20 Jul 2009

Minum Kopi Tunda Alzheimer

Konsumsi kopi setiap hari mungkin membantu menunda perkembangan penyakit Alzheimer atau memutarbalikkan kondisi tersebut, demikian hasil satu studi di dalam edisi Journal of Azheimer`s Disease, edisi online.

Minum kopi sebelumnya telah dikaitkan dengan resiko lebih kecil perkembangan Alzheimer, tapi itu adalah studi pertama yang menyatakan kafein dapat secara langsung menjadikan penyakit itu sendiri sebagai sasaran.

Beberapa peneliti dari University of South Florida mengkaji 55 tikus yang secara genetika telah direkayasa agar terserang gejala kegilaan yang serupa dengan gejala Alzheimer saat hewan tersebut berusia lanjut.

Alzheimer muncul ketika segumpal protein tidak normal yang lengket di otak yang disebut "beta-amyloid" bertumpuk hingga membentuk plak, sehingga merusak fungsi kofnitif.

Separoh hewan itu diberikan dosis kafein setiap hari di dalam air minumnya, sementara separoh lagi terus minum air biasa.

Pada akhir studi dua bulan tersebut, semua tikus yang minum kafein memperlihatkan hasil pemeriksaan yang jauh lebih baik dalam ingatan dan kemampuan berfikirnya dibandingkan dengan tikus yang diberi air biasa. Daya ingat hewan itu setajam tikus sehat yang lebih tua tanpa kegilaan.

Studi tersebut mendapati bahwa kafein memangkas sampai separuh darah yang berlebihan dan tingkat "beta amyloid" di otak pada tikus itu.

"Temuan baru tersebut memberi bukti bahwa kafein dapat menjadi `perawatan` yang aktif bagi penyakit Alzheimer, yang sudah menyerang, dan bukan hanya strategi perlindungan," kata pemimpin peneliti itu Gary Arendash, ilmuwan ahli syaraf di University of South Florida.

"Itu penting karena kafein adalah obat yang aman bagi kebanyakan orang, zat tersebut dengan mudah memasuki otak, dan kelihatannya secara langsung mempengaruhi proses penyakit itu," kata Arendash sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi China, Xinhua.

Para peneliti tersebut berharap kafein dapat menjadi perawatan yang aman dan tidak mahal bagi penyakit hilang ingatan dan ingin melakukan percobaan pada pasien manusia sesegera mungkin.

Satu studi pada 2002 mendapati bahwa orang yang mengkonsumsi kafein pada pertengahan usia mereka memiliki resiko 60 persen lebih kecil untuk terserang penyakit itu.

Sumber: antaranews.com

Marah yang Sehat

Setiap orang pasti pernah marah, karena marah adalah manusiawi. Marah terkadang menimbulkan situasi yang serba salah. Jika kita melampiaskan amarah, kita bisa terserang penyakit, begitu juga jika kita tahan amarah, penyakit lain juga akan mengancam. Banyak macam orang mengungkapkan kemarahannya, bisa dengan meledak-ledak, bisa juga hanya diam saja.

Mengapa orang marah mudah terkena penyakit? Di dalam darah orang marah terkandung banyak hormon adrenalin, hormon yang diproduksi oleh kelenjar adrenal ini akan dilepaskan ke dalam darah ketika ada rangsangan emosi. Akibatnya adalah denyut jantung akan bertambah cepat dan tekanan darah meninggi, keadaan ini yang mengakibatkan penyakit mudah datang.

Menurut Mark Gorkin, seorang konsultan pencegahan stres dan kekerasan untuk US Postal Service, layanan pos di Amerika Serikat, membagi marah dalam empat macam yaitu, Purposeful (marah yang disengaja), Spontan (marah yg dilakukan secara tiba-tiba), Konstruktif (marah yang disertai ancaman terhadap orang lain) dan Destruktif (marah yang ditumpahkan tanpa rasa bersalah). Namun problem yang sebenarnya bukan pada amarahnya, tetapi terletak pada bagaimana kita mengolah amarah tersebut.

Sebuah penelian yang dilakukan Institute For Mental Health Initiaves mengungkapkan bahwa marah bisa berarti sehat, bahkan lebih sehat daripada memendam perasaan jengkel. Syaratnya adalah, pengelolaan secara sehat. Ada empat langkah nyata untuk mengelola amarah:

1. Mengidentifikasi kesalahan sikap dan pendirian yang mempengaruhi kita untuk marah secara berlebihan. Begitu kesalahan ini diperbaiki, kita bakal lebih mudah mengendalikan marah.
2. Mengidentifikasi faktor-faktor dari masa kecil kita yang menghambat kemampuan kita mengekspresikan amarah. Faktor-faktor ini termasuk ketakutan, penolakan dan ketidaktahuan.
3. Mempelajari cara tepat untuk mengekspresikan kemarahan sehingga kita tetap dapat menguasai situasi yang menimbulkan kemarahan itu, bahkan secara lebih efektif.
4. Menutup luka-luka yang mungkin tertinggal oleh pengaruh emosional dari kemarahan yang menghancurkan.

Disamping empat cara untuk mengelola amarah di atas, ada empat hal yang tidak boleh dilakuan untuk merespon perasaan marah, yaitu:

1. Pengelakan: Mengingkari bahwa kita marah. Mengingkari marah akan menambah stres dan akan menggiring ke arah penyakit yang berhubungan dengan stres.
2. Pemendaman: Memendam marah meskipun kita tahu bahwa kita sedang marah. Ini bukan mengurung amarah, tetapi menunda ekspresinya.
3. Pengalihan: Menumpahkan kemarahan pada sesurtu yang tidak berhubungan dengan sasaran amarah kita.
4. Pengekspresian tak langsung: Marah karena alasan tertentu, tetapi menumpahkan kemarahan pada sesuatu yang lain.

Marah adalah manusiawi, Meskipun berbahaya bagi kesehatan kita, tetapi sebenarnya marah masih bisa dikelola. Dan jika kita bisa mengelola amarah itu dengan benar, maka marah tidak akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Sumber: kapanlagi.com

Depresi

Depresi merupakan keadaan seseorang di mana ida menjadi begitu rendah dalam waktu lama dan merasa sedih berkepanjangan. Ia juga menjadi lebih mudah tersinggung, dan kosong.

Seseorang yang mengalami depresi merasa energinya sangat berkurang sehingga tidak mampu melakukan aktibitas apapun, malas, melihat dengan cara pandang yang negatif, melihat tidak ada lagi yang berharga, dan seolah-olah tiada akhir. Hati-hati karena depresi merupakan salah satu penyebab utama kejadian bunuh diri.

Penyebab suatu kondisi depresi meliputi:

1. Faktor organobiologis karena ketidakseimbangan neurotransmiter di otak terutama serotonin
2. Faktor psikoedukasi karena tekanan beban psikis, dampak pembelajaran perilaku terhadap suatu situasi sosial
3. Faktor sosio-lingkungan misalnya karena kehilangan pasangan hidup, kehilangan pekerjaan, paska bencana, dampak situasi kehidupan sehari-hari lainnya

Kunci dari gejala depresi adalah munculnya pikiran depresif yang mengisi kepala dengan sega lamacam ketidakberdayaan dan ketidakbergunaan. Langkah utama mencegah depresi adalah dengan mengenali dan menyadari hadirnya pikiran depresif. berikut ini adalah pikiran-pikiran depresif yang seringkali muncul tanpa kita sadari:

Saat Anda mulai berfikir hanya ada satu hal yang benar dan yang lainnya salah. Oleh karena itulah Anda merasa harus waspada. Contohnya saja, jika Anda tidak dapat memenuhi 90% target Anda dalam pekerjaan, itu berarti Anda gagal. Contoh lainnya, jika Anda berpapasan dengan teman Anda dan ia tidak menyapa Anda, itu berarti ia bosan dengan Anda. Pikiran yang seperti itu adalah perfeksionisme. Saat Anda berfikir Anda harus selalu menjadi yang terbaik. Bila tidak, maka sama dengan kegagalan. Sadari, Anda tidak mungkin menjadi yang terbaik sepanjang hidup Anda.

Sedikit sekali keadaan yang dapat dilihat sebagai hitam atau putih. Kebanyakan berada di tengah-tengah. Akan lebih realistis jika Anda memandangnya sebagai abu-abu, bukan hitam dan putih semata. Dengan demikian, yang perlu Anda lakukan adalah bekerja dan berusaha dengan lebih keras daripada yang sebelumnya untuk dapat memenuhi target Anda. Atau, mungkin saja teman Anda sedang memikirkan sesuatu dan tidak terlalu berkonsentrasi pada lingkungan sekelilingnya.

Jangan menerapkan target yang terlalu tinggi untuk diri sendiri. be realistic.

Anda menganggap semua menjadi buruk akibat satu hal buruk, sehingga menyebabkan Anda menyerah terlebih dahulu sebelum berusaha. Perlu disadari bahwa sepotong informasi tidak cukup untuk memperkirakan yang akan terjadi. Berusahalah untuk mencari informasi tambahan sebelum menilai sesuatu sebagai sesuatu yang buruk. Cari tahu kesalahan Anda saat ini, lalu gunakan sebagai bahan pembelajaran di masa depan.

Saat merasa gagal, Anda seringkali melampiaskannya pada diri sendiri. Anda mulai menganggap diri Anda pecundang, dengan kasar pada diri sendiri (mengejek, dan memanggil diri sendiri dengan sebutan yang tidak baik). Jika hal ini pernah / sedang terjadi pada Anda, artinya Anda telah menempelkan label jelek pada diri sendiri. Dan itu berarti Anda sedang bertindak tidak adil terhadap diri sendiri. Semua hal yang Anda lakukan hanya akan membuat diri bertambah terpuruk.

Berhentilah menjelek-jelekan diri sendiri. Berikan penghargaan terhadap diri Anda. Untuk di lain kesempatan, berusahalah lebih keras.

Anda melebih-lebihkan resiko sesuatu yang akan Anda hadapi dan terus menerus menyakinkan diri bahwa hal buruklah yang akan terjadi. Dengan demikian Andamemiliki pikiran exaggerating sehingga berdampak pada perilaku, seperti: malas dan menarik diri, takut berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Terkadang jikalau Anda berfikir hal-hal buruk akan terjadi, maka hal buruk tersebut benar-benar terjadi. Hilangkanlah pikiran tersebut. Belajarlah untuk selalu berfikir positif.

Anda membayangkan teman atau seseorang yang Anda kenal menolak atau mengkritik Anda. Padahal Anda tidak memiliki alasan untuk berfikir seperti itu. Anda seolah-olah dapat membaca pikiran orang lain, bahkan saat seseorang tersebut tidak mengatakan apa-apa.

Lebih baik jika Anda menghabiskan waktu beberapa saat untuk mengenal lawan bicara, bukan berprasangka.

Sumber: info-sehat.com

28 Mei 2009

Serat Lindungi Jantung Anda

Berbagai penelitian membuktikan, mengurangi kadar kolesterol jahat (Low Densy Lipoprotein / LDL dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung koroner. Dan salah satu cara untuk mengurangi kolesterol dalam darah adalah dengan mengonsumsi makanan berserat.

Serat dalam makanan dikatakan melindungi jantung karena mampu mengikat lemak dan membuangnya melalui feses. Salah satu jenis serat yang bagus dikonsumsi ada dalam oat yang mengandung serat betaglukan.

Demikian dikatakan dr. Pauline Endang Praptini, MSGK, pakar gizi dari Rumah Sakit Fatmawati, di Jakarta (23/5 ).

Kata Pauline, di dalam lambung serat berubah menjadi jeli dan mampu mengikat lemak, selanjutnya serat tersebut juga akan mengikat hasil buangan dari empedu dan membuangnya melalui feses.

"Dalam keadaan normal, kantung empedu yang kosong harus diisi kembali. Lalu lever akan menarik kolesterol dalam darah, untuk membentuk empedu baru. Dengan demikian kadar kolesterol dalam tubuh dapat dikurangi, " papar Pauline.

Pauline menuturkan, untuk mendapat hasil yang maksimal setiap hari seseorang harus mengonsumsi sebanyak 70 gram oat. Jumlahnya harus tepat, karena jika berlebih, hasilnya tidak akan maksimal.

"Setelah 30 hari mengonsumsi oat dengan takaran 70 gram setiap harinya, rata-rata terjadi akan penurunan kolesterol sebanyak 15 persen," kata Pauline. Dalam 100 gram oat terkandung 370 kalori, 11 gr protein dan beberapa gizi lainnya.

Agar upaya menurunkan kolesterol makin optimal, penting juga melakukan olahraga. "Jangan lupa olahraga minimal 3 kali dalam seminggu," tandasnya.

Oat dikenal pula sebagai haver (Avena sativa L.), merupakan serealia yang cukup penting di daerah beriklim subtropis dan sedang.

Bulir yang dihasilkannya (disebut haver pula) dimanfaatkan sebagai makanan serta pakan (terutama kuda). Di Indonesia produknya dikenal dari sejenis bubur yang diintroduksi penjajah Belanda, yang dikenal sebagai havermut.

Haver merupakan bentuk domestikasi dari jenis setengah liar Avena fatua yang telah dibudidayakan pada zaman perundagian awal (zaman besi) dan merupakan sumber pangan pokok masa itu di Asia Barat dan Eropa.

Sumber: Kompas.com

27 Apr 2009

Flu Babi Mulai Mencekam Dunia

Flu burung belum juga mereda di beberapa negara dunia, kini di Meksiko muncul flu babi yang telah menewaskan 68 orang. Bukan hanya di negara itu, beberapa negara bagian Amerika Serikat juga telah terkena dampaknya. Beberapa orang di Texas dan California dilaporkan menderita penyakit yang ditengarai sebagai gejala terserang flu babi. Belum ada laporan yang sepenuhnya akurat, bagaimana flu babi ini tiba-tiba telah menjelma menjadi “mesin pembunuh” yang ganas. Tetapi, laporan sementara mengabarkan, flu babi ini disebabkan oleh virus varian baru dari H1N1 yang merupakan perpaduan antara flu babi, manusia, dan unggas.

Membaca berita tersebut, sidang pembaca hampir pasti segera bergumam, ‘’ Penyakit apa lagi ini? Satu belum habis, telah muncul penyakit mematikan lainnya.” Memang demikianlah keadaannya. Kita sendiri kadangkala begitu bingung menyangkut munculnya berbagai penyakit yang dengan cepat menyebar secara luas di berbagai benua. Kita ingat flu burung awalnya di Hong Kong, kemudian menyebar ke China, lalu merembet di berbagai negara termasuk kawasan Eropa sekali pun. Di beberapa negara dikabarkan sudah sangat mereda, tetapi di sini tampaknya masih liar berkeliaran. Mereka mungkin mampu mengatasi, sedangkan kita masih meraba-raba.

Dengan jumlah korban yang sedemikian banyak, dan diperkirakan akan terus berkembang, tentu saja dunia mulai khawatir. Beberapa pakar virus di Amerika Serikat meski sudah mulai bisa mengidentifikasi virus, tetapi vaksin baru akan dibuat dalam beberapa bulan mendatang. Itu pun belum ada kepastian apakah vaksin nantinya efektif untuk mengobati penyakit ini. Kekhawatiran dunia sangat beralasan karena penyebaran virus ini sangatlah cepat. Fakta membuktikan, hanya dalam beberapa hari saja virus itu telah menelan hampir 70 orang. Diperkirakan jumlah itu akan naik dalam waktu dekat. Apalagi penyebaran virus ini tidak menbutuhkan kontak fisik.
Tanpa kontak fisik manusia bisa ketularan virus tersebut, sementara kita tidak mungkin bisa melihat dengan mata telanjang bagaimana “lalu lintas” virus di udara terbuka. Apakah kualitas udara ikut menentukan berkembangnya virus ini juga belum diketahui. Apakah juga kondisi kesehatan fisik manusia ikut mempermudah penularan, belum juga diketahui. Maka, para ahli penyakit hanya bisa menyarankan bahwa untuk menghindari tertular penyakit ini sering-seringlah cuci tangan, juga tutup mulut dan hidung. Cuci tangan, apalagi harus sering, bukanlah kebiasaan yang mudah dilakukan. Demikian juga tutup hidung dan mulut, mana mungkin dilakukan jika seseorang merasa dirinya sehat ?

Maka, penangkalnya dikembalikan lagi pada standar-standar hidup sehat yang dimulai dari setiap pribadi untuk selalu membersihkan diri pada tubuh fisiknya, dan sangat penting juga bersih lingkungan. Di samping itu juga dijaga tingkat higinitas makanan dan minuman yang diasup. Karena tidak ada yang bisa dilakukan kecuali melakukan hal-hal seperti itu, apalagi faktanya vaksin penangkal belum tertemukan. Negara dengan tingkat kesehatan warganya yang cukup prima seperti Amerika Serikat saja sangat mungkin tertular, apalagi kita di sini. Fakta membuktikan, flu burung saja masih sangat “nyaman” berkembang di sini, dan kita tidak tahu kapan berakhirnya.

Pemerintah di semua tingkatan perlu melakukan antisipasi dini terhadap kemungkinan berkembangnya penyakit itu di sini. Apalagi, kini ditengarai sedang berkembang flu Singapura. Meski pun semua tengah disibukkan oleh pemilu dan persiapan pilpres, tetapi antisipasi terhadap kemungkinan itu harus tetap prioritas. Lagi-lagi fakta membuktikan, bahwa jika sudah masuk di sini virus-virus apa pun tampaknya merasa “nyaman” dan enggan pergi. Apakah ini pertanda ketidakmampuan negara mengurus hal-hal seperti ini, ataukah kondisi lingkungan yang menjadi penyebabnya ? Benar-benar ingin kita ingat bahwa segalanya sangat mungkin terjadi, maka waspadalah !

Sumber: suaramerdeka.com

22 Apr 2009

Perlambat Pikun dengan Latihan Otak

Saat hendak bepergian, Asri (42) sibuk mencari kunci mobil. Pencariannya ke kamar, ke meja kerja, dan beberapa tempat lain tak membuahkan hasil. Barulah, setelah beberapa saat, ia teringat bahwa sang kunci ''bertengger'' di tas yang ia jinjing sedari tadi. Inikah tanda-tanda pikun? Pikun atau demensia memang biasa terjadi pada lanjut usia (lansia).

Demensia menyebabkan kualitas hidup penderitanya jelek dan hubungan sosial menjadi terganggu. Tak hanya itu, penderita juga menjadi beban keluarga dan negara, kata dr Astuti SpS dari SMF (Staf Medik Fungsional) Saraf di RS Dr Sardjito, Yogyakarta.

Proses menua dan usia lanjut memang proses alami. Fenomena menua ini juga terjadi pada otak. Hal yang paling dirasakan adalah kemunduran daya ingat (memori) dan ini bisa secara normal dan tidak normal. Inilah yang kemudian menyebabkan demensia. Padahal, kepikunan pun bisa diperlambat lho! Seperti Asri, misalnya, ada baiknya ia melakukan berbagai latihan khusus memperlambat pikun, sebelum usia terlanjur lanjut.

Kemampuan daya ingat yang menurun secara normal pada lansia disebabkan oleh proses berpikir menjadi lamban, kurang menggunakan strategi memori yang tepat, dan kesulitan untuk pemusatan perhatian dan konsentrasi. Ia juga memerlukan lebih banyak waktu untuk belajar hal yang baru, memerlukan lebih banyak isyarat untuk mengingat kembali apa yang pernah diingatnya. Orang yang mengalami kepikunan yang tidak normal, ia bisa lupa makan, lupa nama pasangan, benda, angka, atau keterampilan yang pernah dikuasai. Terkadang, ia pun lupa dengan aturan-aturan sosial.

Untuk itu Astuti pun memberikan beberapa kiat mengatasi kemunduran daya ingat atau memperlambat kepikunan. Intinya, jangan biarkan otak Anda berhenti bekerja. Berikut kiatnya:

- Selalu belajar, berarti aktifkan otak Anda. Bangkitkan minat memakai pikiran dengan cara misalnya membiasakan membaca buku-buku yang bermanfaat, seperti membaca Al-Qur'an rutin, matematika, berhitung, merancang, atau memasak.
- Ulangi informasi yang baru untuk disimpan dalam ingatan
- Melatih memusatkan perhatian/konsentrasi, misalnya: dengan berdzikir, shalat yang khusuk, yoga, dan lain-lain.
- Rekreasi.
- Ikut kegiatan sosial.
- Konseling ke spesilis saraf, untuk deteksi dini demensia.
- Membuat catatan atau biografi merupakan aktifitas lansia yang paling baik dan sangat berharga.
- Menjaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat seperti makan-makanan sehat, istirahat/tidur cukup, hindari rokok dan alkohol.
- Gerak Latih Otak (senam otak) dan olahraga lain sesuai kemampuan.

Gerak dan Latih Otak
Pada prinsipnya dasar latihan otak adalah ingin otak tetap bugar dan mencegah pikun. Otak adalah satu-satunya organ yang kecanggihannya menurut para peneliti lebih canggih dari tata surya di alam lain. Seumur hidup manusia menurut penelitian, otak hanya terpakai 20 persen dan 80 persen lainnya belum terungkap, kata dr Astuti SpS.

Astuti memberi contoh, tersumbatnya di bagian otak sebelah kiri di atas telinga kita itu pusat berbahasa. Akibatnya, orang akan sulit bicaranya. Jika yang terjadi lesi di atas puncak kepala, pas pusat penggerakan jari tangan atau bibir, bisa cadel, lumpuh, dan sebagainya.

''Kita harus memberi edukasi pada masyarakat untuk memelihara otak tetap bugar. supaya kualitas hidupnya tetap terjaga baik. Karena sedikit lesi (luka), jaringan otak tidak berfungsi sehingga dengan sendiri aktivitas/kualitas hidup seseorang menjadi jelek,''kata Astuti.

Salah satu latihan untuk otak adalah dengan senam otak sehat atau yang diciptakan oleh Asosiasi Alzheimer Indonesia disebut Gerak dan Latih Otak (GLO).

GLO ini bisa dilakukan oleh semua usia. Pada penderita epilepsi anak, anak dengan cerebral palsy, anak yang gerak tangannya tidak terkoordinasi selain difisioterapi, mereka juga bisa dilatih otaknya lewat GLO.

GLO ini gerakannya mudah dan dapat dilakukan saat duduk atau berdiri. dilakukan dengan perasaan senang, rileks, serta tidak menahan napas. ''Bila sedang berada di bus kota, sedang di depan meja komputer, gerakan ini bisa saja dilakukan dalam hanya dalam lima menit.

Biasanya latihan yang dianjurkan tiga kali seminggu, masing-masing sekitar 15-20 menit, harus selalu membayangkan gerak fisiknya, supaya tersambung sirkuit otak dengan gerakan-gerakan yang sedang dilakukan.

1. Latih peregangan leher
Posisi badan menghadap lurus ke depan, dengan telapak tangan kanan pada sisi kanan kepala. Tekan kepala ke arah kiri, sementara kepala menghadap lurus ke depan. Otot-otot leher akan terasa teregang melawan dorongan tangan. Lakukan delapan kali hitungan dengan tidak menahan nafas. Lakukan secara bergantian dengan telapak tangan kiri.

2. Peregangan bahu dan lengan atas
a. Luruskan tangan kanan ke atas (di samping telinga), telapak tangan menghadap ke depan. Tangan kiri melewati belakang di bawah siku tangan kanan. Tangan yang lurus digerakkan ke belakang, sedangkan tangan yang satunya menahan ke depan.
Akan terasa regangan pada bahu dan lengan atas. Hembuskan nafas pada saat otot diaktifkan atau tegang. Kemudian lakukan bergantian dengan tangan yang kiri, masing-masing dua kali.
b. Luruskan tangan kanan ke atas, di samping telinga dengan telapak tangan menghadap ke dalam. Tangan yang lurus digerakkan ke kanan, sedangkan tangan yang satu lagi menarik tangan kanan ke arah dalam. Lakukan bergantian dengan tangan yang kiri, masing-masing dua kali.
c. Posisi tangan kanan lurus menekan ke arah telinga kanan dan tangan yang satu lagi mendorong ke arah keluar. Lakukan bergantian dengan tangan kiri, masing-masing dua kali.

3. Pemanasan sakelar otak
Gosoklah dua lekukan kiri dan kanan di bawah pertemuan tulang selangka kiri dan kanan dengan tulang dada. Dengan tangan lain gosok daerah perut. Usahakan mata bergerak ke kiri dan ke kanan, ke atas, ke bawah dan memutar dari kiri atas ke kanan atas. Lakukan enam kali pernapasan dengan tangan bergantian.

4. Latihan inti
a. Delapan tidur
Berdiri tegak, kepala lurus ke depan, tangan kanan lurus ke depan, ibu jari menghadap ke atas di depan hidung. Gerakkan tangan ke kiri atas, kiri bawah, kembali ke tengah, lalu ke ke kanan atas, kanan bawah dan kembali ke tengah. Gerakan ini membentuk angka delapan tidur dan lakukan tanpa diikuti gerakan bola mata.
b. Untuk variasi delapan tidur, gerakkan ibu jari sama seperti gerakan delapan tidur, tetapi gerakan ibu jari diikuti dengan gerakan bola mata. Lakukan latihan ini bergantian dengan tangan kanan, kiri, dan kedua tangan saling berkaitan. Masing-masing dalam hitungan dua kali delapan.

sumber: cafepojok.com

16 Apr 2009

Flu Singapore

"Flu Singapore" sebenarnya adalah penyakit yang di dunia kedokteran dikenal sebagai Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau dalam bahasa Indonesia Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut (PTKM).

Penyakit ini sesungguhnya sudah lama ada di dunia. Berdasar laporan yang ada, kejadian luar biasa penyakit ini sudah ada di tahun 1957 di Toronto, Kanada. Sejak itu terdapat banyak kejadian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri sebenarnya penyakit ini bukan penyakit baru.
Istilah �Flu Singapore� muncul karena saat itu terjadi ledakan kasus dan kematian akibat penyakit ini di Singapura. Karena gejalanya mirip flu, dan saat itu terjadi di Singapura (dan kemudian juga terjadi di Indonesia), banyak media cetak yang membuat istilah �flu Singapore�, walaupun ini bukan terminologi yang baku.

PENYEBAB

PTKM ini adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus RNA yang masuk dalam famili Picornaviridae (Pico, Spanyol = kecil ), Genus Enterovirus ( non Polio ). Genus yang lain adalah Rhinovirus, Cardiovirus, Apthovirus. Di dalam Genus enterovirus terdiri dari Coxsackie A virus, Coxsackie B virus, Echovirus dan Enterovirus.
Penyebab PTKM yang paling sering pada pasien rawat jalan adalah Coxsackie A16, sedangkan yang sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat atau ada komplikasi sampai meninggal adalah Enterovirus 71. Berbagai enterovirus dapat menyebabkan berbagai penyakit.


EPIDEMIOLOGI:

Penyakit ini sangat menular dan sering terjadi dalam musim panas. PTKM adalah penyakit yang kerap terjadi pada kelompok masyarakat yang padat dan menyerang anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun ( kadang sampai 10 tahun ). Orang dewasa umumnya lebih kebal terhadap enterovirus, walau bisa juga terkena.
Penularannya melalui jalur fekal-pral (pencernaan) dan saluran pernapasan, yaitu dari droplet (butiran ludah), pilek, air liur, tinja, cairan vesikel (kelainan kulit berupa gelembung kecil berisi cairan) atau ekskreta. Penularan kontak tidak langsung melalui barang, handuk, baju, peralatan makanan, dan mainan yang terkontaminasi oleh sekresi itu. Tidak ada vektor tetapi ada pembawa (�carrier�) seperti lalat dan kecoa.
Penyakit ini memberi imunitas spesifik, namun anak dapat terkena PTKM lagi oleh virus strain Enterovirus lainnya.
Masa Inkubasi 2 � 5 hari.

GEJALA

Mula-mula demam tidak tinggi 2-3 hari, diikuti sakit leher (faringitis), tidak ada nafsu makan, pilek, gejala seperti �flu� pada umumnya yang tak mematikan. Timbul vesikel yang kemudian pecah, ada 3-10 ulkus di mulut seperti sariawan ( lidah, gusi, pipi sebelah dalam ) terasa nyeri sehingga sukar untuk menelan.
Bersamaan dengan itu timbul rash/ruam atau vesikel (lepuh kemerahan/blister yang kecil dan rata), papulovesikel yang tidak gatal ditelapak tangan dan kaki. Kadang-kadang rash/ruam (makulopapel) ada dibokong. Penyakit ini umumnya akan membaik sendiri dalam 7-10 hari, dan tidak perlu dirawat di rumah sakit.

Bila ada gejala yang cukup berat, barulah penderita perlu dirawat di rumah sakit. Gejala yang cukup berat tersebut antara lain :
- Hiperpireksia, yaitu demam tinggi dengan suhu lebih dari 39 C. - Demam tidak turun-turun - Takikardia (nadi menjadi cepat) - Takipneu, yaitu napas jadi cepat dan sesak - Malas makan, muntah, atau diare berulang dengan dehidrasi. - Letargi, lemas, dan mengantuk terus - Nyeri pada leher, lengan, dan kaki. - Kejang-kejang, atau terjadi kelumpuhan pada saraf kranial - Keringat dingin - Fotofobia (tidak tahan melihat sinar) - Ketegangan pada daerah perut - Halusinasi atau gangguan kesadaran

Komplikasi penyakit ini adalah :
- Meningitis (radang selaput otak) yang aseptik - Ensefalitis (radang otak) - Myocarditis (Coxsackie Virus Carditis) atau pericarditis - Acute Flaccid Paralysis / Lumpuh Layuh Akut (�Polio-like illness� )

Satu kelompok dengan penyakit ini adalah :

1. Vesicular stomatitis dengan exanthem (PTKM) - Cox A 16, EV 71 (Penyakit ini)
2. Vesicular Pharyngitis (Herpangina) - EV 70
3. Acute Lymphonodular Pharyngitis - Cox A 10



DIAGNOSA

LABORATORIUM :
Sampel ( Spesimen ) dapat diambil dari tinja, usap rektal, cairan serebrospinal dan usap/swab ulcus di mulut/tenggorokan, vesikel di kulit spesimen atau biopsi otak.
Spesimen dibawa dengan �Hank�s Virus Transport�. Isolasi virus dengan cara biakan sel dengan suckling mouse inoculation. Setelah dilakukan �Tissue Culture�, kemudian dapat diidentifikasi strainnya dengan antisera tertentu / IPA, CT, PCR dll. Dapat dilakukan pemeriksaan antibodi untuk melihat peningkatan titer.

Diagnosa Laboratorium adalah sebagai berikut :

1. Deteksi Virus :
- Immuno histochemistry (in situ)
- Imunofluoresensi antibodi (indirek)
- Isolasi dan identifikasi virus.
Pada sel Vero ; RD ; L20B
Uji netralisasi terhadap intersekting pools
Antisera (SCHMIDT pools) atau EV-71 (Nagoya) antiserum.

2. Deteksi RNA :
RT-PCR
Primer : 5� CTACTTTGGGTGTCCGTGTT 3�
5� GGGAACTTCGATTACCATCC 3�
Partial DNA sekuensing (PCR Product)

3. Serodiagnosis :
Serokonversi paired sera dengan uji serum netralisasi terhadap virus EV-71 (BrCr, Nagoya) pada sel Vero.
Uji ELISA sedang dikembangkan.
Sebenarnya secara klinis sudah cukup untuk mendiagnosis PTKM, hanya kita dapat mengatahui apakah penyebabnya Coxsackie A-16 atau Enterovirus 71.



PENGOBATAN

1. Istirahat yang cukup
2. Pengobatan spesifik tidak ada, jadi hanya diberikan secara simptomatik saja berdasarkan keadaan klinis yang ada.
3. Dapat diberikan :
- Immunoglobulin IV (IGIV), pada pasien imunokompromis atau neonatus
- Extracorporeal membrane oxygenation.
4. Pengobatan simptomatik :
- Antiseptik di daerah mulut
- Analgesik misal parasetamol
- Cairan cukup untuk dehidrasi yang disebabkan sulit minum dan karena demam
- Pengobatan suportif lainnya ( gizi dll )

Penyakit ini adalah �self limiting diseases�, yaitu dapat sembuh dengan sendirinya, dalam 7-10 hari, pasien perlu istirahat karena daya tahan tubuh menurun. Pasien yang dirawat adalah yang dengan gejala berat dan komplikasi tersebut diatas.



PENCEGAHAN

PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT:

Penyakit ini sering terjadi pada masyarakat dengan sanitasi yang kurang baik. Pencegahan penyakit adalah dengan menghilangkan kekumuhan dan kepadatan lingkungan; kebersihan (Higiene dan Sanitasi) lingkungan maupun perorangan. Cara yang paling gampang dilakukan adalah misalnya membiasakan selalu cuci tangan, khususnya sehabis berdekatan dengan penderita, desinfeksi peralatan makanan, mainan, handuk yang memungkinkan terkontaminasi.

Bila perlu anak tidak bersekolah selama satu minggu setelah timbul rash sampai panas hilang. Pasien sebenarnya tak perlu diasingkan karena ekskresi virus tetap berlangsung beberapa minggu setelah gejala hilang, yang penting menjaga kebersihan perorangan.

Di Rumah sakit �Universal Precaution� harus dilaksanakan.
Penyakit ini belum dapat dicegah dengan vaksin (Imunisasi)

UPAYA PEMERINTAH DALAM HAL INI :

Meningkatkan survailans epidemiologi (perlu definisi klinik)
Memberikan penyuluhan tentang cara-cara penularan dan pencegahan PTKM untuk memotong rantai penularan.
Memberikan penyuluhan tentang tanda-tanda dan gejala PTKM
Menjaga kebersihan perorangan.
Bila anak tidak dirawat, harus istirahat di rumah karena :
- Daya tahan tubuh menurun.
- Tidak menularkan kebalita lainnya.
Menyiapkan sarana kesehatan tentang tatalaksana PTKM termasuk pelaksanaan �Universal Precaution�nya.


sumber : medicastore.com