umumnya. Nonparalytic polio adalah yang lebih serius dan memiliki gejala mirip meningitis ringan, meliputi sensitivitas terhadap cahaya dan pegal-pegal pada leher. Akhirnya, paralytic polia dengan gejala yang seperti kita lihat dari penyakit ini, walaupun paralytig polio berjumlah kurang dari 1 persen dari semua kasus. Paralytic polio menyebabkan hilangnya kontrol dan lumpuhnya anggota badan, refleks, dan otot. Sekarang, polio telah berhasil diatasi dan otoritas kesehatan dunia mengontrol penyakit ini dengan baik di negara-negara berkembang. Inactivated Polio Vaccine (IPV)-nya Dr Jonas Salk dikenalkan pertama kali pada tahun 1955, dan Oral Polio Vaccine (OPV)-nya Dr. Albert Sabin pertama kali muncul pada tahun 1961. Anak-anak di AS menerima IPV, tetapi sebagian besar anak-anak di dunia menerima OPV yang lebih murah.

9.Tetanus
Sel reproduksi (spora) dari Clostridium tetani yang ada di tanah dan masuk ke tubuh melalui luka pada kulit. Saat spora berkembang menjadi bakteri dewasa, bakteri menghasilkan tetanospasmin, yaitu sebuah neurotoxin (protein yang meracuni sistem saraf tubuh) yang menyebabkan kejang pada otot. Tetanus dijuluki 'lockjaw” atau kejang mulut, karenal dari toksin yang sering menyerang otot yang mengontrol rahang. Lockjaw disertai oleh sulitnya menelan dan rasa pegal pada leher, bahu dan punggung. Kejang tersebut kemudian menyebar ke otot-otot perut, lengan atas dan paha.

Menurut CDC, tetanus menyebabkan kematian 11 persen dari kasus yang ada, namun untungnya tetanus tidak menular dari orang ke orang. Saat ini, imuniasi tetanus menjadi standar di AS, tapi jika kita terluka yang bisa menyebabkan tetanus (seperti menginjak paku berkarat, tersayat pisau, atau digigit anjing), suntukan tambahan perlu diberikan jika hal itu terjadi beberapa tahun sejak kita mendapatkan suntikan tetanus terakhir.
Menurut CDC, sejak tahun 1970-an, hanya sekitar 50 – 100 kasus tetanus yang dilaporkan di AS tiap tahun, kebanyakan terjadi pada orang-orang yang belum pernah divaksinasi atau disuntik tambahan. WHO menyatakan bahwa di seluruh dunia ada sekitar 15.500 kasus tetanus pada tahun 2005.

10. Demam Typhoid
Thypoid menyebar melalui makanan atau minuman yang terinfeksi Salmonella Typhi, kebanyakan melalui kontak dengan kotoran dari penderita. Saat bakteri thypoid masuk ke aliran darah, tubuh melakukan pertahanan yang menyebabkan demam tinggi, sakit kepala, sakin perut, lemas dan nagsu makan menurun.
Orang yang menderita thypoid memiliki ruam bintik merah. Karena sistem pembuangan tinja cukup bagus, penyakit ini jarang terjadi di AS dan CDC melaporkan hanya 400 kasus setiap tahun. Namun, orang yang tinggal di negara berkembang dengan sistem air dan pembuangan tinja yang kurang bagus, atau dimana mencuci tangan tidak lazim dipraktekkan, akan berisiko tinggi. Area demam thypoid utama adalah di Afrika, Asia, Karibia, India, Amerika Tengah dan Selatan.

WHO memperkirakan 17 juta kasus terjadi di seluruh dunia dengan 600.000 kematian tiap tahunnya. Meskipun adanya statistik yang mengerikan, vaksin untuk thypoid telah tersedia bagi orang yang berkunjung ke daerah berisiko tinggi, dan penyakit ini bisa diobati secara ekektif dengan antibiotik. Tanpa pengobatan, demam akan berlanjut selama beberapa minggu atau bulan, dan bisa menyebabkan kematian


11. Yellow Fever

Yellow fever disebarkan oleh nyamuk yang terinfeksi virus yellow fever. Jaundice, atau menguningnya kulit dan mata, adalah tanda-tanda infeksi yang menjadi sebutan untuk penyakit ini. Kebanyakan kasus yellow fever adalah ringan,dan butuh waktu hanya 3-4 hari untuk sembuh, namun kasus yang serius bisa menyebabkan perdarahan, masalah jantung, gagal liver atau ginjal, disfungsi otak, dan kematian.

Orang yang terkena penyakit ini bisa mengurangi gejalanya, namun tidak ada obat khusus, sehingga pencegahan melalui vaksin yellow fever menjadi kuncinya, Vaksin ini memberikan kekebalan dari penyakit selama 10 tahun atau lebih dan biasanya aman bagi setip orang yang berumur lebih dari 9 bulan.

Yellow fever terjadi hanya di Afrika, Amerika Selatan dan beberapa area di Karibia sehingga pengunjung yang akan masuk ke wilayah tersebut perlu memperhatikannya. WHO memperkirakan ada 200.000 kasus setiap tahunnya, dan 30.000 di antaranya meninggal.


12. Smallpox (Cacar)

Tidak seperti penyakit-penyakit lainnya yang sudah dijelaskan, dimana masih terjadi perjangkitan saaat kewaspadaan vaksinasi melemah, cacar telah hilang dari bumi, kecuali untuk sampel virus yang disimpan di alboratorium di AS dan Rusia untuk tujuan penelitian. Gejala cacar adalah demam tinggi, sakit pada kepala dan tubuh, tidak enak badan, muntah dan munculnya bintik merah yang berkembang menjadi luka yang bisa pecah dan menyebarkan virus. (Virus bisa juga menyebar melalui kontak dengan pemakaian barang, pakaian dan tempat tidur secara bersama). Cacar sepenuhnya adalah penyakit manusia dan tidak menyerang binatang atau serangga. Karenanya, sekali vaksinasi akan menghilangkan peluang virus untuk menyebar pada populasi manusia, dan kemudian penyakit ini musnah. AS sudah tidak melakukan vaksin cacar sejak 1972.

Meski cacar merupakan penyakit paling membunuh dalam sejarah manusia, membunuh lebih dari 300 juta orang di selruh dunia selama abad 20, para ilmuwan menyatakan bahwa dunia telah bebas cacar pada tahun 1979. Namun ketakutan masih ada, karena sampel cacar masih digunakan untuk senjata biologis.

Sumber: Howstuffworks.com

12 Olahraga dan Aktivitas serta Kalori yang Dibakar

Setiap orang ingin membakar kalori sebanyak-banyaknya dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Tentunya akan sangat membantu jika kita tahu olahraga dan aktivitas mana yang akan membakar banyak kalori. Berikut adalah 12 aktivitas dan perkiraan jumlah kalori yang dibakar. Sebelum melakukan aktivitas-aktivitas tersebut, konsultasikan dulu dengan dokter. Dan ingatlah untuk senantiasa melakukan pemanasan dan peregangan yang cukup.


  1. Berlari

Berlari akan membakar sekitar 450 kalori setiap 30 menit (untuk 8 menit tiap mil), juga memberikan hasil kerja kardiorespiratori yang fantastis. Ketahanan dan kekuatan kaki akan menjadi maksimal, walaupun sedikit tambahan manfaat untuk tubuh bagian atas. Lakukan pemanasan yang baik, pakailah sepatu yang cocok serta jagalah langkah untuk mencegah cedera.

  1. Memanjat Tebing

Memanjat tebing memerlukan ledakan energi yang cepat untuk berpindah dari satu batu ke batu yang lain. Memanjat tebing tidak berbuat banyak terhadap hasil kerja jantung, namun kekuatan, ketahanan dan fleksibilitas akan bertambah besar. Kalori yang terbakar sekitar 371 kalori setiap 30 menit.

  1. Berenang

Berenang memberikan hasil kerja keseluruhan tubuh yang sangat baik dan membakar sampai 360 kalori dalam 30 menit tergantung gaya apa yang dipakai. Namun, kebanyakan orang sulit mempertahankan form dengan baik untuk waktu selama itu. Hasil kerja terbaik dalam berenang berdasarkan pada latihan yang teratur.

  1. Bersepeda

Bersepeda adalah kegiatan non-weight-bearing yang sangat baik (berat kita tidak ditopang oleh tubuh), dan tergantung pada kecepatan. Kalori yang terbakar sekitar 300 - 400 kalori setiap 30 menit. Bersepeda menghasilkan hasil kerja kardio yang besar dan membentuk paha dan betis. Namun, bersepeda tidak memberikan hasil kerja yang banyak untuk tubuh bagian atas.

  1. Bertinju

Bertinju akan mengurangi 324 kalori setiap 30 menit. Selain itu, kebugaran kardiorespiratori dan ketahanan otot akan bertambah. Pastikan kita dalam keadaan fit, jika tidak semua akan berakhir sebelum kita mulai berkeringat.

  1. Racquetball

Racquetball membakar sekitar 300 kalori tiap 30 menit dan memberikan hasil kerja kardiorespiratori yang fantastis, membentuk kekuatan dan ketahanan tubuh bagian bawah, dan dengan melakukan gerakan twisting dan pivoting dalam racquetball, akan membangun fleksibilitas yang bagus pada punggung dan perut. Lakukanlah pemanasan terlebih dahulu untuk menghindari cedera engkel.

  1. Bola Basket

Memainkan bola basket secara nonstop akan mengurangi sekitar 288 kalori per 30 menit, dan membentuk fleksibilitas, ketahanan dan kesehatan kardiorespiratori. Lakukanlah pemanasan dengan baik karena berputar dan berlari bolak-balik di dalam permainan ini bisa berbahaya bagi yang tidak memperisapkan diri sebelumnya.

  1. Rowing

Rowing atau mendayung membakar sekitar 280 kalori per 30 menit dan juga cara yang efektif bagi kita untuk mengeluarkan energi ekstra. Rowing membentuk ketahanan, kekuatan dan otot bahu, paha dan bisap. Kunci dalam melakukan rowing adalah teknik mengkoordinasikan kaki, punggung dan lengan untuk bekerja sekaligus. Untuk kayak dan kanoe, masing-masing membakar sekitar 170 kalori per 30 menit.

  1. Tenis

Tenis adalah game yang membutuhkan kecepatan, ketangkasan, kekuatan dan reaksi. Tenis memerlukan sekitar 250-300 kalori per 30 menit, memberikan kesempatan yang besar untuk membakar kalori berlebih dan membentuk kebugaran kardiorespiratori. Pakailah sepatu yang cocok untuk mencegah cedera engkel.

  1. Ski

    Sewaktu kita berada di luar saat bersalju sebenarnya relah membakar metabolisme di dalam tubuh kita. Saat kita melakukan ski, maka akan membakar sekitar 270 kalori per 30 menit. Permukaan salju yang bervariasi akan memberikan hasil latihan yang bagus pula.

  2. Ice Skating

    Ice skating memberikan semua keuntungan dari berlari tanpa mengalami tegangan pada sendi. Selama 30 menit, ice skating memerlukan sekitar 252 kalori. Skating memberikan hasil kerja yang sangat bagus untuk paha, betis, otot lutut dan pantat serta mengencangkan perut. Dengan mengembangkan kedua tangan kita, akan membantu keseimbangan dan juga membuat otot-otot deltoid, bisep dan trisep bekerja.

  3. Menari swing

    Ya, kita bisa menari untuk memperoleh kebugaran. Menari swing membakar sekitar 180 kalori dalam 30 menit dan memberikan hasli kerja aerobic yang cukup intensif. Selain itu, juga mengembangkan fleksibilitas, kekuatan dan ketahanan tubuh.


Sebagai catatan, jumlah kalori yang disebutkan di atas adalah untuk orang yang berberat badan 150 pound (sekitar 68 kg). Jika berat badan makin tinggi, kalori yang terbakar juga lebih banyak.


Sumber: Howstuffworks.com

24 Mei 2008

Flu Burung


Photo courtesy
CDC
Virus influenza

Avian flu atau flu burung adalah penyakit sangat mematikan, yang membunuh populasi burung di beberapa tempat di dunia. Pada bulan Oktober 2005, penyakit ini telah masuk ke Eropa Timur, sebagian besar melalui migrasi burung. Kemudian berlanjut menyebar ke seluruh Eropa, dan pada bulan Pebruari 2006 bergerak ke Afrika. Meskipun virus ini tidak dengan mudah menginfeksi manusia, lebih dari setengah orang yang terkena telah meninggal dunia.


Sebenarnya, apakah flu burung itu? Apa perbedaanya dengan flu biasa? Bagaimana flu ini mengancam manusia? Apa yang dilakukan pemerintah untuk menghentikannya?


Dalam artikel ini, kita akan mereview dasar-dasar mengenai virus dan influenza, den mempelajari avian flu termasuk apakah avian flu bisa menyebabkan epidemi flu secara global.


Virus dan Influenza

Partikel virus -atau virion- adalah sebuah paket mikroskopis yang mengandung material genetis yang terbungkus dalam lapisan protein. Beberapa virus juga mempunyai membran lipid di sekeliling protein. Virus tidak bisa bereproduksi secara sendiri, tapi harus meyerang sel inang. Proses ini merusak sel dan membuat orang sakit.





Virus biasanya masuk ke dalam tubuh manusia atau hewan melalui mulut, selaput lendir atau luka pada kulit. Kemudian, virus akan menginfeksi sel khusus. Saat bereproduksi, virus akan menyerang sel inang dan melepaskan copy virus untuk menyerang sel lain. Beberapa virus lebih stabil dari virus lain, tapi secara umum virus sering bermutasi dan kadang membuat para dokter kesulitan menanganinya.

Influenza adalah type virus yang menyerang sistem pernafasan dan menyebabkan demam, sakit tenggorokan dan pilek. Jika menyerang otot, juga akan menyebabkan sakit otot.


Ada beberapa type virus influenza: type A, B dan C. Bermacam subtype berada di dalam type-type tersebut, dan bermacam strain/bibit berada dalam tiap subtype. Seperti kebanyakan virus, influenza bisa bermutasi melalui penyimpangan antigenis (perubahan kecil yang terjadi ketika virus bereproduksi) atau perubahan antigenis (perubahan besar yang menghasilkan subtype virus baru).


Virus influenza memiliki 8 segmen gen. Saat dua type influenza yang berbeda bertemu satu sama lain, mereka dapat bertukar segmen DNA. Hal ini akan menghasilkan bibit-bibit virus yang baru, beberapa di antaranya bisa mematikan. Para ilmuwan percaya bahwa dua pandemi flu yang terakhir terjadi setelah bibit influenza manusia memperoleh gen dari virus avian flu.


Subtype Influenza A


Subtype influenza A dinamakan untuk surface protein yang disebut hemagglutinin (HA) dan neuraminidase (NA). Ada 16 subtype HA dan 9 subtype NA. Karena itu virus influenza A memiliki nama seperti:

  • H1N1: "Spanish" flu, yang membunuh 50 juta penduduk dunia dari tahun 1918 - 1919 (para ilmuwan mengidentifikasi protein-proteinnya jauh setelah pandemi berakhir)

  • H2N2: "Asian" flu, yang menyebabkan pandemi dari tahun 1957 - 1958

  • H3N2: "Hong Kong" flu, yang menyebabkan pandemi dunia pada tahun 1968


Avian Flu

Menurut United States Center for Disease Control and Prevention (CDC), burung-burung memiliki setiap subtype influenza A. Ketika para ilmuwan membicarakan avian flu, yang dimaksud adalah varietas yang ada pada sebagian atau seluruh burung, tidak pada manusia. Burung tidak bisa menularkan flu secara langsung kepada manusia, tetapi terlebih dulu menginfeksi babi dan binatang lain yang bisa mengidap baik bibit flu manusia maupun avian flu. Ketika bibit-bibit tersebut bertemu satu dengan yang lain, maka akan menghasilkan bibit baru yang menginfeksi manusia.


Burung-burung liar membawa avian flu dalam usus mereka dan menjatuhkannya dalam kotoran, tapi burung-burung tersebut tidak terkena sakit kerenanya. Namun burung-burung lokal bisa terkena sakit setelah mengalami kontak dengan air, makanan atau tanah yang telah tercemar. Burung-burung lokal ini menyebarkan penyakit satu dengan yang lain melalui air liur, sekresi atau kotoran.


Avian flu bisa berupa low pathogenic maupun high pathogenic. Bibit low pathogenic menyebabkan gejala yang sangat ringan seperti mengkerutkan bulu dan menurunkan jumlah produksi telur. Bibit high pathogenic bisa mematikan, dengan tingkat kematian yang sering mencapai 100%. Burung yang bertahan hidup bisa terus meyebarkan virus melalui kotorannya 10 hari setelah sembuh, dimana akan membantu virus untuk terus menyebar.


Para peternak bisa melindungi burung piaraan mereka dari avian flu dengan mengikuti praktek biosecurity. Untuk memperlambat penyebaran bermacam bibit virus avian flu, peternak mendisinfeksi pakaian dan sepatu serta perlengkapan peternakan lainnya. Mereka juga perlu mengkarantina burung yang bisa terinfeksi dan menjaga burung piaraan dari burung liar. Peternak tidak hanya melindungi burung atau lingkungan sekitarnya, tetapi juga melindungi kesehatan manusia. Pada kasus yang jarang, avian flu bisa menyebar ke manusia. Orang tidak memiliki kekebalan terhadap bibit avian flu, sehingga virus-virus tersebut bisa mematikan.


Menginfeksi Spesies Lain


Pada tahun 2004, avian flu H5N1 menginfeksi dan membunuh harimau, macan tutul dan kucing


Avian Flu H5N1

Tahun 1997, petugas kesehatan di Hong Kong melaporkan adanya bibit avian flu yang mematikan. Pertama kali, virus berpindah secara langsung dari burung ke manusia selain berpindah melalui spesies kedua. Virus yang menyebabkan gejala flu typikal dan juga menyebabkan infeksi mata, pneumonia dan bahaya pernafasan akut. Dilaporkan bahwa bibit virus influenza A H5N1 ini, sepenuhnya baru bagi manusia.


18 orang terinfeksi virus dan dirawat ke rumah sakit, 6 di antaranya meninggal dunia. Pemerintah Hong Kong, yang diperingatkan adanya ancaman pandemi yang potensial, melakukan langkah-langkah drastis. Dalam waktu kurang lebih 3 hari, pemerintah membunuh 1.5 juta burung, seluruh populasi ternak yang ada di negara tersebut. Meskipun terlihat berlebihan, banyak ahli kesehatan yang meyakini aksi ini telah mencegah pandemi influenza.


Bibit H5N1 tidak muncul lagi sampai tahun 2003. Kemudian, petugas pemerintah di Vietnam dan Thailand melaporkan infeksi pada manusia dan burung. Beberapa orang terkena penyakit, dan sebagian besar dari mereka melakukan kontak langsung dengan burung yang terinfeksi. Pada Desember 2004, penyakit ini menyebar ke Indonesia dan Kamboja. Sekitar setengah dari jumlah orang yang terkena virus, meninggal dunia.


Pada saat yang sama, petugas pertanian melaporkan terjadinya infeksi besar-besaran pada burung. Sekitar 100 juta burung mati di Asia dan pada awal 2004, sebagai akibat penyakit tersebut maupun akibat bagian dari usaha untuk menghentikan penyebarannya. Perjangkitan terus terjadi di beberapa negara Asia. Pada Oktober 2005, penyakit tersebut menyebar ke Eropa Timur, karena migrasi burung. Bulan Januari selanjutnya, beberapa orang di Turki terkena penyakit ini, sebagian besar karena melakukan kontak dengan burung yang telah mati. Petugas kesehatan menemukan bahwa burung di Nigeria terinfeksi penyakit ini pada Pebruari 2006.


Area Berisiko Tinggi


Menurut United States Center for Disease Control and Prevention, influenza H5N1 dilaporkan banyak ditemukan di peternakan di Asia Tenggara. Pada Oktober 2005, penyakit ini menjadi endemik di Kamboja, China, Indonesia, Thailand dan Vietnam [Sumber: CDC]. Pengunjung ke negara tersebut harus menghindari kontak dengan burung liar maupun piaraan dan berada jauh dari peternakan dan pasar dengan udara terbuka yang menjual ternak hidup.


Pandemik Global

Saat ini, virus flu H5N1 paling menjadi ancaman bagi burung, khususnya di Asia. Ancaman terbesar bagi kesehatan manusia dan potensi terhadap penyebaran penyakit ini juga berada di Asia, dimana banyak keluarga pedesaan yang memiliki ayam piaraan yang bebas berkeliaran dekat dengan manusia. Namun petugas kesehatan melaporkan bahwa penyakit ini menjadi semakin kuat dan semakin menular, dan mereka cemas jika penyakit ini bermutasi dan menjadi ancaman yang lebih besar bagi manusia.



Jika avian flu berada di udara dan berpindah ke manusia, maka akan menginfeksi manusia dengan cara yang sama seperti flu biasa.


Jika virus memiliki kemampuan untuk menginfeksi manusia secara lebih mudah dan berpindah dari satu orang ke orang yang lain, maka akan menyebabkan sebuah pandemi. Para ilmuwan memperingatkan bahwa sebuah pandemi flu adalah tidak terelakkan. Tak seorang pun bisa memprediksi kapankah pandemi bisa menyerang atau apakah influenza H5N1 yang menjadi penyebabnya.


Para petugas kesehatan di AS, Eropa dan negara barat lainnya saat ini membantu negara-negara Asia dalam menangani avian flu dan mencegah penyebaran lebih luas. Langkah-langkah yang mereka lakukan untuk mencegah pandemi meliputi:

  • Mengandangkan atau membunuh burung yang terinfeksi

  • Menasihatkan masyarakat yang memelihara ternak untuk melakukan praktek biosecurity dan hygiene yang layak. Makin banyak orang yang terjangkit virus, maka penyakit ini akan bermutasi menjadi lebih berbahaya.

  • Mengelola vaksin flu biasa bagi masyarakat yang memelihara ternak. Serangan flu biasa tidak menyediakan perlindungan terhadap avian flu, namun seorang yang terinfeksi kedua jenis flu pada saat yang sama, akan memberikan kemungkinan kepada virus untuk mengubah materi genetik.

  • Memonitor burung liar dan piaraan terhadap tanda-tanda infeksi.

  • Mengembangkan vaksin avian flu H5N1.

  • Melarang impor burung dan mengkarantina hewan piaraan yang berasal dari negara yang terinfeksi.

  • Merekomendasikan peternak untuk mengandangkan ternak dan binatang lain. Misalnya, petugas di Inggris pada bulan Pebruari 2006 menetapkan untuk mengandangkan burung gagak yang biasa hidup di Tower of London.

Banyak negara yang juga memiliki rencana mengisolasi pengunjung yang terinfeksi dan mengkarantina orang yang telah bepergian dengannya.


Flu Burung Karena Makan Daging Ayam?


Banyak orang yang bingung apakah dengan adanya penyebaran flu burung berarti mereka sebaiknya berhenti makan daging ayam. Jawabannya adalah TIDAK. Cara memasak yang benar akan membunuh virus flu ataupun bakteri (seperti salmonella) yang mungkin berada di dalam daging ayam.


Namun, kita sebaiknya secara kontinyu mengikuti prosedur standar saat menangani daging ayam mentah. Perlengkapan dapur yang dipakai untuk memasak selalu di-disinfeksi dengan benar. Alat potong yang dipakai untuk memotong ayam jangan dipakai untuk sayur atau makanan yang dimakan mentah lainnya.


Sumber: Howstuffworks.com